
Hari terus berlanjut ..
Di dapur rumah sederhana itu.Zack dan Azizah tengah asyik dengan aktifitas masak memasak yang mereka lakukan berdua.Dengan cekatan,gadis berparas manis itu begitu mahir mengolah berbagai bahan makanan yang Rocky sediakan.Laki laki itu benar benar memenuhi semua kebutuhan Azizah selama berada di rumah itu.
Sedangkan Zack yang berdiri di sampingnya hanya memperhatikan.Ia memang tak punya bakat memasak sama sekali.
Zizah berjalan menuju kulkas.Ia meraih satu kantong daging berisi daging dan menyerahkan nya pada Zack.
"aku harus ngapain?"tanya Zack.
Azizah menggerakkan telapak tangannya dalam posisi berdiri menyentuh permukaan daging ayam masih utuh tanpa kepala itu.Ia menggerakkan telapak tangannya maju mundur pada permukaan daging itu seolah meminta Zack untuk memotong nya.
"dipotong?"tanya Zack.
Zizah mengangguk.
"oke...."jawab Zack santai.
Azizah kembali sibuk dengan bumbu dapurnya.Zack meraih pisau daging berbentuk persegi panjang itu lalu memainkannya sejenak dengan cara melempar lempar ke atas dan menangkapnya lagi.
Zizah hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat aksi Zack.
Zack membenarkan posisi sang ayam yang kini terlentang di atas papan kayu itu.Kemudian,dengan pisau di tangan nya dan sebuah senyuman smirk.....
"ciiiiaaaaahhhhh......!!!!!”
daaaaaggghhhh.....
Azizah terlonjak kaget.Satu paha ayam terpental jatuh ke baskom berisi air yang berada di hadapan Azizah.Sekali potong paha terlepas dari tubuh si ayam dan langsung nyemplung ke baskom
Azizah melongo.Ia menoleh ke arah Zack...
"hiiiiiiaaaaaatttttt........!!!"
daaaaaggghhhh.....
satu paha lagi terlepas.Kini terpelanting jatuh ke lantai.Zack bahkan memutilasi si ayam tanpa menyentuhnya.Namun potongannya begitu mulus sempurna.Zack memang beda...👏👏
Azizah tergerak mendekati paha ayam yang terpelanting mengenaskan di lantai.Ia memasukkannya ke dalam baskom di hadapannya lalu kembali mengamati pergerakan Zack yang masih sibuk memutilasi ayam yang sudah mati ini.
Zack memainkan jari jarinya di tubuh polos sang ayam,seolah sedang menggelitiki si ayam yang sudah tak bernyawa.Ia menggerakkan pisau di tangannya seolah menari nari di dada sah ayam.Ia menoleh ke arah Zizah yang sedikit ngeri dengan ulah Zack.
"mau digoreng?"tanyanya.
Zizah hanya mengangguk dengan tatapan mata aneh sekaligus takut dan heran ke arah Zack.
Zack tersenyum manis menatap wajah Azizah,lalu.....
slaaaassshhhh........
daaaaaggghhhh.......!!!
Zack menggores kasar tubuh si ayam dari atas ke bawah tepat di tengah dada hingga robek cukup dalam, lalu dengan cepat dan tanpa melihat ia memotong si ayam hingga kini tubuhnya terbelah jadi dua bagian.Zack bahkan melakukannya sambil menatap wajah Zizah dan tersenyum manis,tanpa menoleh ke arah si ayam.
__ADS_1
Zizah melongo...!
Anak buah Moreno memang tak main main...!
degggghhhhh.....
degggghhhhh....
degggghhhhh...
Zack memotongi tubuh si ayam jadi beberapa bagian dan lagi lagi tanpa menoleh.
"selesai...."ucapnya kemudian.
Zizah mengangguk,lalu mengangkat kedua jempolnya sambil tersenyum kaku.
Hebat...!!
Zack hanya tersenyum manis.
Aksi masak memasak pun kembali di lanjutkan oleh Azizah.
Tak butuh waktu lama, sepasang anak manusia itu selesai dengan aktifitas memasak mereka.
