
Zizah👇
Hari berganti hari ..
Azizah kembali mengerjakan aktifitas nya sebagai pelayan pribadi tuan Moreno yang agung.Ini hari keduanya bekerja,setelah kemarin ia berhasil menghindar dari perilaku perilaku Moreno yang menjurus tidak sopan,kini wanita itu dituntut untuk bisa lebih hati hati dan waspada.Bisa saja laki laki itu tiba tiba akan menyergapnya tanpa permisi setiap saat.
Saat ini jam masih menunjukkan pukul enam pagi,Azizah dengan seragam kerjanya nampak keluar dari kamar pelayan yang berada di rumah belakang,tempat di mana kamar kamar para pelayan wanita istana megah tersebut berada.Seragam ala ala pelayan khas jepang jepangan kurang bahan berwarna hitam kombinasi putih,rok yang sangat mini dengan sebuah kantong di depannya yang juga berfungsi sebagai celemek,pita leher terlilit indah di leher putihnya dan sebuah bando renda renda berwarna putih sudah melekat sempurna di tubuh rampingnya.Azizah mengamati penampilan nya dari pantulan kaca cermin besar disana,lagi lagi...ia risih melihat dirinya sendiri.
Azizah menarik nafas panjang lalu membuangnya.Ia kemudian meraih sebuah botol spray kecil di atas meja riasnya.Itu adalah botol spray bekas parfum seseorang yang ia temukan di tempat sampah.Entah milik siapa.Ia sudah mengisi nya dengan air yang ia campur dengan bubuk cabai yang ia ambil diam diam dari dapur.Ini akan menjadi senjatanya untuk melawan Moreno hari ini.
Azizah tersenyum usil.Jika membangkang tidak akan berhasil,maka ia akan memilih untuk menghindar,dan mungkin ia butuh senjata untuk itu.Azizah kemudian keluar dari kamarnya yang berada di rumah belakang.Wanita tuna wicara itupun melangkah keluar dan hendak masuk ke dalam rumah utama itu namun tiba tiba,
Azizah menghentikan langkahnya,sayuk sayuk ia mendengar suara suara yang cukup aneh di telinganya.
"uuuuusshhh....uuuusssshhh.....cini cini.....kok kamu makin gembul aja....heeemmm makin gembul aja kamu....."
Suara itu berhasil menyita perhatian Azizah.
Itu suara laki laki,terdengar seperti tengah mengajak berbincang dengan seorang bayi atau anak anak.Tapi siapa?bukankah disini tak ada anak anak?dan lagi...ini adalah sarang orang orang gila,kebanyakan dari mereka pasti tak suka dengan anak anak.
Wanita yang penasaran itu kemudian melangkah menuju ke sumber suara,ia mendekati area samping rumah yang ternyata terdapat begitu banyak sekali kandang kandang kucing.
Azizah mengernyitkan dahinya.Dilihatnya disana seorang pria gondrong nampak duduk di rerumputan sambil bersandar di tembok samping rumah itu.Pria ber sweater putih itu nampak memangku seekor kucing bertubuh gembul serta di kelilingi beberapa kucing lain di sekitarnya.Sepertinya kucing kucing itu sudah sangat akrab dengan pria tersebut.
Zack terlihat begitu perhatian pada kucing kucing itu.Ia menyisiri bulu bulu lebat binatang imut itu sambil sesekali mengajak mereka berbincang bak seorang sahabat.Benar benar sisi lain dari seorang tangan kanan Moreno yang sangat jauh berbeda jika sedang berada di samping sang tuan.Zack selalu terlihat dingin dan nyaris tak pernah berekspresi,tapi jika di belakang Moreno,ia berubah menjadi sosok lain.Sosok yang tak terlihat garang namun sedikit ada rasa peduli.Tapi hari ini,ia menyaksikan lagi,sosok Zack yang terlihat begitu penyayang.Ia terlihat seperti pria pria normal yang bisa bersikap lembut pada hewan hewan lucu ini, sungguh,ia tak pernah membayangkan hal ini sebelum nya.
Ketika ia sedang asyik dengan pemikirannya sendiri,tiba tiba....
buuuggghhhhh....
Azizah terlonjak kaget lalu berbalik badan.Dilihatnya di sana Bu Rahmi sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan.
"kamu ngapain disini?"tanya Bu Rahmi.
Azizah yang masih kaget pun dibuat gugup.
"udah....buruan naik...tuan Moreno sudah nyariin kamu...!lebih baik sekarang kamu temui dia sekarang..!!"ucap Bu Rahmi.Ia tak mau jika rajanya itu sampai ngamuk hari ini karena keteledoran Azizah.
