Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tujuh Puluh Delapan


__ADS_3

Hari berganti..


Seorang pria berambut gondrong nampak sibuk mengotak atik sebuah motor matic yang sudah hampir satu bulan mangkrak di dalam bagasi rumahnya itu.Motor itu adalah kendaraan roda dua yang biasa Zia gunakan untuk bepergian,namun setelah mogok sekitar satu bulan yang lalu,Zia sudah tak pernah menggunakan nya.Membawanya ke bengkel juga malas.Alhasil,motor itu pun hanya teronggok di dalam bagasi tanpa ada yang menyentuhnya.


Zia datang dengan membawa ponselnya dari dalam rumah dua lantai itu.


"kak..."ucap Zia.


"hmmm...."jawab Zack yang masih sibuk mengotak atik motor matic hitam itu.Zia duduk di sebuah kursi plastik rendah di samping sang kakak.


"aku boleh nggak, kuliah sambil kerja?"tanya Zia pada Zack.


Laki laki berambut gondrong yang di ikat itu reflek menoleh ke arah sang adik.


"buat apa?udah lah dek....kamu fokus aja kuliah...nggak usah mikirin yang lain...."ucap Zack.Ia kemudian kembali memfokuskan matanya mengotak atik mesin kendaraan roda dua itu.


"tapi kan lumayan kak...paling nggak aku punya uang jajan sendiri,bisa buat tambah tambah uang kuliah juga...."ucap Zia ngeyel.


Gadis itu kemudian menunduk...


"saldo di rekening kakak kan udah kosong"cicit Zia pelan.


Zack menghentikan pergerakan nya.


Ya....ia sudah tak punya uang sepeser pun.Semua uang di rekening bank miliknya,gaji dari Moreno selama ia bekerja dengan laki laki kejam itu,semua sudah habis di bekukan polisi.Selain itu,beberapa benda berharga peninggalan kedua orang tuanya juga sudah di jual untuk membayar denda pada pihak kepolisian atas kasus yang menjeratnya,termasuk sebuah mobil peninggalan dari ayah dan ibu mereka.


Kini,bisa dikatakan Zack dan Zia sudah tak punya apa apa lagi.Hanya rumah ini serta dua motor yang menjadi barang paling bernilai untuk mereka saat ini.


Zack menghela nafas panjang...


Ya... mereka miskin sekarang.Dan dia pengangguran..!tak ada pekerjaan dan tak punya uang..!Zack sadar Zack harus secepatnya mencari pekerjaan,tapi apa? sedangkan ijazahnya hanya sampai SMP, mengingat dulu ia tak sempat menamatkan Sekolah Menengah Atas nya.Ia sudah terlanjur di seret ke kandang Moreno.


Zack diam,


"ya kak ya...."bujuk Zia.


Zack tak bereaksi.


"aku bisa kok ngatur waktu..."ucap Zia.


"terus kamu mau kerja apa dek?ntar kalau kamu capek gimana?kamu bisa ngatur waktu kamu?"tanya Zack.


"insya Allah bisa kok kak...aku janji deh...aku pasti bisa jalanin dua duanya....."ucap Zia.


Zack diam lagi.Ia menatap wajah sang adik seolah sambil terus berfikir.


"ya...."ucap Zia.


"mau kerja apa?"tanya Zack lagi.


Zia meringsut,membawa kursi plastik nya lebih mendekati kakaknya itu.


"kemarin,aku liat ada lowongan kerja di salah satu toko kue di deket kampus aku kak....tokonya dua lantai,lumayan gede,pengunjung disana aku liat tiap hari rame....aku boleh ya kerja disana?"tanya Zia.


Zack diam lagi..


"janji deh..aku akan bisa bagi waktu...!"ucap Zia.

__ADS_1


Zack menghela nafas panjang.


"tapi kalau kamu kecapean,nggak usah diterusin ya....biar kakak aja yang kerja...kakak akan secepatnya cari kerja...."ucap Zack.


"iya...."jawab Zia.


Zack hanya tersenyum.


"jadi boleh nih?"tanya Zia penuh harap.Zack kemudian mengangguk.


Zia bersorak.Ia kemudian dengan cepat memeluk laki laki itu dengan erat sebagai ucapan terima kasih nya ..


"makasih kakakkuu....."ucap Zia begitu bahagia.Zack hanya tersenyum sambil membalas pelukan sang adik.


Tak lama,


"dah....sanaan..!gerah tauk....!bikinin kakak kopi gih...!"ucap Zack.


"iiihh....dipeluk adek sendiri gitu amat...!coba kalau yang meluk Zizah...pasti kakak betah kan...?!dasar cowok...!"ucap Zia bersungut.


"ya iyalah....kan calon istri"ucap Zack cuek sambil kembali mengotak atik mesin di depan nya.


"hiliiih...rambut tuh potong..!gondrong kutuan lagi..!"ucap Zia.


"sengaja..!diternak biar banyak..!" ucap Zack santai membuat Zia nyengir geli mendengarnya.


"jorok...!"ucap Zia sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Zack tersenyum gemas.Akhirnya momen momen seperti ini kembali ia rasakan.Bercengkrama sambil berdebat kecil dengan sang adik adalah sesuatu yang sudah sangat lama ia rindukan.


...****************...


