
Di sebuah toko kue.....
Sebuah mobil hitam yang dikendarai Roky sang supir nampak berhenti di halaman bangunan berlantai dua tersebut.Roky turun dari kursi kemudinya,ia berjalan mengitari mobil dan hendak membukakan pintu untuk sang tuan dan putranya,Adrian dan Angkasa,namun Adrian sudah terlebih dulu membuka pintu itu dan mengangkat tangannya rendah seolah mengisyaratkan 'tidak usah'
Roky hanya menurut.
Adrian turun dari mobil dan berjalan menuju toko di ikuti Angkasa di belakangnya.Sepasang ayah dan anak yang baru saja selesai pemotretan itu lantas masuk ke dalam bangunan tersebut.
cekleeekk.....
pintu terbuka.....
"selamat siang tuan...."suara itu mengalun dari bibir seorang gadis cantik berkulit putih dengan rambut panjang sepinggang,Zia.
Adrian tak peduli.Menolehpun tidak,namun justru dibelakang nya,Angkasa menatap tajam ke arah gadis itu dan seolah ingin menelannya hidup hidup.Zia yang menyadari tatapan mata Angkasa itupun seketika menunduk.Ia tak pernah melihat sorot mata remaja yang biasanya cerewet itu jadi nampak mengerikan seperti itu.
Tanpa berucap sepatah katapun,Angkasa ikut naik ke lantai atas mengikuti langkah papanya.
Zia nampak kesal namun juga takut.Ada apa dengan remaja itu?kenapa ia menatapnya seperti itu,seolah sangat membencinya.
Zia mencoba acuh.Ia kembali menjalankan aktifitasnya menunggu toko kue milik Dinda-Adrian itu.
Saat ia tengah sibuk dengan aktifitasnya,tiba tiba.....
kriieeeettt.....
pintu utama terbuka....
Seorang pria tampan berbadan tegap dengan kacamata hitam nampak masuk kedalam toko tersebut di ikuti seorang wanita cantik berkulit sawo matang yang nampak menggendong seorang bayi.
"selamat siang tuan...nyonya ..mau cari apa?"tanya Zia ramah.
Pria itu membuka kacamata hitamnya, memperlihatkan mata biru serigala yang indah namun terkesan penuh misteri.
"siang....saya mau cari yang punya toko...ada?"tanya sang pria,Zev alias Kyle,menantu Adrian Dinda.
Zia terdiam sejenak.Ia tak mengenal pria dan anak istrinya ini.Wanita itu nampak celingukan membuat Zev tersenyum santai.Ketika Zia tengah sibuk dengan pemikiran nya sendiri,tiba tiba....
"kak Nabil...."ucap seorang remaja putra yang nampak berjalan menuruni tangga.
Semua yang ada disana menoleh.
__ADS_1
"Angkasa..."ucap Zev.
Melihat kedatangan kakak,ipar serta keponakan nya,membuat Angkasa pun langsung berteriak...
"paaa....!!maaaaa.....!!!ada maung....!!!!"ucap remaja putra itu setengah teriak memanggil ayah dan ibunya.Nabila yang mendengar teriakan adik nya itu sontak saja reflek menutup telinga sang putra yang tengah tidur dalam gendongan nya.
"berisik banget sih lu bocah...!"ucap Nabila kesal.
Adinda dan Adrian yang mendengar teriakan Angkasa pun dengan cepat mendekati sang putra yang berada di anak tangga.
"adek kamu ngapain teriak teriak sih dek....?"tanya Adinda.
Angkasa tak menjawab.Ia mengangkat dagunya menunjuk ke arah Zev dan Nabila yang nampak berdiri di lantai bawah.
"Zev....kakak....kalian ada disini?"tanya Adinda.Wanita cantik itu pun dengan langkah cepat berjalan menuruni tangga di ikuti Adrian di belakangnya.Wajah keduanya nampak berbinar bertemu menantu,anak angkat serta cucu pertama mereka itu.
"ma....pa..."ucap Zev sang menantu lalu meraih punggung tangan Adrian Dinda itu dan mencium nya sebagai tanda hormat.Nabila pun melakukan hal yang sama.
Angkasa pun ikut mendekat.Ia meraih punggung tangan ipar dan kakaknya itu dan menciumnya juga sebagai tanda hormat.
"kalian kok nggak bilang bilang kalau mau kesini?"tanya Dinda.
