
Di dalam ruang rawat Zack....
Kini semua tengah berkumpul.Membuat ruangan yang sebenarnya cukup luas itu nampak penuh...
Zack duduk bersandar di ranjang pasien.Disampingnya ada Azizah yang nampak setia menemani laki laki tersayangnya itu,sedangkan Aliya kecil kini berada di tangan Roky,ia sedang sibuk di goda oleh anak serigala dan kelinci kecilnya,Tiger Smith Anderson.
Roky dan Angkasa yang di titahkan untuk mengasuh dua bocah itu nampak sesekali tergelak melihat aksi genit Tiger sesekali mencolek pipi dan lengan Aliya dengan genitnya lalu loncat loncat kegirangan ssmbil menutup mulutnya kemudian.Aliya yang masih kecil pun tak begitu paham.Ia asyik sendiri dengan mainannya,namun Tiger seolah di buat salah tingkah sendiri.Tidak direspon oleh Aliya pun bocah tampan berbaju motif macan itu nampak bahagia sambil tertawa tawa tak jelas.Sesekali ia menutupi wajahnya sendiri seolah tengah tersipu malu.
"lu kenape sih bocah?itu cewek kalem diem aje...napa lu yang laki petakilan banget kek gini...?anak siapa sih lu..."ucap Angkasa tak habis pikir.
Roky terkekeh mendengar celotehan remaja itu.Kedua pemuda itu nampak asyik menemani dua balita tersebut untuk bermain.Sedangkan di sekitar ranjang...
"bagaimana keadaanmu Zack?"tanya Adrian.
"saya nggak apa apa tuan..." jawab Zack.
"saya minta maaf ya.... karena berusaha menyelamatkan Angkasa kamu jadi celaka seperti ini...."ucap Adrian
Zack hanya tersenyum.
"saya melakukan itu hanya karena reflek aja tuan....saya melihat peluru mengarah ke Angkasa,makanya saya segera lari untuk menyelamatkan dia...."ucap Zack.
"biar bagaimanapun juga....kami tetap berhutang sama kamu Zack....kalau bukan karena kamu...mungkin sekarang Angkasa yang dirawat disini..."ucap Zev mengimbuhi.
"nggak usah terlalu dipikirin tuan...ini cuma luka kecil kok...besok juga udah boleh pulang...."ucap Zack.
Semua hanya tersenyum.Suasana hening sejenak....
lalu....
"ini istri kamu?"tanya Adrian sambil mengarahkan tangannya menunjuk ke arah Zizah yang duduk di samping ranjang suaminya.
"oh ...iya tuan....ini istri saya....namanya Azizah...dan putri kecil itu...anak kami...."ucap Zack
Zev menoleh ke arah Aliya yang masih sibuk di pepet Tiger.
"itu putri kalian?udah lama nikahnya?"tanya Zev.
"bukan....itu anak sepupu Zizah....ibunya meninggal saat melahirkan dia...makanya kami rawat...."ucap Zack
__ADS_1
"ayahnya?"tanya Adrian lagi.
Zack dan Zizah saling pandang untuk beberapa saat.Ya....identitas Aliya memang tak banyak orang yang tau,mungkin termasuk Farhan pun belum tau.Itu semua lantaran Moreno tak mau bertanggung jawab atas almarhumah Aliya dan bayinya dulu.Zack juga sengaja memalsukan identitas Aliya kecil,dengan namanya dan nama Zizah lah sebagai orang tua kandung Aliya kecil.Semua ia lakukan untuk menghilangkan jejak Moreno dari kehidupan Aliya kecil.Sungguh...mengingat betapa kejam dan kejinya Moreno itu membuat Zack berfikir seribu kali untuk mengatakan bahwa Aliya kecil adalah darah daging iblis itu.Mungkin akan sangat lebih baik jika selama nya Moreno tak tau bahwa bayi imut itu adalah putri kandungnya.
"ayahnya meninggal......"ucap Zack berbohong.
"ceritanya sangat panjang tuan...nyonya....biarkan itu menjadi masa lalu kami dan keluarga....yang pasti sekarang kami berjanji...akan menjaga dan merawat Aliya kecil semampu dan sekuat yang kami bisa..."ucap Zack.
Adrian hanya mengangguk paham.
"anak memang titipan Tuhan Zack....Allah pasti akan membalas kebaikan hati kalian merawat anak yatim piatu ini....dia pasti akan tumbuh menjadi anak yang luar biasa di tangan kalian berdua.."ucap Adrian.
"amin..."jawab Zack.
Suasana hening sejenak.Adrian melirik sejenak ke arah seorang gadis yang nampak menunduk sejak tadi di samping Zizah.
Ya...itu Zia.....!
"eeemmmm.....tuan..."ucap Zack.
Adrian menoleh ke arah pria gondrong itu.
Adrian tersenyum.
"apa itu?"tanya suami Dinda tersebut.
