Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain....


Sebuah mobil mewah berwarna hitam nampak berhenti di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota itu.Seorang pria tampan berkulit putih turun dari mobil tersebut.


Pria itu mendekati rumah dengan halaman yang tak terlalu luas tersebut dengan langkah tenangnya.Ia kemudian mendekati seorang gadis yang nampak duduk di kursi teras sambil asyik memainkan ponselnya.


"selamat pagi...."ucap pria itu tenang.Berbeda dengan Zack yang selalu memasang wajah dingin dan tanpa ekspresi jika sedang dalam mode menjadi kaki tangan Moreno,Roky orangnya lebih cuek.Ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan tanpa peduli dampaknya pada orang lain.Mulutnya juga sangat pedas jika berbicara dalam mode kesal.


Aliya mendongak melihat siapa yang datang.Matanya melotot, mulutnya terbuka.Seorang pria tampan nampak berdiri di hadapannya membuat jiwa ganjen Aliya langsung meronta ronta.


Gadis itu bangkit.Dengan cepat ia menata rambut dan penampilan nya lalu mengeluarkan senyuman termanisnya.


"iya.....ada yang bisa saya bantu kak?"tanya Aliya semanis mungkin


Roky mengangkat dagunya.


"gue mau ketemu Ammar"ucap Roky ketus.


"A....Ammar?a...ada perlu apa ya?"tanya Aliya penasaran.Untuk apa pria tampan ini mencari keberadaan laki laki pincang itu.


"bukan urusan kamu!Ammar mana?!"tanya Roky lagi.


"ee...Am...Ammar........."


.


.


.


"assalamualaikum...."ucapan seorang pria berkaki satu itu berhasil memotong ucapan Aliya.Pria itu datang dengan tongkat sebagai alat bantunya berjalan.Itu Ammar...!


Laki laki itu datang dengan membawa satu kantong kresek berisi bakso untuk Aliya.Aliya memang menyuruh Ammar untuk membelikan bakso untuknya.Padahal jaraknya cukup jauh dan cuaca juga mulai terik,tapi Aliya seolah tak punya rasa kasihan akan kondisi Ammar yang kurang sempurna itu.


Roky menoleh ke belakang.Dilihatnya keringat Ammar bercucuran,ia terlihat lelah sepertinya.


"itu Ammar...."ucap Aliya.


Roky mengernyitkan dahinya.


"dia abis dari mana?"tanya Roky.


"biasa....aku suruh beli bakso tadi...."ucap Aliya tanpa beban.


"beli bakso?" tanya Roky.


Aliya mengangguk.


"eh...mata lo buta...?!dia kakinya aja kayak gitu panas panas lo suruh beli bakso?sinting lo ya...?!"ucap Roky.


Aliya mengernyitkan dahinya.


"ih lo kenapa sih?udah biasa kalik dia gue suruh suruh....!"ucap Aliya.


"udah biasa lo bilang?dan lo nggak kasian...?!dia jalan aja susah...!”


"ya....emang gue peduli...?itu bukan urusan gue...!lagian lo siapa sih?!ikut campur banget urusan orang...?!"tanya Aliya tak suka.


"gue anak buahnya tuan Moreno...!gue datang kesini buat bawa Ammar ikut mencari keberadaan Azizah...!"ucap Roky.


"oh....jadi si bis* itu belum ketemu?"ucap Zizah cuek.Ya....ia tahu tentang kabar hilang nya Zizah dari para anak buah yang beberapa kali datang kerumah ini mencari keberadaan gadis itu.


Roky mengangkat dagunya lagi.


"belum...dan dia masih dalam pencarian saat ini....!"ucap Roky santai.


"kalau lo sendiri?lo siapanya Zizah?"tanya Roky.


"gue?gue sepupunya sih...tapi kalau nggak dianggep sepupu juga nggak apa apa..."ucap Aliya sombong.


"oh....sepupu?jadi lo adiknya Reza?iya...?"tanya Roky memperjelas.


"yups....betul...."ucap Aliya sambil memainkan kuku kuku cantiknya.

__ADS_1


"oke...baguslah kalau gitu....!"ucap Roky.


"kalaupun nanti Azizah nggak ketemu... setidaknya ada lo sebagai gantinya....lo pasti masih inget kan...Azizah berada di tangan tuan Moreno sebagai jaminan hutang kakak lo...?kalau Azizah lolos...itu artinya harus ada jaminan lain sebagai gantinya..."ucap Roky dibarengi sebuah senyuman smirk membuat Aliya kaget sekaligus takut.


"siap siap ya....bodi lo boleh juga..tuan Moreno pasti suka..."ucap Roky diiringi sebuah siulan di akhir kalimatnya membuat Aliya makin bergetar takut.


Roky tak peduli.Ia kemudian menoleh ke arah Ammar yang masih terlihat ngos ngosan.


"lo ikut gue sekarang..."ucap Roky.


"lo mau bawa gue kemana?"tanya Ammar


"lo hanya perlu mengikuti perintah gue kalau lo mau adik lo selamat"ucap Roky tenang.Ia kemudian meraih kresek hitam berisi bakso milik Aliya dan menyerahkan kepada gadis itu.


"nih ..bakso lo"ucap Roky


Aliya hendak meraih kresek ditangan Roky itu.Namun belum sempat diraih,Roky sudah melepas kan kresek itu dari tangannya dan.....


buuuuuggghhhh......


"aaaaaakkkkkkhhhhhh.....!!"pekik Aliya


bakso jatuh....!isinya tumpah di atas lantai teras dan sebagian kuahnya pun mengenai tubuh Aliya.


Roky tersenyum sinis.Ia kemudian pergi meninggalkan gadis yang kini terus mengumpatinya itu disusul Ammar dibelakang nya.


