Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan


__ADS_3

Hari berganti..


siang hari,menjelang jam sebelas siang...


Disebuah dapur sederhana di rumah Tari, tantenya Azizah.


Pria pincang itu tengah sibuk mencuci tumpukan piring kotor di dapur rumah itu.Sejak kepergian Azizah kemarin pagi,Ammar baru di beri makan sekali.Ia tak lagi di izinkan makan jika belum menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang biasa di kerjakan Azizah.Fisiknya yang tak sempurna dengan hanya mempunyai satu kaki membuat Ammar kesulitan meyelesaikan tugas tugas nya yang hingga sudah hampir tengah hari pekerjaan rumah itu belum selesai juga.


Ammar kembali sibuk dengan piring piring di dapur saat sayuk sayuk ia mendengar kedatangannya Reza ditandai dengan bunyi knalpot motornya yang begitu menyakiti telinga.


"heeehh.....!dari mana aja kamu...?!!ditungguin dari semalem nggak pulang pulang..!!mana duitnya?!!"tanya Tari menyambut kedatangan sang putra dengan menengadahkan tangannya.


"tau nih....!lo pasti make tuh duit dulu buat judi kan?iya kan??!!"tanya Aliya menebak.


"apaan sih ...gue cuma minta dikit doang...!!"ucap Reza.


"ya udah mana duitnya...!!"ucap Tari tak sabar.


Reza kemudian meraih tas nya,lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat berisi sejumlah uang.Tari pun langsung menyahutnya dengan berbinar.Tanpa mereka sadari,Ammar mengintip perbincangan di ruang tamu itu dari balik tembok dapur rumah tersebut.


"kok cuma segini?!yang lainnya mana?!!"tanya Tari protes


"apa sih buk....tuan Moreno itu cuma ngasih sepuluh juta ..!yang sejuta udah Reza pake...!jadi ya itu tinggal sembilan juta....!"ucap Reza bohong


"kenapa cuma minta sepuluh juta?!kan ibuk bilang lima puluh....!!!"ucap Tari kesal sambil memukul lengan Reza.


"ya lagian siapa sih buk yang mau bayar mahal cewek bis*....!tuan Moreno cuma ngasih segitu doang...!"ucap Reza.


Ammar sesak di balik dinding dapur.Azizah dijadikan jaminan hutang tapi mereka tak berusaha menebusnya justru malah menambah hutang lagi?Ya Tuhan....iblis macam apa mereka ini....?!!


Tari berdecak kesal.Tapi ya sudah lah ya...yang penting dapat uang.


"Aliya minta dong buk...."ucap gadis sembilan belas tahun itu.


"buat apa?!"tanya Tari tak suka.


"buat beli make up...!"rengek Aliya


"aahh....elah....make up mulu lo..!muke lu udah terlalu menor...!"ucap Reza


"apa sih kak...!orang make up aku habis...!"ucap Aliya tak mau kalah


"buukk....bagi ..!"rengeknya.


"nggak...!!ntar aja ibuk beliin...!"ucap Tari kemudian melengos masuk ke dalam kamar.Tak peduli dengan sang putri yang terus nyerocos protes.


Seperginya Tari,Aliya mendekati sang kakak yang kini merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang rumah itu.


"kak....."ucap Aliya.


"hmmm...."


"jadi uang yang kita pinjem totalnya enam puluh juta dong?"tanya Aliya yang dikenal berotak jongkok.


"iyaaa...."jawab Raza cuek sambil memainkan ponselnya.


Aliya nampak berfikir keras.


"trus gimana cara kita balikin uang uang itu kak?"tanya Aliya terlihat khawatir.Membayangkan hidup dengan tumpukan hutang puluhan juta membuat Aliya jadi tidak tenang.

__ADS_1


Reza menghentikan aktifitasnya,lalu menatap jengkel ke arah sang adik.


