
Menjelang tengah malam....
Pria berambut gondrong dengan wajah yang nampak lelah itu turun dari mobilnya.Dengan langkah gontai ia berjalan memasuki istana megah milik sang tuan yang kini dipercayakan kepadanya.Wajahnya lesu,semangatnya tak terlihat,raut wajahnya yang garang hilang berganti wajah sedih yang terlihat putus asa.
Sudah sejak pagi ia berusaha mencari keberadaan gadis manis yang tiba tiba hilang tanpa kabar itu.Tapi sampai saat ini,tidak ada tanda tanda akan keberadaan dan kondisi gadis malang berparas imut tersebut.Kemana perginya Azizah?kenapa ia tiba tiba hilang tanpa jejak begini?
Zack melangkah gontai hendak menaiki tangga ke lantai dua.Namun tiba tiba langkahnya terhenti.Ia kemudian berbalik arah menuju ke belakang rumah.Kaki panjang dan kokohnya terus melangkah menuju rumah belakang tempat dimana kamar para pelayan berada.
Ceklekk....
pintu kamar Azizah yang kosong terbuka.
Zack menatap nanar ruangan kosong yang terlihat sangat rapi itu.Biasanya jam segini ia diam diam menyelinap masuk ke dalam kamar itu untuk mengantar makanan untuk Zizah.Wajah takut sekaligus panik namun terlihat sangat menggemaskan selalu gadis itu tampilkan mana kala ia melihat kedatangan Zack.Gadis itu akan selalu memangsa makanan yang Zack berikan dengan lahapnya tanpa sisa.Sangat lucu dan menggemaskan.
Zack duduk di kasur busa berukuran 120x200 cm itu.Tangannya tergerak meraih bantal kepala bersarung warna kuning itu.Wajahnya tergerak menghirup aroma bantal yang masih sangat jelas tercium aroma shampo gadis manis berbibir tipis tersebut.
"kamu dimana Zizah?"ucapnya lirih.
Entah mengapa pria itu begitu sangat merasa sedih dan kehilangan.Sesuatu yang mungkin sudah lama tak ia rasakan semenjak ia mulai terbiasa hidup sendiri tanpa orang tua dan jauh dari sang adik.Ada rasa khawatir,takut,cemas,sedih,dan.....rindu?
Mungkinkah?
Ia merindukan gadis yang berstatus sebagai budak sang Moreno?
Ada apa dengan Zack?
Entahlah....laki laki itupun mungkin juga tak bisa menjelaskan tentang perasaan nya sendiri.
.
.
.
.
Malam makin larut...udara makin dingin menusuk tulang.Zack masih belum beranjak dari kamar itu.Matanya yang terlihat merah berair pun juga belum terpejam sama sekali.Ia masih setia berdiam diri di kamar Zizah yang pintunya ia biarkan terbuka itu.
Sedang apa gadis itu sekarang?
Malam malam begini diluar sana..
Amankah dia?
Ketika Zack sedang asyik dengan pikirannya sendiri.Tiba tiba....
"whoooeeee....."
Suara itu berhasil membuyarkan lamunan Zack.Dilihatnya di depan pintu,Roky berdiri menyandarkan tubuhnya di kusen pintu sambil membawa dua botol bir.
__ADS_1
"ngelamun aja lu?ngapain sih?"tanya pria tersebut.
Zack menatap malas pria yang merupakan salah satu teman seperjuangan nya itu.
"berisik lu" jawab Zack kemudian menggulingkan tubuhnya tidur di kasur busa milik Zizah.
Roky mendekat.Ia duduk di karpet tipis di kamar Zizah dan meletakkan bir yang berada di tangannya.
"temenin gue yuk...!dari pada mikirin cewek mulu lo..!"ucapnya sambil membuka dua botol bir tersebut dan menyerahkan nya ke Zack.
"siapa yang mikirin cewek?"elak Zack.
"eehh...gue udah kenal lo dari kapan tau..!lo nggak bisa bohongin gue...!nih....!!"ucap Roky sambil kembali menyodorkan bir ditangannya.
Zack pun bangkit.Menerimanya dan menenggaknya.
Zack memang laki laki yang bisa dibilang cukup rajin ibadah.Dia juga anti dengan wanita wanita malam.Tapi untuk urusan alkohol,Zack juga nggak polos polos amat....!
Pengaruh lingkungan kerja membuatnya mau tak mau akrab dengan minuman haram tersebut.Bahkan bisa dibilang ia juga seorang peminum kelas berat.
"mikirin Zizah ya?"tanya Roky usai menenggak alkohol nya.
Zack kembali melirik sinis ke arah Roky.
"sok tau lo"ucap Zack.
"ciiihhh......"ucap Roky berdecih.
