Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Tiga Puluh Empat


__ADS_3

DHOOOORRRRR.....!


"JANGAN BERGERAK...! TEMPAT INI SUDAH DIKEPUNG....!!!"


Suara itu berhasil membuat semua yang berada di sana menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya disana, sekumpulan pria berseragam polisi merangsek masuk dengan senjata lengkap.Salah satu di antaranya ada Bram dan Andrew.


Ya...polisi datang setelah supir sekaligus bodiguard Bintang menelfon Bram yang saat itu sedang bersama Grace di kediaman pribadi mereka.Merasa khawatir dan meyakini bahwa semua ini ulah Moreno,Bram pun segera menghubungi Andrew selaku anak buahnya.Suami Livia itu pun segera mengerahkan pasukan nya untuk menuju markas Moreno.Sesampainya di sana rupanya markas sudah berantakan akibat pertempuran antara anak buah Moreno melawan Adrian dan kelompoknya.


"mommy....."ucap Bintang lirih memanggil sang ibu yang nampak khawatir berdiri di belakang rombongan polisi.


"Bintang...!!"ucap Grace menangis disana.


Moreno mengeluarkan tatapan iblisnya.Ia menatap tajam ke arah Grace dan para manusia manusia yang menyerbu tempat persembunyian nya.Ia kalah jumlah.Anak buahnya banyak yang tumbang..!sedangkan kini polisi dan orang orang yang Adrian bawa jumlahnya dua kali lipat dari pasukan nya..!Moreno terdesak.Laki laki itu lantas bergerak mundur sambil menyeret Bintang yang masih berada dalam tikaman nya.


Laki laki itu melirik ke arah pojok ruangan,di antara kardus kardus dan beberapa potongan kayu kusen disana.Adrian yang tak bodoh pun melirik ke arah yang sama


Itu pistol...!!!!!!


pistol Moreno yang terpelanting saat ia beradu skil bela diri dengan Adrian...!


Moreno makin mundur,Adrian maju..!!namun jarak Moreno lebih dekat dari dirinya.


"jangan bergerak Moreno...!lepaskan Bintang...!"ucap Adrian awas.


"oom....hiks...."rengek Bintang membuat Moreno bergetar.Sesuatu yang dapat di tangkap dengan sangat jelas oleh mata hijau nan tajam milik Adrian Tama.


Dalam hitungan detik Adrian mengubah mimik wajah iblisnya menjadi raut wajah tenang.


"lepaskan dia Moreno...dia tidak tau apa apa....!"ucap Adrian lagi pelan namun tetap dengan mode awas nya.Moreno masih terlihat buas.


"Moreno jangan sakiti dia....aku mohon...."ucap Grace mengiba di belakang pasukan polisi.Yang lain hanya diam.Ketegangan begitu terasa di ruangan itu.Semua seolah dibuat berhenti bernafas dengan adegan yang kini tengah terjadi di ruangan itu.


Adrian mencoba membujuk.


"dia hanya gadis kecil yang tidak tau apa apa kawan...!lepaskan dia....!jangan sakiti dia..."ucap Adrian lagi.


Bintang makin menangis ketakutan.


"omm....tolong lepasin aku..."ucapnya mengiba.Moreno makin tak karuan.


"ayolah bro....cewek gue tuh.... perawatan nye mahal....lepasin napa sih....ntar gue gantiin ayam deh...."ucap Angkasa masih dengan mode lawak nya.


"Moreno tolong ....jangan sakiti dia...dia hanya anak yang tidak tau apa apa...."ucap Grace lagi kembali mengiba.


Moreno masih dalam mode iblisnya.Ia bahkan makin mengeratkan tikamannya pada Bintang,meskipun kini dadanya terasa berdebar hebat saat mendengar tangisan Bintang,namun laki laki itu mencoba mengabaikan nya.

__ADS_1


"dia akan menjadi tumbal atas dendamku padamu..."ucap Moreno mengerikan pada wanita mantan istrinya itu.


Grace makin banjir.Bintanh ketakutan,semua masih dalam mode siaga.


"Moreno....jangan sakiti dia ...jangan sakiti darah dagingmu sendiri...!!"ucap Grace sambil sesenggukan.


.


.


. deeeggghhhhh.....


Semua yang ada disana mematung.Begitu juga Moreno,Bintang dan Angkasa.


Moreno menatap tajam ke arah Grace namun dengan sorot mata yang nampak penuh tanya.


"kita berpisah saat dia masih berusia dua minggu dalam kandunganku....dia anakmu...aku takut keguguran lagi makanya aku memilih kabur dan bercerai darimu...aku ingin menyelamatkan nyawanya...."ucap Grace pilu.


"aku yakin kau masih punya hati Moreno...lihatlah putrimu...dia gadis polos yang tidak tau apa apa....!jangan libatkan dia dalam dendammu...!dia anak kandung mu....!!"ucap Grace menangis membuat Moreno makin tak karuan.


