Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Dua Belas


__ADS_3

Tak...tak....tak.....


Suara hentakan kaki kokoh Moreno dan Zack terdengar menuruni tangga lantai dua.Kedua pria itu lantas menuju meja makan dimana Azizah sudah berdiri di sana menunggu kedatangan Moreno.


Pria empat puluh tahun itu tersenyum sinis saat melihat si gadis bis* yang berdiri menunduk di samping meja makan.


Moreno duduk di kursinya.Seperti biasa,Zack duduk di kursi lain di samping Moreno bersiap untuk sarapan bersama sang tuan.Zack adalah satu satunya anak buah Moreno yang ia izinkan untuk makan bersama dengan Moreno,selain itu tidak ada lagi.Hal itu membuktikan,betapa Moreno sangat mempercayai Zack.


Moreno diam.Ia menunggu Azizah melayaninya.Gadis itu mengolesi roti tawar di hadapan Moreno dengan selai mocca kesukaan pria itu.


Selesai...


Azizah meletakkan roti di hadapan sang tuan.Pria berwajah bengis itupun menyantapnya di susul Zack yang juga mulai menyantap roti miliknya


"Zack.."ucap Moreno di sela sela sarapan paginya.


"saya tuan..." ucap Zack.


"Minggu depan aku akan berangkat ke negara S,...aku serahkan semua urusan di sini padamu..." ucap Moreno.


"saya disini tuan?"tanya Zack.Pasalnya,Moreno pergi ke negara itu untuk membantu melenyapkan salah satu orang penting di sana.Nama komplotan pimpinan Moreno memang sangat di kenal,membuatnya tak jarang untuk bepergian ke luar negeri untuk sekedar melenyapkan nama seseorang.Tentunya orang itu pastilah bukan orang orang sembarangan.


"ya....aku akan turun tangan sendiri....kau cukup berada di sini,jalankan saja pekerjaan ku yang ada di sini"ucap Moreno.


"baik tuan" ucap Zack.

__ADS_1


"sebelum aku berangkat,aku izinkan kau untuk pulang satu hari,setelah itu kembalilah dan urus semua pekerjaan ku yang ada di sini..."Ucap Moreno lagi.


"baik tuan..."ucap Zack lagi.


Sarapan pun berlanjut.


Setelah selesai, Moreno merebahkan tubuh kekarnya di sandaran kursi meja makan itu.Laki laki itu kembali mengamati tubuh ramping Azizah yang berdiri di sampingnya dengan balutan seragam kerja yang terlihat menggoda iman siapapun laki laki yang melihatnya.


"apel.."ucap Moreno.


Azizah paham.Ia kemudian meraih buah berwarna merah segar itu serta sebuah pisau untuk mengupasnya.


Tangan bertato itu tergerak,ia menggunakan jari telunjuknya untuk membelai dan meraba pinggang ramping itu.Hal itu sontak membuat Azizah terlonjak dan reflek menjauhkan tubuhnya dari Moreno,membuat wanita itu secara tak sengaja menabrak tubuh Zack yang duduk dengan tenang sambil mengupas jeruk di tangannya.Pisau ditangan Azizah bahkan berhasil melukai salah satu jari Zack membuat buah jeruk di tangan pria itupun jatuh ke lantai


Seeeettt....


Zack menarik tangannya dari tangan Azizah seolah tak sudi kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Azizah


"singkirkan tanganmu...!"ucap Zack dingin.


Azizah menunduk.


"ma....a..."ucap nya tak jelas seolah ingin mengucap kata maaf.


Azizah kembali meraih pisau dan buah apelnya lalu melanjutkan aksi mengupas nya.Moreno yang menyaksikan adegan itu pun hanya menyeringai sambil menatap tajam ke arah Azizah yang lagi lagi menunduk.

__ADS_1


...****************...


Sementara di tempat lain.....


Suasana duka menyelimuti kediaman mewah milik seorang pengusaha kaya raya bernama tuan Anggara.Pria itu semalam ditemukan tewas terpanggang di dalam mobilnya yang masuk ke dalam jurang yang cukup dalam.


Sang istri,Widya Anggara tak henti menangis sambil di pelukan seorang wanita yang merupakan istri dari anak keduanya dan Anggara,Livia.Sedangkan di sampingnya ada Ayu sang menantu pertama yang nampak ikut menenangkan sang ibu mertua.


Di samping tiga wanita itu,ada sepasang adik kakak yang ikut merasakan duka atas kepergian ayah tercintanya.Ia adalah Hans Anggara,seorang dokter berusia empat puluh tahunan,dan Andrew Anggara,perwira polisi muda tiga puluh lima tahunan adik kandung dari Hans.


Kepergian sang ayah yang sangat tiba tiba membuat duka di keluarga itu begitu terasa.Padahal sebelumnya sang ayah masih sehat wal afiat.Ia bahkan berjanji akan mengajak liburan keluarga besarnya saat nanti merayakan hari ulang tahun cucu pertama nya,anak dari Hans dan Ayu.


Andrew si anak bungsu terlihat begitu terpukul.Mata nya yang merah karena menangisi kepergian ayahnya itu menatap nanar ke arah jasad sang ayahanda yang terbujur kaku.Kesedihannya begitu mendalam.Kenapa harus secepat ini?ia merasa masih belum bisa membahagiakan ayahnya,masih belum bisa membuat bangga pria yang selama ini menjadi idolanya itu.Tapi kini Tuhan berkehendak lain,Ia mengambil ayahnya,memisahkannya dari laki laki yang begitu sangat ia cintai itu melalui sebuah insiden kecelakaan..


...----------------...


***Selamat siang...


up lagi nih....mumpung lagi encer....😁


up 11:16


yuuukkkk...dikasih dukungan yang banyak.....di share link novelnya ke sosmed juga boleh biar makin rame😁


makasih yang masih setia jadi pembaca karya haluku....🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2