Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Empat Puluh Enam


__ADS_3

Malam menjelang....


Di sebuah ruang keluarga rumah mewah kediaman Adrian Tama....


Di atas karpet permadani yang terbentang di atas lantai marmer itu.Adinda tengah duduk sambil menyandarkan punggungnya di sisi sofa empuk itu.Dengan kedua kaki selonjoran lurus,wanita itu terlihat asyik menyaksikan tayangan televisi sambil mengupas buah apel yang ia ambil dari kulkas.


Sedangkan di atas kakinya,ada dua kepala yang seolah begitu asyik rebahan di sana sambil memainkan ponselnya masing masing.


Ya....itu adalah kepala Angkasa yang nampak tidur miring menghadap lutut ibunya yang menggunakan piyaman panjang panjang itu.Badannya berada di sebelah kiri kaki Adinda.Ia terlihat begitu asyik berbalas pesan sang pacar.


Sedangkan di samping Angkasa,tepatnya di paha bagian atas.Ada kepala kakek kakek muda yang seolah tak mau kalah dari sang putra.Ia tiduran di paha Adinda sambil sesekali menerima suapan apel dari wanita yang sudah belasan tahun menemani hidupnya itu.


"mau apel dek?"tanya Dinda pada Angkasa.


"nggak ah...."ucap Angkasa sambil terus memainkan ponselnya.


Remaja itu mengubah posisi tubuhnya menjadi terlentang.Raut wajahnya nampak berfikir.


"kenapa dek?"tanya Dinda.Adrian pun menoleh ke arah sang putra .


"Angkasa lagi chat an sama Bintang ma....!"ucap Angkasa .


"terus?"tanya Dinda lagi.


"Angkasa mau gombalin Bintang....tapi gimana caranya....Angkasa nggak bisa bikin kata kata romantis .."ucap Angkasa.


"andai ada kak Zev...pasti Angkasa bisa minta bantuan dia..."ucap Angkasa.


"ngapain cari kak Zev....papa juga bisa...."ucap Adrian enteng.


Angkasa dan Dinda pun reflek menoleh ke arah pria bermata hijau itu.


"kamu bisa mas?"tanya Dinda.


"bisa lah...."jawab Adrian yakin.


"kok aku nggak tau...?kok aku nggak pernah digombalin?trus selama ini kamu gombalin siapa??!mas....!!"tanya Dinda beruntun.


"apa sih Din...?!"tanya Adrian sambil menatap heran ke arah sang istri.

__ADS_1


"aku nggak digombalin...!"ucap Adinda merengek.


"udah tua...!malu ama cucu..!"ucap Adrian.


Dinda nampak bersungut.


"papa bisa bikin gombalan beneran?"tanya Angkasa.


"bisalah..."jawab Adrian yakin


"coba pa.... gimana pa.....ajarin pa...!yang ada nuansa islami nya gitu pa....cocok tuh pa....biar keren...."ucap Angkasa antusias.Akhirnya ia bisa mengirimkan kata kata romantis untuk pacar tersayang nya


"boleh....kamu tulis ya ..."ucap Adrian.


"oke pa...."jawab Angkasa.Ia pun bersiap menulis kata kata gombalan dari sang papa.


Adrian pun mulai berucap.


"jika Surah Yusuf ku tidak bisa meluluhkan hatimu..........maka biarkan lah ......surat Yasin ku yang akan mengantarkan kepergian mu..... hahahahaaa......."ucap Adrian sambil tergelak di akhir kalimat nya.


"astaghfirullah haladzim papaaaaaaaaaaa.......!!ih.... nauzubillah Ya Allah....!!ih papa mah kalo ngomong ah......!!"ucap Angkasa kesal.


Angkasa berkali kali mengucap istighfar...!gombalan ala Adrian sukses membuatnya syok...!


"iiihh....papa mah bercandanya serem...!"ucap Angkasa.


"lagian kamu ngapain sih pake acara gombal gombalan segala...?nggak penting dek...!yang penting itu aksi...!"ucap Adrian.


"preeeetttt"ucap Dinda menimpali.


"kamu perhatian sama dia... dengerin keluh kesahnya,dia pasti bahagia... gombalan itu nomor sekian....yang penting aksi...ya kan Din..."ucap Adrian meminta persetujuan istrinya.


"iya kalik..."ucap Dinda.


Angkasa masih nampak cemberut.


Adrian bangkit dari pangkuan Dinda.


"udah sana tidur ...udah malem ini...."ucap Adrian.

__ADS_1


"Ya Allah pa....masih jam delapan keleesss....emang aku anak TK apa jam segini disuruh tidur..?!"ucap Angkasa protes.


"aku tuh masih pengen kasih gombalan ke Bintang pa..."ucap Angkasa belum menyerah.


Remaja itu masih nampak berfikir.Hingga....


"istikharah ku membantuku memantapkan hatiku untuk memilih mu...sedangkan tahajud ku..adalah cara ku untuk mengikat hatimu atas aku...."ucap Dinda tiba tiba membuat Angkasa sontak berbinar.


"hiiiyaaaaaaaaa,......!iitttuuuu maksudnya...!!"ucap Angkasa sumringah lalu dengan segera menuliskan kata kata yang baru saja Dinda ucapkan itu.


"mantap ini mah ....ada lanjutannya nggak ma?"tanya Angkasa.


"ku langitkan namamu di sepertiga malamku...semoga suatu saat,Tuhan mengizinkan aku dan kamu menjadi kita...."imbuh Adrian sambil kembali membenamkan wajahnya di perut Dinda.


Angkasa nampak bahagia.Dengan segera ia pun mengirim kan tulisan yang baru saja di ketik nya itu kepada sang pujaan hati.


"makasih pa...ma....Bintang pasti bakal baper ini mah...."ucap Angkasa bahagia.


Ia pun segera bangkit sambil terus cengengesan.


"mau kemana kamu?"tanya Adrian.


"ke kamar..."ucap Angkasa singkat.Remaja itupun dengan langkah riang berjalan menuju lantai dua.Ia pasti bersiap siap menerima telfon dari Bintang.


Dasar bocah...!


Adrian dan Dinda hanya tertawa.Laki laki bermata hijau itu kembali bermanja di pangkuan Dinda, menikmati suapan suapan apel dari sang istri sembari berbincang ringan dan santai selayaknya sepasang suami istri.


...----------------...


up 20:00


yukk.... dukungan dulu.....


mampir juga ke sini...jangan lupa di kasih dukungan juga.....🥰


👇


__ADS_1


__ADS_2