Keduanya lantas duduk kursi meja makan.Azizah menyendok kan nasi ke dalam piring Zack,menuangkan lauk buatannya dan meletakkan nya di hadapan pria berambut gondrong yang diikat itu kemudian duduk di samping pria yang kini mulai menyantap makanan nya tersebut.
"kamu ternyata pinter masak juga..."ucap Zack.
"jadi pengen dimasakin tiap hari...."ucap Zack lagi sambil melirik nakal ke arah Azizah yang kini nampak tersipu malu.
Zack makin gemas dibuatnya.
Zack mengarahkan sesuap nasi untuk Zizah membuat gadis itu sedikit memundurkan tubuhnya.
"temenin makan...."ucap Zack.
Azizah menggelengkan kepalanya.Ia menyentuh tubuhnya dan menggerakkan tangannya naik turun mengarah ke mulut seolah ingin berkata "aku sudah makan"
"kok nggak mau?kamu kasih obat perangsang ya?"tanya Zack asal membuat Azizah melotot seolah ingin melakukan pembelaan.
Ia kembali menggerakkan tangannya memberi isyarat bahwa ia sudah makan.
"ya udah kalau gitu makan dikit aja.... temenin aku...masa aku makan sendiri..."ucap Zack.
Azizah pun menurut,ia membuka mulutnya dan menerima sesuap nasi dari sang pria baik hati.
"Peri...."ucap Zack lagi.
Azizah dengan cepat meraih pulpen dan menuliskan sesuatu di telapak tangannya lalu menunjukkan nya kepada Zack.
"namaku Azizah bukan peri"tulisnya.
Zack terkekeh.
__ADS_1
"tapi aku suka manggil kamu peri...."ucap Zack lalu kembali menyendok makanan nya dan memasukkannya ke dalam mulut.Senyuman menggoda kembali ia tunjukkan untuk sang gadis berparas manis membuat Zizah sedikit bersungut.Seenak saja Zack mengganti namanya.
"kamu lucu...imut...enak aja kalau dipanggil peri.."ucap Zack.
Zizah kembali menulis sesuatu di telapak tangannya.
"kalau gitu aku juga nggak mau manggil kamu nama aja..."tulisnya.
Zack tersenyum.
"ya jangan dong....manggilnya sayang aja..."ucap Zack santai sambil kembali mengunyah makanan nya.
Azizah melotot.Zack membalasnya dengan senyuman nakal yang membuat Zizah jadi salah tingkah.
"salting ya...?"tanya Zack dengan sendok yang masih menempel di bibirnya.
Wajah Zizah makin memerah.Ia kemudian pelan pelan meringsut berbalik badan membelakangi Zack,mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang makin tak menentu karena ulah pria berparas manis dengan rambut gondrongnya itu.
"nengok dong....masak disuruh liat punggung..."ucap Zack
Azizah yang kini membelakangi Zack nampak menggigit ibu jarinya mencoba menaham diri agar tak makin salah tingkah di hadapan Zack.
"heeeiii...."ucap Zack sambil menggelitik i telinga Zizah dari belakang.
Zizah makin tak karuan.Zack makin bersemangat menggoda wanita itu.Dengan nakal nya ia mendorong kursi Zizah dengan satu kaki nya membuat wanita itupun akhirnya menoleh.Wajahnya terlihat kesal,namun ada setitik senyum malu malu disana.
"diiihhh....salting beneran...."ucap Zack menggoda.
"eng...aaaa....!(enggak...!)"ucap Zizah mengelak.Ia kembali menggeser kursinya mendekati Zack.
"iya.....!"jawab Zack tak mau kalah.
"eng...aaaa....!"
"iya...!"
"iiisshhh..."ucap Zizah kesal kemudian melipat kedua tangannya di depan dada.
Zack gemas.Dengan cepat ia meraih pipi Zizah dan mencubitnya guna menyalurkan rasa gemasnya.
Merekapun kembali larut dalam ke akraban yang kini perlahan mulai bisa mereka bangun bersama.
...----------------...
***selamat siang....
up 10:53
yuk....tunjukan pesona kalian....
tinggalkan jejak setelah baca.....
🥰🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1