Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Sembilan


__ADS_3

Azizah dan Zack nampak berjalan terburu buru memasuki area rumah sakit yang berada di pusat kota itu.Sepasang suami istri tersebut baru saja mendapatkan kabar bahwa Aliya kembali masuk ke rumah sakit.Hal itu membuat sepasang suami istri yang tengah menikmati masa masa bahagia sebagai pengantin baru itupun dibuat kaget sekaligus panik.Terutama Azizah.


Keduanya berjalan menyusuri lorong rumah sakit itumenuju IGD,dimana Aliya kini tengah di tangani pihak dokter.


Zizah menempelkan tubuhnya pada pintu kaca buram itu.Ruangan itu masih tertutup rapat.Aliya masih berada di dalam bersama sejumlah dokter disana.Zizah terus bergerak mencoba melongok melihat keadaan di dalam ruangan itu namun sia sia.Pintu kaca itu terlalu buram.Tak bisa dilihat dari luar apa yang sedang terjadi didalam sana.


Azizah nampak gelisah.Ia mondar mandir di depan pintu IGD dengan raut wajah cemas.Sesekali ia nampak mereemas jari jarinya guna menyalurkan rasa khawatirnya akan keadaan Aliya dan calon keponakan nya di dalam sana.


Zack mendekati wanita itu,ditariknya pelan lengan putih istri tersayang nya tersebut lalu memasukkannya dalam dekapan.Zack tau Zizah pasti sangat khawatir dengan keadaan Aliya.Wanita itu sangat peduli pada sepupunya itu meskipun dulu Aliya dan keluarga nya pernah berbuat jahat padanya.Meskipun sebenarnya Zack tak terlalu suka dengan Aliya.


"semua akan baik baik aja peri...kamu harus tetap tenang...."ucap Zack mencoba menenangkan sang istri.


"kita duduk di sana ya .....kita tunggu dokter yang di dalam keluar....."ucap Zack.


Zizah mengangguk.Ia pun lantas duduk di kursi tunggu bersama Zack.


.


.


.


Tak lama...


Pintu kamar IGD terbuka....


seorang dokter wanita datang dengan masker menutupi sebagian wajahnya.Azizah dan Zack bangkit.Zizah dengan setengah berlari mendekati dokter wanita yang juga merupakan majikannya itu,Livia.


Zizah berucap tak jelas dan buru buru.Ia seolah ingin bertanya bagaimana kondisi Aliya,apa yang terjadi pada wanita hamil itu sampai sampai mengalami pendarahan dan harus dilarikan ke rumah sakit entah untuk yang ke berapa kali selama mendekam di penjara.


Zizah panik,Zack yang sedari tadi berdiri di sampingnya mencoba menenangkan sang istri yang nampak kalut.Diraihnya pundak Zizah dan diusapnya lembut untuk menenangkan istrinya itu.


"peri..kamu tenang dulu....biar mbak Livia jelasin dulu...."ucap Zack.


Zizah nampak kalut.Matanya mulai mengembun,ia takut terjadi sesuatu yang berbahaya pada Aliya.


Livia membuka masker penutup wajahnya....


"Zizah....ada sesuatu yang ingin saya sampaikan..."ucap Livia.

__ADS_1


Zizah dan Zack mendengarkan.


"kondisi Aliya dan bayinya sangat lemah...kita harus secepatnya melakukan tindakan,kalau tidak...nyawa mereka mungkin nggak akan tertolong..."ucap Livia.


"maksud dokter?"tanya Zack tak paham.


"kita harus secepatnya melakukan operasi,bayi Aliya harus lahir lebih awal...tapi......."ucap Livia menggantung.


"tapi apa dok?"tanya Zack.


"kecil kemungkinan untuk bisa menyelamatkan keduanya....."ucap Livia.


deeeeggghhhh.....


Zizah mematung mendengarnya.


"tapi kita tetap akan berusaha agar keduanya bisa selamat....namun....andai ini gagal...Aliya berpesan pada saya ..untuk menyelamatkan bayinya saja...."ucap Livia.


