Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan Puluh Tiga


__ADS_3

Malam menjelang.....


Di sebuah toko kue berlantai dua tempat Zia bekerja..


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Seorang gadis cantik berkulit putih dengan rambut hitam nampak mematikan beberapa lampu di lantai dasar toko kue milik Adinda Zahra itu.


Sebuah papan kecil bertuliskan "close" sudah tergantung di pintu kaca bangunan dua lantai itu,pertanda tempat jual beli aneka makanan berbahan dasar tepung terigu itu sudah tak menerima lagi konsumen di hari tersebut.


Zia mendudukkan tubuhnya sejenak di sebuah kursi tunggu di ruangan lantai dasar itu.Ia nampak meluruskan kakinya yang pegal setelah seharian bekerja seorang diri melayani para pembeli.


Ya....hari ini Dila,rekan kerjanya,tak masuk.Sedangkan Adinda,ia berada di salah satu kafe yang juga merupakan tempat usaha wanita cantik itu bersama sang suami.Alhasil,sejak pulang kuliah hingga kini sudah mulai malam Zia bekerja seorang diri tanpa bantuan.


Sebenarnya ada Adrian yang sedari tadi berada di toko itu.Namun pria dewasa bermata hijau itu seolah terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri.Sejak datang siang tadi hingga kini ia masih berada di lantai dua.Entah aktifitas apa yang laki laki itu lakukan di atas sana.


Zia mendongak ke lantai atas.Ini sudah jam pulang,tapi bos nya itu belum juga terlihat batang hidungnya menuruni tangga.Padahal ini sudah malam,kalau tak segera pulang ia takut kemalaman.


Biasanya jika ada Dinda,antara bos dan karyawan itu selalu pulang bersama sama.Tapi karena kali ini hanya Adrian,dan ia hanya sendiri,ia memilih untuk menunggu perintah pulang dari Adrian.Ia takut tak sopan jika tak menunggu perintah dari bos nya yang banyak diam itu.Mengingat ini adalah pengalaman pertama Zia bekerja, sehingga wanita itupun tak tau,apa yang sebaiknya ia lakukan.


Cukup lama Zia berfikir.Akhirnya ia memutuskan untuk naik ke atas menemui Adrian dan berpamitan untuk pulang kepada laki laki bermata hijau itu.


Zia pun mengayunkan kakinya naik ke lantai dua,saat sampai di lantai dua toko tersebut.Tiba tiba....


gleeeekkk.....


Zia menelan ludahnya kasar.Seorang pria dewasa baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggang menutup bagian bawah tubuhnya.Zia mematung.Antara kagum,kaget dan takjub.Tubuh pria suami Adinda Zahra itu benar benar sempurna.Otot otot tubuhnya terbentuk dengan sangat indah,dihiasi beberapa tato di sekujur tubuhnya membuat kulitnya yang masih nampak basah karena percikan air itu terlihat makin menggoda.Zia yang menyaksikan pemandangan itu pun dibuat terdiam untuk beberapa saat menyaksikan keindahan tubuh pria milik bosnya itu.Adrian terlihat tenang.Ia berjalan ke arah salah satu meja yang ada disana untuk mengambil ponselnya.



"ada apa Zia?"tanya Adrian tiba tiba tanpa menoleh membuat Zia pun terperanjat kaget


"eh....i....ma....i...maaf tu..tuan...saya nggak sopan langsung naik kesini"ucap Zia seketika menunduk.


"ada apa?"tanya Adrian lagi dengan mode tenang masih dalam posisi yang sama.


"sa...saya mau izin....udah malem tuan...saya mau izin pulang...takut kemalaman...."ucap Zia masih gugup.


Adrian menoleh, ia hanya menatap gadis itu tenang.


"kau pulang dengan siapa?"tanya Adrian.


"sendiri tuan..."ucap Zia


Adrian diam beberapa saat,lalu mengangguk.


"pulang lah...hati hati dijalan"ucap Adrian.


"baik tuan...kalau begitu saya permisi.... assalamualaikum..."ucap Zia


"wa alaikum salam..."jawab Adrian


Zia pun bergegas turun dengan dada yang masih bergetar.Wanita itu lantas berjalan menuju pintu utama toko kue tersebut.Apa yang baru saja ia lihat berhasil mengusik pikirannya.Tidak bisa dipungkiri,suami dari Adinda itu masih memiliki pesona yang begitu kuat meskipun kini usianya sudah tidak muda lagi,membuat Zia si gadis rumahan yang masih suci itupun dibuat terkesima melihat tubuh polos bagian atas sang bos yang terlihat sangat sempurna itu.Terlebih lagi sebagai seorang model senior, wajahnya juga terlihat sangat tampan seolah memiliki daya pikat tersendiri itu.


