Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan Puluh Satu


__ADS_3

Daaaaaggghhhh......


Zack mendobrak pintu kayu itu dengan sekuat tenaganya.Betapa besarnya kekuatan yang Zack miliki,hanya dengan sekali hantaman tubuh,pintu itu langsung roboh, memperlihat kan dua manusia yang tengah berada di dalam gudang berisi peralatan perbengkelan itu.


Matanya menajam saat itu juga.Dilihatnya di sana Zizah dan Heru sedang berada dalam satu ruangan.Heru yang kini sudah bertelanjaang dada nampak menindih tubuh ramping Zizah.Pipi wanita itu basah,rambutnya acak acakan,jaket jeans sudah tergeletak mengenaskan dilantai,sedangkan rok hitamnya sudah tersingkap memperlihatkan kain merah pembungkus salah satu organ intimnya.


Ya....Heru mencoba memperk*sa Zizah,namun nyatanya sudah hampir setengah jam mereka berdua berada di gudang itu tapi Zizah belum juga berhasil ia lumpuhkan.Wanita itu terus mengelak sekuat yang ia bisa.Dan baru saja Heru mulai berhasil menguasai wanita itu di bawah tubuhnya,pintu gudang sudah di dobrak.Zack datang mengacau kan segalanya.


"Za.....aa....."ucap Zizah sambil menangis seolah meminta tolong.Tenaganya sudah hampir habis melawan pria buncit itu.Ia sesenggukan di bawah tubuh subur pria beristri dua itu.


Zack bergemuruh.Tangannya mengepal, kepalanya tertunduk namun dengan sorot mata yang menajam menatap penuh dendam ke arah Heru.


Laki laki itu mengerang.Suara erangan yang terdengar bak harimau lapar yang melihat santapan lezat tepat di hadapan nya.


Suasana gudang itu seolah mendadak berubah jadi mengerikan.Aura iblis menyeruak dari dalam tubuh Zack.Pemuda putus sekolah itu di usik.Pria baik hati yang sedikit banyak ikut terkontaminasi jiwa iblis sang Moreno yang agung itu seolah dibangunkan secara paksa dari tidur panjangnya.


Zack melangkah dengan tenang.Dengan tatapan mata yang tak berubah,dengan aura iblis yang begitu mengerikan, laki laki itu mengayunkan kakinya mendekati dua manusia yang saling tindih itu.


Heru bangkit.Zizah dengan cepat meringsut lari dan mengambil jaket jeansnya untuk berlindung.


Heru kini nampak panik.Ia ngeri melihat perubahan sikap anak buahnya yang sangat drastis itu.Zack seolah tak bisa lagi dikenali.Rambut panjang nya yang sebagian terurai ke depan menutupi wajah tampannya menambah kesan seram dan mengerikan dari dalam diri pria tersebut.


"mau apa kau?!jangan macam macam dengan ku..!aku bos mu...!!"ucap Heru.


Zack menyeringai di balik helaian rambutnya...


"aku haus...."ucap Zack begitu dingin.


Zizah ikut merinding.Untuk kali pertamanya ia melihat Zack seperti ini.Ia memang mengenal Zack gampang sekali berubah sikap.Ia juga mengenal Zack sebagai sosok tangan kanan Moreno yang sudah pasti akan sedikit banyak terpengaruh dengan sifat dan kebiasaan Moreno,tapi ia tak menyangka,jika laki laki itu ternyata bahkan lebih mengerikan dari Moreno jika sedang murka.


Zack makin mendekati Heru.Suara erangan bak harimau lapar itu masih terus terdengar.Tanpa senjata,dengan tangan kosong,namun hal itu berhasil membuat Haru ketakutan setengah mati.Bukan Zack yang kini mendekatinya itu...tapi laki laki jelmaan iblis yang begitu mengerikan.


Heru terus bergerak mundur,ia mengambil sebuah martil yang tergeletak di salah satu rak besi yang berada di gudang itu.


Dengan tubuh bertelanjang dada memperlihatkan perut buncitnya yang bergelambir ia maju mencoba menyerang Zack.Namun alih alih mengenai pria itu dan melukainya.Heru justru jatuh tersungkur ke lantai gudang saat Zack dengan mudahnya berhasil mengelak dari serangan abal abal pria beristri dua itu.


Kakak kandung Zia itu berbalik badan.Ia kembali mengarahkan pandangannya tajam ke arah Heru yang jatuh tersungkur.

__ADS_1


Heru bangkit,masih dengan martil yang tadi jatuh ke lantai,ia kembali menyerang Zack.Laki laki gondrong itupun meladeninya dengan sangat tenang.Aksi menyerang dari Heru dan mengelak dari Zack pun berlangsung.Jono yang sedari tadi berdiri di depan pintu gudang pun ikut maju.Ia ikut membantu sang bos yang mulai kewalahan memberi pukulan demi pukulan kepada laki laki yang terlihat dingin dan mengerikan itu.


Pertarungan antara Zack melawan Jono dan Heru pun berlangsung.Zack hanya menanggapi serangan demi serangan dari dua pria paruh baya itu dengan santai.


Cukup lama ketiga pria itu bertarung.Merasa sudah cukup bermain main,Zack pun kini memulai serangannya.Dengan sangat cepat dan cekatan ia menggerakkan tangan,kaki,siku,lutut,dan kepala nya memberikan hantaman demi hantaman untuk Jono dan Heru yang sudah mulai kelelahan.


