
Gema adzan subuh berkumandang....
Sepasang anak manusia itu masih terlelap di atas ranjang dengan satu selimut membalut tubuh keduanya.Guling yang semalam mereka gunakan sebagai pembatas tidur kini sudah terlempar entah kemana.Zack masih terlelap sambil memeluk tubuh ramping Zizah.Kedua anak manusia itu tak menyadari,bahwa mereka kini tidur dalam posisi saling memeluk dan Zack dalam kondisi bertelanjang dada.
Azizah masih terlelap dalam pelukan Zack.Ia merasa tidurnya sangat hangat dan nyaman malam ini,berbeda dengan tidurnya yang sebelum sebelumnya.
Ketika keduanya tengah asyik dengan tidurnya,tiba tiba.....
ceklek....
"astaghfirullah haladzim.....!!"pekik Ammar cukup kencang saat tiba tiba ia masuk ke dalam kamar itu dan mendapati sang adik tengah tidur di peluk Zack dalam satu selimut di ranjang yang sama.Zack dan Zizah pun mengerjab ngerjabkan matanya saat mendengar teriakan yang cukup kencang.
Azizah yang masih berada dalam dekapan Zack pun menggeliat dalam pelukan Zack.Ia kemudian mendongak saat menyadari ada tangan kekar yang mengalung memeluk tubuhnya.Gadis itu reflek mundur menjauh dari tubuh Zack sambil sedikit mendorong badan tegap itu saat menyadari posisinya dengan Zack begitu dekat saat ini.Entah kemana perginya guling yang semalam menjadi pembatas di antara mereka.Benda lonjong itu sudah hilang tak tau kemana.
Zack yang tersentak karena dorongan Zizah itupun ikut mengerjab ngerjabkan matanya.Ia bangkit dari tidurnya sambil mengucek matanya yang masih setengah terbuka.
"lo ngapain disini?ngapain lo tidur sama adik gue?!kalian abis ngapain?!"tanya Ammar tak suka.Bagaimana bisa sepasang laki laki perempuan yang bukan muhrim tidur di dalam kamar berdua dalam satu selimut.
Zack masih diam,mencoba mengumpulkan kembali ingatan nya yang masih jalan jalan entah kemana.Zizah meringsut sambil mendekap erat selimutnya sambil mengingat ingat apa yang semalam terjadi padanya.
"Zizah....!!"ucap Ammar meminta penjelasan pada sang adik.
"aaa....."ucap Zizah tak jelas sambil menggelengkan kepalanya.Ia seolah ingin mengatakan bahwa tak terjadi apa apa di kamar ini.Ia juga tak tau bagaimana bisa ia tertidur dalam posisi dipeluk Zack padahal semalam jelas jelas ada guling sebagai pembatas mereka.
"lu ngapain sih teriak teriak pagi pagi?"tanya Zack cuek pada Ammar
"harusnya gue yang nanya sama lo..?lo ngapain di kamar Zizah?abis ngapain kalian berdua di kamar ini?!"tanya Ammar.
Zack menguap.Ia kemudian menyingkap selimutnya dan mengambil ikat rambutnya yang berada di atas meja.
"gue nggak ngapa ngapain..!"ucap Zack sambil mengikat rambut gondrong nya.
"tapi kalian......"
ucapan Ammar terhenti,saat Zack yang kini bangkit sambil mengenakan kemejanya itu menimpali ucapannya.
"gue nggak akan kurang ajar sama perempuan...!kalaupun gue mau macem macem sama adik lo...gue pastiin..dia udah jadi milik gue sebelum gue melakukan hal yang lebih ke dia..."ucap Zack kemudian pergi meninggalkan kamar itu.
Ammar diam.Ia tak bisa menjawab ucapan Zack meskipun dalam hatinya masih bertanya tanya.Azizah masih tak bergerak di pojokan ranjang.Ia seolah masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
Zack hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Kegaduhan di subuh hari itu berhasil membangunkan Roky yang tidur di salah satu kamar di ruangan itu
"apaan sih kalian berisik banget pagi pagi...?"tanya Roky.
Zack yang kini masih berada di dapur tak menjawab.
"buruan mandi..!kita harus cepet cepet sampai markas Moreno sebelum dia curiga..."ucap Zack sambil berjalan menuju kamar mandi.
Roky hanya menghela nafas panjang.Ya....tugas sudah menantinya.Ia harus segera pulang ke istana Moreno agar tak menimbulkan kecurigaan pada pria empat puluh tahun tersebut.
__ADS_1
...****************...
05:30
Setelah selesai solat subuh...
Zack dan Roky kini berada di ruang tamu.Roky tengah menunggu Zack yang kini masih sibuk mengenakan sepatunya.
"Zizah,Ammar....kita balik dulu ya....kalau ada apa apa kalian telfon kita aja...."ucap Roky.
