
Hari berganti....
Azizah dengan tubuh penuh luka itu kini kembali mengerjakan tugas tugasnya sebagai pelayan pribadi tuan Moreno yang agung.Pukul enam pagi,Azizah dengan seragam serba mini nya memasuki rumah mewah dengan sedikit terburu buru,ia takut jika sang tuan sudah bangun dari tidurnya dan berujung dengan hukuman lagi seperti yang kemarin didapat nya.
Saat sampai di dalam rumah dan hendak memasuki tangga...
deeeggghhhhh....
"mati aku...!"batin Azizah.
Moreno sudah berdiri di ujung bawah tangga dengan posisi melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke arah Azizah yang baru datang.Seperti biasa,Zack sudah berdiri di belakang sang tuan dengan mode dingin tanpa ekspresi nya.Sangat jauh berbeda dengan Zack yang semalam diam diam menyelinap masuk ke dalam kamar Azizah dan memberinya makanan.Azizah mendongak melihat jam dinding.Masih setengah enam,kenapa pria ini sudah bangun? pikirnya
Gadis tuna wicara itu menunduk.Moreno yang sudah rapi pun mendekati wanita yang berhasil beberapa kali membuatnya naik darah itu.
"kau baru bangun gadis kecil?"tanya Moreno dingin.Azizah hanya mengangguk sambil menunduk.
"sepertinya kau sangat menikmati tidur malammu sampai kau lupa dengan tugasmu sebagai budak...!"ucap Moreno membuat Azizah makin takut.
Moreno menatap tajam ke arah Azizah,ia kemudian mengedarkan pandangannya ke arah beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya.
lalu....
"dengarkan kalian semua...!!"ucapnya lantang membuat para pelayan pun sontak menghentikan pergerakan mereka dan menoleh ke arah pria empat puluh tahun tersebut.
"hari ini kalian semua aku bebas tugaskan...!"
"semua pekerjaan kalian akan dikerjakan oleh si bodoh di depanku ini...!" ucap Moreno sambil menatap bengis ke arah Azizah yang mulai mengembun.
"tugas kalian hanya mengawasi kerjanya...!jangan ada yang berani membantunya...!jika sampai aku melihat kalian membantunya maka kepala kalian taruhannya...!!"ucap Moreno makin mengerikan membuat semua pelayan pun menunduk takut.
Azizah terus menunduk sambil meneteskan air matanya.Tangan putihnya yang terlihat makin kurus tergerak mengusap lelehan air mata di pipi mulusnya.Tolong....ia lelah diperlakukan seperti ini terus terusan.
Moreno kembali mendekat kan tubuhnya ke tubuh Zizah.
seeetttt.....
Dengan satu gerakan Moreno mencengkeram dagu wanita itu membuat wajah gadis malang itupun mendongak ke atas.
Azizah memejamkan matanya.Moreno mendekat kan wajahnya hingga hidup mancung itu menempel pada pipi sang gadis tuna wicara.
"dengarkan aku bis*..!kau sudah terlalu sering membantahku...!jadi sekarang terimalah hukumanmu...!"ucap Moreno pelan dan dingin tepat di telinga Azizah membuat gadis itupun makin bergetar hebat.
__ADS_1
"kita lihat....seberapa kuat kau mampu bertahan untuk tidak tunduk padaku...!"ucap Moreno kemudian mendorong tubuh Azizah hingga jatuh tersungkur.
"Zack....!'l"ucap Moreno.
Sang orang kepercayaan pun mendekat.
"saya tuan,.."jawabnya sambil membungkuk hormat.
"awasi sampah ini...!jangan izinkan satu orangpun untuk membantu pekerjaan nya...!dan pastikan...dia tidak akan mendapatkan makanan sebelum semua pekerjaan nya selesai....!"ucap Moreno begitu mengerikan tanpa menoleh ke arah Zack.
"baik tuan..."jawab Zack paham.
