Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Enam Puluh Enam


__ADS_3

Sesampainya di ruangan dokter Livia.Dokter muda spesialis kandungan...


"silahkan duduk ibu....mas..."ucap Livia sopan.Mempersilahkan dua manusia buron itu untuk duduk di kursi depan meja kerjanya.Tari dan Reza pun duduk.Livia masih pura pura bodoh seolah tak mengenal siapa sosok yang kini tengah berhadapan dengannya itu


"jadi bagaimana keadaan anak saya dok?"tanya Tari khawatir.


Livia tersenyum lembut.


"baik...jadi begini buk....anak ibu baru saja mengalami pendarahan.Sedangkan kehamilan putri ibu baru saja memasuki usia tiga minggu,usia yang masih sangat rentan.Saran saya,lebih dijaga lagi pola makannya,jangan beraktivitas yang berat berat dulu,dan jangan banyak pikiran buk...kasian ibu dan calon bayinya...beruntung ibu dan bayinya masih baik baik saja..hanya saja...untuk beberapa minggu kedepan,saran saya biar putri ibu dirawat disini dulu...dia harus istirahat total sampai kondisinya benar benar membaik...."ucap Livia.


Tari hanya mengangguk.


Livia mengarahkan pandangannya ke arah Reza yang sedari tadi terus menunduk menyembunyikan wajahnya.


"mas ini,suami nya?"tanya Livia pura pura polos.Ia ingin tau, siapa ayah dari bayi yang dikandung Aliya,mengingat setau dia, Aliya belum pernah menikah.


Reza pun reflek mendongak menatap ke arah Livia.


"bu...bukan dok....saya kakaknya..."ucap Reza.


"oh....kakaknya....trus suaminya yang mana?"tanya Livia lagi.


Tari dan Reza saling pandang sejenak.


"su....suaminya..... suaminya....."ucap Tari bingung.


"di luar kota buk...kerja..."jawab Reza.


"oooohhh...."jawab Aliya pura pura percaya.


"kalau begitu,saya permisi dulu ya buk....saya mau melihat kondisi putri saya...."ucap Tari.


Livia hanya mengangguk sambil mempersilahkan dua manusia itu untuk keluar.Sepasang ibu dan anak itupun lantas keluar dari ruangan sang dokter dan segera menuju ruang IGD dimana Aliya masih terbaring lemah disana.


Seperginya Tari dan Reza....


Livia meraih ponsel di saku seragam dokternya.


1pesan masuk


Sayang❤️


"mereka masih disana?"bunyi pesan dari Andrew.


Livia lantas mengetikkan sesuatu..

__ADS_1


"masih ...mereka ada di IGD...anak perempuan nya sakit" balas Livia.


Wanita cantik itu lantas memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku seragam dokternya.Ia kemudian meraih tas jinjingnya dan keluar dari ruangan itu menuju salah satu kursi tunggu di depan ruangannya sambil pura pura menunggu dijemput.Padahal niatan hatinya ingin menyaksikan sang suami dan rekan rekannya membekuk Tari dan Reza.


Sementara di ruang IGD.,


Tari meremas telapak tangan Aliya yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang IGD.Disampingnya,ada Reza yang sedari tadi nampak tak tenang.Pikirannya sedari tadi hanya fokus memikirkan nasibnya,ibu dan adiknya jika sewaktu waktu ada yang mengenalinya lalu melaporkan nya ke pihak yang berwajib.


Mungkin ia dan Tari bisa saja kabur,tapi Aliya??gimana?


Ketika Reza tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri....


"Za...."ucap Tari.


Reza menoleh ke arah sang ibu.


"apa kamu tau,siapa yang sudah menghamili Aliya?"tanya Tari.


Reza diam sejenak,lalu menggelengkan kepalanya samar.


"Reza nggak tau buk...."ucap laki laki itu.


Tari nampak menahan emosi.Ia menatap tajam ke arah depan seolah memendam amarah yang teramat sangat besar.Semua ini tak akan terjadi,putrinya tak akan masuk rumah sakit jika bukan karena dihamili laki laki kurang ajar yang entah siapa itu.


"laki laki itu harus bertanggung jawab...!dia yang sudah membuat adik kamu seperti ini...!dia harus bertanggung jawab...!dia harus menikahi Aliya...!!"ucap Tari mulai meradang.Ia berucap dengan gigi gigi yang mengetat.Matanya menatap tajam penuh dengan aura kebencian.


ceklek.....


