
"huuuuuuuuaaaaaaaaaaaa.......!!!sakiiiiiitttttt paaaaaaaaa.......!!!!!!"
Suara tangisan itu terdengar lagi,menggema begitu kencang dari lantai atas sebuah toko kue berlantai dua tersebut.Zia dan Dila yang berada di lantai dasar hanya saling menatap seolah mempertanyakan sesuatu yang sama yang sejak tadi berada didalam pikiran mereka masing masing.
Apa yang terjadi di lantai atas sana?
Sejak tadi remaja pria berparas rupawan itu terus berteriak teriak sambil menangis.Memanggil manggil nama sang papa,namun beberapa kali juga terdengar suara tegas dari Adrian,entah apa yang terjadi di lantai dua, Dila dan Zia juga tak tau.
"paaaaaaaaa.....!!!!!udaaaaaaahhhhhh......!!!!!! sakiiiiiitttttt......!!!!!!β ucap remaja itu
"tahan dek...!!kamu laki....!gini doang nangis...!malu....!!"sahut Adrian.
"huuuuaaaaaaaaaaaahahahaaaaaa.........." suara itu makin kencang terdengar dari lantai atas.
Zia dan Dila hanya menggelengkan kepala nya.Kedua wanita itu memilih untuk kembali fokus pada pekerjaan mereka.Dila kembali ke dapur untuk membuat kue,sedangkan Zia kini sibuk menata rapi beberapa kue donat di dalam etalase toko berlantai dua tersebut
Ketika adik Zack itu tengah sibuk menata kue kue donat...
.
.
kriiiiiieeeettt.....
pintu kaca toko tersebut terbuka.
"assalamualaikum....."ucap seorang wanita cantik berpenampilan syar'i.Ia datang bersama seorang pria berbadan gempal yang merupakan supir pribadi keluarga nya,Wahyu.
"wa Alaikum salam....."jawab Zia.
"langsung di bawa ke dapur aja ya pak..."titah Dinda pada pak Wahyu yang baru saja menemani nya berbelanja di pasar tersebut.
"baik buk..."jawab pak Wahyu.Laki laki subur itu lantas menuju ke dapur,membawa barang barang belanjaan Adinda menuju tempat produksi di toko kue itu.
"loh?ibuk dari luar?"tanya Zia pada Dinda.Ia memang baru beberapa menit yang lalu sampai di toko setelah kuliah,ia tak tahu jika Adinda sedang keluar,ia pikir wanita berkulit putih itu berada di lantai atas.
"iya....memang ada apa Zi?"tanya Dinda.
"tadi ada yang nyariin ibuk...."ucap Zia.
"siapa?"tanya Adinda lagi.
"nggak tau buk ..anak SMA..dia..............."
"huuuuuuuuaaaaaaaaaaaa..........."
belum selesai Zia berucap,suara tangisan itu terdengar lagi dari lantai atas.
"adek...!!!"pekik Dinda.
__ADS_1
Wanita cantik itu lantas berlari naik ke lantai dua tempat dimana suara tangisan remaja yang ternyata anak kedua nya dengan Adrian itu terdengar.
Dinda pun terus berlari, hingga sampai lah ia di lantai atas.Dilihatnya di sana sang putra kedua yang ternyata bernama Angkasa Wildan Tama itu kini nampak menangis sesenggukan.Ia duduk di atas sofa panjang bersama sang papa,Adrian Tama.Seragam putihnya sudah terlepas,remaja itu kini nampak bertelanjang dada dengan lengan kanan yang berada di bawah kendali sang ayah.Sepertinya remaja itu tengah di urut oleh papanya sendiri.
"huuuuuuuuaaaaaaaaaaaa.....!!udah paaaaaaa......!!!"rengek Angkasa.
Adrian tak merespon.Ia masih sibuk memberikan sentuhan sentuhan di lengan Angkasa yang berhasil membuat remaja itu menangis sejadi jadinya.
"maaaassss......!!!"ucap Dinda sedikit teriak.Ia setengah berlari mendekati suami dan anak nya lalu duduk di samping Angkasa yang sesenggukan.
"maamaaaaa........"ucap Angkasa merengek.
Dinda mendekap kepala Angkasa.Remaja yang ternyata sangat manja pada mamanya itu pun meringsut
"udah paaaa......sakiiitttt...."rengek Angkasa lagi meminta agar tangannya di lepaskan oleh Adrian.
Adrian menghela nafas panjang.Ia pun melepaskan lengan dengan otot otot yang mulai tumbuh itu.
Angkasa makin meringsut masuk ke dalam dekapan sang mama.
"ini ada apa sih?"tanya Dinda.
"abis salto tuh di aspal....mau ikut genk motor kayaknya...ya dek ya...."ucap Adrian sambil meninju ringan lengan atas Angkasa yang baru saja diurutnya.
"aaaaakkkkhhh....!sakit paaaa...."rengek Angkasa lagi.
Adrian hanya terkekeh.
Angkasa hanya mengangguk dalam dekapan sang mama.
"sakit ma...."rengeknya lagi.
"yang mana?"tanya Dinda begitu perhatian.
