
Siang menjelang....
Sebuah taxi berhenti di depan sebuah rumah sederhana kediaman Tari.Seorang gadis dengan mata bengkak nampak turun dari taxinya.Dengan pakaian pemberian salah satu pelayan istana Moreno,Aliya akhirnya pulang kerumah itu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.Tubuhnya penuh luka,perih di bagian sensitifnya,bahkan untuk berjalan pun ia merasa kesusahan.
Dengan susah payah,Aliya mendekati rumah sederhana tersebut.Dilihatnya disana,Tari dan Reza sedang duduk di teras rumah terlibat pembicaraan serius.
Aliya pun mendekat,Tari dan Reza menoleh...
"Aliya...."ucap Tari sambil mengamati penampilan sang putri yang nampak tak baik baik saja.
"ibuukk......hiks....."ucap Aliya menangis sesenggukan lagi.
Tari mendekat.Ia menangkup wajah sang putri yang nampak penuh lebam.
"kamu kenapa?ini kenapa muka kamu bonyok semua begini?"tanya Tari penasaran.
Reza pun bangkit ia menyentuh tubuh sang adik untuk memeriksa kondisi gadis angkuh itu.
"lo kenapa sih Al?dari mana lo?"tanya Reza.Laki laki itu nampak meraih lengan Aliya yang nampak lecet seperti bekas cakaran itu.
"ini badan kamu kenapa luka luka kayak gini? ini kenapa?!"tanya Tari makin penasaran.Aliya makin tak bisa menyembunyikan tangisnya.Ia melempar tas selempang di bahu kirinya hingga jatuh ke lantai.Reza dan Tari melotot.Tas yang tak dikancing itu tergeletak di lantai teras,lembaran uang dolar nampak menyembul dari dalam tas itu membuat mata Tari dan Reza berbinar.Aliya yang butuh tempat untuk bersandar pun mendekat kan dirinya pada sang ibu,seolah minta dipeluk oleh wanita paruh baya itu....
Namun......
Apa yang ia dapat?
Tari dan Reza berjongkok.Ia nampak mengeluarkan lembaran uang uang dolar itu sambil memekik kegirangan.Mereka seolah lupa dengan gadis penuh luka yang berdiri memprihatinkan di hadapan mereka saat ini.
"waaahhhh....ini duitnya banyak banget Al....lo dapet dari mana?"tanya Reza berbinar seolah tak peduli dengan Aliya yang terus sesenggukan.
"ibuuuuukkkk....."rengek Aliya minta diperhatikan namun nyatanya ibu dan kakaknya tak menggubris.
"ini banyak banget Al...kita bisa kaya ini......kamu dapet uang sebanyak ini dari mana sayang....."ucap Tari masih fokus memunguti lembar demi lembar uang dolar tersebut.
Aliya makin sesenggukan.
"buuuuuuukkkkk......"ucap Aliya menangis.Talong....hatinya sedang rapuh saat ini.Ia butuh tempat untuk bersandar.Ia butuh teman yang bisa menenangkan hatinya.Tapi kenapa ibu dan kakaknya malah acuh dan terkesan tak peduli??
Aliya kesal.Ia tak dipedulikan oleh ibu dan kakaknya.Dengan susah payah,wanita itu berjalan pelan masuk ke dalam rumahnya menuju kamar pribadinya.Ia lantas mengunci diri di kamar itu.Ia merosot di balik pintu,menangis sejadi jadinya di dalam kamar tersebut menyesali perbuatannya.Ia rapuh...!ia hancur...! kehormatan nya di renggut secara paksa oleh Moreno.Ia digagahj dengan kasar dan tak manusiawi oleh laki laki itu.Risih,benci,jijik,marah....!semua bercampur menjadi satu.Dunianya bak hancur saat itu juga.Ia merasa menjadi wanita paling kotor di muka bumi ini.Laki laki itu dengan lancangnya menjamah tubuhnya dan melecehkannya.
Aliya menangis sejadi jadi nya.Ia menjambak rambutnya sendiri,memukuli tubuhnya sendiri seolah olah ia sangat benci dengan tubuhnya yang begitu menjijikkan itu.
