Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Tujuh Belas


__ADS_3

Ceklek....


pintu kamar mandi terbuka....


Zia keluar dari dalam ruangan itu dengan menggunakan handuk kimono yang menutupi tubuhnya.


"kakak...."ucap Zia.


Zack menatap tajam ke arah Zia.Zia diam seketika saat menyadari apa yang berada di tangan Zack.Foto Adrian.....!!!


Mampus....!!!!


Zia mendekati pria gondrong itu.


"kakaak......kok udah ada disini?nggak ketuk pintu dulu?"tanya Zia gugup.Ia seolah sudah bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Zack.Zack juga bukan orang sembarangan bukan?dia juga mantan anak buah seorang bos mafia pembunuh bayaran.Sungguh...sorot mata Zack terlihat mengerikan,membuat jantung Zia seolah mulai tak aman


Zack tak menjawab pertanyaan sang adik.Ia hanya mengangkat dan menggerakkan dagunya seolah menunjuk arah ranjang.Pertanda ia meminta Zia untuk duduk disana.


Zia hanya menurut.Ia pun duduk di ranjang itu dengan wajah tertunduk.


Zack menghela nafas panjang sambil mengamati lagi foto Adrian di tangannya.


"jelasin sama kakak...kenapa bisa siang siang saat jam kerja kamu kelayapan di jalan?"tanya Zack mulai menginterogasi adiknya.


Zia menunduk.


"jawab Zi...."ucap Zack lagi masih dengan mode tenang meskipun ada sesuatu yang seolah meronta ronta dalam dirinya.


Zia nampak meremas jari jarinya.Menyalurkan rasa gugupnya saat ini kala berhadapan dengan sang kakak.


"kak....maaf....."ucap Zia.


Zack kembali menoleh ke arah Zia.


"sebenarnya,Zia udah nggak kerja lagi di toko kue itu.."ucap Zia.


"kenapa?"tanya Zack lagi.

__ADS_1


Zia menunduk lagi....


"kamu keluar?atau dipecat?"tanya Zack lagi.


Zia makin menunduk.Zack melempar foto dan buku harian milik Zia yang ia pegang itu ke atas ranjang di samping Zia.Wanita itu makin menunduk ketakutan.


"siapa yang kamu suka?siapa yang maki maki kamu?"tanya Zack lagi


Zia tak bergeming.Zack diam menunggu jawaban adiknya itu.


"Adrian itu bos kamu?kamu suka sama dia?gitu?iya?"tanya Zack membuat Zia makin ciut.


"Zia jawab.....!!"


"kaaaakkk......"ucap Zia merengek.


"apa?!kamu suka sama laki laki beristri Zi?"tanya Zack mulai kesal.Sepertinya perkiraan nya tepat.


"aku cuma suka sama cowok...apa itu salah?wajar kan?aku nggak pernah ngerasain jatuh cinta kak....aku nggak pernah yang namanya naksir cowok sejak dulu...tapi kenapa sekarang giliran aku suka sama cowok semua orang nyalahin aku?!!"tanya Zia menangis.


"aku cuma pengen menunjukkan perasaan aku kakk..."ucap Zia sambil sesenggukan.Gadis itu menangis sejadi jadinya dihadapan sang kakak,membuat Zack bergetar dibuatnya.Ia sangat menyayangi adiknya,ia tak pernah bisa melihat Zia terluka apalagi menangis.


"yang kamu sukai itu suami orang Zia...dia udah punya keluarga...!"ucap Zack.


"ya trus gimana dong kak.... perasaan nggak bisa dipaksain...!kita nggak tau kemana perasaan kita akan mengarah...!sama kan kayak kakak...kakak suka sama Zizah walaupun Zizah..............."


Zia menunduk.Tak berani melanjutkan ucapannya yang semula menggebu gebu itu.Zack kini menatap dirinya dengan tatapan maut yang seolah bisa membuat siapapun gemetar dibuatnya.


"walaupun Zizah apa?"tanya Zack tenang namun terkesan dingin.Sorot matanya makin menajam menatap ke arah adik kandungnya itu.Ada rasa seolah tak habis pikir,kaget,kecewa,semua menjadi satu.