Zia menarik nafasnya panjang.Mencoba menetralkan pikirannya yang seolah masih berada di lantai atas bersama Adrian.Zia mengucap istigfar untuk beberapa saat,wanita dua puluh tahun itu lantas menunggangi motor maticnya,lalu mencoba menstarter nya.Namun....


.


.


.


"kok nggak bisa?"monolog Zia.


Zia mencoba lagi....


"ini kenapa?"ucap Zia lagi saat mesin motor itu tiba tiba mati tak bisa di hidupkan.


Zia turun dari motornya.Diamatinya kendaraan roda milik nya tersebut,namun sia sia...toh juga ia sama sekali tak paham soal mesin.


Zia berdecak kesal.Ia pun meraih ponselnya dan bergegas untuk menghubungi sang kakak,namun....


tuuttt.....tuuttt.....tuuttt.....


Tak bisa dihubungi...!


Kemana laki laki gondrong itu?pikirnya.


"ini gimana dong?aku pulang nya gimana?"ucap Zia.

__ADS_1


Ketika ia tengah sibuk dengan pikirannya sendiri,tiba tiba ...


kriieeeettt......


pintu kaca toko itu terbuka...


Adrian yang sudah berganti pakaian dengan menggunakan celana jeans panjang hitam dan sweater abu abu itu nampak keluar dari dalam toko kue miliknya.


"belum pulang?"tanya Adrian.


"em...ini...tuan.... motornya tiba tiba mogok..."ucap Zia sambil menggaruk garuk kepala belakang nya yang tak gatal.


Adrian tersenyum.


"boleh saya lihat?"tanya Adrian.


Zia hanya mengangguk ragu.


Adrian pun mendekati motor matic itu.Ia mencoba menstarter nya berkali kali namun tak bisa.Laki laki itu kemudian mencoba menstarter nya secara manual,namun tetap tak bisa.


drrrrttt...... drrrrttt......


ponsel di saku Adrian bergetar .Laki laki itu lantas menghentikan sejenak aktivitasnya lalu meraih benda canggih tersebut..


*Pawang🦁❤️


memanggil*.....


Laki laki itu tersenyum.Ia dengan cepat pun mengusap tombol hijau yang ada di layar ponselnya lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinga nya.


"halo sayang...."ucap Adrian sambil kembali mencoba menghidupkan mesin motor Zia.


"kemana duluu?"tanya Adinda dari seberang sana.


"ini masih di toko....kasian Zia motornya mogok...aku bantuin bentar .."ucap Adrian.


"mas aku kering loh lama lama nungguin kamu disini...aku sendirian loh...ntar kalo aku diculik berondong gimana?"tanya Dinda kesal.


"aku culik balik ..kan aku pinter nyulik..."ucap Adrian santai.


"au ah..."ucap Adinda kesal.


"ya udah sih tungguin bentar...."ucap Adrian.


"cepetan..."rengek Dinda.


"iya ..manja banget sih..."ucap Adrian santai.


Dinda hanya bersungut.


"tungguin ya...lima menit aku sampai" ucap Adrian


"satu menit"jawab Dinda.


"kita nggak punya helikopter sayang .."ucap Adrian membuat Adinda tertawa di seberang sana.


"ya udah buruan kalau gitu...aku tunggu .."ucap Dinda akhirnya


"iyaaa....".


"assalamualaikum...."


"wa alaikum salam..."jawab Adrian kemudian mematikan sambungan telepon nya.


Laki laki itu kemudian menghentikan aktifitasnya mencoba menghidupkan mesin motor Zia.


"kamu masukin ke dalam ajalah dulu motornya...kayaknya nggak ini nggak bisa..."ucap Adrian.


Zia nampak murung.Sebuah ekspresi yang dapat di tangkap oleh mata tajam Adrian Tama.


"masukin aja ke dalem...saya antar kamu pulang"ucap Adrian pada gadis cantik itu


"tapi tuan......"


"udah masukin aja..."ucap pria itu lagi kemudian berbalik badan, mendekati pintu utama tokonya dan membukanya lebar agar motor matic itu bisa masuk ke dalam toko.


Zia pun menurut,ia memasukkan kendaraan miliknya itu ke dalam toko sesuai perintah sang tuan.

