Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Empat Puluh Dua


__ADS_3

Hari hari terus berganti....


Semua berjalan dengan semestinya,namun tidak dengan kinerja aparat kepolisian....


Satu minggu pasca penggrebekan tempat persembunyian Moreno...pria itu hilang tanpa jejak bak tertelan bumi.Tak ada tanda tanda perginya laki laki itu barang satu jejak kakipun.


Entah kemana perginya...


Entah dimana rimbanya...


Tak ada yang tahu.Polisi bahkan kini menggelar sayembara.Barang siapa yang menemukan Moreno,maka imbalan berupa uang senilai lima puluh juta rupiah siap menantinya.


Para manusia di kota itupun berlomba lomba.Mencari keberadaan raja pembunuh bayaran itu.Gerbang gerbang komplek perumahan dan gang gang di perkampungan semua diperketat penjagaan nya.Pengamanan di bandara,terminal,stasiun, pelabuhan,pintu tol,semua di perketat.Satu yang mereka cari...Moreno....!


Siang ini, sepasang suami istri itu tengah bersiap menuju rumah sakit.Hari ini adalah jadwal operasi untuk kaki Ammar dan juga pita suara Azizah.Wanita itu juga akan menginap di rumah sakit untuk beberapa minggu kedepan nantinya.Ya....mungkin Zack akan sangat sibuk akhir akhir ini.Mau tak mau,ia pun juga harus merepotkan Zia pada akhirnya.Dan mau tak mau juga,Zia pun pasti akan meminta bantuan Roky nantinya.Siapa lagi yang bisa ia mintai tolong selain laki laki pengagum beratnya itu?


Azizah dan Zack turun dari tangga rumah berlantai dua itu.Aliya sudah terlelap di kamarnya.Sepasang suami istri itu lantas mendekati Zia yang nampak asyik dengan ponselnya di ruang tengah.


"Zi ....."ucap Zack.


Zia mendongak.


"ya kak.....udah mau berangkat?"tanya Zia.


"iya....beberapa hari kedepan kakak kayaknya bakal sibuk....titip Aliya ya ...kakak nggak mungkin kan bawa dia ke rumah sakit..."ucap Zack.


Zia mengangguk.


"iya....kakak tenang aja....serahin semua sama aku...."ucap Zia.


Zack merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet nya yang tak terlalu tebal lalu menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan pada adik tersayang nya itu.


"oh ya ...ini buat pegangan kamu...sama buat susu dan popoknya Aliya ya ..."ucap Zack pada Zia.


"siap....!!"jawab Zia sambil menerima uang uang itu.


"kakak berangkat ya ..."


"iya...."


Zia meraih punggung tangan Zack lalu menciumnya.Ia kemudian memeluk Azizah hangat,seolah memberikan dukungan dan semangat pada wanita itu untuk menghadapi operasi pita suara nya.


Azizah dan Zack pun melangkah pergi,sedangkan Ammar sudah berada di teras menunggu sepasang suami istri itu.


Zia naik ke lantai dua,ia masuk ke dalam kamar Zack, tempat dimana Aliya kecil tengah tertidur pulas.Gadis manis itu lantas merebahkan tubuhnya di samping Aliya kecil.Ia kembali sibuk memainkan ponsel di tangannya sambil sesekali menepuk nepuk paha Aliya pelan saat bocah berparas cantik itu nampak bergerak gerak.


tingg.....

__ADS_1


1pesan masuk


"lama banget bales nya... ketiduran ya...."tulis pesan dari sebuah nomor berfoto profil orang utan,Roky.


Zia tersenyum.


"lagi jagain anak...."tulisnya


"anak siapa?"tanya Roky


"anak gue lah....."


"lho....udah punya anak?kok gue nggak tau..."tanya Roky bercanda.


"*sengaja nggak gue kasih tau...."jawab Zia.


"hmmmm.....takut gue illfeel ya..."canda Roky*.


Zia terkekeh lagi.


"mana foto anak lo....gue mau liat.... jangan jangan dia anak gue juga...."tulis Roky lagi.


