
Tak butuh waktu lama lantaran kecepatan berkendara yang begitu tinggi.
Mobil hitam itu sampai di sebuah rumah sederhana tempat persembunyian Azizah.Zack turun terlebih dahulu dengan pistol di tangannya.Memastikan keadaan di sekitar aman tidak ada lagi yang mengikutinya dan Roky.Sedangkan Roky kini meraih tubuh Ammar lalu memapahnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
cekleeekk....
pintu dibuka oleh Roky.Ia kemudian masuk ke dalam rumah itu membawa Ammar disusul Zack dibelakangnya.Zack segera menutup pintu rumah tersebut.Ia kemudian melongok ke jendela untuk memastikan keadaan di luar aman dari pengintaian orang lain selain dirinya dan Roky.
Mendengar ada suara orang datang,Azizah langsung keluar dari dalam kamar.Matanya terbelalak dengan mulut terbuka lebar.Dilihatnya Ammar pingsan terbaring di atas sofa panjang itu...
Azizah berlari,ia bersimpuh di samping sang kakak dan menggoyang goyangkan tubuh pria berkaki satu itu.Azizah mendongak menatap Roky dan Zack bergantian.Seolah ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Zack berjongkok di samping Zizah,wanita itu menatap sendu ke arah Zack dengan mata mengembun seolah menunggu jawaban,apa yang sebenarnya terjadi pada sang kakak.
Zack tersenyum,ia menggerakkan tangannya menyelipkan beberapa helai rambut Azizah ke belakang telinga wanita itu.
"sayang....dia nggak apa apa...dia cuma pingsan aja karena efek obat bius..."ucap Zack.
"kamu tetap disini sama dia ya....jangan kemana mana....diluar situasi sangat nggak aman.Kamu masih dicari cari sampai sekarang...."ucap Zack.
Azizah tak bergeming. Zack menangkup wajah manis itu.
"kamu tetap disini....jaga diri kamu dan kakak kamu baik baik....jangan pernah keluar rumah walaupun itu cuma ke teras"ucap Zack mewanti wanti.
Azizah mengangguk paham.Zack tersenyum,ia kemudian mengecup lembut pucuk kepala Zizah kemudian berbisik.
"jaga diri kamu buat aku....aku sayang kamu peri..."ucapnya lirih membuat Zizah mematung.
Zack kemudian bangkit.
"bawa ke kamar aja Ky..."ucap Zack.
Roky mengangguk.Kedua pria itu lantas mengangkat tubuh Ammar,membawanya masuk ke dalam salah satu kamar di rumah itu.Ya....rumah itu mempunyai tiga kamar.
Setelah membaringkan tubuh Ammar di atas ranjang,Zack dan Roky pun berpamitan.Mereka harus segera pergi ke rumah Reza untuk berpura pura mencari keberadaan Ammar.Ia tak mau jika sampai Moreno curiga lantaran meraka terlalu lama sampai di kediaman keluarga licik itu.
Zack kembali mendekati Zizah.Ia meraih kedua punggung tangan Zizah dan menggenggam nya.
"kamu disini jagain Ammar ya....aku akan sering kesini buat lihat kondisi kamu...."ucap Zack
__ADS_1
"aaa....naa.."ucap Zizah sambil menoleh ke arah luar seolah ingin bertanya "apakah terjadi sesuatu di luar sana?"
Zack tersenyum.Entah mengapa ia seolah sudah bisa memahami ucapan Azizah meskipun wanita itu tak menulisnya di atas notebook.
"semua baik baik aja sayang....cuma sekarang Moreno udah pulang....jadi kita harus lebih hati hati...."ucap Zack menenangkan pikiran Zizah.
Azizah mengangguk paham.
"Zack buruan...!"ucap Roky yang sudah berdiri di samping pintu utama.
"aku pulang ya...."ucap Zack.Zizah hanya mengangguk.Laki laki itu menyentuh pucuk kepala Zizah dan mengacak acaknya lembut.Ia kemudian handak pergi namun.....
Zizah menahan lengan Zack membuat laki laki itupun menoleh ke arah wanita berparas manis tersebut.
"ha...ii...ha...ii.. (hati hati)" ucap Zizah.
