Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tujuh Puluh Dua


__ADS_3

Hari hari terus berganti...


Kehidupan para anak manusia itu terus berjalan seperti biasanya.Terhitung satu minggu lagi, persidangan untuk menentukan hukuman bagi Moreno dan para anak buahnya akan bergulir.


Azizah,Ammar dan Zia tak lepas memanjatkan doa untuk kebebasan Zack dan rekan rekannya.Azizah dan Zia juga hampir tiap hari datang ke kantor polisi untuk menjenguk laki laki gondrong bertato itu.Terkadang mereka datang berdua,kadang sendiri sendiri.Kian hari hubungan diantara dua wanita itu terlihat semakin akrab.


Sementara itu,


Keluarga Tari...


Mereka mulai menjalani hukuman masing masing.Di sel khusus wanita,Tari diperlakukan bak budak.Ia yang baru pertama kali masuk bui seolah di manfaatkan oleh para tahanan senior disana.Disuruh suruh,di tindas,kadang jatah makan diambil dan sebagainya.Baru satu minggu ia mendekam di penjara, wanita itu sudah terlihat lebih kurus dari sebelumnya.Tubuhnya juga terlihat seperti tak terurus.


Tak jauh beda dengan sang ibu.Reza juga kini mengalami penindasan selama di dalam sel.Ia diperlakukan bak anak baru yang selalu di tindas oleh seniornya.Ia dipaksa harus memijiti,diperintah ini itu,diambil jatah makannya,tidak diberi tempat untuk tidur dan sebagainya.


Sungguh....penjara benar benar mengubah hidup mereka.Mereka yang biasanya selalu bertingkah bak ratu dan pangeran yang apa apa sudah di layani oleh Ammar,nyatanya kini harus rela mendekam dijeruji besi, diperbudak,dan tidak dimanusiakan oleh sesama tahanan lainnya.


Sementara itu Aliya,


Di usia kandungannya yang masih sangat muda,wanita itu harus rela untuk masih beristirahat di rumah sakit.Kondisi janinnya sangat lemah.Setelah bertemu dengan Moreno di kantor polisi beberapa waktu yang lalu,wanita hamil itu ambruk lagi.Kondisinya lemah lagi.Stress dan tekanan batin yang kuat membuat ibu hamil tersebut harus kembali dirawat di rumah sakit.


Entah sampai kapan,tak ada yang tahu...!Aliya kian hari tubuhnya makin kurus.Ia tak mau dikunjungi siapapun..!ia hanya terus menangis dan menangis.Ia seolah tak punya semangat untuk hidup.Ia tak peduli janinnya,ia tak peduli nasibnya,ia tak peduli kesehatan nya...!bahkan mungkin baginya,mati akan lebih baik...!


Ya....katakanlah wanita itu sedikit terguncang jiwanya.Tim kepolisian bahkan harus mendatangkan psikiater untuk Aliya.Untuk membantu memulihkan kembali kondisi mental sang wanita yang sepertinya tengah hancur hancurnya tersebut.


..


..


..


..


Siang ini,


dua gadis manis nampak memasuki rumah sakit besar tempat dimana Aliya dirawat.Dua gadis yang makin hari makin dekat itu nampak membawa sebuah paper bag dan tas bekal.


Ya...itu Zia dan Azizah...!


Siang ini mereka berencana ingin menjenguk Zack di tahanan.Sebelum ke kantor polisi,Zizah mengajak Zia untuk mampir sebentar ke rumah sakit.Gadis tuna wicara itu ingin menjenguk sang sepupu.Ia ingin melihat kondisi wanita yang ternyata hamil anak Moreno tersebut.Ya....Zizah sudah mendengar semuanya dari Livia dan Andrew.


Ada rasa sakit hati sebenarnya dalam diri Azizah.Ternyata Aliya lah yang memberi tahu pada Moreno tempat persembunyian nya.Mengakibatkan ia harus tertangkap oleh Moreno,dan berujung dengan di grebek nya markas sang Moreno yang agung.


Azizah dan Zia menuju ke ruang rawat inap Aliya.Setelah meminta izin pada dua polisi yang berjaga disana,kedua gadis cantik itu lantas masuk kedalam ruang rawat Aliya di temani seorang polisi.


"Aa...."ucap Zizah memanggil sang sepupu yang kini nampak duduk melamun di atas ranjang nya.


Gadis itu lantas menoleh.Matanya seketika melotot menatap tak suka ke arah Zizah yang datang bersama wanita yang entah siapa Aliya tak tahu.

__ADS_1


Aliya menatap benci ke arah wanita bisu itu..!


"ngapain lo kesini?!"tanya Aliya tak suka.


Zizah terlihat tenang.Ia by tersenyum tipis lantas meraih notebook di sakunya dan menuliskan sesuatu lalu menyerahkan nya pada Aliya.


"aku kesini mau jenguk kamu...kamu udah mendingan?"tulis Azizah.


Aliya tersenyum sinis dan menatap benci note book di tangannya.Ia benci Azizah...!ia benci Moreno..!ia benci semua yang ada di dunia ini....!!


buuuuuggghhhh.....!


Aliya melempar notebook itu ke arah Zizah membuat gadis tuna wicara itu tersentak kaget.Begitu juga Zia.


"pergi lo dari sini...!!!gue nggak butuh lo....!!gue nggak butuh temen...!!gue benci kalian semua....!!pergiiii....!!!!!!!”teriak Aliya bak orang kesetanan.Dadanya naik turun.Amarah menguasai diri wanita hamil itu.


"Aa...."ucap Zizah ingin memanggil nama Aliya.


"pergi lo bisu...!!gue benci sama lo...!!semua gara gara lo...!!!dasar pembawa sial...!!!PERGI....!!!!"teriak Aliya histeris.


