Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Lima Puluh Tiga


__ADS_3

Hari mulai sore...


Sesuai rencana yang sudah Roky susun,hari ini ia dan Angkasa akan melakukan double date.Angkasa dengan Bintang,serta Roky dan Zia.Tentunya mereka sudah meminta izin pada bodiguard Bintang terlebih dahulu sebelum membawa anak polisi itu ikut dengan mereka.


Saat ini Roky sudah berada di kursi kemudi,sedangkan di kursi belakang,Angkasa nampak sibuk berbincang dengan Bintang.Roky hanya sesekali melirik ke arah belakang melalui kaca spion nya.Sepasang kekasih itu nampak berbincang dengan jarak yang cukup jauh.Angkasa di ujung kanan,dan Bintang di ujung kiri.


"berarti minggu depan kamu akan berangkat?"tanya Angkasa dengan sorot mata sendu.


"iya By,kamu jangan sedih gini dong...aku jadi berat ninggalin kamu kalau kamu sedih terus kayak gini"ucap Bintang.


"berapa lama?"tanya Angkasa.


"mungkin empat sampai lima tahun By...aku harus kejar S1 disana..."ucap Bintang terasa berat.Sepertinya pria yang sudah memacarinya sejak setahun yang lalu itu benar benar merasa berat melepas kepergian Bintang.


Angkasa menghela nafas panjang.Ia mengedarkan pandangannya ke luar jendela.Remaja yang biasanya ceria dan cerewet itu mendadak jadi pendiam.Ia sedih dengan kepergian Bintang yang hanya tinggal menunggu harinya saja.


"By....kalau aku pergi...kamu masih mau kan nungguin aku sampai aku balik nanti?"tanya Bintang.


Angkasa menoleh.


"kenapa nanya gitu?"tanya Angkasa.


"kata orang orang,LDR itu berat,aku takut kita nggak kuat..."ucap Bintang.


Roky melirik lagi melalui kaca spionnya.


"kalau aku pasti kuat...."ucap Angkasa.


Bintang menatap sendu pria yang hampir dua tahun lebih muda darinya itu.


"aku pasti juga kuat..."ucap Bintang sambil tersenyum.Angkasa sebisa mungkin juga mengulum senyum untuk sang kekasih meskipun terasa berat.


"udah....jangan sedih sedihan terus....waktu kalian bareng bareng kan tinggal seminggu lagi...manfaatin,jadikan ini momen yang paling indah buat kalian sebelum kalian akan pisah dalam waktu yang cukup lama..."ucap Roky.


Angkasa dan Bintang saling pandang lalu tersenyum.Memang benar apa yang Roky bilang.Ini adalah saat saat terakhir mereka bisa bersama.Mereka harus memanfaatkan ini, sebelum mereka akan benar benar berpisah dan hanya bisa berkomunikasi melalui telefon dan media online lainnya.


...****************...


Setengah jam perjalanan,


Mobil itu sampai di sebuah cafe yang masih berada di pusat kota besar itu.


Ketiganya turun dari mobil.Tal seperti kebanyakan majikan atau atasan, Angkasa tak pernah mau dibukakan pintu mobilnya oleh Roky.Ia justru ingin terlihat seperti teman saja dengan supir pribadi sekaligus bodiguard nya tersebut.


"mas Roky,Zia jadi kesini?"tanya Angkasa.


"jadi....paling bentar lagi nyampe....dia bawa motor soalnya.."ucap Roky.


Ya....ia dan Zia janjian akan bertemu di cafe itu.Sebenarnya Roky ingin menjemput Zia setelah mengantar Angkasa dan Bintang,namun Zia tak mau.Ia tak mau merepotkan pacar barunya yang sudah sibuk bekerja seharian itu.


"ya udah kalau gitu gue masuk dulu ya ama Bintang,..."ucap Angkasa.


"oke..."jawab Roky.