...****************...


Sementara itu di rumah sederhana tempat persembunyian Zizah.....


Di sofa ruang tamu.Zack dan Zizah tengah duduk bersila di atas sofa dalam posisi saling berhadap hadapan.Zack nampak terdiam membaca tulisan tangan Zizah di sebuah note book kecil milik Zizah.Wanita itu baru saja menceritakan kisah hidupnya yang tragis.Tentang kecelakaan yang menimpa keluarga nya dan berhasil merenggut nyawa kedua orang tuanya,kaki sang kakak dan suara Azizah.


"jadi sebenarnya ini bisa sembuh dong?"tanya Zack.


Azizah menulis lagi.Lalu menyerahkan nya pada Zack.


"katanya sih bisa....kata mbak Livia..."tulisnya.


Azizah menulis lagi.


"Livia itu dulu majikan aku...aku kerja sama dia udah lama....dia istri polisi...mas Andrew namanya..."tulisnya lagi.


Zack diam sejenak.


Andrew.... seperti nama seseorang yang dulu sangat ia kenal??


Zack tersenyum simpul.Tapi nama Andrew kan banyak...pikirnya


Ia menoleh ke arah Zizah.Diamatinya wajah putih bersih dengan bibir tipis itu.Terlihat sangat imut dan menggemaskan.


"aaa..."ucap Azizah ingin mengatakan "kenapa?" saat Zack tiba tiba diam menatapnya sambil mengulum senyum samar.


Zack sedikit membungkuk mendekat kan wajahnya pada wajah Zizah.Azizah reflek mundur sedikit.


"kamu pakai bedak apa?"tanya Zack tiba tiba.


Azizah mengernyitkan dahi.Lalu menggelengkan kepalanya.


"nggak pernah pakai bedak?"tanya Zack.


Azizah mengangguk.


Zack pun ikut mengangguk paham.


"kalau lipstik?"tanya Zack lagi


Azizah menggelengkan kepalanya lagi.


"nggak pakai juga?"


Azizah mengangguk lagi.


Zack tersenyum.Lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana panjangnya.

__ADS_1


"aaa?"tanya Zizah seolah bertanya "apa?"


"ini lipstik...eh bukan....kata mbaknya tadi namanya lipgloss..."ucap Zack sambil menunjukkan benda dengan wadah berwarna pink stroberi itu.


"tadi aku beli ini di mall pas beliin kamu hp...nggak tau kenapa...pengen aja beliin buat kamu.."ucap Zack.


Ia kemudian melirik nakal ke arah Zizah.


"aku pakai in ya...."ucapnya dengan senyuman nakal.Zizah menggelengkan kepalanya cepat.


"nggak apa apa ...nggak ngerepotin kok..."ucap Zack sambil membuka bungkus lipgloss itu, mengeluarkan nya dan mulai mengarahkannya ke bibir Zizah.


Zack merangsek maju,Zizah mundur.


"aaa...."ucap Zizah seolah ingin berkata "jangan"


"nggak apa apa....kata mbaknya tadi rasanya stroberi.."ucap Zack.


Zizah mentok di ujung sofa.Zack makin mendekat bahkan sangat dekat membuat Azizah sudah tak bisa kemana mana lagi.Pria berambut gondrong itu kemudian mendekatkan lip gloss di tangannya,dan dengan gerakan lembut ia mengolesi bibir tipis itu dengan benda tersebut membuat bibir tipis merah muda itu terlihat mengkilap karenanya.


degggghh....degggghh....degggghh....


Jantung Azizah berdetak cepat lagi.Posisi keduanya kini sangat dekat membuat Zizah bisa merasa hembusan nafas pria berkulit putih itu.Mata Zack masih fokus pada bibir tipis yang terlihat makin menggoda dengan mengkilap tersebut,membuat sesuatu di tubuhnya mulai bergejolak.


"katanya rasa storberi..."ucap Zack tanpa mengalihkan pandangannya dari benda menggiurkan yang sejak tadi jadi fokus pandangnya itu.


Zizah masih deg degan.Tanpa mengubah posisinya dan sorot mata yang juga masih fokus pada wajah Zack,ia menjulurkan sedikit lidahnya dan menyapu bibirnya.


Zack makin tergoda melihat pemandangan itu.


"beneran?"tanya Zack.


Zizah mengangguk tanpa merubah posisinya.


"masa sih?jadi pengen ikut nyicipin"ucapnya.


Zack mendekat kan wajahnya,tanpa mengubah fokus pandangnya.Azizah mematung,seolah tak mampu bergerak mendapati pergerakan Zack yang makin merangsek mendekatinya.


Wanita itu mulai memejamkan matanya.Zack makin mendekat...


dan..........


.


.


.


.


.


.


Seeettt....


Zack menggerakkan ibu jarinya mengusap bibir mungil itu.Azizah dengan cepat membuka matanya.Zack lantas memasukkan ibu jarinya ke dalam mulutnya dan menyesapnya sambil menatap nakal ke arah Azizah.


"iya.... stroberi...."ucap Zack lalu tersenyum manis.Ia kemudian menarik tubuhnya menjauh dari Azizah.Wanita itupun lantas membenarkan posisi duduknya dan mencoba menetralkan ekspresi nya agar tak terlihat salah tingkah di depan Zack.


"salting ya ..."ucap Zack sambil mengeluarkan senyuman dan tatapan mautnya.


Azizah menggelengkan kepalanya cepat.Sungguh....dekat dekat dengan laki laki ini benar benar membuat jantungnya tak aman.Zack seolah selalu punya cara untuk membuat gadis tuna wicara itu salah tingkah.


...----------------...


Selamat sore


.


up 15:48


yuk...dukungannya dulu....🤗

__ADS_1


__ADS_2