Seorang wanita tuna wicara turun dari ojek yang membawanya menuju rumah sakit tempat di mana sang sepupu tengah dirawat.Dengan sebuah kantong kresek berisi kue kering pemberian Livia,gadis itu melangkah menuju kamar rawat inap tempat di mana Aliya memulihkan kondisi fisiknya.Hampir tiap hari Zizah mengunjungi rumah sakit itu,memastikan kondisi sang sepupu berangsur membaik selama di rawat di pusat kesehatan modern tersebut.


Azizah masuk kedalam kamar rawat inap itu setelah meminta izin pada dua polisi yang berjaga di depan pintu kamar.Seperti biasa,seorang polisi ikut masuk bersama Zizah ke dalam kamar itu guna memastikan kondisi di dalam kamar itu aman,mengingat Aliya adalah seorang tersangka yang juga terlibat dalam kasus perbudakan yang kini menjerat Moreno.


"Zizah....."ucap Aliya yang kini duduk di atas kursi roda sambil menatap ke luar jendela kamarnya.


Azizah mendekat.Ia menarik sebuah kursi yang berada di samping ranjang lalu duduk di disamping kursi roda sang sepupu.


"kamu sendiri sama siapa?"tanya Aliya.


Azizah mengangkat satu jari telunjuknya.


"sendiri?"tanya Aliya


Zizah mengangguk.Ia kemudian menyodorkan kantong plastik berisi satu kotak kue kering yang dibawanya itu pada Aliya.


"buat aku?"tanya Aliya.


Zizah mengangguk sambil tersenyum.


"makasih Zizah..."jawab Aliya.Wanita yang kini tengah hamil itupun menerima kantong kresek di tangan Zizah dan memangkunya.


Azizah meraih notebook nya,ia lantas menuliskan sesuatu disana dan menyerahkan nya pada Aliya.


"kamu udah mendingan?"tanya nya

__ADS_1


"udah kok....kemarin dokter juga udah memeriksa kondisi aku,yang penting aku nggak stress,aku pasti cepet sembuh..."ucap Aliya.


Zizah tersenyum,ingin rasanya ia mengucap syukur dengan mulutnya namun tak bisa,ia hanya berucap dalam hatinya.


Aliya menunduk...


"Zizah ..."ucap Aliya..


"kalau aku sembuh,itu artinya aku akan segera di bawa ke kantor polisi...."ucap wanita itu.Raut wajahnya berubah sedih membayangkan nasibnya yang akan menjalani masa kehamilan dan mungkin juga persalinan didalam sel.


"Aku akan hamil dan melahirkan di penjara Zah..."ucap Aliya.


Zizah hanya diam.


"aku nggak tega sama anak aku....kasian dia..."ucap Aliya.


Zizah tersenyum.Tangannya tergerak mengusap pundak wanita hamil tersebut.Ia lantas kembali meraih notebook nya dan mulai menuliskan sesuatu disana.


"kamu yang sabar ya....akan ada hikmah dibalik semua ini"tulis Zizah.


"mungkin ini balesan dari Tuhan untuk aku dan keluargaku Zizah... karena aku udah jahat sama kamu dan Ammar...."ucap Aliya dengan mata mulai mengembun lagi.


"nggak usah dipikirin lagi Al....semua udah terlanjur terjadi....yang penting sekarang... kamu harus tetap kuat,ada janin yang harus tetap bahagia di rahim kamu... kesehatan dia bergantung sama kesehatan dan kebahagiaan kamu..."tulis Zizah.


Aliya tersenyum haru,untung ada Azizah yang selalu ada untuk menguatkannya.Wanita itu selalu ada untuknya.Ia seolah tak peduli dengan perlakuan kasar Aliya serta ibu dan kakaknya dulu pada nya.Wanita itu benar benar wanita istimewa dengan segala kekurangan nya.


...****************...


Ditempat terpisah....


Di sebuah kantor kepolisian.Seorang pria berkulit putih berseragam oren khas tahanan nampak berjalan diapit dua polisi di sisi kanan dan kirinya.Dengan tangan di borgol dan wajah yang sedikit berjambang tertunduk menatap lantai,pemuda yang kini berstatus tersangka itu berjalan menuju sel barunya.


Ya...itu Reza..!ia dipindahkan dari sel sebelum nya ke sel lain karena sesuatu hal.


Reza dan dua polisi itu sampai di sel yang dituju.Laki laki dua puluh lima tahun itu lantas masuk ke dalam ruangan berjeruji besi itu dan mulai menghuni tempat tersebut bersama sepuluh narapidana lainnya.


Reza masih menunduk,dengan pergerakan tak bersemangat,kakak kandung Aliya itu lantas mendudukkan tubuhnya di pojokan ruangan di samping teralis besi itu.Tiba tiba.....


"selamat datang di kamar barumu Reza....."


Suara berat itu berhasil membuat Reza mendongak.Dilihatnya tepat di hadapannya,seorang pria berewokan nampak duduk sambil bertelanjang dada.Matanya tajam menatap ke arah laki laki muda yang nampak kaget itu.Dua bongkahan besar di area dada yang di tumbuhi bulu bulu halus serta beberapa tato itu menambah kesan garang dalam diri duda empat puluh tahun tersebut.


Ya....itu Moreno...!


Kini Reza berada satu sel dengan laki laki itu.Laki laki yang tanpa Reza ketahui sudah menanamkan benihnya di rahim sang adik.


.


.


Reza👇



...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 09:47


yuk... dukungan dulu***....


__ADS_2