Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Dua Puluh Lima


__ADS_3

Hari berganti.


Pria berparas manis dengan tato hampir di sekujur tubuhnya yang baru saja mengantar sang tuan ke bandara itu kini tengah berada di dalam mobilnya menuju kediaman Tari,tante Azizah.


Moreno sudah menurunkan titahnya.Harus ada kabar tentang gadis polos itu sebelum Moreno pulang dari negara S..!


Zack hanya bisa mengiyakan.Ia harus segera menemukan Zizah,meskipun ia tak tau,jika Azizah sudah ditemukan,apakah ia akan membawa gadis itu kembali ke istana Moreno atau menyembunyikan nya.Yanh pasti,Azizah harus ketemu dulu, sebelum terjadi apa apa pada gadis itu.Dan yang pertama terlintas dalam pikirannya adalah Ammar.Mungkin saja Zizah yang menurut ucapan Moreno sedang dalam kondisi mabuk itu sadar lalu kabur dan menemui Ammar.Karena setahu Zack,hanya Ammar lah satu satunya keluarga yang Zizah punya.Maka kemungkinan besar ia pasti akan pergi kerumah tantenya itu dan menemui Ammar.


Ya....mungkin begitu...!


Mobil sport mewah berwarna hitam itu terus melaju menuju kediaman Tari.Zack yang makin terlihat cemas pun menambah kecepatan laju mobilnya hingga tak butuh waktu lama, kendaraan roda empat itupun sampai di kediaman janda dua anak itu,Tari.


Zack turun dari mobilnya,dari kejauhan dilihatnya Ammar tengah berada di teras rumah sederhana itu sambil memegang sapu di tangan kanan dan tongkat penyangga tubuhnya di tangan kiri.Terlihat begitu susah payah ia mencoba menyapu debu debu di teras itu.


Zack menghela nafas panjang.Bagaimana bisa keluarga Tari meminta pria dengan satu kaki untuk membersihkan rumahnya?membawa tubuhnya sendiri saja ia kesulitan..!Benar benar keluarga tak punya hati...!


Zack berjalan tenang mendekati Ammar.


Laki laki itupun menyipitkan matanya menyadari kedatangan pria yang dulu pernah membuat onar di kediaman tantenya dan berujung dengan menyeret paksa sang adik.


"kamu..?!"ucap Ammar dengan raut wajah tak suka.


Zack mendekat dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.


"mau apa kamu kesini?!belum puas kamu dan bos kamu memisahkan aku dan adikku?!"tanya Ammar dengan suara bergetar.Sungguh....ia sangat merindukan gadis manis yang selalu ceria itu.Bagaimana kabar nya sekarang?


"aku kesini ingin menjemput adik mu..."ucap Zack tenang membuat Ammar mengernyitkan dahinya.Apa maksudnya?


"apa maksudmu?menjemput? menjemput siapa? bukankah Azizah sedang bersama kalian sekarang?"tanya Ammar dengan raut wajah mulai tak tenang.


Zack masih diam tanpa ekspresi meskipun dalam hatinya kini mulai merasakan kepanikan yang sama.Azizah tak ada di rumah ini?lalu kemana dia?


"kau jangan coba coba menyembunyikan adikmu...! atau kau akan menyesal..!"ucap Zack mencoba mengancam.


Ammar melempar sapu ditangan nya.Dan dengan susah payah ia pun mendekati Zack.


"siapa yang ku sembunyikan?aku saja tidak pernah bertemu adikku sejak kalian membawanya pergi secara paksa?!"ucap Ammar mulai emosi.Ia meraih kerah kaos Zack dan mencengkeram nya.


"katakan...!apa yang terjadi dengan adikku...?!!!apa yang kalian lakukan padanya...?!!!"ucap Ammar membentak.


Zack masih tak berekspresi.


"lepaskan.."ucapnya dingin pada Ammar.


"katakan dulu dimana adik ku...!!"bentak Ammar.


seeeetttt....


Zack menepis tangan Ammar membuat cengkeraman tangan pria itupun terlepas dari kerah kaos Zack.Laki laki dengan satu kaki itu bahkan hampir terjatuh karena kurang bisa mengatur keseimbangan.


"kalau aku tahu...aku tidak akan datang kesini dan bertanya padamu..!"ucap Zack.


Dada Ammar naik turun.Sesak...!Ia menangis.

__ADS_1


Matanya merah mengembun.Membayangkan hal hal buruk terjadi pada gadis polos itu.Apa yang sebenarnya terjadi pada adik tersayang nya itu?


"dia keluargaku satu satunya..!aku hanya punya dia...!!apa yang kalian lakukan pada adikku?!!"tanya Ammar mulai kalut.


Zack tak menjawab.


"kau tahu...kemana memungkinan dia pergi berlindung selain kesini?"tanya Zack mencoba mengorek informasi.


Ammar menoleh.Ia menyipitkan matanya menatap pria gondrong yang seolah berdiri bak manusia yang tak punya ekspresi itu.


"untuk apa aku memberi tahu mu?agar kau bisa membawanya ikut denganmu lagi?lalu kau dan bosmu akan menyakitinya?iya??!apa salah adikku?apa yang kalian lakukan padanya?!!"tanya Ammar murka.


"aku hanya ingin mencari adikmu...sebelum orang lain yang menemukan adikmu dan membawanya menghadap tuan Moreno...!"ucap Zack.


"aku tidak pernah menyakiti adikmu....!sama sekali tidak pernah...!aku akan melakukan apapun untuk menjaganya...!dengan caraku....!"ucap Zack tenang namun terdengar penuh perasaan.