Angkasa menegakkan posisi tubuhnya,menjauh dari dekapan ibu kandungnya itu.
"semuanya....untung wajahku nggak lecet ma...."rengek Angkasa.
Adrian terkekeh lagi.
"emang kamu ngapain bisa sampai jatuh?kamu ugal ugalan ya bawa motornya?"tanya Dinda.
"enggak...!orang pelan kok....!!nasib apes aja ma....!aspalnya tuh berlobang udah kek lubang idungnya Tiger...!"ucap Angkasa membela diri sambil sedikit menyentil fisik sang keponakan yang kini masih balita,Tiger Smith Anderson.
"kenapa jadi Tiger sih?"tanya Dinda tak habis pikir.
"au ahh...sakit semua badan aku..."ucap Angkasa malas sambil kembali memasukkan tubuhnya ke dalam dekapan sang mama,Adinda.
"baru beberapa hari di ijinin bawa motor sendiri,kamu udah jatuh aja....kayaknya mama sama papa salah deh ngasih kamu ijin bawa motor..."ucap Dinda.
__ADS_1
"apa sih ma....enggak...!ini itu insiden...!takdir...!kodrat dari Allah Subhanahuwata'ala...!!"ucap Angkasa memberikan pembelaan.Dinda dan Adrian hanya terkekeh dengan ucapan sang putra yang selalu bisa membuat keduanya tertawa.
....
sekilas tentang keluarga Adrian Tama....
Adrian Tama,pria yang kini menginjak usia empat puluh lima tahun.Seorang pria berparas bule dengan mata hijau yang indah.Ia adalah seorang model terkenal di negara ini.Wajahnya yang tampan diusianya yang sudah tidak muda lagi,bentuk tubuh yang atletis dan pembawaan nya yang khas dengan image misterius dan terkesan bad boy,membuatnya menjadi idola para wanita,sejak muda bahkan hingga saat ini.
Adrian memiliki seorang istri bernama Adinda Zahra,wanita berparas rupawan, berkulit putih,bibir merah tipis dan mata sendu yang sedikit sipit.Mereka menikah kurang lebih enam belas tahun yang lalu,saat itu usia Dinda tujuh belas tahun menuju delapan belas, sedangkan Adrian berusia dua puluh delapan tahun
Dari pernikahan mereka,keduanya di karuniai seorang putra,bernama Angkasa Wildan Tama.Remaja laki laki dengan paras rupawan yang hampir sempurna,perpaduan antara wajah imut Dinda dan paras tampan Adrian.Selain itu,keduanya juga memiliki seorang putri angkat.Gadis yatim piatu yang mereka tolong dan mereka angkat sebagai anak saat usianya masih delapan tahun.Namanya Nabila Brigyta Tama.Nabila kini sudah berusia dua puluh empat tahun.Kini ia sudah menikah dengan laki laki bernama Zev Smith Anderson,serta memiliki seorang putra yang baru berusia enam bulan bernama Tiger Smith Anderson.Keluarga kecil Nabila dan Zev kini tinggal di luar kota,berjauhan dengan Adinda dan Adrian.
Dua putra putri Adrian Dinda memiliki watak yang berbeda beda.Nabila si anak angkat justru lebih tomboi.Ia mewarisi sifat ayah angkatnya yang berani,keras,tidak suka diatur,serta mudah emosi.Namun,ia juga memiliki satu sifat Dinda yang melekat di di dirinya,yaitu ceroboh.
Sedangkan Angkasa,ia lebih kalem,namun juga cengeng,ceplas ceplos jika sedang bicara,narsis,manja,dan lebih religius.Ia lebih banyak mewarisi sifat Dinda dibandingkan Adrian.Remaja itu juga bisa dibilang adalah seorang remaja dengan sejuta bakat di dalam dirinya.Selain mengikuti jejak sang ayah sebagai seorang model,ia juga memiliki bakat lain, seperti menyanyi,sepak bola,dan yang baru baru ini ditekuninya adalah bela diri.
Angkasa memiliki seorang kekasih,seorang remaja putri yang usianya dua tahun lebih tua darinya.Ia berpacaran dengan sang kekasih sejak Angkasa masih duduk di bangku SMP kelas tiga,dan sang pacar SMA kelas dua.
Kini Angkasa sudah SMA kelas satu,sedangkan pacarannya,kini sudah SMA kelas tiga.Keduanya masih menjalin hubungan hingga saat ini.Angkasa sangat mencintai kekasihnya itu.Gadis manis pujaan hati Angkasa Wildan Tama itu bernama, Bintang Kejora...
.
.
visual keluarga Adrian..π
Adrian Tamaπ
Adinda Zahra (versi tanpa hijab dan lebih muda..cari yang tuaan g ada..anggap aja awet mudaπ) π
Angkasa Wildan Tama π
Nabila Brygita Tama π
Zev Smith Anderson π
...----------------...
***Sekilas tentang keluarga Adrian biar readers baru pada nggak bingung" amat ya....
__ADS_1
biar lebih jelas bisa baca kisah mereka di novel author yang lain.
yuk....jangan lupa kasih dukungannya***...