
Waktu terus berputar...
Kehidupan para anak manusia itu terus berjalan dengan semestinya.Zizah dan Zack sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.Kaduanya begitu giat mengais rezeki,serta mengumpulkan pundi pundi rupiah guna mengikrarkan hubungan asmara mereka ke jenjang yang lebih serius.
Ya....mereka cari modal sama sama.Dua yatim piatu pekerja keras itu seolah sudah tak sabar untuk segera menikah dan membangun rumah tangga berdua.
Sama halnya dengan Azizah dan Zack.Zia juga terlihat makin menikmati pekerjaan nya sebagai karyawan di salah satu toko kue itu.Terlebih lagi bosnya begitu baik,membuat Zia makin kerasan bekerja di tempat itu.
Berbeda dengan para anak anak itu.Keluarga angkuh yang kini tengah menjalani karma kehidupan mereka kini tengah berada di dalam kantor polisi guna mempertanggung jawabkan perbuatan jahat mereka.Terhitung sudah satu bulan Tari berada di penjara,sedangkan Aliya baru satu minggu.
Selama di dalam penjara,sepasang keluarga itu seolah selalu menjadi bahan perundungan para napi senior disana.Seperti Aliya dan Tari,meskipun Aliya tengah hamil,namun nyatanya para napi disana tak memperdulikan hal itu.Aliya tetap di suruh suruh, diperbudak,terkadang jatah makanan nya di ambil dan tidak diberi tempat untuk tidur.
Kian hari tubuh Aliya makin tak terawat.Livia sebagai dokter yang sering memeriksa keadaan nya pun menggelengkan kepalanya.Kian hari kondisi Aliya makin memprihatinkan.Sebagai seorang ibu hamil,itu terlihat sangat menyedihkan.
.
.
Malam menjelang....
di sebuah lembaga permasyarakatan...
Wanita hamil yang nampak lelah itu menyandarkan tubuhnya di tubuh kurus sang ibu.Kini keduanya tengah berada di pojok ruangan.Keduanya baru selesai memijiti seorang napi senior.Dan saat ini mereka duduk berdua di pojok ruangan lantaran keduanya tak mendapatkan tempat untuk tidur.Ruangan itu terlalu sempit,sedangkan penghuninya lebih dari sepuluh orang.Aliya tak mau tidur berdesak desakan.Ia juga harus menjaga kandungannya.Ia takut ada kaki yang tiba tiba melayang ke perutnya dan berujung fatal.,
Aliya mendongak kan kepalanya menatap wajah ibunda tercintanya.
"ibuk....."ucap Aliya pada Tari
"apa Al?"tanya Tari pada putrinya yang kini tengah mengandung calon cucu pertamanya itu.
"Aliya pengen nasi padang buk..."ucap wanita pemilik salah satu benih sang Moreno itu.
Tari menghela nafas panjang....
"Al...ini dipenjara...dari mana kita bisa dapat nasi padang...."ucap Tari.
Aliya hanya diam tak menjawab.Ia kembali meringsut kan tubuhnya semakin merapat pada raga sang ibu yang terlihat ringkih.
"kapan ya buk...kita bisa bebas....Aliya bosen disini buk..."ucap Aliya sambil mengarahkan pandangan nya ke langit langit penjara.Pikirannya seolah melayang jauh,berandai andai tentang kebebasan nya yang masih jauh dari harapan.Rasanya ia sudah tidak betah berada di tempat ini.
"udah lah Al.....kita harus membusuk disini selama dua tahun...."ucap Tari.
Aliya terdiam dengan raut wajah sedih.
"Aliya nyesel buk udah jahat sama Azizah....andai kita dulu nggak memperlakukan dia dan Ammar buruk...mungkin kita nggaak..............."ucapan Aliya terhenti saat tiba tiba Tari memotong pembicaraan nya.
"udah lah Al....nggak usah dibahas..!kita begini juga gara gara mereka...!Azizah itu pembawa sial..!kita sial gara gara mereka...!!"ucap Tari masih keras hati.Nyatanya penjara tak juga membuatnya sadar akan kesalahannya di masa lalu.
__ADS_1
"buuukkkk......"ucap Aliya
"udah....!!nggak usah bahas mereka..!mending kamu tidur sekarang...!ini udah malem....!"ucap Tari.
Aliya menghela nafas panjang.Ia pun akhirnya menurut, menyandarkan kepalanya di pundak sang ibu lalu perlahan mulai memejamkan matanya.
...****************...
Sementara di tempat lain....
Sepasang suami istri itu tengah berada di ruang tengah kediaman megahnya.Kini kedua pria wanita paruh baya itu tengah berhadapan dengan sang supir yang sudah mengabdi pada mereka sejak sepuluh tahun lalu itu.