Zack yang sudah selesai dengan sepatu nya pun bangkit
"iya....nanti kalau ada apa apa biar Zizah kabarin kalian...soalnya hp gue ketinggalan di rumah tante Tari...nggak kebawa....."ucap Ammar polos.
degggghh.....
Zack dan Roky reflek tersentak kaget dan mengarahkan pandangan mereka ke arah Ammar.
"ka...kalian ngapain liatin gue kek gitu?"tanya Ammar tak nyaman.
"hp lo ketinggalan?"tanya Roky dengan jantung berdetak lebih cepat.Akan jadi masalah yang sangat fatal jika sampai hp itu ditemukan oleh Reza,Aliya ataupun Tari.
"iya..."jawab Ammar polos sambil mengangguk samar.
"lo kenapa baru ngomong sekarang?!"tanya Zack mulai emosi.
"gue baru sadar kalau gue nggak bawa hp kemarin...gue terlalu seneng ketemu sama Zizah..."ucap Ammar.
Mati mereka...!nyawa mereka dalam bahaya....!
Zack menepuk pundak Roky.
"kita kerumah Reza sekarang..!"ucapnya.
Roky hanya mengangguk.
"kalian tetap disini....!jangan kemana mana...!walaupun itu cuma ke teras rumah sekalipun...!"ucap Zack mewanti wanti.
Zizah dan Ammar hanya mengangguk.Zack dan Roky pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu,namun saat hendak keluar dari pintu rumah,tiba tiba.....
"Za..."ucap Zizah tak begitu jelas sambil meraih lengan Zack.
Laki laki itu menoleh...
"ha....iii...haa..ii..."ucap Zizah terbata bata.
Zack tersenyum.Tangannya tergerak menangkup wajah wanita itu.
"aku akan selalu hati hati buat kamu"ucap Zack tulus.Ia kemudian mendekatkan wajahnya dan....
__ADS_1
cup..
satu kecupan lembut mendarat di kening Zizah.Zack melakukan nya tepat di hadapan Ammar membuat laki laki itu pun terdiam menyaksikan adegan manis di hadapannya.
Zack berlalu pergi.Ia dan Roky segera tancap gas meninggalkan tempat itu menuju kediaman Reza untuk mengambil ponsel Ammar.Semoga saja belum ada yang menemukan ponsel itu
...****************...
Sementara itu di tempat terpisah...
Disebuah tempat gym rumah megah yang menjadi tempat tinggalnya.Moreno kini tengah sibuk memberikan pukulan demi pukulan pada samsak yang tergantung di ruangan itu.Dengan sarung tinju membungkus kedua telapak tangannya,Moreno terlihat begitu bersungguh sungguh dengan salah satu kegiatan favoritnya tersebut.
Ya...pria itu sangat menggilai olah raga terutama bela diri.Semua juga tak lepas dari profesinya yang menuntut untuk ia mahir dalam salah satu cabang olah raga tersebut.
Moreno masih fokus dengan samsak nya hingga seorang anak buah datang mendekati nya...
"permisi tuan...ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan tuan...."ucap sang anak buah.
Moreno menghentikan pergerakan nya,ia meraih samsak nya agar tak bergoyang ke kanan dan ke kiri.Pria yang menyandang status duda itu lalu menoleh ke arah sang anak buah.
"siapa?"tanya nya.
tak...tak....tak....
terdengar suara sepatu flat berbenturan dengan lantai keramik disana.Sang anak buah berbalik badan.Moreno pun kini mengarahkan pandangannya ke arah sesosok wanita yang berjalan mendekati nya.Seorang gadis berambut panjang terikat dengan paras yang cukup cantik datang mendekati Moreno yang masih berkeringat karena aktifitas olah raganya.
"se....selamat pagi tuan...."ucap wanita muda itu terbata bata.Terlihat dari wajahnya,wanita itu terlihat sangat gugup dan gemetar saat berhadapan dengan Moreno.
Moreno mengangkat dagunya,ia mengamati penampilan sang gadis dari atas sampai bawah dengan tatapan angkuh sambil melepaskan sarung tinjunya.
"siapa kau?dan ada perlu apa kau menemui ku manis?"tanya Moreno dengan tatapan menggoda ke arah sang gadis...
"sa..saya........saya datang...membawa informasi penting....untuk anda tuan....saya yakin....tu...tuan akan suka...."ucap gadis itu mencoba memberanikan diri.
Moreno menyipit kan matanya.Informasi apa yang gadis ini bawa?Siapa gadis ini?
Boleh juga....dia terlihat cantik dengan bentuk tubuh yang ideal dan kulit yang putih bersih....
Sepertinya ia akan punya mainan baru pagi ini....
...----------------...
Selamat siang....
up 14:18
__ADS_1
yuk ...kasih dukungan dulu biar yang nulis semangat ...
semua akan indah pada waktunya....tapi harus ada nangisnya dulu๐คญ๐๐๐๐