Ammar tersenyum sinis.Jelas jelas Zack ikut andil menyeret Zizah.Bisa bisanya ia bilang tidak pernah menyakiti Zizah?


"aku tidak percaya dengan iblis seperti mu...!"ucap Ammar dingin.


"aku tidak butuh kepercayaan mu..!aku tidak butuh pengakuan...!aku bisa menjaga orang orang tersayang ku dengan caraku sendiri tanpa perlu orang lain tahu...!"ucap Zack kemudian pergi dari tempat itu meninggalkan Ammar.


Namun....


"tunggu...!!"ucap pria berkaki satu itu.


Zack menghentikan langkahnya.


"tolong...beritahu aku....apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Ammar.Sungguh....ia sangat merasa perih saat ini.Apa yang terjadi pada adik tersayang nya?


Zack kembali masuk ke dalam mobilnya.Tanpa ia sadari,sepasang mata seorang pria berseragam polisi nampak mengamatinya dari dalam sebuah mobil yang baru saja sampai di kediaman Tari.


Ya...itu Andrew dan Livia.Mantan majikan Azizah.Mereka kembali datang ke rumah itu guna mencari keberadaan gadis tuna wicara tersebut.Sudah hampir tiga Minggu Zizah pergi tanpa pamit.Mereka sempat datang ke rumah itu dan bertemu dengan tantenya Zizah.Sang tante mengatakan,bahwa Zizah sedang sakit dan butuh waktu untuk istirahat.Sang tante juga tak mengizinkan Livia yang kala itu datang sendiri untuk menemui Zizah,dengan alasan, istirahat.


Dan kini ia kembali datang ke rumah itu untuk mencari keberadaan Zizah,namun belum juga mereka turun dari mobil,Andrew sang suami di buat terdiam.Ia sekilas melihat sosok pria gondrong yang kini sudah pergi meninggalkan tempat itu.Ia seperti mengenal pria itu.Tapi siapa? sepertinya tidak asing.


"sayang..."ucap Livia sambil menyentuh pundak sang suami.


Andrew pun menoleh.


"kamu kenapa?"tanya Livia.


"eng....enggak...cuma....aku kayak kenal aja sama orang tadi...."ucap Andrew.


"yang mana?"


"yang tadi...cowok gondrong tadi..."ucap Andrew.


"kamu kenal?"tanya Livia.


"nggak tahu....kek nggak asing aja..."ucap Andrew.


Livia tersenyum.

__ADS_1


"mungkin pernah ketemu di jalan aja..."ucap nya kemudian.


"iya kali ya...."jawab Andrew.


"ya udah yuk....kita turun...kita harus ketemu Zizah"ucap Livia.


Andrew hanya mengangguk.


Sepasang suami istri itu pun turun dari mobil.Mereka berjalan beriringan mendekati rumah sederhana tersebut dimana disana,seorang pria bertongkat nampak terduduk lesu di salah satu kursi di teras itu.


"assalamualaikum...."ucap sepasang suami istri tersebut.


"wa Alaikum salam...."jawab pria berkaki satu tersebut,Ammar.


Livia mengamati sejenak pria itu.Sepertinya itu kakaknya Zizah.Azizah pernah bilang bahwa ia punya kakak yang cacat.Karena kecelakaan yang keluarganya alami beberapa tahun lalu.Livia memang belum pernah bertemu dengan Ammar sebelumnya.Ia hanya mendengar tentang Ammar dan keluarga tantenya dari cerita Zizah.Atau lebih tepatnya,tulisan tulisan tangan Zizah di note book nya.


"permisi mas...saya mau cari Zizah....Zizah nya ada?"tanya Livia sopan.


"kalian ini siapa?"tanya Ammar.


"saya Livia...ini suami saya,Andrew....kami orang yang sering di bantu bantu oleh Zizah...."ucap Livia begitu sopan.Ia bahkan tak menyebut Zizah sebagai pembantunya.


"majikannya Zizah?"tanya Ammar memperjelas.


Livia hanya tersenyum....


"Zizah nya ada?"tanya Livia lagi.


"beberapa hari lalu saya sempat kesini,katanya Zizah sakit...apa dia udah sehat?"tanya Livia.


Ammar terdiam.Jadi tante dan sepupu sepupunya mengatakan bahwa Zizah sedang sakit?


"mas...."ucap Livia lagi membuyarkan lamunan Ammar.


"Zi...Zizah ...diaa......"ucap Ammar sedikit terbata bata.Apakah ia harus menceritakan semua tentang Zizah pada sepasang suami istri ini?Menurut penuturan Zizah,kedua majikannya ini adalah orang baik.Mungkin saja mereka bisa membantu ia dan Zizah,mengingat sang majikan laki laki adalah seorang polisi.Siapa tahu ia bisa membantu membebaskan Azizah.....


"mas....Zizah kenapa?"tanya Livia.


"em....boleh saya bicara penting sama kalian?"ucap Ammar.


Livia dan Andrew saling pandang.


"tolong....ini penting..saya ingin bicara tentang Azizah tapi jangan disini...."ucap Ammar sedikit mengiba.


Livia dan Ammar nampak prihatin.Laki laki ini kelihatannya sangat sedih.


Sepasang suami istri itupun akhirnya mengangguk.Mereka kemudian mengajak Ammar yang saat ini sedang berada di rumah sendirian itu untuk pergi dari tempat tersebut,mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


...----------------...


***Selamat sore menjelang malam....


selamat hari raya Idhul Adha untuk yang menjalankan....

__ADS_1


yuk....kasih dukungan dulu.....🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2