__ADS_1
Gadis bisu itu mengangguk,Bu Rahmi sudah berlalu.Azizah berbalik badan kembali menoleh ke arah Zack,namun seketika itu juga ia menunduk,Zack yang sudah menyadari keberadaan gadis bis* itu kini menatap tajam ke arahnya.Laki laki itu seolah kembali menjadi Zack yang dingin dan tak bisa ditebak.
Azizah menunduk takut,ia kemudian berlalu pergi dari tempat itu meninggal kan Zack yang masih menatapnya tajam tak suka.
Azizah secepat kilat berlari menuju lantai dua dimana sang Moreno yang agung sudah menunggunya.
tok...tok...tok...
Azizah mengetuk pintu kamar Moreno.
"masuk.."ucap Moreno dari dalam kamar nya.
ceklek...
pintu kamar terbuka...
degggghhhh.....
Wanita itu menunduk.Moreno sudah duduk bersandar di ranjangnya dengan tatapan mata tajam menatap ke arah si pelayan pribadinya yang bodoh itu dalam posisi bertelanjang dada memperlihatkan dua bongkahan besar yang ditumbuhi bulu bulu halus.
"kemana saja kau bis*?!"tanya Moreno dingin.
Azizah hanya menunduk takut.
Azizah menurut,ia mendekati pria berbulu cukup lebat itu sambil terus menunduk.
"apa kau lupa apa tugas tugas mu disini gadis bodoh?"tanya Moreno terdengar mengerikan.
Azizah meraih note book di kantong seragamnya,lalu menuliskan sesuatu dan menyerahkan nya pada sang tuan
"maaf tuan.."tulisnya.
Moreno mengangkat dagunya.Ia membuang selimut yang menutupi bagian tubuh bawahnya, hingga pemandangan tubuh tinggi besar nan kekar yang hanya berbalut boxer putih itu terlihat dengan sangat jelas.
Azizah menunduk dalam mode awas.Moreno bangkit,ia mendekati Azizah yang berdiri di samping ranjang lalu berdiri tepat di hadapannya.Azizah meremas jari tangannya sendiri menyalurkan kegugupan nya.Tangan kekar itu terangkat hendak menyentuh area atas dada Azizah yang terekspose bebas, namun baru saja ujung kuku Moreno menyentuh permukaan kulit putih mulus itu,Azizah sudah reflek mundur menjauh dari laki laki gila tersebut.
Moreno tersenyum smirk..
"aku tidak menyuruhmu mundur budak...!"ucapnya mengerikan.
"mendekat..!"ucapnya tegas.
__ADS_1
Azizah tak bergerak.
"jangan coba coba memancing emosi ku lagi gadis bodoh...!atau ku lempar kau dari balkon kamar ini..!cepat mendekat..!!!!"ucap Moreno begitu mengerikan.
Azizah pun menurut,dari pada ia dihajar lagi seperti waktu itu di kolam renang lebih baik ia menurut dan mendekat.
Moreno menyeringai lagi.Ia menggerakkan tangannya menyentuh dagu Azizah dan mengangkatnya membuat wajah gadis itu terangkat.Azizah memejamkan matanya,tak berani menatap Moreno yang nampak sangat mengerikan.Lagi lagi Azizah meremas jari jarinya guna menyalurkan kegugupan nya.
"kau cantik sekali dengan seragammu bis*...aku suka....."ucap Moreno setengah berbisik dibarengi sebuah senyuman manis namun terlihat mengerikan.Azizah makin deg degan.Wajah Moreno begitu dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafas dari laki laki empat puluh tahun itu.Jari jari tangan bertatao tersebut belum beranjak dari dagu Azizah.Ibu jari Moreno kini bahkan dengan berani mengusap usap lembut benda tipis berwarna merah muda itu sambil menatap nya penuh nafsu.
"aku mau mandi sayang..."ucap Moreno setengah berbisik.
Azizah paham,jika Moreno berucap ingin mandi,itu artinya ia harus menyiapkan air hangat untuk laki laki itu.
Azizah pun mengangguk masih dalam kondisi mata terpejam.
Namun tiba tiba....
"aku mau kau yang memandikan ku....." ucap Moreno dengan senyum Psycopath nya.
.
.
degggghhhhh
.
.
.
.
bersambung....😁
...----------------...
***Selamat pagi menjelang siang....
up 11:00
__ADS_1
yukkk....dukungannya dulu dong....🥰🥰***