
Pagi menjelang,
Di rumah kediaman keluarga Adrian Tama....
Adinda tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya dibantu seorang art di sana.Wanita dewasa yang masih terlihat cantik walau sudah punya satu cucu itu kini nampak menata beberapa piring di atas meja yang akan digunakan sarapan oleh putra dan suaminya.
Tak lama,Adrian turun dari lantai dua dengan hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.Ia mendekati istri tersayang nya itu lalu mengecup kening sang istri sebagai ucapan selamat pagi.
"morning...."ucapnya.
Adinda tersenyum,lalu mencium pipi suaminya itu singkat sebagai balasan atas ucapan selamat pagi dari Adrian.
Laki laki itu hanya tersenyum.Ia lantas mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan itu.
"Angkasa mana?"tanya Adrian.
"masih di kamarnya mas...."ucap Adinda.
"bentar ya .....aku panggilin...."ucap Dinda.
Adrian hanya mengangguk.Wanita itu lantas naik ke lantai dua untuk menuju kamar sang putra dan mengajaknya sarapan.
Adinda sampai di depan pintu kamar remaja enam belas tahun tersebut.Baru saja hendak mengetuk pintu,tiba-tiba....
ceklekk.....
pintu terbuka dari dalam.Seorang remaja berhoodie nampak keluar dari dalam kamar dengan setengah berlari.Ia bahkan seolah tak melihat sosok ibunya yang berdiri di depan pintu kamar itu.Ia nyelonong saja hendak berlalu pergi dengan terburu buru.
"eeeeh.....adek kamu mau kemana?"tanya Adinda menghentikan langkah Angkasa.
Angkasa menoleh.
"ma...aku mau pergi dulu buru buru...!"ucap Angkasa sambil berbalik mendekati sang ibu lalu mencium tangannya.
"eeehhh... tunggu dulu...!kamu mau kemana?"tanya Adinda lagi kembali menghentikan langkah putranya.
"ma....aku harus kerumah sakit...!"ucap Angkasa lagi terlihat panik.
"ngapain?"tanya Dinda.
"ma ...Bintang...!!"ucap Angkasa.
"Bintang kenapa?"tanya Dinda.
"Semalem Bintang masuk rumah sakit...Angkasa harus kesana ma....."ucap Angkasa lagi terlihat begitu panik dan gelisah
"kamu tenang dulu dek.....jangan panik kayak gini...kita turun dulu...kita ngobrol di meja makan....papa udah nungguin di sana...."ucap Adinda.
"tapi maaa..........."
"adek....di rumah sakit itu ada jam besuk...kita nggak bisa sembarang jenguk pasien dek...udah deh kamu sarapan dulu....kita turun ya...."
"tapi mamaaa....." ucap Angkasa merengek.
"Angkasa....."ucap Dinda mulai tegas.
__ADS_1
Remaja itu akhirnya diam.Ia pun menurut dan akhirnya turun ke bersama sang mama untuk sarapan.
.
.
.
.
Di meja makan....
Adrian dan Dinda sesekali melirik ke arah sang putra yang nampak tak semangat.Remaja itu hanya memainkan piring dan sendok di hadapannya hingga menimbulkan bunyi bunyian yang mengusik pendengaran keduanya.Angkasa terlihat begitu lesu.Mendengar berita pujaan hatinya masuk rumah sakit karena ada yang berusaha mencelakainya sukses membuat Angkasa tak tenang pikiran nya.Raganya ada disini,namun pikirannya tengah berada jauh disana bersama sang pujaan hati,Bintang Kejora.
"kamu mau makan apa mau mecahin piring?itu piring kamu pukul pukul terus pecah lama lama dek...."ucap Adrian.
Angkasa menunduk lesu tanpa menjawab.
Dinda menghela nafas panjang...
"emang Bintang kenapa bisa masuk rumah sakit?"tanya Dinda.
"tau nggak ma....semalam mobil keluarga nya Bintang tuh di serang orang ma....!dia ngelempar kaca mobil Bintang pake batu di bungkus kain kafan ma...pa...!mana ada tulisan ancaman nya juga lagi pa...ma....sereem kan...!"ucap Angkasa seketika menggebu gebu saat sang ibu menanyakan apa yang terjadi pada pujaan hatinya.