"saya....selaku kakak sekaligus orang tua dari Zia....adik saya...saya mau minta maaf atas apa yang sudah Zia lakukan terhadap keluarga tuan...khususnya tuan dan nyonya..."ucap Zack sopan pada Adrian.
"saya minta maaf yang sebesar besarnya untuk Zia...saya tau...apa yang adik saya lakukan itu sangat salah...."
"bukan maksud hati memaklumi atau membela kesalahan yang adik saya lakukan tuan...tapi...Zia hanyalah gadis yang masih polos dan labil.Sejak kami kecil,kami hanya tinggal berdua...orang tua kami meninggal akibat pembantaian yang Moreno lakukan pada keluarga kami.Kami terpisah..saya harus mengabdi pada Moreno sedangkan Zia harus hidup sendiri di luar sana dengan pengawasan ketat dari anak buah Moreno...."
"dia jarang bergaul...dia tidak punya teman...dia tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang selain dari saya...."
"saya benar benar minta maaf...kepolosan dan kurang nya kasih sayang yang saya berikan pada adik saya nyatanya malah menimbulkan kegaduhan di keluarga tuan dan nyonya..."
"sekali lagi saya benar benar minta maaf tuan...nyonya...."ucap Zack tak enak hati.
Adinda dan Adrian tersenyum.
__ADS_1
"kami sudah memaafkan Zia sejak lama Zack..."ucap Adinda lembut dan keibuan.Zia diam diam menatap sendu ke arah Adinda.Air matanya menetes karena rasa malu yang luar biasa.
"saya tau ...Zia itu anak yang baik...dia rajin...dan sederhana...."ucap Adinda.
"saya paham....sejak saya tau tentang rasa yang diam diam Zia pendam untuk suami saya,saya hanya berfikir....Zia hanya hanya mengagumi sosok seorang ayah dalam diri suami saya...dia hanya belum bisa menerjemahkan apa yang dia rasakan Zack....namanya juga anak muda...rasa tertarik itu pasti ada...toh Zia juga tidak melakukan hal hal diluar batas...."ucap Adinda begitu tenang sambil tersenyum.
"sudahlah... nggak usah dibahas lagi yang itu...kami sudah memaafkan Zia sejak lama...."ucap Adinda.
Zia makin menunduk.Rasanya ia ingin menghilang saat itu juga dari tempat tersebut saking malunya ia pada Dinda dan Adrian yang begitu baik padanya.
Zizah menyadari hal tersebut.Ia mereemas jari tangan Zia seolah memberikan kekuatan pada sang adik ipar.
Dinda menoleh ke arah Zia.
"Zi....kamu nggak usah sedih....nggak usah malu
...saya sudah menganggap kami seperti anak saya sendiri...."ucap Adinda.
Wanita cantik berkulit putih itu mendekati Zia.Di sentuhnya pundak sang gadis yang masih tak berani menatap wajahnya dan suaminya itu.
"jatuh cinta itu wajar nak...mengagumi juga wajar....jadilah wanita anggun yang bisa mencintai sosok yang tepat.Sosok yang pantas untuk diperjuangkan...sosok yang bebas...yang bisa kamu miliki tanpa melukai hati siapapun...yang bisa mencintai kamu tanpa membaginya dengan siapapun....Tuhan sudah menetapkan pasangan yang terbaik untuk kamu Zia...tunggu dia datang....suatu saat...jika Tuhan sudah mengizinkan...dia akan datang menemui kamu...mengisi kekosongan hati kamu...menjadi sosok teman, sahabat,kakak,ayah dan pendamping yang bisa membuat kamu menutup mata atas ribuan laki laki lain di luar sana.Sekarang tugas kamu hanya mempersiapkan diri...menyambut laki laki pilihan Tuhan yang sudah Tuhan siapkan untuk kamu..."ucap Dinda begitu tulus dan menyentuh.
Zia sesenggukan.Ia menatap sendu ke arah wanita cantik itu.Sungguh..rasanya ingin sekali ia bersujud di kaki Adinda untuk memohon ampun atas kebodohan yang pernah ia lakukan pada wanita itu dan keluarga nya.
"Maafin saya buk....saya terlalu bodoh...."ucap Zia.
"kamu nggak bodoh nak....kamu baik dan apa adanya......"ucap Dinda menguatkan Zia.
Gadis itu makin sesenggukan.Ia menabrak kan tubuhnya pada Dinda.Memeluk wanita cantik itu sambil terus mengucap ribuan kata maaf untuk wanita berparas ayu itu.
Dinda memeluk Zia erat.Semua yang menyaksikan adegan itu hanya tersenyum.Begitupun sosok pria yang kini tengah memangku Aliya kecil itu.Akhirnya Zia dan keluarga Adrian bertemu,mereka saling mengutarakan isi hati mereka dan saling memaafkan satu sama lain.Pedikat pelakor lepas dari raga Zia.Kini ia hanya akan dikenal sebagai gadis baik hati yang terlampau polos untuk masalah hati.
...----------------...
**Selamat sore...
up 17:33
yuk... dukungan nya**...
__ADS_1