Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Lima Puluh Lima


__ADS_3

Malam menjelang di kediaman Andrew dan Livia....


Laki laki itu duduk terdiam di balkon kamarnya sambil menatap langit yang nampak gelap berselimut awan.Raganya seolah berada disini,namun tidak dengan pikirannya.Pertemuannya dengan laki laki gondrong yang pernah beberapa kali pernah ia lihat sebelum kejadian penggrebekan hari ini,berhasil membuat pikirannya tidak tenang.


Laki laki yang ternyata adalah sahabatnya semasa SMA,sahabat yang semula hilang tanpa jejak kini kembali lagi dengan sebuah fakta yang cukup mengejutkannya.Zack yang dulu begitu bersinar dimasa putih abu abunya,nyatanya kini menjelma sebagai seorang laki laki yang bergabung dengan sebuah sindikat pembunuh bayaran yang diketuai oleh Moreno.


Dan yang lebih mengejutkan lagi....


Satu dari puluhan bahkan mungkin ratusan korbannya adalah tuan Anggara,ayah kandungnya sendiri...!


Bayangkan saja betapa terkejut dan hancurnya hati Andrew....!


Laki laki yang diketahui meninggal karena kecelakaan itu ternyata selama ini tewas dibunuh.Sesuatu yang sebenarnya sudah ia curigai sejak awal,namun ia berusaha untuk tetap berfikir positif.


Namun hari ini....seolah Tuhan membuka semuanya.Dugaannya selama ini tepat...!ayahnya mati karena dibunuh...!dan yang lebih mengejutkan lagi, sahabatnya lah tersangka nya...!meskipun laki laki itu mengatakan semua atas perintah Moreno,tapi di tangan Zack lah nyawa tuan Anggara melayang...!


Sungguh....ada rasa tak terima disana.Tapi ada satu perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata.Pengakuan Zack tentang perihnya kehidupan yang ia lalui setelah menghilang dari sekolah beberapa tahun lalu hingga saat ini berhasil menyentil hati nuraninya.Betapa laki laki itu harus hidup di bawah tekanan Moreno dengan bayang bayang keselamatan orang orang tersayang nya yang terancam jika menolak keinginan Moreno.


Entahlah....benar atau tidaknya ucapan Zack itu,semua masih perlu bukti.


Kini, sementara Zack masih di tahan.Karena dari bukti dan pengakuan Moreno serta beberapa anak buah lainnya mengatakan,bahwa Zack adalah orang kepercayaan Moreno.Namun pengakuan Zack dan beberapa anak buah lain yang mengatakan bahwa Zack juga korban dan tidak bersalah juga menjadi pertimbangan bagi polisi.


Kini pihak berwajib masih mengumpulkan bukti bukti lain.Termasuk menunggu gadis malang bernama Azizah yang kini masih kritis di rumah sakit itu sadar dari tidur panjangnya.Karena gadis itu juga lah saksi kunci atas masalah ini.


Livia datang dengan secangkir kopi untuk sang suami.


"sayang...."ucap Livia


Andrew menoleh lalu tersenyum.Livia duduk di sofa panjang itu,disamping sang suami.


"besok kita ke makam papa ya...."ucap Andrew.


Livia mengangguk.Ia mengarahkan tangannya mengusap pundak laki laki yang menjadi imam rumah tangga nya itu.Ia tahu betul bagaimana perasaan laki laki itu.Ia pasti sedih,kaget,dan tak percaya.Bagaimana bisa takdir menggariskan ayahnya mati ditangan sahabatnya sendiri??


"kamu yang sabar ya....mending sekarang kita doain papa...biar dia tenang di sana...toh pembunuhnya sekarang juga udah ketemu..."ucap Livia


"apa menurut kamu...Zack sama seperti Moreno?"tanya Andrew tanpa menoleh ke arah Livia.


Livia menghela nafas panjang.


"semua orang seiring berjalannya waktu dan keadaan seperti apa yang menimpa kehidupan nya,kamu bilang Zack dulu orang baik....kalau sekarang dia berubah,mungkin itu ada sebabnya.."ucap wanita itu.


"sayang....akan lebih baik kalau kita nunggu Zizah sadar dulu....biar dia yang menceritakan semua nya.Biar gimanapun dia pernah satu atap dengan Zack dan Moreno,dia pasti tau betul,seperti apa Zack dan Moreno itu..."ucap Livia.