Zizah menggeleng kan kepalanya samar mendengar ucapan Livia itu.


"Zizah....Aliya ingin ketemu sama kamu...temui dia sebentar....Zack....kamu temenin istri kamu ya...."ucap Livia.


"iya dok...."jawab Zack.


Zizah mendekat.Matanya mengembun.Aliya terlihat sangat menyedihkan.


"Zizah....."ucap Aliya lemah


Zizah menangis.Digenggamnya tangan Aliya,wanita itu sesenggukan di samping ranjang sang sepupu.


"Zizah......aku capek....."ucap Aliya lemah.


Azizah menggelengkan kepalanya.Air matanya sudah luruh tak terbendung.


"aku kangen bapak...."ucap Aliya lagi...


"ga...a....."ucap Zizah seolah berkata "nggak...!"


"aku titip anak aku ya....tolong rawat,jaga,dan sayangi dia...aku yakin dia bisa jadi anak yang baik di tangan kamu dan suami kamu...nggak kayak aku..."ucap Aliya lagi Zizah makin banjir.

__ADS_1


"jika dia besar nanti...tolong katakan...kalau aku sangat menyayangi dia...aku minta maaf ..aku meninggalkan dia lebih cepat...aku nggak kuat....sakiiitt...."ucap Aliya lagi sangat lemah.


Zizah makin sesenggukan.


"Al....."ucap Livia menimpali.


Aliya menoleh dengan gerakan pelan


"masih ada kemungkinan untuk kamu dan anak kamu selamat Al...."ucap Livia


Aliya menggelengkan kepalanya..


"enggak....jangan pedulikan nyawa saya dok.... selamat kan anak saya....dia lebih berhak untuk hidup dibanding saya ..."ucap Aliya lagi


"Dok..... saya punya permintaan...kalau nanti saya nggak selamat,tolong ... berikan organ tubuh saya yang masih layak untuk orang yang membutuhkan....dengan syarat..berikan imbalan...gunakan untuk biaya operasi pita suara Zizah dan kaki palsu untuk Ammar... agar Zizah bisa bicara lagi dan Ammar bisa berjalan dengan normal..."ucap Aliya.


Zizah makin banjir.Ia menggelengkan kepalanya.Zack yang mendengar ucapan Aliya dibuat bergetar.


"Al......"ucap Livia


"tolong.....saya capek....saya nggak kuat.... selamat kan anak saya...dan penuhi permintaan saya...setidaknya biarkan saya merasa berguna untuk Zizah dan Ammar,dua sepupu yang sudah saya sia siakan sejak kecil...agar saya tidak terus menerus di hantui dosa yang berkepanjangan dok .."ucap Aliya sesenggukan.


"A,.ll...."ucap Zizah


Aliya menoleh


"aku minta maaf Zizah ..aku banyak dosa....aku titip anak aku...maaf atas semua perlakuan ku dan keluarga ku ke kamu selama ini...."ucap Aliya


Wanita lemah itu perlahan mengangkat tangannya


"aku boleh peluk kamu untuk yang terakhir kan..."ucapnya.


Azizah tak kuasa manahan tangisan nya.Ia mengangguk.Dipeluknya wanita hamil itu.Keduanya menangis.Aura kesedihan terasa begitu kental di ruangan itu membuat semua yang ada disana pun ikut menangis.


Zack,Livia dan semua yang ada di sana hanya bisa diam menyaksikan.Sebuah drama keluarga yang begitu tragis.Si gadis angkuh telah mendapatkan karmanya,membuatnya seolah menyerah pada dunia yang berbalik kejam padanya.Ia lelah...ia memilih untuk menyerah.Ia memilih untuk pergi meninggalkan sang calon bayi untuk sepupunya.Menebus segala dosa dosa masa lalunya menggunakan apa yang ia punya,bagian tubuhnya...untuk pulihnya suara sang peri bisu berhati malaikat....


...----------------...


***Selamat malam....

__ADS_1


up 20:21


yuk....dukungan dulu***....


__ADS_2