Zia yang ia kenal begitu penurut,ceria,dan patuh padanya kali ini seolah berhasil menamparnya.Ia kira selama ini Zia sudah dewasa.Dengan segala lika liku kehidupan yang mereka berdua hadapi sejak kecil,iq pikir Zia sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Namun nyatanya.... sepertinya ia salah...!


Zia mencintai suami orang, sesuatu yang tak pernah ia duga duga sebelumnya.Dari sekian banyaknya umat manusia yang hidup di bumi ini, kenapa pilihan Zia jatuh pada suami orang.Mana bukan orang sembarangan pula....ini Adrian Tama...!mantan pria gila yang dulu pernah menggemparkan jagat raya.


Zack menghela nafas panjang.Ditatapnya gadis itu dengan tatapan yang begitu sulit di artikan.Tatapan seorang kakak sekaligus orang tua yang mempunyai harapan lebih pada diri Zia,namun sepertinya kali ini ia dikecewakan....


"kakak tau...yang namanya perasaan itu nggak pernah salah...kakak tau...yang namanya cinta itu memang buta, dan nggak tau kemana dia akan berlabuh ...itu benar...benar Zi...."ucap Zack mencoba menasehati tanpa melukai perasaan sang adik yang masih labil.

__ADS_1


"Tapi harusnya kamu juga ingat....kamu adalah seorang muslim....agama kamu adalah agama yang menebarkan kebaikan dan kasih sayang.. mengedepankan nilai nilai moral yang baik sebagai seorang manusia...."


"jangan mencari pembenaran dibalik kata kata perasaan nggak bisa dipaksakan..!!yang akhirnya membuat kamu bisa seenaknya melakukan apapun yang kamu mau dengan dalih cinta itu buta..!..."


"kamu sadar nggak....perasaan kamu itu melukai banyak orang...!istri sah nya...anak anaknya....dan kakak sendiri Zi...!"ucap Zack yang berhasil membuat Zia mendongak.


"kakak nggak pernah ngajarin kamu kayak gini...!kakak nggak pernah melarang kamu jatuh cinta Zi....tapi tempatkan perasaan kamu pada orang yang tepat....jangan hanya mengedepankan nafsuu kamu...!kalau kayak gini bukan cinta namanya Zi....!kamu hanya terobsesi...!kamu hanya terlalu mengagumi dia dek....!"


"buka mata kamu sayang....cinta emang nggak pernah salah...tapi penempatan nya yang salah dek...."


"Zia.....sejak kecil papa sama mama selalu mengingatkan kita untuk tidak meninggalkan solat...ibadah....dekatkan diri sama Tuhan...agar apa?agar kita punya pegangan hidup dek.... biar kita bisa membedakan...mana yang baik...dan mana yang buruk...mana yang benar dan mana yang salah...."


"buka mata kamu Zia...nggak semua hal bisa dimaklumi dengan dalih namanya juga perasaan..!... nggak dek....nggak kayak gitu....!"


"cinta itu tumbuh atas dasar rasa sayang dari kedua belah pihak...!cinta itu membawa kedamaian...bukan rasa sakit untuk orang orang yang berada di sekitarnya..."ucap Zack begitu dalam dan mengena membuat Zia meneteskan air matanya.


Zack bangkit,ia berjalan menuju rak kecil di samping lemari baju Zia,diraihnya alat solat lengkap yang terlipat rapi di kamar itu dan menyerahkan nya pada Zia.


"bentar lagi Dzuhur....ambil wudhu...kita solat bareng....abis itu kita makan...ya....."ucap Zack pada Zia.


Zia mengangguk sambil sesenggukan.Zack mengecup lembut kening adiknya dan mengusapnya lembut


"dah...jangan nangis....kakak pengen liat kamu bahagia tanpa menyakiti siapapun dek....kamu bisa ya.."ucap Zack.


Zia hanya mengangguk pelan.Zack tersenyum.Di ambilnya foto foto Adrian di atas meja lalu membawanya pergi dari kamar milik gadis cantik itu.


...----------------...


***Selamat sore menjelang malam....


up 17:30


.yuk.... dukungannya dulu***...


jangan lupa mampir juga di novel baru author...masih sepi nih....🥱


__ADS_1


__ADS_2