Andrew mengangguk.


"apa Zack udah tau kalau orang terakhir yang dia bunuh itu adalah papa kamu?"tanya Livia lagi.


Andrew menggelengkan kepalanya.


"dia nggak tau....!dari dulu dia nggak tau yang mana papa aku karena papa sangat jarang ke sekolah,bahkan hampir nggak pernah..."ucap Andrew.

__ADS_1


Livia mengangguk.


"kamu yang sabar ya....jangan sedih terus aku ikut sedih kalau kamu gini terus..."ucap Livia.


Laki laki itu tersenyum.Ia meraih tubuh sang istri dan memeluknya lalu mengecup kening wanita tersayang nya itu.


...****************...


Sementara di tempat lain...


Di sebuah ruangan berjeruji besi yang dihuni beberapa pria.Laki laki gondrong itu duduk diam di pojok ruangan dengan mata nanar menatap lantai sel.Sejak masuk siang tadi hingga kini malam menjelang,Zack tak berpindah dari posisinya.Tak ada senyum,tawa,bahkan pergerakan dari tubuhnya.Ia hanya diam dengan pikiran yang entah memikirkan apa saja.


Azizah,Zia,dirinya sendiri...!


Inilah salah satu alasan mengapa Zack tak pernah lapor polisi meskipun ia berniat berontak.Karena ia sudah terlanjur basah...!ia sudah terlanjur masuk dalam permainan Moreno.Sindikat Moreno terendus polisi,itu artinya dirinya pun juga terancam di bui.Karena mau tak mau,suka tak suka,tangan Zack juga pernah menghabisi nyawa manusia,meskipun itu bukan kehendak nya.


Kini di dalam sel terbagi menjadi dua kelompok.Zack,Roky,Gio,Gibran dan Randy dalam satu kelompok,berseberangan dengan lima orang lainnya yang merupakan kelompok anak buah yang memihak pada Sedangkan para anak buah lain berada di sel terpisah.


Sejak tadi aura di dalam sel terasa panas.Kelompok Moreno tak henti menyalahkan tindakan bodoh kelompok Zack yang bisa bisanya ingin berontak pada sang tuan.Membuat kini sindikat mereka di endus polisi dan mungkin.... mereka akan mendekam di penjara ini dalam waktu yang cukup lama.


"sudah puas kalian semua?membuat kita semua akan membusuk di tempat ini?!"ucap salah satu anak buah yang berpihak pada Moreno yang diketahui bernam Yudi itu


"diem..!"ucap Roky dingin dengan sorot mata tajam.


Yudi tersenyum sinis.


"sok mau jadi pahlawan..! ujung ujungnya hanya menyusahkan...!"ucap Yudi lagi.


"eh... mulut lo bisa diem nggak sih?mending lo tidur deh daripada ngebac*t mulu bikin telinga gue sakit tau nggak lo...!!"ucap Roky kesal.Suasana makin tegang.Para anak buah yang kini terpecah jadi dua kubu itu saling menatap tajam penuh kebencian.


Yudi tertawa sinis.


"kenapa?apa sebenarnya kalian juga menginginkannya?mengingat wanita itu juga sangat cantik meskipun dia bisu...!aku yakin....kalian pasti juga mengincar tubuhnya..."ucap Yudi.


"ba*ot lu bisa diem nggak sih an*ing...!!"ucap Roky mulai naik darah.


Yudi tak mau kalah.


"sudah berapa kali kalian menikmati tubuhnya di tempat persembunyian nya?kalian main bertiga?bersama sama atau gantian?"tanya Yudi entang.


braaaaakkkkk........


Zack meninju jeruji besi itu dengan kuatnya.Laki laki itu bangkit dengan mata merah,wajahnya terlihat garang dengan otot otot leher yang terlihat jelas.Mendengar nama sang peri dilecehkan membuat emosinya naik.Wanita itu wanita terhormat...!wanita istimewa terlepas dari segala kekurangan yang ia miliki.Ia berani melawan sang Moreno demi menjaga kesuciannya...!ia tak terima nama Azizah di lecehkan oleh laki laki bermulut sampah itu...!