__ADS_1


Setelah selesai, Adrian kembali menutup pintu kaca itu.Ia segera menuju mobilnya yang terparkir di halaman toko itu disusul Zia di belakangnya.Keduanya lantas masuk kedalam mobil dan melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


....


Di dalam mobil....


Tak ada perbincangan diantara keduanya.Adrian hanya diam tanpa bersuara.Alunan musik pun juga sama sekali tak terdengar dari mobil itu.Sungguh sepi dan kaku.


Zia diam diam mencuri pandang ke arah laki laki itu.Aroma wangi maskulin menyeruak dari tubuh pria itu.Jika dilihat dari dekat,wajah pria itu kian terlihat tampan.Kulitnya putih,hidunh mancung,mata hijau yang tajam,rambut ikal serta jambang yang tak terlalu lebat menambah kesan macho dalam diri pria itu.Belum lagi otot otot tubuhnya yang terlihat begitu menonjol,mulai dari lengan,dada hingga perutnya yang membentuk enam sobekan roti.


Zia diam diam mengulum senyum.Laki laki ini benar benar luar biasa.Beruntung sekali Adinda bisa mendapatkan hati laki laki itu.Andai Dinda itu Zia...ia pasti sangat bahagia....


eh....???🙄🤔


"rumah kamu dimana?"tanya Adrian.


"di jalan X tuan..."ucap Zia.


Adrian hanya mengangguk.


Sekitar sepuluh menit perjalanan, mereka pun sampai di depan sebuah rumah berlantai dua milik Zia Adara dan Zack Andreaz.


"makasih tuan...udah mau nganterin saya..."ucap Zia.


"sama sama...."jawab Adrian seperlunya.


"kalau begitu...saya turun dulu tuan..."ucap Zia.


Baru saja wanita itu hendak mengucap salam,tiba tiba....


"Zia...."ucap Adrian sambil menoleh ke arah adik kandung Zack itu.


"iya tuan "jawab Zia.Jantung nya kini berdetak kencang,sang tuan kini menatap dirinya dengan tatapan tajam yang begitu sulit diartikan


"saya hanya ingin mengingatkan sama kamu...jika ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan sama saya...sampaikan saja...saya tidak suka kamu diam diam mencuri pandang sambil senyum senyum seperti itu.."ucap Adrian tegas yang sukses membuat Zia terkejut.


Dari mana ia bisa tahu jika Zia diam diam mengamati dirinya?


Zia menunduk.Ia terlihat takut.Adrian sepertinya tak suka dengan apa yang Zia lakukan padanya.


"kalau memang ada yang ingin kamu sampaikan...sampaikan saja...."ucap Adrian.


Zia makin tak berkutik.


Adrian kemudian diam seolah menunggu reaksi dari salah satu karyawan nya itu.


Adrian bukan orang yang bodoh bukan?laki laki itu sejak dulu bahkan seolah memiliki seribu mata dan telinga yang bahkan bisa mendengar suara hati seseorang.(Gadis Tawanan Sang Psychopath)


Mendapati mata Zia yang nampak diam diam mencuri pandang padanya membuat Adrian seolah tak nyaman.Ia tak suka diperlakukan demikian apalagi oleh seorang wanita.


"turunlah...ini sudah malam"ucap Adrian lagi terdengar tenang,namun tegas setelah tak mendapat respon apapun dari Zia.


Zia hanya mengangguk takut.


"ma..maaf tuan..."ucap Zia.


"aku menyuruhmu turun nak.. bukan minta maaf..."ucap Adrian lagi begitu tenang membuat Zia makin kikuk.Antara takut dan malu,semua bercampur menjadi satu.


Zia mengangguk.


"iya tuan...sekali lagi terima kasih...saya permisi... assalamualaikum..."ucap Zia.


"wa Alaikum salam...."jawab Adrian.


wanita cantik itu lantas turun dari mobil.Adrian segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu menuju kafe miliknya untuk menjemput sang istri.Tak ada supir saat ini,membuat laki laki itu harus rela bolak balik antar jemput anak dan istrinya sementara waktu ini lantaran Adinda yang tidak bisa bawa mobil ataupun motor,dan Angkasa yang juga dicabut izin mengendarai motornya setelah beberapa hari lalu jatuh dari kendaraan roda dua itu.


.


.


Zia Adara



...----------------...


**Selamat malam..

__ADS_1


up 19:10


yuk... dukungan dulu 🥰🥰**


__ADS_2