"MAKSUD LOOOOOOOOHH????😡😡😡😡" tulis Zia lagi.


Roky tertawa lebar di seberang sana.


Zia tersenyum lagi.Ia lantas menuju aplikasi kamera yang berada di ponselnya lalu mulai mengambil foto selfi bersama Aliya kecil yang tertidur dan mengirimkan foto tersebut pada Roky.


tak lama.....


tingg.....


1pesan masuk...


"*Aliya......butuh om om keren buat bantuin ngasuh kamu nggak?"tulis Roky


"nggak ah om....Aliya nggak suka om om...."tulis Zia lagi.


Roky tertawa di seberang sana.


"Aliya gemes banget...jadi pengen kesitu buat nyubit.....yang di sebelahnya.....wkwkwkwkk....."tulis Roky lagi


"lu cubit gue...gue tampol lu...."jawab Zia.


"wkwkwkwkkk.....galak bener adiknya si gondrong..."tulis Roky*.


Keduanya pun asyik berbalas pesan.Kian hari hubungan keduanya kian dekat saja.Entahlah....semenjak peristiwa permintaan maaf dan memaafkan di rumah sakit beberapa waktu lalu,kini Zia perlahan mulai bisa membuka hatinya untuk Roky.Ia yang semula selalu bersikap cuek pada pria itu,kini perlahan mulai mau merespon perhatian yang Roky berikan.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu di tempat lain....


Di tengah tengah hutan belantara.Seorang pria dengan jenggot yang nampak makin melebat,rambut mulai memanjang dan baju nampak compang-camping yang terlihat robek di beberapa bagian itu nampak dengan telaten membantu seorang wanita tua yang baru saja terjatuh di tengah hutan akibat mencari kayu bakar.


Laki laki dengan sorot mata tajam dan raut wajah datar tersebut nampak telaten mengurut kaki si nenek yang terkilir.


Tanpa suara,nenek tersebut membuka mulutnya saat merasakan sedikit nyeri akibat perbedaan tangan kokoh sang pria yang baru saja menolongnya itu.


"kakimu sudah sembuh...."ucap pria berambut mulai panjang dan jenggot lebat itu.


Si nenek nampak menggerak gerakkan kakinya.Wanita tua itu tersenyum.Ia sudah tak merasakan sakit lagi di pergelangan kakinya.Si nenek menepuk pundak si pria.Ia mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada,lalu mengangguk angguk seolah berkata "terima kasih"


Laki laki itu terdiam.


"kau bisu?"tanya laki laki itu tenang terkesan dingin.


Si nenek tersenyum.Ia mengangguk sambil menggerakkan tangannya mengucap bahasa isyarat yang mengatakan "iya....bawaan lahir"


Pria itu diam....


"dimana rumahmu?"tanyanya.


Si nenek menunjuk suatu arah.Pria itu paham.Ia lantas bangkit.


"berhati hati lah....jangan sampai kau jatuh lagi...."ucapnya.


Si pria hendak pergi,namun secara tiba tiba si nenek bangkit,ia manahan pergerakan laki laki berbadan tegap itu.


"uu....."ucapnya tak jelas.


Pria itu menoleh.Si nenek kembali menggerakkan tangannya,mengucap bahasa isyarat yang ternyata sangat dipahami oleh laki laki tersebut.


"tidak usah.....aku mau pergi..."ucap pria itu pada sang nenek yang ternyata menyuruhnya mampir ke gubuknya yang berada di pinggir hutan


Si nenek berucap lagi dengan bahasa isyaratnya.Seolah sedikit memaksa pria penolong nya itu untuk ikut dengannya.Si nenek kini nampak meraih tangan si pria.Ia menuntun laki laki itu,mengajaknya menuju kediaman nya yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


...----------------...


***Selamat malam...


up 19:55


yuk... dukungan dulu 🥰


mampir sini yukk....dijamin nggak kalah seru dan bikin dag dig dug....judul dan cover udah diganti ya***....

__ADS_1



__ADS_2