Mereka pun berpisah.Angkasa dan Bintang Kejora nya masuk ke dalam cafe,sedangkan Roky memilih duduk di sebuah kursi kayu dengan ukiran bunga disana sambil menunggu kedatangan sang pujaan hati.


Tak lama,


Sebuah motor matic hitam nampak memasuki area halaman cafe dengan seorang wanita cantik berhelm pink sebagai pengendara nya.


Roky tersenyum,itu Zia.Wanita idaman yang kini yang sudah resmi jadi pacarnya.


Wanita itupun segera melepas helm nya,lalu mendekati pria berkulit putih yang sudah menunggu nya tersebut.


"sorry telat....lama ya?"tanya Zia.


"nggak kok...mau selama apapun akan selalu gue tunggu demi lo...!"ucap Roky membuat Zia mengulum senyum.

__ADS_1


"gombal...!!"ucap adik Zack itu.


"beneran...!"ucap Roky meyakinkan.


"udah yuk....jadi makan nggak..? laper nih..."ucap Zia sambil mengusap perutnya yang rata.


"iya iya...ayok...dasar perut balon....diisi sebanyak apapun nggak bakal kenyang...melar mulu..!"ucap Roky membuat Zia tergelak.


Keduanya pun lantas bergandengan tangan menuju ke dalam kafe bernuansa klasik yang di dominasi dengan ornamen ornamen berbahan kayu itu.


"katanya tadi sama Angkasa?mana?"tanya Zia.


"dia udah mojok ama Bintang...nggak tau kemana..."ucap Roky.


Sepasang kekasih yang sedang hangat hangatnya itupun terus berjalan,menuju sebuah bangku lesehan di sebuah gazebo yang berada di area taman belakang kafe itu.Tepat disamping sebuah kolam ikan dengan air mancur berada di tengah tengah nya.


Roky dan Zia duduk disana dengab posisi berhadapan.


"tuh Angkasa..."ucap Roky sambil menunjuk ke satu gazebo lain.Dimana disana ada Angkasa yang nampak berbincang dengan Bintang sambil menikmati semangkuk eskrim,untuk berdua.


Zia terkekeh


"abg lagi bucin bucinnya..."ucap gadis itu.


"si Angkasa lagi sedih tuh,mau ditinggal pergi ama Bintang Kejora nya...."ucap Roky.


"kuliah ya?"tanya Zia


"iya... sekaligus menjauhkan Bintang dari Moreno.."ucap Roky.


"iya....sampai sekarang bahkan nggak ada kabar sama sekali tentang laki laki itu dari pihak kepolisian....dia kayak hilang tiba tiba tau nggak..."ucap Zia.


"yaaaahh....doa gue sih cuma satu...semoga mati ditengah hutan.."ucap Roky sambil membolak balikan buku menu di tangannya.


Zia hanya terkekeh


"bisa aja lo..."ucap Zia.


Zia tersenyum.


"iya....dia emang jahat banget ...gue harap sih dia bisa secepatnya ditemukan..."ucap Zia.


Sepasang kekasih itu diam sejenak.Menyaksikan pasangan abg di seberang sana yang kini terlihat berfoto bersama dengan pose menggemaskan menjurus ke lebay.


Zia dan Roky hanya menggelengkan kepalanya.


"kita nggak foto?"tanya Zia.


Roky tersenyum.


"di usia kita yang udah tua kayak gini udah nggak pantes lagi yang namanya selfi selfian kek gitu..."ucap Roky.


"gue pengen sih foto sama lo....tapi bukan foto selfi...."ucap Roky .


Zia memiringkan kepalanya.


"trus foto apa?"tanya Zia


Roky menatap dalam wanita itu.


"foto prewed..."ucapnya.


Zia terdiam.Ia menunduk sambil mencoba menyembunyikan wajahnya yang nampak merona merah.


Roky menatap intens wanita di hadapannya itu.


"mau nggak?"tanyanya lagi.