Moreno diam sesaat.Bintang tak bergerak.Semua larut dalam ucapan Grace...!drama keluarga macam apa ini?!seorang ayah menculik dan hendak menyakiti darah dagingnya sendiri...! sungguh memilukan...!


Moreno meringsut mundur dengan dada naik turun seolah menahan sesuatu yang bak ingin meledak dari dalam dadanya.


Tikaman nya mulai melemah.Entah mengapa ia merasa goyah.Bintang menatap ke arah Adrian seolah memberi kode agar pria itu segera bergerak.


"sekarang......!!!"


sreeeeeekkk


buuuuuggghhhh.....


aaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh......


"awaaaaaaassssss.....!!!"


doooooorrrrr........


doooooorrrrr........


doooooorrrrr........


Adrian menarik tangan Bintang dengan kuat hingga terlepas dari tikaman Moreno.Dari arah belakang,Zev melompat lalu menghantam kepala pria itu dengan siku tangannya.Moreno jatuh tersungkur ke lantai namun sayang,tepat di depan pistol miliknya.


Moreno dengan cepat meraih senjatanya lalu mengarahkan tembakan ke arah Bintang yang berada dalam dekapan Adrian.Namun sayang,emosi,ambisi dan suatu rasa yang tak bisa dijelaskan itu berhasil membuat lemah seorang Moreno.Ia hilang konsentrasi.Tembakannya meleset hampir mengenai Angkasa yang berdiri di samping Adrian.


Zack yang menyadari gelagat Moreno pun dengan cepat berlari mendekati anak Adrian Tama itu lalu mendekapnya guna menyelamatkan sang remaja.Alhasil,peluru bersarang di lengan kanan pria berambut gondrong itu.Zack pun ambruk di atas tubuh Angkasa.Darah bercucuran disana.

__ADS_1


"Zack......!!!!!!!!!!”pekik Roky lalu mendekati sahabatnya.


Moreno membabi buta...!ia menembakkan pistolnya ke segala arah.Sebagian polisi terkena tembakannya.Polisi yang membalas tembakan pria itu pun berhasil menyarangkan timah panas mereka di tubuh pria gila itu.


Moreno terdesak.Ia bangkit.Sebagian sibuk dengan Zack.Sebagian lagi sibuk dengan Bintang yang tiba tiba pingsan.


Moreno mundur sambil terus melayangkan tembakannya.Pria itu kemudian kabur.Lari melalui pintu belakang yang kemudian dikejar oleh para polisi itu.


Grace menangis.Ia mendekati sang putri yang jatuh pingsan dalam dekapan Adrian.


"kita bawa dia kerumah sakit..!"ucap Adrian.


Grace mengangguk.


Tak jauh dari posisi Bintang,Adrian dan Grace.


"hwaaaaahahahahahaaa....!!bang....!jangan pergi bang ..!tahan....!lu pasti selamat...!lu percaya ama gue...!lu jangan panik...lu tenang bang... hwaaaaaahahahhahaaaa.....!!"ucap Angkasa sambil menangis meraung raung melihat darah Zack yang nampak bercucuran dari lengan kanannya.


"gue nggak apa apa bocah...!gue dari tadi tenang...!elu yang heboh....!"ucap Zack kesal sendiri.


Tolonglah....dia laki laki mantan anak buah Moreno.Peluru bersarang ditubuhnya itu sudah hal yang lumrah.Asal tidak di jantung dan otak saja ia pasti masih selamat.


Roky hanya menggelengkan kepalanya sambil membalut luka di lengan Zack dengan kaosnya yang sengaja ia lepas agar darah tidak terus mengalir.Sedangkan di samping Roky,Zev hanya terkekeh mendengar iparnya nampak dibentak bentak oleh supir taxi itu.


"gue panik....lu bisa kehabisan darah kalau kayak gini


..!"ucap Angkasa.


"darah lu gue sedot..!"ucap Zack kesal.


"udah....udah..... berisik lu pada....kita kerumah sakit....!biar di tanganin ama dokter...!"ucap Roky setelah selesai dengan lengan Zack.


"ini nggak apa apa?temen lu nggak akan mati kan mas?"tanya Angkasa kepada Roky.


"kalo gue ampe mati gara gara nyelametin lu.. puser lu gue sedot...!"ucap Zack kesal pada bocah remaja itu kemudian bangkit.


Mereka pun lantas pergi dari tempat tersebut.Tak lupa, mereka juga membebaskan para tawanan Moreno yang merupakan pemilik rumah itu.Mereka juga membawa para anak buah Moreno yang berhasil di lumpuhkan,termasuk Yudi.


...----------------...


***Udah ya ...nggak digantung ya....


yuk....dukungan dulu....🥰🥰🥰


yang ini juga ditengok dong....👇👇***


__ADS_1


__ADS_2