
Hari berganti hari....
Kini polisi tengah bekerja keras untuk mengusut kasus sindikat pembunuh bayaran yang cukup besar ini.Melakukan penggeledahan dan mengumpulkan barang barang bukti serta saksi dari kediaman Moreno.Menggali lagi semua informasi dan data tentang siapa saja yang terlibat dalam kasus ini serta siapa saja korbannya.
Selain itu,polisi juga akan memeriksa keluarga dari Tari,tante Azizah yang menurut keterangan dari Zack mereka berperan dalam hal menyerahkan sang gadis malang yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit itu sebagai gadis penjamin hutang salah satu anaknya,Reza.Tidak menutup kemungkinan, keluarga itu juga akan terseret nantinya.Mengingat menurut penuturan Zack dan Ammar,kedua saudara kandung itu sering mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari keluarga itu bahkan sejak usia Zizah masih dibawah umur.
Sementara di rumah sakit,terhitung tiga hari sejak peristiwa penggrebekan di rumah Moreno, hingga kini Azizah masih berada dalam kondisi kritis.Peluru yang mengenai punggungnya sudah berhasil di angkat,namun kondisi sang gadis malang hingga kini masih belum sadarkan diri.
Setiap hari,Ammar selalu berada di rumah sakit menunggu sang gadis malang ditemani oleh Zia.Gadis itu juga ikut menemani Ammar menjaga Azizah sesuai permintaan sang kakak sebelum digiring polisi ke penjara.Selain itu,Andrew dan Livia juga sering datang ke sana untuk melihat kondisi wanita mantan pembantu rumah tangganya yang sudah mereka anggap seperti keluarga sendiri.Sepasang suami istri itu memang sangat baik.Mereka bahkan dengan suka rela membiayai semua biaya rumah sakit Azizah.Benar benar berhati mulia..
Siang ini....
Di kantor polisi tempat dimana Moreno dan anak buahnya ditahan...
Seorang petugas berpenampilan gagah datang mendekati sel tempat dimana Zack,Moreno serta beberapa anak buah lainnya ditahan.Pria bertubuh tegap itu datang dengan membawa nasi cadong (jatah makan para tahanan) untuk para pria penghuni hotel prodeo itu.Nasi dengan lauk pauk sederhana beralaskan wadah plastik itu pun diterima oleh para tahanan kasus pembunuhan serta perbudakan tersebut.
Roky menyerahkan jatah makan Zack.Pria yang lebih banyak menghabiskan waktu di pojok ruangan dengan melamun itu pun menerima nya dengan raut wajah datar.Makin hari penampilan Zack makin tak karu karuan.Rambut gondrongnya makin tak terawat dengan jenggot dan kumis yang mulai tumbuh.Ia seolah tak memiliki semangat hidup di dalam penjara yang menjadi dinding pembatas antara dirinya dengan orang orang tersayang nya kini.
Zack meraih sendok plastiknya menatap malas nasi putih dengan tahu,serta sayur berwarna pucat yang menjadi lauk makan nya pagi ini.Ia kemudian menyendok nasi itu dan berniat untuk memakannya,namun tiba tiba....
buuuuuggghhhh.....
Sebuah kaki kokoh menendang wadah plastik itu kesamping membuat jatah makanan Zack pun terlempar dan semua isinya jatuh ke lantai.Zack mendongak ke atas.Dilihatnya pria berewokan cukup lebat itu tersenyum angkuh sambil mengunyah makanan dimulutnya.Sedangkan tangan kiri nya memegang wadah makanan dan tangan kanannya memegang sendok.
Itu Moreno...!
Laki laki itu seolah tak pernah berhenti mencari gara gara dengan Zack selama berada di dalam sel.
"maaf"ucap Moreno enteng.
Zack bangkit masih dengan raut wajah datar.Moreno tersenyum sinis melihat wajah sang mantan tangan kanan kanannya itu.
Situasi di dalam sel mendadak panas.Para anak buah lain mulai memasang mode awas mana kala dua pria itu kini berdiri saling berhadap hadapan dengan raut wajah tak mengenakkan.
"maksud lo apa?"tanya Zack dingin tanpa hormat.
Moreno tersenyum sinis.
"sopan sekali cara bicaramu sekarang"ucap Moreno.
Zack mengangkat satu sudut bibirnya.
"emang siapa lo harus di hormati?"ucap Zack berani.
daaaaaggghhhh.......
Zack menampik wadah plastik di tangan Moreno,membuat makanan yang baru di makan satu sendok itu pun jatuh terpelanting ke lantai.
Moreno menatap tajam ke arah Zack.Laki laki gondrong itu tak gentar.
__ADS_1
"nyalimu besar juga anak muda..."ucap Moreno.
"emangnya apa yang harus gue takutin dari lo?lu yang mulai....gue cuma ngeladenin lo aja..."ucap Zack menantang.Sungguh...ia muak dengan laki laki itu.Zack tak pernah mengusiknya selama dipenjara,tapi laki laki itu seolah suka sekali membuat masalah dengan Zack.
Moreno yang angkuh pun tak suka.Dengan satu gerakan kasar ia meraih kerah leher Zack dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh pria berambut gondrong tersebut.