Zack menatap sejenak ke arah gadis yang bersimpuh di lantai dengan baju mini nya itu.Lalu..
"bu Rahmi..!"ucap Zack.
Bu Rahmi sang kepala pelayan mengangguk paham.Ia kemudian pergi ke belakang dan tak lama kemudian ia kembali dengan sapu dan peralatan bersih bersih lainnya di tangan di kanan dan kirinya.
"ini tuan...."ucap Bu Rahmi dan menyerahkan alat bersih bersih itu pada Zack.Pria berambut gondrong yang di ikat itu kemudian menerima nya.Ia kemudian melemparkan alat bersih bersih tersebut ke arah Azizah dengan kasarnya membuat Moreno yang masih berdiri di sana pun tersenyum puas.
"bangun bodoh...!cepat kerja...!"ucap Moreno buas.Azizah pun susah payah bangkit.Ia meraih alat bersih bersih itu dan segera memulai pekerjaan nya.
Ya Tuhan....berilah gadis ini kekuatan.Kenapa ia harus terjebak di kandang orang orang gila ini.Ia diperlakukan tak seperti manusia.Disiksa,dipukuli,dilecehkan,tidak diberi makan...!
Sungguh suatu hal yang tak pernah terbayangkan akan ia alami dalam hidupnya.
.....
Beberapa jam kemudian....
Moreno sudah pergi meninggalkan rumahnya bersama supir pribadinya.Kini tinggal para anak buah dan pelayan serta Zack dan si malang Azizah yang masih sibuk berkutat dengan pekerjaan nya.
Lelah,sudah pasti...
Ia sudah selesai masak,mencuci baju baju kotor milik Moreno dan anak buah lainnya yang pastinya tidak sedikit.Mengingat ada puluhan anak buah disana.Selesai ia mulai membersihkan rumah luas itu.Menyapu,mengepel,dan membersihkan debu debu di setiap sudut ruangan.
Lelah....?
pasti....
Lapar...?
__ADS_1
jangan ditanya....
Lemas...?
Sangat...!
Tenaganya sudah sangat terkuras.Bahkan hampir habis.Keringatnya sudah bercucuran.Rasa rasanya ia hampir pingsan karena kelelahan.Tak ada yang berani menolong,tak ada yang berani mendekat.Walaupun tak ada Moreno di rumah itu,namun kamera pengawas terpasang hampir di setiap sudut ruangan rumah mewah itu kecuali rumah belakang dimana kamar para pelayan berada, membuat para pelayan itu tak berani mendekati Azizah yang malang barang sejengkalpun.
Kini si gadis bis* tengah berada di ruang televisi yang berada di lantai dua.Ia menggerakkan gagang pel di tangannya membersihkan lantai marmer itu dengan sisa sisa tenaga yang dimilikinya.Tiba tiba....
buuuuuggghhhh.....
Ember ditendang tak terlalu keras membuat sebagian airnya tumpah..
Azizah terlonjak kaget...!
Ia reflek menoleh ke belakang dimana Zack sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan.
Zack menatapnya tajam.Azizah menunduk.
"bersihkan kamarku....!"ucap Zack dingin.
Azizah membuka mulutnya sambil menunjuk ruang televisi yang kini dibersihkan nya.Seolah ia ingin mengatakan "ini belum selesai"
Zack menatap tajam wajah yang sudah terlihat pucat itu seolah tengah murka.Namum dalam hatinya....siapa yang tau?
"kau menolak perintahku?!"tanyanya dingin.
Azizah menunduk takut.
"cepat bersihkan kamarku bodoh....!!"ucap Zack mulai terlihat murka.
Azizah mengangguk.Ia pun secepatnya membawa ember dan sapu nya menuju ke kamar Zack.Sedangkan pria itu memilih duduk di sofa panjang di ruang televisi itu sambil memainkan ponselnya.
...----------------...
***Selamat siang....
up 11:48
yukk....kasih dukungannya yang banyak....masih sepi aja nih..😭***
__ADS_1