
Roky👇
Masih di depan sebuah bank swasta....
Setelah membelikan Roky minum,kini Adinda dan Roky nampak duduk berdua di kursi depan pos satpam bank tersebut.Mereka terlihat mengobrol santai sambil Roky sesekali menyeruput minuman yang Adinda belikan.
Dengan posisi duduk yang berjarak,Dinda mengajak Roky berbincang sesuai permintaan sang suami yang kini tengah dalam perjalanan menuju ke tempat itu.
Ya....Adrian yang sebenarnya masih ada pemotretan baru saja dikabari oleh Dinda bahwa istri tersayangnya itu baru saja hampir menjadi korban penjambretan.Namun beruntung,ada orang baik yang datang menolongnya.
Mendengar kabar tersebut,Adrian pun tanpa pikir panjang langsung pamit dari lokasi pemotretan.Ia segera menuju tempat dimana sang istri berada dengan mengendarai mobilnya bak orang kesetanan.
Tak lama menunggu,
Adrian akhirnya pun datang.Laki laki bernetra hijau lantas turun dari mobilnya dan setengah berlari mendekati sang istri tercintanya.
"Dinda...!!"ucap Adrian panik.
Dinda menoleh ia bangkit lalu tersenyum.
”mas...."ucapnya sambil mengangkat tangannya hendak meraih punggung tangan sang suami dan hendak menciumnya sebagai tanda hormat.Namun belum sempat Adinda melakukan,Adrian sudah terlebih dulu menunjukkan ekspresi kepanikan nya.Ia meraih tubuh Dinda,membolak balikkannya seolah ingin memastikan luka di tubuh wanita yang sudah ia nikahi belasan tahun yang lalu itu.
"kamu kenapa?kamu luka nggak?ini?mana lagi?ada lagi nggak?yang mana??"tanya Adrian khawatir.Sungguh....selama belasan tahun setelah keluarnya ia dari penjara,ia tak pernah mengizinkan wanita itu untuk pergi keluar sendiri.Kalaupun ia terpaksa tak bisa menemani Dinda,maka ia akan meminta supir untuk menemani sang istri.Itulah sebabnya,selama ini setiap kali Adrian mencari supir,ia tak hanya mencari yang bisa membawa mobil saja, tapi ia juga harus bisa bela diri,karena menjadi supir pribadi Adrian itu sama saja dengan menjadi bodyguard untuk anak dan istri mantan penjahat kelas kakap tersebut.
"yang mana yang sakit Din?kita ke rumah sakit aja ya...."ucap Adrian terlihat begitu panik.Roky yang sedari duduk hanya memperhatikan interaksi antara sepasang suami istri itu.Terlihat sekali betapa laki laki bertato itu nampak begitu khawatir.Sepertinya laki laki itu benar benar sangat mencintai istri nya tersebut.
Tapi jika dipikir pikir, sepertinya wajah laki laki ini tidak asing.Entah siapa dan dimana, seperti nya Roky pernah melihat wajah itu.
"aku nggak apa apa mas..."ucap Adinda menenangkan sang suami.
"tapi ini luka Din....!!!"ucap Adrian panik.
"ya Allah mas...ini cuma luka kecil...udah di bantuin di obatin tadi sama pak satpam...aku nggak apa apa mas...."ucap Adinda mencoba menenangkan kembali sang suami.
"udah...aku nggak apa apa...cuma luka kecil ini...."ucap Dinda lagi kini sambil mengusap pundak Adrian.
Adrian mencoba sedikit tenang.
Adinda tersenyum.
"udah tenang?"tanya Dinda lagi.Adrian mengangguk.
"aku cuma khawatir sama kamu aja sayang,.."ucap Adrian sambil mengusap rambut berbalut hijab milik sang istri
Adinda hanya tersenyum
"duduk dulu gih....kenalin...ini yang tadi bantuin aku ngejar penjahat nya....namanya Roky..."ucap Adinda.
Adrian menoleh.Roky tersenyum.Adrian pun membalas senyuman itu sambil mengulurkan tangannya.
"saya Adrian...suami Adinda"ucap Adrian.
__ADS_1
Roky bangkit,menyambut uluran tangan Adrian.
"saya Roky...tuan..."ucap Roky.
Adrian tersenyum penuh sahaja.
"makasih ya...kamu sudah mau menolong istri saya...."ucap Adrian.
"nggak apa apa tuan...tadi cuma kebetulan lewat aja....saya lihat ada perempuan yang teriak minta tolong..makanya saya tolongin..."ucap Roky.
Adrian hanya tersenyum.Ia kemudian merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet kulitnya kemudian mengambil beberapa lembar uang dari dalam sana
"oh ya...ini sebagai ucapan terima kasih saya....maaf..nggak banyak.."ucap Adrian sambil menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah itu.