Roky bangkit disusul Gio cs.Begitu pula Yudi dan anak buah Moreno lainnya
"eh....lu nggak usah bikin gara gara lagi deh....!!"ucap Roky kesal.Moreno tak peduli.
"berani kau bicara seperti itu padaku bocah tengik?!"tanya Moreno dengan gigi yang mengetat..Zack tersenyum sinis.Ia kembali menampik tangan besar itu.
"lu bukan penguasa lagi disini...!jadi nggak usah sok merasa jadi orang paling kuat...!gue nggak takut sama lo..!"ucap Zack tanpa gentar.
Moreno mengepalkan tangannya.Amarahnya naik.Laki laki dihadapan nya itu benar benar membuat nya meradang.Berani sekali ia bicara seperti itu pada sang Moreno yang agung.
Moreno menatap bengis ke arah Zack.Dengan satu gerakan ia mengangkat tangannya dan hendak melayangkan tinjuan ke wajah Zack.Namun.....
"heeeeiii.....heeeeiiii.... heeeeiiii.....!!!apa apaan ini?!mau buat keributan apa lagi kalian....!!!"ucap seorang sipir berseragam biru sambil memukul mukulkan tongkatnya ke teralis besi penjara itu.Moreno pun menghentikan pergerakan nya.Kepalan tangannya berhenti di udara.Ia menatap penuh dendam kearah Zack yang kini tersenyum angkuh ke arah Moreno.
"saudara Zack Andreaz...!ada yang ingin bertemu...!!cepat keluar...!"ucap sang petugas.
Zack menoleh.
"siapa?"tanya Zack.
Zack mengangguk.Ia menatap angkuh ke arah Moreno,lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk menemui Zia,adik tersayang nya yang setiap hari selalu datang mengunjunginya selama berada di dalam penjara.
Zack yang dikawal sipir pun melangkah menuju ruang tunggu dimana Zia sudah berada disana.Dilihatnnya di ruang tunggu yang cukup luas itu,Zia sudah duduk di salah satu kursi panjang dengan sebuah tas bekal di sampingnya.
Zia bangkit...
Zack mendekat,sepasang kakak beradik itu lantas menghamburkan pelukan masing masing.Zack memeluk erat gadis kecil kesayangan nya itu sambil mencium dan menghirup aroma sampo pada rambut hitam Zia Adara.Ia sangat menyayangi gadis cantik itu.
"Zia kangen kak..."ucapnya.
Zack tak menjawab.Ia terus mendekap tubuh ramping itu.Zia lah salah satu semangatnya.Untuk Zia lah Zack selalu berusaha kuat.
Cukup lama mereka saling memeluk,Zack kemudian melepaskan dekapannya pada tubuh sang adik.Keduanya lantas duduk di satu kursi panjang disana dalam posisi berdampingan.
"kamu kesini sendiri lagi?"tanya Zack.
"emang mau sama siapa lagi kak?"tanya Zia sambil tersenyum.
Zack membalas senyuman itu dengan senyuman manis.
Zia mengamati wajah sang kakak.Kantung mata laki laki itu terbentuk sangat jelas.Wajahnya terlihat kusut,rambut gondrongnya terlihat tak terawat.Penampilan Zack benar benar kacau selama di penjara.
"kakak udah makan?"tanya Zia.
__ADS_1
Zack menggelengkan kepalanya.Zia tersenyum lagi.Ia kemudian membuka tas bekal di sampingnya lalu mengeluarkan sebuah kotak nasi berisi lauk pauk kesukaan Zack.
"aku masak lagi buat kakak hari ini...kakak makan dulu ya...."ucap Zia..
Zack mengangguk.
Gadis itupun mulai menyuapi sang kakak dengan makanan di tangannya dengan telaten.Zack pun menerimanya.Ia masih beruntung punya adik se perhatian dan se sayang ini padanya.
Ketika tengah asyik makan,tiba tiba....
"Zizah apa kabar dek?"tanya Zack.
Zia terdiam.Ia menatap lembut ke arah sang kakak.
"belum sadar kak.."ucap Zia.
"apa terjadi hal fatal pada dia.?"tanya Zack.
Zia tersenyum.
"enggak kok....kata dokter Azizah baik baik aja..."ucap Zia.
Zack menunduk.Lagi lagi rasa bersalah menyerangnya.
"kakak nggak usah khawatir.Aku selalu jagain dia kok,sesuai perintah kakak...."ucap Zia.
Makan terus berlanjut....
"oh ya....kemarin polisi itu dateng ke rumah sakit,dia jengukin Azizah....ternyata polisi yang bawa kakak kemarin,itu adalah majikannya Zizah loh kak...."ucap Zia
"oh ya...?"tanya Zack.Zia mengangguk.
"dia juga nanya nanya gitu ke Ammar, tentang kejadian yang sebenarnya selama mereka hidup sama tantenya,selama Zizah ikut Moreno,sampai selama mereka berada di tempat persembunyian...kayaknya polisi mulai cari cari bukti dan saksi deh kak.."ucap Zia.
Zack mengangguk.
"mudah mudahan aja polisi mau bebasin kakak...."ucap Zack.
"amin....kita sama sama doa ya kak....jangan berhenti ibadah walaupun kakak berada di penjara..."ucap Zia.
Zack hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
...----------------...
Selamat pagi...
up 05:20
yuk....dukungan dulu yukkk..🥰🥰
__ADS_1