Tolonglah....gadis ini butuh tempat untum ditenangkan.Ia butuh dipeluk dan dikuatkan.Bukankah di saat saat seperti ini keluarga lah yang harusnya mendekat dan merangkulnya...?
Tapi kini?
__ADS_1
Dimana ibu dan kakaknya....
Mereka masih asyik dengan uang uang dolar mereka.Uang dolar yang berhasil Aliya dapatkan dengan cara menukarnya dengan kehormatan nya yang sangat berharga...
miris.......
...****************...
Sementara itu ditempat terpisah....
Saat sore menjelang.....
Di sebuah dapur rumah sederhana tempat persembunyian Zizah dan Ammar...
Gadis berparas manis itu tengah duduk termenung di meja makan.Sambil menunggu air dalam panci yang ia masak untuk mandi sang kakak panas,gadis itu nampak berkali kali membuka ponsel di tangannya.Ini sudah sore, tapi Zack belum juga menghubunginya.Biasanya laki laki itu selalu mengirimi pesan untuknya sekedar menanyakan kondisinya walaupun hanya sekali di siang hari.Tapi hari ini Zack belum mengirim pesan apapun untuk gadis manis itu.Ingim sekali ia mengirim pesan untuk laki laki itu,namun Zack selalu mewanti wantinya untuk tak sembarangan mengirim pesan,takutnya Moreno curiga karena hampir setiap saat Zack bersama dengan Moreno.
Azizah diam.Apakah laki laki itu baik baik saja?ia takut terjadi apa apa dengan malaikat penolongnya itu.
Saat ia sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri,
Ammar datang mendekati sang adik.Laki laki berkaki satu itu kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan tersebut di samping sang adik.
"mikirin apa?"tanya Ammar.
Ammar menatap dalam wajah sang adik.
"Zizah....kakak boleh nanya sesuatu?"tanya Ammar.
Zizah hanya mengangguk.
"apa kamu ada hubungan khusus sama Zack?"tanya Ammar serius.
Azizah menatap sejenak sang kakak dengan sorot mata teduh.
Ia kemudian menggelengkan kepalanya lagi sambil tersenyum lembut
"tapi kenapa kalian kelihatan deket banget?kalian bahkan tidur berdua Zizah?"tanya Ammar.
Azizah meraih note book di sakunya lalu menuliskan sesuatu di sana kemudian menyerahkan nya pada Ammar.
"dia cuma numpang tidur kak....kita nggak ngapa ngapain...."tulisnya.
"trus kenapa dia nyium kamu?"tanya Ammar lagi.
Azizah terdiam.Ia harus jawab apa?Zack memang sering melakukan hal demikian padanya meskipun tak pernah lebih dari itu.Dan entah mengapa,Zizah seolah membiarkan nya.Entahlah....kenapa bisa begitu.
__ADS_1
Saat Zizah masih sibuk dengan pemikirannya.Tiba tiba.....
tok.....tok......tok......
pintu utama diketuk.
Zizah dan Ammar saling pandang.Siapa itu?pikir keduanya.Hanya Zack dan Roky yang selalu berkunjung ke rumah itu.Dan biasanya mereka langsung masuk dan tak pernah ketuk pintu dulu kan?pikir keduanya.
"siapa ya?"tanya Ammar.
Azizah menggelengkan kepalanya.
"biar kakak buka aja...."ucap Ammar hendak bangkit namun Azizah menahannya.Ia menunjuk dirinya sendiri seolah ingin berkata "biar aku saja yang buka"
Ammar hanya mengangguk.Ia kemudian kembali duduk sedangkan Azizah bangkit dan segera menuju ke pintu utama rumah tersebut untuk membukanya.
Azizah sampai di depan pintu,ia meraih gagang pintu itu lalu membukanya....
ceklekk......
.
.
.
.
"hai baby........."
..
..
bersambung...😁
...----------------...
***Jantung aman??😁😁
tetep semangat ya bacanya.....
tetap akan ada pelangi setelah hujan🌈🌧️
yukkk....banyakin dukungannya dulu....biar yang nulis semangat....🥰🥰🥰***
__ADS_1