Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

Hari berganti,


Semua bukti dan saksi sudah lengkap.Kini hanya tinggal menunggu hari persidangan,maka semua yang terlibat dalam kasus ini akan segera di adili.


Siang ini,


Disebuah kantor polisi...


Seorang dokter cantik berambut pirang nampak memasuki sebuah kantor polisi sambil mendorong satu kursi roda dimana terdapat seorang wanita cantik berseragam pasien disana.


Dokter ber name tag Livia itu nampak berjalan diapit oleh dua orang pria berpakaian polisi di sisi kanan dan kirinya.Satu diantara nya adalah polisi muda berparas tampan dengan badan tegap yang merupakan suaminya sendiri,Andrew.


Ya.... sesuai permintaan salah satu pasiennya beberapa waktu lalu,Aliya,yang meminta ingin bertemu dengan pria yang sudah menanamkan benih di rahim sucinya,maka hari ini setelah kondisi sang pasien dirasa sudah cukup kuat dan stabil maka pihak kepolisian dan tim dokter mengizinkan Aliya untuk bertemu dengan pria yang kini menjadi tahanan polisi, Moreno.


Selayaknya para penjenguk tahanan yang lain, Livia dan Aliya dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu kantor polisi itu.Dua polisi muda itupun masih setia berdiri di samping kiri dan kanan dua wanita tersebut untuk melakukan penjagaan.


Tak butuh waktu lama untuk menunggu,seorang pria berjenggot cukup lebat berseragam tahanan nampak memasuki ruang tunggu di apit dua sipir di sisi kanan kirinya.


Ini adalah kali pertama sang Moreno yang agung memasuki ruangan ini setelah satu bulan lebih mendekam di balik jeruji besi.Ini adalah kunjungan pertamanya.Lantaran tak pernah ada yang mengunjungi pria itu selama ia mendekam di balik jeruji besi tersebut.


Moreno yang angkuh dan mungkin selamanya akan angkuh menatap rendah ke arah empat manusia yang sudah menunggu kedatangan nya itu.


Ia lantas duduk di sebuah kursi panjang dan menyandarkan tubuh tegapnya itu di sandaran kursi, berhadapan langsung dengan Aliya yang duduk di kursi roda sambil menunduk takut.


Livia menatap tak suka ke arah pria tersebut.Dari gerak gerik tubuh, sorot mata serta mimik wajahnya saja sudah sangat jelas terlihat,laki laki macam apa Moreno itu.Pantas jika ia mendekam di sel...!


"ada apa?"tanya Moreno singkat dan angkuh.


Aliya meremas jari jemarinya sambil terus menunduk guna menyalurkan rasa gugupnya.


"selamat siang tuan Moreno,saya datang kemari untuk mengantar saudari Aliya,ia ingin bertemu dengan anda..."ucap Andrew yang berdiri di belakang Livia dan Aliya.


Moreno menatap angkuh ke arah Aliya yang terus menunduk.


"ada perlu apa?"tanya Moreno lagi.


Moreno yang berucap Livia yang kesal.Laki laki itu benar benar tak bisa menunjukkan sikap sopan dN santun.


Aliya mendongak menatap Livia yang berdiri di sampingnya


"dok...."ucap Aliya lirih.


Livia sedikit membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Aliya


"ya...."ucap Livia


"boleh minta tolong tinggalin kami berdua dok..."ucap Aliya


Livia tersenyum.Ia paham.Aliya pasti juga butuh privasi.


Wanita cantik berambut pirang itu mengangguk.Ia kemudian memilih untuk duduk di salah satu kursi di ruangan yang sama itu namun dengan jarak yang sedikit menjauh.Sedangkan dua polisi yang sedari tadi berjaga dibelakang mereka memilih sedikit mundur menjaga jarak dua manusia tersebut.

__ADS_1


Moreno masih menatap angkuh ke arah Aliya.Gadis itu kembali meremas jari jarinya.


"katakan...!"ucap Moreno membuat Aliya makin takut.Ia bahkan tak berani menatap wajah laki laki yang merupakan ayah dari calon bayinya tersebut.


"kalau kau tidak bicara juga akan ku robek mulutmu....!"ucap Moreno dingin.


Aliya menarik nafas panjang.Lalu....


"sa......saya.....saya.....hamil..tuan...."ucap Aliya gugup.


Moreno tak bereaksi.


Aliya gemetar menahan tangis.