Zack bergerak bak orang kesetanan.Ia meninju, menendang,adu kepala,semua gerakan ia lakukan membuat dua pria itu pun tak berdaya melawan aksi Zack Andreaz


Tak lama, keduanya jatuh ke lantai dengan lebam di sekujur tubuhnya.Darah mengucur dari berbagai sisi wajah dan tubuhnya.Kedua pria itu memohon ampun pada Zack Andreaz namun sepertinya Zack belum puas.


Laki laki itu menggerakkan tangannya.Mengambil sebuah dongkrak mobil yang berada di bagian bawah rak besi itu.


Heru dan Jono meringsut mundur penuh ketakutan.Zizah yang sedari tadi berlindung di pojok ruangan melotot sambil membuka matanya.Apa yang akan laki laki itu lakukan??


"Zack...!ampun...!jangan apa apakan kami...!"ucap Heru ketakutan.


"Zack maapin gue...!ampun...!!gue nggak akan gangguin lu lagi...!gue minta maaf...!"ucap Jono mengimbuhi


Zack menyeringai.


"aku tidak butuh maaf"ucapnya dingin dan mengerikan.Ia benar benar tak seperti Zack yang dikenal banyak orang.


"aku hanya ingin melihat mayat kalian...!!!!"ucap Zack sambil membentak di akhir kalimatnya.Laki laki itu mengangkat dongkrak di tangannya dan hendak menghantamkan nya pada Jono dan Heru.Kedua pria itu sudah saling berpelukan saking takutnya.Zack sudah mengangkat dongkrak itu.Nyawa Jono dan Heru sudah diujung tanduk.Namun tiba tiba...


seeeeetttt......


Azizah berlari lalu memeluk tubuh tegap laki laki itu membuat Zack pun seketika itu juga menghentikan pergerakan nya.


"Ja....a....."ucap Zizah sambil menangis.


Dada Zack bergetar.


"minggir peri..."ucap laki laki itu tanpa menurunkan tangannya.Wajahnya bahkan tak mau menoleh ke arah wanita cantik itu.


"Ja....a...."ucap Zizah lagi.Andai ia bisa berucap,ia ingin mengingatkan laki laki itu.Zack masih tahanan kota,segala tindak tanduk dan perbuatan nya masih dalam pengawasan kepolisian.Jika ia melakukan satu lagi tindakan kriminal,maka bisa dipastikan,polisi akan kembali menggiringnya masuk ke dalam jeruji besi.


Zack masih diam seribu bahasa dengan tangan mengangkat dongkrak mobil itu.Tubuhnya menegang,kaku bak patung beton yang kokoh.Emosi menguasai dirinya.Ia tak terima wanita tersayangnya yang sangat ia jaga,ia lindungi,ia sayangi kembali direndahkan oleh pria pria berotak sampah seperti Heru dan Jono Cukup Moreno sebagai satu satunya binatang yang pernah mencoba melecehkan Zizah.Ia tak mau ada laki laki lain melakukan hal yang sama pada peri nya.

__ADS_1


Dada Zack terlihat naik turun.Sakit hati dan tak terima dengan apa yang terjadi pada Zizah.


Azizah mendongak.Tangannya tergerak menangkup wajah Zack yang sedari tadi tak mau menatapnya.


"Za...."ucap Zizah lirih sambil menangis.


Zack tak bergeming.Antara benci dan sakit hati,semua bercampur jadi satu.Ia benci dua laki laki ini.Dan ia sakit hati melihat mereka melakukan hal hal tak pantas pada calon istrinya itu.


Zizah sedikit berjinjit.Ia ingin mensejajarkan wajahnya dengan wajah Zack namun sulit lantaran postur tubuh Zack yang tinggi tegap sedangkan ia mungil ramping.


"to..o..ja...an....."(tolong jangan) ucap Zizah memohon pada sang kekasih.Ia tak mau Zack masuk penjara lagi.Ia terlalu takut akan hal itu.


Cukup lama Zizah memohon, mencoba meluluhkan hati Zack yang dipenuhi kebencian.Akhirnya laki laki itu perlahan melunak.Ia menurunkan dongkraknya.Dengan tatapan mata yang masih menatap tajam ke arah Heru dan Jono yang ketakutan ia memeluk tubuh Zizah dengan satu tangannya.Mengecup kening wanita itu tanpa mengubah arah pandangnya,sedangkan satu tangan nya masih setia memegang dongkrak mobil itu.


"aku akan melakukan apapun untuk melindungi orang yang ku sayangi.Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dan membuat wanitaku menangis...!"ucap Zack dengan sorot mata penuh kebencian ke arah Jono dan Heru.


"ingat tua ban*ka...!aku bersumpah!akan ku kejar kalian sampai ke pintu neraka jika kalian masih berani mengusik ketenangan ku... akan ku habisi nyawa kalian satu persatu...!ku kuliti tubuh kalian..!ku lemparkan tulang tulang kalian sebagai santapan anji ng anji ng jalanan...!!kalian sudah salah memilih lawan...!aku bukan manusia lemah seperti yang kalian bayangkan....!!!"


daaaaaggghhhh.......


Zack mengikrarkan sumpah nya.Dibarengi dengan terlemparnya dongkrak mobil itu ke samping tubuh Heru membuat Jono dan Heru pun terlonjak kaget ketakutan.


Zack mencium lagi pucuk kepala Zizah.


"kita pulang sayang..."ucap Zack lembut.


Zizah mengangguk.Keduanya pun lantas pergi meninggalkan tempat itu.Namun sebelum nya.


buuuuuggghhhh....


buuuuuggghhhh....


Zack menghantam wajah Heru dan Jono sekuat tenaga secara bergantian.Keduanya pun pingsan.Zack dan Zizah pun keluar dari gudang tersebut dan bergegas untuk pulang.


***Selamat siang....up 13:19..


yuk..dukungan dulu 🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2