Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Enam Puluh Dua


__ADS_3

Zack dan Azizah👇




Hari berganti hari...


Polisi masih mengumpulkan bukti bukti dan saksi atas kasus besar yang kini tengah mereka tangani.Dan kini,pihak berwajib juga tengah berupaya melakukan pengejaran terhadap satu keluarga yang diduga terlibat dalam kasus ini.Yaitu Tari dan dua anaknya,Reza dan Aliya.Satu keluarga yang harusnya diperiksa ini justru memilih kabur.Mau tak mau, mereka pun akhirnya ditetapkan sebagai buronan oleh pihak kepolisian.


.


.


.


Siang ini....


Di sebuah bangunan yang menjadi markas bagi para aparat penegak hukum itu.Tempat di mana seorang Moreno yang agung dan para antek anteknya ditahan.Seorang suster nampak memasuki kantor polisi sambil mendorong satu kursi roda dimana seorang gadis manis nampak terduduk dengan wajah tertutup masker disana.Ditemani seorang gadis cantik berambut panjang serta seorang pria berkaki satu,mereka memasuki ruang tunggu markas para aparat penegak hukum itu.


Ya....hari ini mereka semua datang ke markas kepolisian guna menuruti kemauan Azizah yang sejak kemarin ngambek..!Gadis tuna wicara itu mogok makan,mogok minum,mogok segala galanya.Ia tak mau minum obat,tak ada senyum,tak mau di ajak ngobrol,membuat perawat serta Ammar dan Zia pun dibuat bingung.Kemauan gadis itu hanya satu,bertemu dengan laki laki berambut gondrong yang sangat ia rindukan yang kini tengah mendekam di balik jeruji besi bangunan berlantai dua itu,Zack Andreaz.


Alhasil, disinilah mereka sekarang.Zizah datang ke kantor polisi di dampingi seorang suster serta kakak kandungnya dan adik kandung Zack sendiri,Zia.


Seperti biasa, selayaknya tamu yang hendak mengunjungi para tahanan,Zia,Ammar,Zizah dan sang suster dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu kantor polisi tersebut.


Seorang petugas lapas pun lantas menuju ke sel para tahanan untuk menjemput laki laki gondrong yang sepertinya mulai menguasai pikiran Azizah itu.


Gadis berparas manis yang kini terduduk di kursi roda itu nampak meremas reemas jari jemarinya.Matanya terus menatap ke arah lorong ruangan yang menghubungkan ruang tunggu dengan sel para tahanan.Ia seolah tak sabar untuk melihat kedatangan pria berpostur tinggi besar,berkulit putih dan berambut panjang sepundak itu.


Azizah terus mengarah kan pandangan nya ke arah lorong penjara itu.Hingga....


datanglah seorang petugas bersama seorang pria tinggi berkulit putih dengan rambut gondrong yang nampak kusut.Setelan baju oren lengan pendek khas tahanan melekat di tubuhnya,memperlihatkan tato tato yang memenuhi kaki bagian kanannya.Jenggot tipis mulai tumbuh menghiasi rahangnya.Tubuhnya terlihat sedikit lebih kurus dan kumal.


Azizah menegakkan posisi duduknya.Itulah laki laki yang sangat ingin ia temui.Laki laki yang benar benar mengusik pikirannya beberapa hari terakhir ini.


Zizah melepas masker yang menutupi mulut dan hidungnya.Ia tersenyum bahagia melihat pria yang kini berjalan makin mendekat ke arahnya itu.


Zack tersenyum lebar.Itu perinya..!wanita berparas manis yang ia tinggalkan beberapa waktu yang lalu di meja operasi saat tim dokter tengah berjuang mengangkat peluru yang bersarang di punggung nya.


Zack setengah berlari mendekati wanita yang terduduk di kursi roda itu.Kondisi tubuh yang belum seratus persen pulih membuat Zizah harus patuh untuk tidak banyak bergerak dan tetap duduk manis di kursi roda sesuai saran dari perawat yang mengantarnya.


Zack setengah berlari,ia kemudian berjongkok di depan kursi roda Zizah.Diamatinya wajah manis itu.Fokusnya langsung tertuju pada mata sayu dan senyuman manis sang peri yang sangat ia rindukan tersebut.Tanpa sadar ia bahkan mengacuhkan Zia.Ia tak menyapa adiknya atau pun memeluknya seperti yang setiap saat ia lakukan jika Zia datang mengunjunginya.