__ADS_1


Zia tersipu malu


"apa sih Ky?obrolannya kok malah kesitu..."ucap Zia mencoba menyembunyikan wajahnya yang makin merona merah.


"gue serius...."ucap Roky.


Laki laki itu lantas membenarkan posisi duduknya.Tangannya tergerak meraih telapak tangan Zia dan meremaasnya lembut.


"gue nggak perlu lama lama pacaran untuk sekedar mengenal lo Zi.... karena gue udah mencari tau dan memperhatikan lo sejak dulu...saat gue dan Zack masih jadi budak Moreno..."ucap Roky.


"setelah gue berhasil membuat lo nerima cinta gue...gue menaikkan satu tingkat lagi misi gue buat lo..yaitu menjadikan lo istri gue...."ucap Roky membuat Zia terdiam seketika.


"gue nggak peduli kekurangan lo,masa lalu lo dan semua tentang lo....gue sayang sama lo apa adanya lo...gue cinta sama lo bahkan sejak sebelum lo menyadari hal itu....gue cinta sama lo sepenuh hati gue Zi....gue mau hubungan ini berlanjut..."ucap Roky.


"lo mau nggak....jadi istri gue?"tanya Roky.


Zia terdiam.Tanpa tanda tanda apapun.Tanpa persiapan,tanpa perencanaan,kata kata itu mulus keluar dari bibir Roky.Tal ada keraguan dalam diri pria itu.Wanita di hadapannya inilah yang ia mau.Yang ia tunggu.Yang ia pilih menjadi pendamping hidup nya.Menjadi ibu dari anak anaknya.Hanya Zia,wanita yang berhasil membuatnya jadi jomblo dalam waktu yang cukup lama.Sekalinya mendapatkan hati Zia,Roky tak mau buang buang waktu.Dengan cepat ia melamar wanita itu.Memintanya menjadi istri dan pendamping hidupnya.


Zia nampak menunduk.


"Ky....."ucap Zia.


"apa ini nggak terlalu cepet?"tanya Zia.


"kita belum ada seminggu jadian...."ucap Zia.


"gue yakin...gue udah mengenal lo...luar dan dalam...masalah cinta, perhatian,kasih sayang, pengorbanan dan pengertian dari gue ke lo....apa lo masih perlu bukti atas itu?"tanya Roky membuat Zia kembali menunduk.


Ya....rasa sayang Roky memang tak bisa di bantah lagi.Kurang bukti apa lagi coba?Roky sudah membuktikan nya melalui berbagai tindakan.Bukan hanya ucapan...!


"jadi gimana?"tanya Roky lagi.


Zia masih diam.


"kalau gue belum siap gimana?"tanya Zia kemudian.


"gue akan nunggu lagi... sampai lo siap"ucap Roky yakin.


"meskipun itu lama?"tanya Zia.


Roky mengangguk yakin.


Zia menghirup nafas panjang.Roky nampak menunduk.


"kak Zack pulang nya minggu depan...."ucap Zia membuat Roky kembali mendongak lagi.


"maksud lo?"tanya Roky


"minta izin ke kakak sekaligus orang tua gue kalau lo mau jadiin gue istri lo.."ucap Zia.


Roky membuka mulutnya.Mencoba memahami apa yang baru saja Zia ucapkan itu


"maksud lo?"tanya Roky lagi.


"gue mau jadi istri lo"ucap Zia.


Roky menghela nafas panjang.Lega...!


Pria itu mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangan nya seolah mengucap syukur.Zia malu malu.


Kebahagiaan terasa begitu nyata diantara mereka.Tanpa hadiah,kado,cincin atau sejenisnya.Roky melamar Zia di sebuah cafe disaksikan gemericik air kolam yang tenang.Memantapkan hatinya memilih Zia Adara sebagai calon istri pilihan nya...


...----------------...


Up 19:49


dukungan dulu yuk 🥰

__ADS_1



mampir juga yaaa🥰


__ADS_2