"lo tuh beg* apa gobl*k sih?!ngapain lu ngurusin itu?!biarin aja...!udah ada si bis* di sana....!!biar dia yang nanggung...!"ucap Reza


"maksud kakak?kalau kita utang terus nggak dibayar itu artinya Azizah nggak bisa pulang ke sini lagi dong kak?"tanya Aliya polos.


Reza dibuat gemas oleh adiknya ini.Ia pun bangkit, mendekat kan wajahnya ke wajah sang adik dan berbicara sepelan mungkin.


"ya kan emang itu tujuannya Aliya....biarin aja di sana...kalo perlu selamanya...!kita yang nikmatin duitnya...dia yang kerja ..beres kan??"ucap Reza.


Aliya terdiam.


Kok jahat ya?


Kasihan juga Azizah...


Memang di antara Reza,Tari dan Aliya,gadis itulah yang masih sedikit punya rasa empati.Sepertinya ia sedikit mewarisi sifat almarhum ayahnya yang penyayang.


...****************...


Sementara itu ....


Di tempat lain....


Seorang pria berambut gondrong nampak berjalan menuju sebuah gudang lusuh tempat sang peri bis* di sekap.Dengan langkah lebar,Zack berjalan menyusuri jalan setapak berbatu menuju gudang di ujung halaman belakang istana megah milik Moreno.


"buka..."ucap Zack pada penjaga gudang.Penjaga itu hanya mengangguk.Pintu besi yang sedikit berkarat itupun terbuka.Zack masuk kedalam gudang itu.


Pria berkulit putih itu menarik nafas panjang,dilihatnya di sana gadis tuna wicara itu tertidur meringkuk sambil tangannya memegangi kaos hijau panjang nya di bagian dada yang sudah koyak akibat aksi brutal Moreno semalam.


Zack berdiri tepat di hadapan Azizah.


Azizah tak bereaksi.


"bangun...!!"ucap Zack dengan suara yang sedikit meninggi.


Azizah mulai mengerjab kan matanya sambil menggeliat meregangkan otot ototnya yang kaku di atas lantai gudang,membuat kaos yang koyak di bagian dada itupun terbuka lantaran Azizah melepaskan pegangannya pada kaos hijau lengan panjang tersebut.Sepertinya gadis itu belum menyadari keberadaan Zack di sana.Membuatnya acuh meskipun bagian dadanya terbuka dan rok putihnya sedikit terangkat ke atas.


Zack melotot menyaksikan pemandangan indah dibawahnya itu.Jakunnya naik turun menelan ludah kasar melihat tubuh putih mulus itu menggeliat di bawah kaki nya.


Azizah perlahan membuka matanya,mengumpulkan kembali kesadarannya yang masih jalan jalan entah kemana.Mata sendunya menatap lurus kedepan.Sepasang kaki kokoh dengan sepatu hitam nampak berdiri di hadapan matanya.Azizah pun perlahan menggerakkan matanya naik melihat sosok tinggi yang sudah berdiri di depannya.Dan....


seetttttt......


Azizah kelabakan.Ia bangkit dan dengan cepat meremas kaos sobeknya,menutupi area dada nya yang terbuka.Azizah menunduk takut.Tubuhnya bergetar.Bodohnya ia menyadari kehadiran laki laki tanpa ekspresi itu.


Zack masih tak bergerak.Ia menatap datar wanita di hadapannya yang nampak ketakutan itu.


"tuan Moreno ingin kau menghadap nya..."ucap Zack kemudian.


Azizah terdiam.


"aku sarankan kau jangan membuat ulah lagi!"ucap Zack lagi dengan suara dingin.


Azizah mendongak menatap tajam ke arah Zack yang posturnya lebih tinggi besar di banding dirinya.Laki laki itu kemudian meraih Azizah tangan yang bebas lalu menarik nya namun Azizah menolaknya dan menghempaskan tangan Zack


Zack mengehela nafas panjang..


"jangan egois gadis bodoh....!ikut aku....!"ucap Zack.