Pintu ruang IGD dibuka....


Tiga orang pria berpakaian preman berbadan tegap tinggi besar nampak memasuki ruangan yang kini dihuni tiga buronan itu.Dua diantaranya adalah Bram dan Andrew....!


Reza memasang mode awas.Entah karena paranoid atau memang curiga dengan perawakan militer pria pria itu,Reza diam diam mengedarkan pandangannya mencari benda yang bisa ia gunakan untuk melindungi diri atau pun menyerang pria pria yang ia duga adalah polisi tersebut.


"selamat malam..."ucap seorang pria berkepala plontos dengan jenggot dan kumis tipis mengelilingi bibirnya.


"malam.."jawab Tari.


"dengan ibu Tari...?"tanya salah satu polisi itu,Bram..!


"iya...saya sendiri?ada apa ya!bapak ini siapa?"tanya Tari.


"perkenalkan,nama saya Bram...kami dari pihak kepolisian ditugaskan untuk membawa ibu dan putra ibu ke kantor polisi terkait kasus perbudakan,kekerasan dan pelanggaran HAM yang melibatkan saudara Moreno yang dimana saat ini sudah ditahan di kantor polisi"ucap Bram lugas dan tegas.


degggghh....

__ADS_1


Tari terdiam.Ia kaget..!baru beberapa jam ia keluar dari persembunyiannya.Polisi sudah mengetahui keberadaan nya..!benar benar tidak aman....!


"emangnya salah saya apa pak?saya nggak kenal sama Moreno...!"ucap Tari.


"anda bisa menjelaskan nya nanti di kantor..!"ucap Bram.


"tangkap mereka!"titah Bram pada Andrew dan satu lagi anak buahnya.


"siap....!!"jawab kedua polisi itu.


Andrew dan satu rekannya bergerak.Seorang rekan Andrew membekuk Tari,ia memborgol wanita yang nampak terus bersikukuh bahwa ia tak bersalah tersebut.


"pak....!saya salah apa?saya nggak kenal Moreno...!"ucap Tari.


"jelaskan nanti di kantor...!"ucap seorang polisi itu.


"tapi anak saya lagi sakit pak....!!!"ucap Tari mencoba berontak.


"sudah..!ikut saja...!jangan melawan....!!"hardik petugas itu.


Sedangkan Andrew....


laki laki itu melangkah mendekati Reza.Reza mundur,saat Andrew hendak mencoba membekuk pria itu tiba tiba....


seeeeetttt....


seeeeetttt...


buuuuuggghhhh.....!!


Reza hendak memukul kan vas bunga ke arah Andrew,namun ternyata laki laki itu tak sebodoh yang Reza pikir.Ia sudah menyadari gelagat itu.Ia kemudian menangkis tangan Reza,memukul wajah pria itu dengan sikunya lalu membekuknya.


"aaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh....!!"pekik Reza saat Andrew berhasil meringkusnya dan memasangkan borgol di tangan Reza yang tertekuk di belakang punggungnya.


"jangan main main dengan aparat...!kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu yang sudah menumbalkan gadis yatim piatu demi memuaskan keserakahan mu..!"ucap Andrew dingin berbisik tepat di telinga Reza membuat laki laki itupun terdiam.


Para polisi itu segera menggiring ibu dan anak tersebut keluar dari rumah sakit besar itu.Bram lantas mengeluarkan ponselnya.Ia mencari nama salah satu anak buah nya di kepolisian dan memerintahkan nya untuk menjaga Aliya hingga wanita itu sadar.Karena mau tak mau,suka tidak suka,Aliya juga terlibat dalam kasus ini.Ia juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ketika fisiknya sudah lebih baik nantinya.Untuk saat ini polisi akan menunggu hingga kondisi Aliya benar benar pulih.Polisi harus bertindak adil.Salah tetap salah,harus ada sangsi yang harus Aliya dapatkan atas perbuatannya yang ikut menyiksa dan berperan menggiring Azizah masuk ke dalam kandang Moreno.


Seorang aparat penegak hukum tidak boleh tebang pilih bukan??


...----------------...


***Selamat malam....


up 19:15

__ADS_1


yuk.... dukungannya dulu....🥰🥰🥰***


__ADS_2