Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Dua Puluh


__ADS_3

Pagi menjelang....


Kegiatan para pelayan dan anak buah tuan Moreno sang ketua sindikat pembunuh bayaran itu berjalan dengan semestinya.Pagi ini, gadis dengan seragam paling berbeda dari pelayan lainnya itu sudah bersiap di depan cermin.Ia sedikit menurunkan rok nya yang terlalu pendek itu agar paha putihnya tak terlalu terekspose jelas.Azizah yang sudah rapi pun keluar dari kamarnya dengan note book yang ia masukkan di kantong depan seragamnya.


Diluar masih gelap dan dingin karena baru lepas subuh.Azizah pun berniat untuk segera menuju dapur rumah itu.Baru selangkah dari kamarnya,tiba tiba....


"Zizah...."ucap seorang wanita memanggil gadis tuna wicara itu.Azizah pun berbalik badan,menoleh ke arah wanita paruh baya tersebut.Bu Rahmi..!


Bu Rahmi mendekati wanita itu.


"nih....buat kamu....buat tidur biar nggak dingin..."ucap Bu Rahmi sambil menyodorkan beberapa potong pakaian yang cukup tertutup untuk wanita itu.Ya...Azizah memang hanya punya tiga setel seragam dan satu sweater serta celana panjang pemberian salah satu karyawan disana.Selain itu ia tak punya apa apa lagi.


"kamu pakai ya....kemarin Zack minta tolong ibuk buat beliin baju buat kamu pas ibu belanja ke pasar.."ucap Bu Rahmi dengan suara se pelan mungkin agar tak ada yang mendengar.Ya...berbuat baik menolong sesama seolah menjadi hal yang harus sangat dirahasiakan di tempat ini.Karena jika sang tuan yang tak berkenan mengetahui nya,tamatlah riwayat mereka.


Azizah pun menerima nya.Ia menatap sejenak pakaian pakaian itu.Lagi lagi Zack berbaik hati padanya meskipun secara sembunyi sembunyi.Padahal ia tangan kanan Moreno,orang kepercayaan pria keji itu.Zizah jadi makin yakin bahwa pria itu sebenarnya orang baik.


Azizah tersenyum.Ia kemudian membungkuk pertanda berterima kasih.


"kamu simpen ya....kalau tuan Moreno tau atau mergokin kamu pakai baju itu...bilang aja dari ibuk,baju yang dikasih ibuk....jangan sebut nama Zack....yaaa...."ucap Bu Rahmi lirih mewanti wanti.Azizah mengangguk paham.Ia pun kembali masuk ke kamar dan meletakkan baju baju itu di dalam lemari plastik yang tak terlalu tinggi di kamar tersebut kemudian segera keluar lagi dan menuju dapur rumah mewah kediaman Moreno.


Sesampainya di dapur,ternyata bu Rahmi sudah sampai terlebih dahulu.Ia sudah bersiap untuk mengolah sarapan pagi untuk para anak buah Moreno.Pelayan yang lain juga sudah mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


Azizah mendongak menatap lantai dua.Moreno sepertinya masih tidur.Mungkin akan lebih baik jika ia segera naik ke lantai dua dan menunggu di depan pintu kamar pria itu sampai sang tuan bangun.


Azizah bergegas naik ke lantai dua.Saat menaiki tangga,ia berpapasan dengan Zack.Pria dengan rambut gondrong terurai itu sudah rapi dengan celana dan kaos hitamnya yang dibalut dengan jaket kulit berwarna senada.Tak lupa,ransel hitam juga terselampir di pundak kirinya.

__ADS_1


Ya....Zack sepertinya akan pergi hari ini, sesuai perkataan pria itu kemarin,bahwa hari ini ia tak akan berada di rumah ini seharian.


Azizah menunduk,ia tau Zack peduli padanya dengan cara sembunyi sembunyi,maka ia akan mengikuti permainan Zack.Ia akan bersikap diam pada pria itu jika berada di rumah ini.Selayaknya ketika Zack sedang bersama Moreno.


Zack menuruni tangga dengan mode dinginnya.Azizah menaiki tangga sambil menunduk,saat sampai di tengah tengah tangga,keduanya berpapasan.


seettt.....


Zack meraih ujung telapak tangan Azizah,mengusapnya lembut sejenak dengan jarinya lalu melepaskannya tanpa menoleh sedikitpun.Ia menatap lurus ke depan seolah tak melakukan apapun.Begitupun Azizah,ia terus menunduk walaupun ia merasakan tangan pria itu mengusap lembut jari jari tangannya.


Azizah deg degan lagi masih dalam posisi menunduk.Pria itu selalu bisa membuatnya salah tingkah.Jantungnya berdegup kencang,seutas senyum terbentuk dari bibirnya yang terus menunduk.Begitupun Zack yang kini sudah berjalan menuju pintu keluar.


Azizah terus melangkah menuju lantai dua.Ia kemudian berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding di samping pintu kamar Moreno sembari menunggu sang tuan yang agung itu bangun.


...****************...


ceklekkk..


pintu kamar terbuka...


Seorang wanita berpenampilan super sexy keluar dari kamar pria empat puluh tahun itu.Sepertinya itu adalah wanita malam yang menemani Moreno malam ini.Terlihat dari bercak bercak merah di sekujur leher hingga dadanya yang terekspose bebas membuat Zizah menunduk malu sendiri menyaksikan hal itu.


Sang wanita itupun acuh.Ia dengan lembaran uang seratus ribu yang cukup banyak di tangannya itu melenggang pergi,tak peduli dengan keberadaan Azizah yang terlihat risih menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"apa yang kau lihat?"

__ADS_1


Suara dingin itu berhasil membuat Zizah terlonjak kaget.Ia pun dengan cepat berbalik badan.Dilihatnya Moreno sudah berdiri di depan pintu dengan hanya mengenakan boxer putih.Memperlihatkan bentuk tubuhnya yang kekar dengan bulu bulu halus menghiasi area dada hingga perutnya.


Azizah menunduk takut.


"aku mau mandi..."ucapnya dingin.


Azizah mengangguk.Moreno pun masuk ke dalam kamar nya di ikuti Azizah di belakangnya yang langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan air mandi dalam bathtub untuk sang tuan.


Moreno mengikuti dibelakang membuat wanita itu kembali memasang mode awas.


Azizah mulai mengisi bathtub dengan air,Moreno menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi tanpa melepaskan pandangannya dari wanita manis dengan seragam mini itu.


"bersiaplah...aku akan membawamu pergi denganku setelah ini.."ucap Moreno.


Azizah menghentikan pergerakan nya.Ia menoleh ke arah sang tuan dengan raut wajah penuh tanya.Ada setitik kekhawatiran di sana.


Pergi?kemana?


Ribuan pertanyaaan mulai berkecamuk di dada Azizah.Ia takut.Kemana pria itu akan mengajaknya pergi?


...----------------...


***Selamat sore....


up 16:10

__ADS_1


yukk...kasih dukungan dulu***


__ADS_2