"dia itu istimewa bro...!cantik lagi...."ucapnya lagi lalu kembali menenggak bir nya.
"mumpung dia lagi nggak ada di tangan tuh duda bangkotan....lu cari deh dia....sebelum anak buah lain yang nemuin dia..!"
"kalau sampai mereka nemuin Zizah duluan dan nyerahin tuh cewek ke Moreno...uuuuhhhh.....gue nggak bisa bayangin deh ...bakal kek gimana nasib tuh perempuan...pasti udah nggak ada ampun lagi....."ucap Roky pagi.
Zack hanya diam tak bereaksi.
"gue juga harus mikirin keselamatan Zia Ky...."ucap Zack kemudian kembali menenggak alkoholnya.
Roky menatap iba ke arah sang sahabat.
"lu pernah mikir nggak sih....menurut lo....apa selama nya lo mau kek gini terus?"tanya Roky.
Zack menoleh ke arah Roky.
"maksud lo?"tanya Zack
"jadi jongosnya Moreno...!lo rela seumur hidup lo jadi keset tuh duda sinting...!"ucap Roky terlihat kesal.
Zack tak menjawab.
Memang....jauh dari lubuk hati yang paling dalam,Roky sangat membenci Moreno...!ia sering memaki maki bos nya itu jika sedang berada di belakangnya.Namun lagi lagi,sama seperti Zack,ia tak punya keberanian untuk melawan pria itu mengingat nyawa keluarga lah yang selalu menjadi taruhannya.
__ADS_1
Zack kembali menenggak alkoholnya.Tiba tiba.....
Roky sedikit membungkuk, mendekat kan wajahnya ke arah sahabatnya itu
"berontak yuk....."ucap Roky pelan.
Zack reflek menoleh ke arah Roky dengan mata melotot.
"gila lo..!"ucap Zack.
"kok gila sih?!gue serius....!!"ucap Roky.
"Ky....lo tau kan apa yang udah terjadi ama gue dan keluarga gue....?!gue nggak mau kejadian lagi...!"ucap Zack seolah begitu trauma.
"itu karena dulu lu ngelakuin nya sendiri Zack...!tapi kalau sekarang kita lakuin nya pelan pelan....kita cari temen....kita bisa kok...!"ucap Roky yakin.
Zack menggeleng kan kepalanya.
"Zack ayolah....!lo mau sampai kapan ada di sini terus....?!kita juga butuh kebebasan...!!"ucap Roky.
"Ky cukup....!obrolan kita terlalu berbahaya...!gue nggak mau cari penyakit...!"ucap Zack kemudian bangkit.
"pengecut lo....!"ucap Roky tanpa berpindah posisi membuat Zack menghentikan langkahnya.
"harusnya lo bisa tiru Azizah...!dia cewek....bis*...tapi dari awal dia datang kesini sampai sekarang Moreno belum pernah bisa menjamah tubuh dia..! karena apa? karena dia memperjuangkan kehormatan nya...!dia memperjuangkan harga dirinya...!"
"lah lu apa?!lu laki...!tapi lu nyerah dari Moreno....!lo lebih milih jadi bonekanya Moreno tanpa mau berusaha untuk bebas dari dia...!!"ucap Roky berani
Zack menoleh ke arah Roky.
"lo nggak tau gimana rasanya jadi gue...!lo nggak tau gimana rasanya melihat ibu gue....mati di depan mata gue karena pemberontakan yang gue lakuin...!!lu cuma liat Ky...!tapi lo nggak ngerasain gimana rasanya jadi gue...!"ucap Zack bergetar.
"kalau lo bilang gue pengecut...!oke....!gue terima....!gue emang pengecut....!gue terlalu takut untuk mempertaruhkan nyawa adik gue satu satunya demi kebebasan gue....!"ucap Zack.
"lebih baik gue jadi boneka tapi Zia tetap selamat...dari pada gue merdeka tapi kehilangan adik gue satu satunya...."ucap Zack dengan mata merah mengembun kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Roky kembali menenggak minumannya.
"an*ing...!"ucap Roky mengumpat.
Ia muak berada di tempat ini.Ia sangat ingin berontak tapi ia tak sanggup jika harus sendiri.Bukan maksud Roky untuk melukai hati Zack.Ia hanya ingin membakar semangat pria itu agar mau bangkit.Namun sepertinya trauma pria itu begitu dalam.Ia terlalu takut untuk melawan Moreno yang agung.
...----------------...
***Selamat malam menjelang pagi....
up 01:01
gara gara nggak bisa tidur ya sudah.... nulis aja....🤭😁
yukkk.... kasih dukungan dulu yang banyakk...
__ADS_1
🥰🥰***