Moreno masih tak bereaksi.


Aliya mendongak menatap wajah Moreno.


.


.


degggghh.....


Aliya menunduk lagi.Mata elang Moreno menatap tajam ke arahnya seolah ingin memangsa wanita itu hidup hidup.


Hening cukup lama....


Lalu...


"apa urusannya dengan ku?"tanya Moreno angkuh membuat Aliya seketika membola menatap wajah Moreno.


"tuan....saya hamil,...saya hamil anak tuan...."ucap Aliya mulai sesenggukan.


Moreno tersenyum sinis.


"aku saja tidak mengenalmu"ucap pria itu lagi.


Aliya merasa sesak.Ia diperk*sa pria itu.Ia mengandung saat statusnya buron.Ia hampir keguguran dan meregang nyawa...!bisa bisanya laki laki itu mengatakan tak mengenalnya??sakit sekali rasanya....


"tuan.....hikss...."ucap Aliya dengan air mata banjir.


"suruh pacarmu bertanggung jawab..!aku tidak punya waktu untuk ja*ang sia*an seperti mu...!"


..


..


..


duuuuuuuaaaaaarrrrrr.....

__ADS_1


.


.


.


sakiittt....!


Sakiiiit sekali Aliya mendengar ucapan itu.Air matanya luruh.Dadanya sesak.Tega sekali laki laki itu berkata demikian padanya,padahal jelas jelas laki laki itulah menjamah tubuhnya tanpa izin.


"jahat sekali kau Moreno"ucap Aliya lirih dengan sorot mata nanar.


Moreno tak bereaksi.Ia masih menatap angkuh ke arah Aliya.


"kau sudah merenggut kesucian ku dan sekarang kau bilang kau tidak mengenal ku?!kau sebut aku jal*ng?!!dasar laki laki biad*p...!!!!!"teriak Aliya murka.


Mata Moreno menajam.Ia menatap bengis ke arah wanita hamil itu.Ia sudah terlalu sering bergonta ganti wanita.Ia bahkan tak ingat,jal*ng dari mana wanita di hadapannya ini..!


"jaga ucapan mu ja*ang kecil..!"ucap Moreno dengan gigi gigi yang mengetat.


"aku bukan ja*ang....!!!!!!!!!"bentak Aliya membuat Livia sontak menoleh ke arah dua manusia itu.


"Kau ja*ang....!!!!!!”ucap Moreno tegas.


"wanita wanita yang datang padaku adalah wanita wanita yang membutuhkan uangku....!wanita wanita murahan yang bersedia menukar tubuhnya dengan lembaran lembaran dolar milikku...!wanita baik baik..tidak akan mungkin mau untuk datang padaku....!"ucap Moreno sadis dan sukses menampar hati Aliya.


Ya... kedatangan nya ke istana Moreno kala itu memanglah demi uang dan kebebasan.Ia ingin menumbalkan Azizah dan meminta imbalan atas jasanya yang memberi tahukan keberadaan gadis itu.


Benar,ia mendapatkan uang.Tapi ia juga harus menerima konsekuensi nya,mahkotanya terenggut secara paksa oleh Moreno yang kejam.


Aliya merasa sesak dalam dadanya.Sakit sekali rasanya.Kata kata Moreno seolah berhasil menusuk hingga relung hati terdalam nya.


"pergilah...jangan pernah mimpi untuk mendapatkan lebih dariku..!kau hanyalah satu dari ratusan wanita rendahan yang pernah ku kenal"ucapnya kemudian bangkit dan pergi kembali ke sel nya meninggalkan Aliya yang menangis terisak isak sambil meremas pakaian nya yang menutupi area dadanya.


Sesakit ini rasanya direndahkan...!


Ia dicampakkan oleh orang yang harusnya bertanggung jawab atas janin yang kini bersemayam di rahim nya.


Sakiiiit sekali...periiihh........!!


Si gadis angkuh itu sudah kehilangan segalanya.Ia menanggung karma keluarga nya yang sudah menyakiti anak yatim piatu.Dan kini,ia mengandung benih seorang pria.Ia hamil tanpa suami dan terancam akan melewati masa kehamilan nya di penjara..!sanggup kah ia?bagaimana nasib anaknya kelak??


Aliya tak sanggup..!Aliya mungkin tidak akan kuat...!!


...----------------...


***Selamat pagi.....


up 05:55


yukk...dukungan dulu yang banyak....🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2