Pak Wahyu,supir pribadi keluarga Adrian Dinda hari ini minta izin untuk berhenti kerja.Alasannya ia ingin pulang kampung,merawat ibunya yang sakit di tempat kelahiran nya sana.
Sepasang bos Zia itu saling pandang...
"pak Wahyu yakin mau berhenti?"tanya Adinda.
"iya buk...."jawab pak Wahyu sambil menunduk.
"kalau cuma mau ngerawat ibuk..bapak bisa cuti sebentar...bapak pulang dulu...abis itu bapak bisa balik kesini lagi"ucap Adrian.
"ndak pak...saya mau berhenti saja...saya mau ngurus ibu saya....dan menetap di kampung" ucap Pak Wahyu.
"trus kalau bapak di kampung bapak mau kerja apa?bapak kan udah lama kerja disini,bapak bisa kok cuti sebentar..nanti balik lagi...biar nanti saya carikan supir sementara pengganti bapak..."ucap Adrian
Dinda Adrian menghela nafas panjang.
Mau bagaimana lagi,pak Wahyu tak bisa ditahan.Ia keukeuh ingin tetap berhenti kerja,padahal laki laki itu sudah sangat lama bekerja dengan mereka.
Sebenarnya mereka berat untuk merelakan sang supir resign..tapi mereka juga tak punya hak untuk menahan Pak Wahyu agar tetap disini bukan?
Adrian menghela nafas panjang.
"Din....ambilin dompet ku di kamar dong..."ucap Adrian pada sang istri.
"iya mas..."jawab wanita cantik itu.
Adinda pun bangkit.Ibunda Angkasa itu lantas naik kelantai dua tempat dimana kamar utama yang biasa ia tempati bersama sang suami berada.
Tak lama, wanita berhijab itu kembali turun denga dompet kulit hitam yang terlihat tebal di tangannya.Adinda kembali duduk di samping sang suami,lalu menyerahkan dompet itu kepada pemiliknya.
Adrian lantas mengeluarkan semua lembaran rupiah yang berada di dalam dompet itu tanpa menghitungnya.Ia lantas menyodorkannya ke arah sang supir yang kini duduk di sebuah sofa singgel di sampingnya.
"ini gaji kamu...sekalian saya titip buat pengobatan ibu kamu..."ucap Adrian.
Pak Wahyu mendongak,
__ADS_1
"ta...tapi tuan.."ucap Wahyu sambil reflek memundurkan tubuhnya.Uang pemberian Adrian terlalu banyak menurutnya.
"ambil aja.."ucap laki laki itu.
"ini kebanyakan tuan..."ucap Pak Wahyu.
"nggak apa apa pak Wahyu..itung itung...ini sebagai ucapan terima kasih saya.. karena pak Wahyu sudah mau menjadi supir saya selama bertahun tahun..."ucap Adrian.
"saya minta maaf kalau selama bekerja dengan saya dan istri,ada kata kata saya mau pun istri dan anak anak saya yang menyinggung hati bapak..."ucap Adrian.
"tuan...tuan dan ibuk itu baik sekali...saya yang harusnya berterima kasih....tuan dan ibuk sudah banyak membantu saya... memperlakukan saya seperti keluarga sendiri... terimakasih banyak tuan...ibuk..."ucap Pak Wahyu.
Adrian tersenyum.
"kita semua sama pak...nggak ada atasan dan bawahan disini..."ucap pak Wahyu.
"Alhamdulillah...semoga... selamanya tuan dan ibuk selalu berbahagia..tidak ada lagi orang orang yang berusaha mengganggu ketenangan tuan dan ibuk..."
"amin..."jawab sepasang suami istri itu.
"kalau begitu saya pamit tuan...buk...sekali lagi terima kasih...."ucap pak Wahyu.
Laki laki itu lantas bangkit dari duduknya.Begitu juga Adrian Dinda.
Mereka saling berjabat tangan, kecuali Dinda yang hanya menangkup kan kedua telapak tangan nya di depan dada sebagai salam perpisahan.
Pak Wahyu lantas pergi, meninggalkan dua bosnya yang kini hanya menatap ke arah punggung pak Wahyu yang perlahan mulai menghilang dari pandangan mata.
"hmmmmhhh....toko sama kafe kita lagi rame ramenya pak Wahyu malah keluar mas..."ucap Dinda.
Adrian tersenyum,ia kemudian merangkul pundak wanita tersayang nya itu
"aku akan segera cari supir baru buat kita..."ucap Adrian.
Dinda hanya mengangguk.
"udah malem ...tidur yuk..."ucap Adrian lagi.
"iya mas...."jawab Dinda.
Kedua orang tua Angkasa itu lantas melangkahkan kakiny pergi dari tempat tersebut, menaiki tangga menuju lantai dua untuk beristirahat.
...----------------...
***Selamat pagi...
Up 05:07***
__ADS_1
yuk... dukungannya dulu....🥰