Zizah hanya diam.Ia nampak memejamkan matanya sejenak lalu dengan tenangnya mengambil note book yang terjatuh ke lantai itu.


Zia kesal.Ingim sekali rasanya ia memaki maki wanita hamil itu.


"keluar kalian....!!!"bentak Aliya lagi.Ia kemudian menangis sambil menjambak rambutnya sendiri seolah ingin menyalurkan kekesalan nya.


Kekesalan nya pada Zizah.Kekesalannya pada ibu dan kakaknya yang memulai semua permainan konyol ini.Kekesalannya pada laki laki breng*ek bernama Moreno.Kekesalannya pada dunia.Kekesalannya pada Tuhan.Kekesalannya pada nasib yang seolah kini terus menerus menyiksanya...!Aliya muak....!Aliya benci...!Aliya marah...!!


Zizah lantas mengajak Zia untuk keluar.Mereka akhirnya meninggalkan Aliya yang nampak masih sesenggukan itu sendirian di kamar inapnya.


Sesampainya di luar kamar..


"kok aku kesel ya sama sepupu kamu itu...!di baikin . dijengukin bukannya makasih malah marah marah...!"ucap Zia kesal.


Zizah hanya tersenyum.Sambil berjalan ia menuliskan sesuatu di notebook nya dan menyerahkan nya pada Zia.


"dia emang kayak gitu"tulisnya.


"mungkin lebih baik kamu nggak usah jenguk dia dulu deh...kondisinya masih labil...."ucap Zia.


Zizah hanya tersenyum.


"kita jadi ke kantor polisi kan?"tanya Zia


Azizah mengangguk.Kedua wanita itu lantas berjalan beriringan keluar dari rumah sakit menuju ke kantor polisi tempat dimana Zack di tahan.


Sementara di kamar rawat inap itu...

__ADS_1


Beberapa jam setelah perginya Zia dan Azizah...


Wanita hamil itu mulai mengangkat kepalanya.Sudah cukup lama ia menangis.Ia menggerakkan tangannya untuk mengusap lelehan air mata yang membasahi pipinya.Suaranya seolah sudah habis.Ia sesekali menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya guna menghilangkan suara isakan yang sesekali masih terdengar dari bibir tipisnya.


Aliya menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.Ia kembali menatap nanar langit langit kamar rawat inap yang sepi itu.Tak ada teman,tak ada kawan.Hanya kesunyian yang menjadi teman siang dan malam wanita hamil tak bersuami itu.


Aliya menoleh ke arah nakas.Dilihatnya sebuah paper bag berada di atas nakas putih itu.Sepertinya benda tersebut dari si gadis bisu itu.Apa yang dia bawa?ngapain dia bawa bawa paper bag seperti itu?Aliya tidak butuh Zizah...!Aliya tidak butuh dikasihani


..!


Aliya meringsut dari tempatnya.Ia lantas mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang dengan kaki yang terjuntai ke lantai rumah sakit itu.Diraihnya sebuah kertas yang ditindih gelas berisi air putih.


Sebuah kertas berisi tulisan tangan si gadis bisu.


"*Al....maaf kalau kedatangan ku cuma bikin kamu emosi.Niatku datang cuma pengen jenguk kamu,memastikan keadaan kamu baik baik aja.


Al....semangat ya ...jangan menyerah...aku tau bagaimana perasaan kamu....karena aku juga pernah berada di posisi yang sama meskipun dalam situasi yang berbeda.


Nggak punya siapa siapa.Jauh dari orang orang yang kita sayang.Menanggung beban yang seharusnya tidak ku tanggung...


Al....kalau kamu butuh sesuatu...kamu bisa cari aku...kalau kamu butuh tempat bersandar...butuh tempat bercerita...kamu juga bisa cari aku... karena walau bagaimanapun...kita tetap keluarga.....


Tapi kalau kamu nggak nyaman sama aku....aku bawain kamu sesuatu di paper bag itu.Pakai ya....ngadu sama yang punya kehidupan....agar kamu bisa tenang dan punya pegangan....


Ada janin yang harus tetap bahagia di dalam rahimmu...semangat dek....jangan putus asa ya...banyak orang yang sayang sama kamu*"


Aliya bergetar...!


Air mata yang baru saja mengering kini banjir lagi.Ia meremas kertas itu.Entah bagaimana perasaan nya sekarang.Ia tak tau.


Tulisan tangan si gadis bisu itu berhasil menyentil hati si gadis angkuh...!


Betapa dewasa,baik dan bijaknya adik kandung Ammar itu.Ia bahkan masih mau memberikan semangat untuk Aliya setelah apa yang wanita itu lakukan padanya.


Aliya menatap nanar paper bag di atas nakas tersebut.Ia meraih benda itu dan mengeluarkan isinya.


Aliya menangis lagi.Menangis sejadi jadinya.


Satu set peralatan solat lengkap.Mulai dari mukena,sajadah,iqro,quran dan tasbih.


Azizah seolah ingin mengajak Aliya untuk datang pada sang Maha Pemberi Kehidupan.Ia seolah mengajak Aliya untuk menemui sang pemberi solusi atas semua masalah yang hambaNya hadapi.


Aliya menangis sejadi jadinya.Di saat semua yang miliki serasa hilang.Disaat dunia seolah tak berpihak padanya, sang wanita bisu yang selalu ia katai pembawa sial,yang selalu ia sia siakan justru datang sebagai penyemangat nya.


Sungguh...Aliya merasa malu saat itu juga....


...----------------...

__ADS_1


***Up 17:21


yuk.... dukungannya dulu...🥰***


__ADS_2