Sebelah tangan Zack tergerak.Dibelainya pipi mulus berkulit putih itu dengan lembut.


"kamu udah sembuh?"tanya Zack.


Zizah mengangguk sambil tersenyum haru.Matanya mengembun,melihat sang malaikat berjubah iblis baik baik saja membuatnya sangat lega.Meskipun sepertinya laki laki itu sedikit kurang terawat,tapi setidaknya ia tak terluka dan semacamnya.


Zia dan Ammar hanya diam menyaksikan adegan di hadapan nya.Sepertinya memang ada ketertarikan dalam diri dua anak manusia itu,hanya saja mereka belum menyadari nya,atau sudah menyadari namun belum mau untuk mengungkapkan nya.


Zia bergerak perlahan mendekati Ammar,ia mencolek lengan laki laki itu, menggerakkan bola matanya ke arah luar seolah mengisyaratkan untuk mengajak Ammar keluar dan meninggalkan dua anak manusia itu sendiri.


Ammar paham.Ia bersama Zia dan suster pun memilih pergi, membiarkan dua sejoli itu untuk saling melepas rindu dengan cara mereka sendiri.


Seperginya ketiga orang itu yang nyatanya tak disadari oleh Zack dan Zizah.


Zack meraih telapak tangan gadis manis itu, menggenggam nya erat dan mengecupnya lembut.


"kalau masih sakit ngapain kesini?"tanya Zack lembut.Zizah menggerakkan tangannya meraih notebook di saku seragam rumah sakit yang masih ia kenakan.Ia kemudian menuliskan sesuatu dan menyerahkan nya kepada Zack.


"aku pengen tau kondisi kamu"tulisnya.


Zack tersenyum.

__ADS_1


"aku di khawatirin nih ceritanya?"tanya Zack dengan senyuman manis ia tujukan pada Azizah membuat wanita itu tersipu malu.


Ia kemudian kembali menuliskan sesuatu..


"aku takut kamu kenapa kenapa"tulisnya lagi


Zack menatap dalam wajah imut itu.


"aku baik baik aja kerena kamu sayang..."ucap laki laki itu begitu tulus.


"kalau bukan karena kamu...mungkin sekarang aku udah nggak ada disini..." imbuhnya.


"aku berhutang nyawa sama kamu..."ucap laki laki itu sepenuh hati


Zizah tersenyum.Ia lantas menulis lagi..


"kita impas.... karena aku juga sering ditolong sama kamu.....anggap aja ini balas budi aku..."tulis Azizah.


Zack tersenyum gemas.


"melindungi istri itu kewajiban suami...jadi nggak ada hutang budi dalam hal itu..."ucap Zack sambil menatap penuh arti ke arah Azizah membuat gadis itu mengernyitkan dahinya.


Suami?istri?


Zack terkekeh melihat ekspresi wajah Zizah yang nampak bingung.Ia yang berjongkok di hadapan Azizah pun menjatuhkan kepalanya di antara dua paha Zizah membuat gadis itu sedikit tersentak.


degggghh..... degggghh..... degggghh.....


Jantung Azizah berdetak lebih cepat,lagi lagi Zack membuat jantungnya tak aman dengan segala tingkah polahnya.


Cukup lama Zack merebahkan kepalanya di paha Zizah.Wanita itu lantas mengamati rambut gondrong laki laki itu yang nampak tergerai tak terawat.


Zizah melepas ikat rambut berwarna merah muda yang ia gunakan untuk mengikat rambutnya.Membuat rambut yang semula terikat itu kini tergerai bebas.Ia lantas mengapit tali itu dengan kedua belah bibirnya.Kemudian tangannya tergerak mengumpulkan rambut panjang laki laki itu dalam satu genggaman tangan.


Zack hendak bangkit namun Zizah bersuara seolah meminta laki laki itu untuk diam dalam posisinya.Gadis itu kemudian mengikat rambut gondrong Zack dengan ikat rambut merah mudanya membuat rambut itu kini terlihat lebih rapi.