Adinda mendengarkan dengan seksama.Sedangkan Adrian seketika nampak mengentikan pergerakan nya.Tanpa ucapan, tanpa ekspresi,tanpa satu katapun terucap dari bibirnya.Pria itu hanya diam seribu bahasa mendengar ucapan putranya itu.
"untung lukanya nggak parah pa....ma...cuma lecet aja..."ucap Angkasa yang tanpa sadar mulai malahap makanannya sambil berceloteh dengan begitu antusias nya.
Adinda hanya mengangguk sambil diam diam mengulum senyum melihat lahapnya sang putra menghabiskan sarapannya.
Adrian mengernyitkan dahinya
"polisi?"tanyanya kemudian.
Angkasa mengangguk.
"iya pa....papanya Bintang itu polisi senior...jadi udah sering nanganin kasus kasus besar gitu.... makanya.... musuhnya banyak kayaknya..."ucap Angkasa antusias sambil kembali melahap makanannya,bahkan kini piring yang semula berisi nasi dan lauk pauk itu sudah bersih,habis tak bersisa.
Adinda bangkit, menyendok kan lagi satu centong nasi beserta lauk pauk ke piring Angkasa yang masih sibuk mengisahkan tentang keluarga kekasih nya itu.
"emang papanya Bintang lagi nanganin kasus apa dek?jangan jangan itu ancaman dari penjahat yang sekarang kasusnya lagi ditangani sama papanya Bintang..."ucap Adrian mencoba mengorek info dari sang putra.Entahlah...ia merasa menjadi tertarik dengan cerita Angkasa.
"nggak tau persis sih pa...Bintang juga nggak cerita soal itu...."ucap Angkasa sambil tanpa sadar kembali melahap makanan nya.
Dinda mengulum senyum lagi.
Adrian mengangguk.
"emang nama papanya Bintang siapa?"tanya Adrian.
Angkasa nampak berfikir lagi sambil memasukkan sesendok demi sesendok nasi ke mulut nya.
"siapa ya?lupa pa....padahal aku pernah nanya loh ke Bintang nama papanya...."ucap Angkasa.
__ADS_1
"ngapain kamu nanya nanya nama papanya Bintang...?"tanya Dinda.
"iihh....mama gimana sih.....ya buat di apalin lah ma.... biar ntar pas ijab qobul aku udah hafal nama calon mertua...!"ucap Angkasa bangga.
"astaghfirullah hal adzim adek....!!masih kecil dek....!! mikirnya udah sampe sana aja kamu?sekolah yang bener...!kuliah..cari pengalaman kerja...!jangan buru buru nikah kalo cowok mah....!mau dikasih makan apa anak orang kalau kamu ngajak nikah tapi nggak kerja...?mau di dooorr kamu sama papanya Bintang?!"ucap Dinda.
Angkasa cengengesan.
"bercanda maa......"ucapnya.
Adrian hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat ulah sang putra.
"dah...abisin makanan nya...ntar kalau mau jenguk Bintang sama mas Roky ya....biar di anterin...."ucap Adrian.
"beres pa....."ucap remaja itu.
Angkasa selesai dengan makanan nya.Ia mengambil gelas berisi air putih itu dan meneguknya hingga tandas.
Angkasa lantas duduk menyandar kan tubuhnya di sandaran kursi sambil memegangi perutnya.Wajahnya nampak berfikir, seolah ada sesuatu yang menggangu pikiran nya.
"kamu kenapa dek...?"tanya Dinda lembut.
Angkasa menatap ke arah sang mama dan papanya bergantian,lalu....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"perasaan aku tadi ngambil nasi dikit deh,kok bisa kenyang banget ya?apa volume perutku menyusut gara gara sering olah raga,makanya nggak muat makanan banyak..."ucapnya sambil mengusap usap perutnya yang kekenyangan.
Adinda sekuat tenaga menyembunyikan tawanya.Sedangkan Adrian hanya tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya.
,
...----------------...
***Selamat malam....
up 19:00
maap up telat....lagi sibuk....
__ADS_1
yuk....kasih dukungan dulu....jangan lupa mampir juga di novel author yang lagi on going lainnya....up tiap hari minimal 1x ya....🥰***