"eh....nggak nggak....nggak usah tuan...saya ikhlas..."ucap Roky sambil kembali menyodorkan uang itu pada Adrian seolah menolaknya.
"lho...kenapa?ini kan sebagai ucapan terima kasih saya...."ucap Adrian.
"nggak tuan...beneran....saya ikhlas...."ucap Roky seolah benar benar menolak pemberian Adrian Tama itu.
Adrian menghela nafas panjang.
"kalau begitu saya benar benar berterima kasih sama kamu...kalau nggak ada kamu..mungkin tas istri saya udah nggak bisa diselamatkan lagi...muka kamu sampai lebam gitu..."ucap Adrian.
"cuma luka kecil tuan..udah biasa kok....."jawab Roky.
"oh ya .. ngomong ngomong...rumah kamu dimana?warga sekitar sini juga?"tanya Adrian.
"oh bukan...saya cuma kebetulan lewat aja....lagi...coba cari cari kerja....soalnya abis keluar dari tempat kerja yang dulu..."ucap Roky.
"belum tuan....susah banget cari kerja jaman sekarang.."jawab Roky.Adrian tersenyum lagi
"emang sebelum nya kerja apa?"tanya Adrian lagi.
"cuma supir sih tuan....orang saya cuma lulusan SMA..."ucap Roky sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakang nya.
Adrian dan Dinda saling pandang.
"kamu bisa nyetir?"tanya Adrian.
"bisa lah tuan..."ucap Roky.
"bisa bela diri?"tanya Adrian lagi.
Roky mulai merasa bau bau pekerjaan menghampirinya
"bisa...bisa tuan...sejak SMP saya udah ikut pencak silat"ucap Roky yakin.
Adrian dan Dinda saling pandang lagi.
"maaf Roky.... sebenarnya saya dan istri saya memang kebetulan lagi nyari supir...soalnya supir saya yang lama pulang kampung...kalau kamu memang bisa bela diri,kamu mau nggak kerja sama saya aja....soalnya saya kalau cari supir,selain bisa bawa mobil harus juga bisa bela diri...biar bisa jagain istri dan anak anak saya kalau saya nggak lagi sama mereka..."ucap Adrian.
Roky berbinar.
__ADS_1
"saya mau tuan.... saya bisa kok bela diri..."ucap Roky antusias.
"boleh saya tes?"tanya Adrian.
"boleh tuan..."ucap Roky yakin.
"oke..kita coba ya..."jawab Adrian.Roky pun mengangguk.
Kedua pria itu lantas mengambil ancang ancang.Mereka mulai beradu skill seolah ingin menunjukkan kemampuan masing masing.Roky meladeni serangan demi serangan dari Adrian.Ia ingin membuktikan bahwa ia memang bisa bela diri.Adrian pun juga nampak tak main main menguji kemampuan Roky.Ia tak pernah sembarangan memilih supir dan security untuk keluarga nya.Orang yang bekerja dengannya haruslah bisa bela diri dan yang pasti harus jujur.Ia benar benar ingin mempercayakan anak dan istrinya pada orang yang tepat,yang bisa di andalkan.
Cukup lama Adrian mengetes kemampuan Roky.Setelah cukup puas,Adrian pun menghentikan aksinya.Roky mendekat.Adrian tersenyum sambil menepuk pundak pemuda itu.
"kemampuan kamu bagus..."ucap Adrian.
"makasih tuan..."jawab Roky.
Adrian lantas merogoh sakunya,mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama miliknya dari dalam dompetnya.
"ini kartu nama saya...saya lagi butuh supir untuk saat ini.Kalau kamu mau....kamu bisa datang ke toko saya besok..."ucap Adrian.
Roky pun menerima kartu nama itu dengan senang hati.
"tapi...saya cuma lulusan SMA tuan..." ucap Roky
"pendidikan bukan masalah utama bagi saya...yang penting bagi saya adalah kemampuan,disiplin dan kejujuran"ucap Adrian.
Roky mengangguk senang.
"ya sudah...saya harus kembali ketempat kerja....saya tunggu kamu besok pagi di toko kue saya ya .."ucap suami Adinda Zahra itu.
"iya tuan..."jawab Roky.
"saya permisi dulu... sekali lagi terima kasih sudah menolong istri saya..assalamualaikum...."
"wa alaikum salam..."
Mereka pun berpisah.Adrian membawa Dinda masuk ke dalam mobilnya,membawa sang istri untuk menuju ke toko kue milik mereka.
Seperginya Adrian...
Roky menatap kartu nama itu...
"Adrian Tama...."ucapnya
Roky nampak berfikir sejenak.
"siapa ya?kayak nggak asing namanya..."ucap Roky mencoba mengingat ingat nama itu.
...----------------...
***Selamat sore....
up 17:05
__ADS_1
yuk.... dukungan nya dulu 🥰🥰***