__ADS_1


Azizah mengambil note book yang tergeletak di lantai lalu menuliskan sesuatu dan menyerahkan pada Zack.


"aku tidak mau...!lebih baik aku mati disini daripada mengabdi untuk tuanmu yang gila itu...!"tulis Azizah.


Zack lagi lagi membuang nafas kasar.Gadis ini benar benar keras kepala.


Zack mendekati gadis itu,menatapnya dengan tatapan tajam membunuh.Azizah mundur,wanita itu mulai memasang mode awas.Kedua tangannya meremas kaos hijaunya yang koyak sambil membawa note book nya.


Dan..


.


Bugghhh....


Mentok...!tubuh Azizah menabrak dinding gudang membuat wanita itu tak bisa lagi bergerak ke mana mana.


Zack mendekat.Kini laki laki itu mengungkung wanita tuna wicara tersebut dengan tubuh tegapnya.Matanya masih menatap tajam wajah putih mulus dengan bibir tipis berwarna merah muda itu.Kedua pasang mata anak manusia itu saling menatap satu sama lain.Zack mendekat kan wajahnya pada wajah Azizah.Wanita itu tak gentar.Sorot matanya tajam menatap netra coklat milik Zack Andreas.


"berapa kali sudah kubilang....jangan membuat masalah disini....!kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa...!"ucap Zack dingin.


"aku tau harga dirimu tinggi...!kau begitu sangat mempertahankan kehormatan mu...!tapi sekarang bukan waktunya untuk itu bodoh...!"


"kau lemah...!kau tidak akan menang melawan tuan Moreno dengan caramu yang seperti ini..!"ucap Zack.


"gunakan otakmu...!kau tidak sekuat tuan Moreno....!membangkang sama saja artinya dengan mati konyol...!!"ucap Zack.


Zack menjauhkan tubuhnya,ia menarik tangan Azizah untuk ikut dengannya namun lagi lagi,Azizah masih tak mau..!keras juga hati gadis ini.Ia seolah tak sudi bertemu dengan Moreno..!


Zack mulai hilang kesabaran.Ia kembali menghempaskan tubuh Azizah ke dinding,kembali mengungkungnya, mendekat kan wajahnya pada telinga Azizah tanpa jarak membuat ujung hidung mancungnya kini menempel di telinga Azizah.


Gadis itu memejamkan matanya merasakan hembusan nafas Zack.Dadanya naik turun...!


"ingatlah bodoh....!jika kau mati disini...maka hidup kakakmu akan hancur sehancur hancurnya...!setidaknya tetaplah hidup untuk orang yang kau sayangi....!"ucap Zack pelan namun berhasil membuat Azizah bergetar.


"aku tau harga diri itu penting...!tapi keselamatan orang tersayang kita itu jauh lebih penting....!jangan sampai kau menyesal karena keegoisan mu...!orang yang kau hadapi saat ini bukanlah orang sembarang Azizah...!dia akan melakukan apapun demi bisa meraih apa yang ia inginkan...!"ucap Zack dengan dada naik turun.


Entah mengapa Azizah merasa terenyuh mendengar ucapan Zack.Laki laki itu berucap dengan suara bergetar seolah menahan sesuatu.


Azizah menoleh menatap Zack.Mata pria itu merah mengembun.Dadanya naik turun seolah menahan tangis.Ia seolah memendam sesuatu yang cukup berat.Entah apa itu.


Cukup lama keduanya saling mengunci pandangan.Seolah sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Andai Azizah bisa berucap,maka akan banyak sekali pertanyaan yang ingin ia layangkan pada pria itu.Siapa sebenarnya ia?Zack tak sejahat Moreno,ia masih punya hati dengan memberikan roti secara sembunyi sembunyi untuk Azizah.Tapi kenapa ia juga begitu patuh pada Moreno??


Entahlah...masih banyak misteri dalam kisah ini...




...----------------...


***Selamat pagi


.


up 06:30


yukkk....banyakin dukungannya dulu....🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2