"jaga mulutmu...!atau aku akan merobeknya...!"ucap Zack dingin dan menyeramkan.Ia berjalan mendekati Yudi yang kini ikut bangkit seolah tak gentar dengan laki laki yang kemarin masih sangat ia hormati itu


"kenapa?memangnya salah ucapanku?"tanya Yudi menantang.Kini kedua pria itu berdiri berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.


"peri ku adalah wanita terhormat....!namanya tidak pantas disebut oleh mulut sampah seperti mulutmu...!!"ucap Zack dengan gigi gigi yang mengetat.Roky dan lainnya bangkit.Begitu juga anak buah di kubu Yudi.Mereka berdiri saling adu pandangan tajam seolah menentang duel satu dengan yang lainnya.


"peri??hahahahaaa......cuuuuiiiiihhhh...."ucap Yudi sambil meludah di akhir kalimatnya membuat Zack makin murka.Ia sudah mengepalkan tangannya bersiap untuk menghantam wajah Yudi.

__ADS_1


"mana ada peri yang bisu??"tanya Yudi merendahkan.Dan.........


.....


.....


.....


.....


buuuuuggghhhh......!!


pukulan keras menghantam wajah Yudi...!!laki laki itu jatuh tersungkur ke lantai dengan darah yang mengucur dari bibir dan hidungnya.


"lebih baik bisu daripada memiliki mulut yang tak berguna seperti mulutmu...!sekali lagi kau merendahkan nya,maka kau yang akan ku buat bisu....!!"ucap Zack murka sambil menunjuk nunjuk ke arah Yudi.


Laki laki itu bangkit.Ia tak terima dipukul oleh Zack.Kemudian dengan segera ia mencoba balik memukul wajah Zack namun laki laki itu berhasil mengelak.


Pertarungan pun terjadi.Dua kubu yang awalnya bersatu itu kini saling serang di dalam lapas membuat suasana menjadi sangat gaduh.Tak ada yang mau mengalah.Semua merasa benar.Keributan pun tak terelakkan.


Tiga orang sipir datang.Mereka masuk ke dalam sel dan melerai pertikaian antar dua kubu itu.


Zack dengan dada naik turun menatap tajam ke arah Yudi.Tatapan matanya bengis...!ia benci laki laki itu.


"jangan buat keributan...!ini penjara....!!!"ucap seorang sipir tegas.


"mereka yang mulai pak...!!"tuding salah satu anak buah yang memihak Yudi.


"anj*ng...!temen lu yang mulai bang*at....!!"ucap Gio ikut emosi.Ia kembali berusaha menyerang laki laki itu namun ditahan oleh petugas.


"sudah...!cukup...!jangan buat onar disini...!!sekali lagi kalian bikin keributan...akan ada sanksi untuk kalian...!"ucap Sang petugas dengan tegas.


Zack menepis tangan petugas yang sedari tadi memegangi tubuhnya.Ia menendangkan kakinya ke jeruji besi menyalurkan emosinya.


Setelah keadaan mulai tenang.Sipir keluar dari sel itu.Ia kembali mengunci nya dan meninggalkan para laki laki dewasa berjumlah sepuluh orang itu.


Suasana hening beberapa saat.Zack kembali melamun.Aksi lempar pandangan penuu kebencian kembali terjadi.Hingga.....


Seorang sipir datang bersama laki laki berbadan tegap yang nampak berjalan terpincang pincang.Semua mendongak ke arah pintu sel saat sang sipir membuka pintu itu dan menyuruh laki laki berkumis dan berjambang cukup lebat itu untuk masuk bergabung dengan Zack dan yang lainnya.


Saat itu juga dada Zack kembali naik turun...!Zack dan teman temannya menatap tajam ke arah laki laki yang baru keluar dari rumah sakit itu.Ya....itu Moreno...!


Pria itu baru keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan pada bagian punggung yang tertancap pisau dan betisnya yang terkena tembakan polisi.


Moreno duduk di samping Yudi.Laki laki itu lantas menyeringai.Ia menatap angkuh ke arah Zack yang nampak begitu sangat membenci nya.


Ya... mulai hari ini,mereka akan satu sel,sambil menunggu polisi mengumpulkan bukti bukti dan saksi yang nantinya akan dibawa ke persidangan.


...----------------...


***Selamat sore....

__ADS_1


up 15:13


yuk...mana dukungan nya...🥰🥰🥰***


__ADS_2