
Di sebuah rumah mobil ambulance....
Tari menangis,Reza panik...
Aliya baru saja dibawa dari puskesmas menuju rumah sakit yang berada di kota.Awalnya Tari dan Reza membawa Aliya yang tak sadarkan diri itu ke puskesmas,namun peralatan yang kurang memadai membuat para perawat disana angkat tangan.Mereka lantas memutuskan untuk Aliya dirujuk ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan,Tari tak henti menangis.Ia dan Reza baru tahu dari perawat yang memeriksa Aliya bahwa ternyata anak perempuan nya itu kini tengah berbadan dua.Usia kandungan nya baru jalan dua Minggu.Usia yang masih sangat rentan untuk ibu hamil dan bayinya.
Tari sesenggukan.Kenapa Aliya tak mengatakan ini padanya?dan siapa laki laki yang sudah menghamili anak gadisnya ini?kenapa semua begitu tiba tiba.
Tari terisak isak.Reza hanya diam tak bersuara.Bukan Aliya yang ada dalam pikiran nya saat ini,melainkan nasibnya sendiri dan ibunya.Mereka akan ke kota.Sedangkan status mereka saat ini adalah buronan polisi yang fotonya sudah tersebar di mana mana.Reza sedari tadi menunduk menyembunyikan wajahnya.Namun wajah Aliya yang pingsan?siapa yang bisa menutupi?
Sekitar dua jam perjalanan, ambulance yang membawa satu keluarga itu sampai di sebuah rumah sakit besar di pusat kota.Aliya langsung segera di larikan ke IGD.Sedangkan Tari tak henti menangis melihat kondisi Aliya yang nampak sangat memprihatikan.
Aliya masuk ke ruang IGD.Seorang dokter wanita berparas cantik dengan rambut pirang datang setelah di jemput oleh seorang suster dari ruangannya.Itu adalah dokter yang akan menangani wanita malang itu.Padahal ini sudah jam nya untuk pulang,namun tiba tiba seorang suster mengabarkan ada seorang wanita yang mengalami pendarahan,dan butuh untuk segera ditolong.
Dokter muda dengan name tag Livia itu mau tak mau menunda kepulangan nya.Karena baginya,nyawa dan keselamatan pasien adalah hal yang paling utama.
Livia pun akhirnya dengan cepat menuju ruang IGD.Dan....
.
.
.
__ADS_1
.
deeeggghhhhh.....
dilihatnya disana,di depan pintu ruang IGD,seorang wanita paruh baya nampak menangis tersedu sedu.Sosok wanita yang masih ia ingat sampai sekarang.Wanita paruh baya yang pernah ia temui saat ia dan sang suami,Andrew bertandang ke rumah mantan ART nya.Ia dan suami bertemu wanita itu.Wanita tersebut mengatakan bahwa sang mantan ART,Azizah tengah sakit,namun pada akhirnya semua terbukti bohong.Azizah di jadikan gadis penebus hutang oleh wanita itu dan dua anaknya.
Ya....Livia masih ingat...?itu tantenya Zizah....!satu dari tiga orang buronan yang kini tengah dikejar kejar oleh polisi..!
Livia tetap mencoba profesional.Ia masuk ke ruang IGD tanpa menggubris Tari yang nampak menangis sesenggukan.
Sesampainya di ruang IGD,dilihatnya Aliya yang nampak pucat terbaring di ranjang pasien.
"pasien ini mengalami pendarahan dok...usia kandungannya baru jalan tiga minggu"ucap seorang suster yang ada di ruangan itu.
Aliya hamil?bukankah wanita ini belum menikah?anak siapa yang ada dikandungan wanita ini?Livia diliputi rasa penasaran yang cukup tinggi.Namun lagi lagi,ia mencoba mengacuhkannya.Yang terpenting sekarang adalah nyawa Aliya dan bayi dalam kandungannya.Mereka semua harus selamat...!!
...****************...
Satu jam berada di IGD,
Livia dan beberapa perawat keluar dari ruangan itu.Tari dan Reza langsung bangkit.Ia mendekati wanita cantik itu.Rupanya Tari tak mengenali wajah Livia meskipun mereka pernah bertemu sebelumnya.Sedangkan Reza,ia memang belum pernah bertemu dengan Livia dan Andrew,alhasil ia pun tak menyadari jika ternyata dokter cantik yang berdiri di hadapannya ini adalah mantan majikan Zizah.
"bagaimana kondisi Aliya dok?"tanya Tari khawatir.
Livia menatap dua manusia di hadapannya itu bergantian.
__ADS_1
"bisa kita bicara di ruangan saya sebentar?" tanya Livia.
Tari dan Reza mengangguk.Livia tersenyum.Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ruangannya diikuti sepasang ibu dan anak itu dari belakang.
Saat dalam perjalanan menuju ruangannya,ia meraih ponsel miliknya yang berada di kantong seragam dokternya,mencari nama sang suami lalu mengetikkan sesuatu.
"sayang .. keluarga tante nya Zizah ada disini"tulisnya.
Livia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku.Ia kembali berjalan dengan tenang menuju ke ruangannya di ikuti Tari dan Reza dibelakang nya.
.
.
.
Andrew & Livia
...----------------...
***Up 11:54
yuk... kasih dukungan dulu....🥰🥰🥰***
__ADS_1