"sengaja ma....biar ada kejutan..."ucap Nabila.
"eeh...cucu oma..."ucap Dinda begitu bahagia.Tangannya tergerak meraih tubuh Tiger yang terlelap.
"aduh mama....ntar dia nangis...."ucap Nabila mengingatkan.Pasalnya Dinda berhijab saat ini,sedangkan Tiger selalu menangis jika melihat wanita berhijab atau berkacamata.
"apa sih kak....kamu pikir mama nggak bisa gendong bayi apa?"tanya Adinda ngeyel.
Wanita tiga puluh empat tahun itu lantas meraih sang cucu.Digendongnya bayi laki laki tersebut membuat sang bocah yang sedang terlelap pun menggeliat.Adinda menepuk nepuk bokongnya sambil menimang nimang sang cucu.Tangan mungil putih bersih bocah itupun tergerak,mencari sesuatu di area dada orang dewasa itu.Tiger makin menggeliat,tak menemukan apa yang ia cari bocah berbaju motif macan itupun membuka matanya.
"hai ganteng....cucunya oma..."ucap Adinda sambil tersenyum ke arah Tiger.
Bocah itu diam tak bergerak.Matanya menatap wajah cantik yang kini tengah menggendong nya itu dengan raut wajah yang sulit ditebak.
"sayang ....ganteng nya oma...."ucap Adinda lagi mencoba memancing reaksi sang cucu.
Tiger tak bergerak,bibirnya kini bahkan mulai membentuk lengkungan ke bawah dan bergerak gerak seolah hendak mengeluarkan suara khasnya yang lantang.
Adinda masih mencoba menghibur sang cucu,namun......
"hwaaaaaahahahhahaaaa........hwaaaaaaaaaaa.......!!!!!!”
__ADS_1
tangisan itu pecah.Tiger menangis meraung raung di dalam gendongan sang nenek membuat wanita itupun kaget dan bingung.
Adinda menimang nimang lagi cucu pertama nya itu.Namun Tiger tak mau diam.Ia terus menangis sejadi sejadinya memebuat Dinda makin bingung.
Nabila mendekat.Diraihnya tubuh putranya itu dan kembali menggendongnya.Tangan Tiger tergerak mencari sesuatu kesukaan nya.Rambut panjang ibunya.Berhasil menemukan yang ia cari,bocah itupun perlahan mulai tenang dan perlahan kembali terlelap.
Adrian terkekeh sambil menggelengkan kepalanya menyaksikan ulah sang cucu.Membuat sepasang mata yang diam diam mencuri pandang disana nampak terpesona oleh tawa pria empat puluh lima tahun itu.
"udah...kamu nggak bisa....kamu pawang singa bukan pawang macan...."ucap Adrian sambil merangkul pundak sang istri yang nampak kecewa.
"kita ke atas yuk....kita ngobrol di atas..."ucap Adrian.Istri anak dan menantu Adrian pun mengangguk.Keluarga bahagia itu lantas naik ke lantai atas untuk menghabiskan waktu bersama.
"Zia...tolong bikinin minum buat kami ya..."ucap Adinda lembut pada karyawannya itu.
"baik buk..."jawab Zia.
Adrian Dinda Zev Nabila dan Tiger berjalan beriringan sambil.berbincang bincang.Tanpa mereka sadari,ada satu anggota keluarga mereka yang masih tertinggal dan tak ikut naik ke lantai atas.
Ya ...Angkasa.Ia masih berada di ujung bawah tangga.Sedari tadi fokus matanya tertuju pada sesosok mata wanita yang diam diam selalu mencuri pandang ke arah papanya sambil senyum senyum sendiri.
Entah sadar atau tidak,namun Adrian seolah tak pernah sudi menengok ke arah wanita itu.
Angkasa masih diam mematung dengan tangan yang dilipat di depan dada.Zia yang menyadari jika sedang diperhatikan sejak tadi pun menunduk.Ia lantas berjalan menuju dapur untuk melaksanakan perintah dari Adinda untuk membuat minum.
Sorot mata Angkasa makin tajam.Dengan langkah tenang dan tanpa suara,ia menuju dapur mengikuti langkah Zia.
Apa yang akan remaja itu lakukan??
.
.
.
Lanjut nanti siang/malam....
...----------------...
***Selamat pagi....
up 04:07
yuk....dukungannya dulu..😍🥰🥰***
__ADS_1