"ini apa?ikat rambut kamu?"tanya Zack.


Zizah mengangguk.


"nggak usah sayang....ini kan punya kamu...."ucap laki laki itu sambil mencoba melepaskan benda tersebut dari rambutnya namun Zizah melarangnya.


"aku nggak usah pakai kayak gini nggak apa apa peri..."ucap Zack.


"enngg..gaa...."ucap Zizah seolah ngeyel.


"udah ...ini buat kamu aja..."ucap Zack lagi sambil kembali mencoba melepaskan tali itu lalu...


buuuuuggghhhh.....


"aaaww....!"pekik Zack.Azizah memukul lengan pria itu dengan kesal sambil matanya melotot.


"kok dipukul sih?"tanya Zack.


"ja....a...."ucap Zizah sambil meraih dua lengan Zack menjauh dari rambutnya sendiri.Seolah ia tak mengizinkan laki laki itu untuk melepas ikat rambut pink yang sudah terpasang dengan sempurna itu.


Zack tertawa gemas.


"kamu kok gemesin sih...jadi pen gigit..."ucap Zack sambil tersenyum nakal.


Zizah hanya tersipu malu.


Saat mereka tengah asyik dengan perasaan mereka masing masing...


"saudara Zack Andreaz,waktu besuk anda tinggal dua menit..."ucap salah seorang petugas.

__ADS_1


Zizah dan Zack saling pandang.Padahal belum lama mereka saling melepas rindu..eh waktu besuk udah hampir habis aja.


"kita harus pisah lagi..."ucap Zack.


Zizah nampak murung.Zack menggerakkan tangannya membelai rambut Azizah


"jangan sedih...kalau udah sembuh...kesini lagi ya jenguk aku..."ucap Zack.


Zizah mengangguk.Ia kemudian meraih kembali note booknya.Kali ini bukan menulis,tapi menggambar.Gadis manis itu menggambarkan sesuatu kemudian merobeknya hingga terlepas dari buku lalu menyerahkan kertas itu kepada Zack.


Sebuah gambar sederhana berupa sosok kecil dengan sayap dan membawa tongkat kecil di tangannya bersebelahan dengan sosok bertanduk memakai jubah,mirip sosok iblis.


Di atas sosok bersayap itu tertulis nama Zizah,sedangkan di atas sosok bertanduk selayaknya iblis itu tertulis nama Zack,sedangkan di bagian belakang kertas tersebut Zizah menuliskan "anggap aja foto kita berdua"


Zack terkekeh.


"jadi maksudnya aku iblis..kamu peri?gitu?"tanya Zack.


Zizah ikut terkekeh.


"kok jahat sih kamu?masak aku di samain sama iblis?"tanya Zack.Gadis manis itu hanya nyengir membuat Zack makin gemas.


"saudara Zack Andreaz,waktu besuk sudah habis."ucap petugas lagi.


Zack menatap lembut ke arah Zizah.


"aku harus balik ke sel...aku bawa ini ya...."ucap Zack.Zizah hanya mengangguk.


"kamu jaga kesehatan,jangan keluar keluar dulu kalau belum sembuh bener..."ucap Zack.


Zizah mengangguk lagi.


"jaga diri baik baik peri...aku akan segera keluar dari sini untuk kamu"ucap Zack sambil tersenyum manis.


Zizah membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis.


Zack mengacak acak lembut rambut hitam Zizah.Ia kemudian berbalik badan dan melangkah menjauh dari Azizah yang masih menatap punggung pria baik hati itu.


Namun baru tiga langkah Zack menjauh,tiba tiba...


Zack berbalik badan,ia setengah berlari mendekati Zizah membuat petugas kaget sekaligus kelabakan.Dan.....


.


.


.


.


.


.


cup.....


Zack mengecup lembut kening wanita yang terduduk di atas kursi roda itu.


"i love you"bisiknya lembut tepat di telinga Zizah membuat wanita tuna wicara itu mematung dibuatnya.


Para petugas menghela nafas panjang.Mereka pikir Zack mau kabur,ternyata hanya ingin mencium kening perinya.


Petugas pun segera menggiring laki laki itu untum kembali ke sel.


...----------------...

__ADS_1


***Up 21:10


yuk....dukungan dulu***....


__ADS_2