Zack tersenyum manis lalu mengangguk.Ia kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu menuju kediaman keluarga Reza.Sejuta rencana perundungan dan sedikit penyiksaan sudah mereka siapkan.Semua atas ide yang muncul dari otak Zack.Mereka akan datang ke rumah itu seolah olah mencari keberadaan Ammar.Mereka akan membuat keonaran yang akan membuat keluarga licik itu menyesal pernah menyakiti hati dan fisik dua anak yatim piatu itu
...****************...
Sementara itu
Beberapa saat kemudian di tempat yang berbeda.
Namun tiba tiba fokus matanya tertuju pada pintu belakang yang terbuka.Aliya berdecak kesal.Ia melangkah menuju pintu yang terbuka itu sambil mengomel tak karuan.
"ini pasti kerjaan si benalu pincang itu tuh...!pintu nggak ditutup...!kalau ada maling masuk gimana coba...?!nyusain banget jadi orang...!"ucap Aliya sambil menutup pintu tersebut.Ia kemudian bergegas mengambil minum dari air galon di dapur itu menggunakan gelas,lalu menenggak nya hingga tandas.
Aliya segera bergegas kembali ke kamarnya.Saat melewati kamar sempit milik Ammar yang terletak tak jauh dari dapur,ia menghentikan langkahnya.Kamar itu terbuka lebar,tapi ia tak melihat sosok Ammar disana.Kemana perginya pria pincang itu?pikir Aliya.
Aliya penasaran,ia mendekat ke kamar itu dan melongok melihat kondisi di dalam kamar yang cukup rapi itu meskipun di huni oleh seorang laki laki.
Aliya yang kepo dan kurang sopan pun masuk kedalam kamar itu.Sebuaj kamar sempit dengan satu ranjang berukuran 120x200cm dengan satu tikar tipis di sampingnya.Kamar itu adalah kamar Ammar dan Zizah dulu.Mereka tidur di satu kamar yang sebenarnya tak layak untuk di huni berdua tersebut.
Aliya mengedarkan pandangannya.Terdapat beberapa foto masa kecil Ammar dan Zizah beserta kedua orang tuanya yang sudah meninggal yang tertempel di dinding kamar.
"iiihhh....norak...!"ucap Aliya.
Aliya merasa tak ada yang menarik dari kamar itu.Ia kemudian berniat keluar dari kamar sangat sederhana tersebut namun....
__ADS_1
Fokus matanya langsung tertuju pada sebuah benda pipih yang tergeletak di atas meja kecil di ujung ruangan.Mata Aliya terbelalak.Ia mendekati meja tersebut dan meraih benda pipih itu.
"omaigat....!!ini kan Hp mahal banget?dari mana Ammar bisa dapet hp bagus kayak gini?"pikir Aliya sambil membolak balikan ponsela di tangannya tersebut.
Aliya makin penasaran.Ia membuka ponsel tersebut namun ternyata ponsel tersebut di kunci.
"iihh.....sok penting banget sih nih orang pakai di kunci segala...bikin gue penasaran aja...!"ucap Aliya.
Ia kemudian mencoba mengetik nama Ammar disana sebagai password,namun ternyata salah.Ia mencoba mengetik nama Zizah,masih salah...
Sekali lagi,kali ini harus benar.Gadis itu nampak berfikir sejenak lalu mengetikkan nama ibu kandung Zizah dan Ammar sebagai password.
Dan...
Benar.....!
Kunci ponsel terbuka....!
Aliya langsung terbelalak...!
Dilihatnya disana foto Ammar dan seorang gadis yang sangat ia kenal.Gadis yang akhir akhir ini sedang dicari banyak orang karena tiba tiba menghilang,Azizah...!
Kok Ammar bisa foto bareng Azizah?jadi apa selama ini dia tau keberadaan Zizah?kalau tau,dimana gadis itu sekarang?
Aliya makin dibuat makin penasaran.Ia berniat kembali mengotak atik benda pribadi Ammar tersebut,namun tiba tiba....
daaaaaggghhhh.....
praaaaaaanggggg.....
buugghhh....!
Aliya terlonjak.Terdengar suara keributan di ruang tamu rumah sederhana itu.Ada apa disana?
Aliya pun bangkit.Ia memasukkan benda pipih itu kedalam sakunya dan membawanya keluar menuju ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi.
...----------------...
***Hayooolohh....kira kira bakal gimana kalau hp Ammar ada di tangan Aliya....?
__ADS_1
yuk....banyakin dukungan nya...
up 09:40***