Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan Puluh Enam


__ADS_3

Sementara itu ditempat terpisah....


Laki laki gondrong itu kembali menyusuri jalan raya dengan motornya.Setelah memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya,Zack kini harus kembali keluar untuk mencari pekerjaan.Ia akan segera menikah.Ia akan segera memiliki tanggung jawab untuk menafkahi Azizah sebagai istrinya nantinya.Ia harus secepatnya bisa mencari pekerjaan baru agar tak berlama lama menjadi pengangguran.


Zack mengedarkan pandangannya ke segala arah.Seolah mencari cari tempat mana yang kiranya bisa menerima pegawai dengan pendidikan yang hanya sampai SMP itu.


Cukup lama ia berkeliling kota,sudah sejak pagi hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul dua siang,namun sayangnya tak ada tempat yang bisa ia singgahi untuk sekedar melamar pekerjaan.Sungguh...hidup di kota dengan level pendidikan rendah terasa begitu menyiksa.Untuk sekedar mencari tempat untuk mengais rejeki saja rasanya begitu sulit.


Zack yang merasa lelah pun menghentikan laju motornya.Ia berhenti di bawah sebuah pohon besar dekat sebuah Sekolah Menengah Atas.Tanpa turun dari tunggangan nya laki laki itu nampak mengusap keringat yang mulai membasahi dahi dan pelipisnya.


Zack kembali menghela nafas panjang sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.Tiba tiba....


buuuuuggghhhh.....


Sebuah telapak tangan menepuk pundak nya.


"ojek bang...."ucap seorang remaja putra yang tanpa permisi langsung naik ke atas motornya.


Zack celingukan.Ojek?siapa?


"ke kafe jalan xx ya..."ucap remaja itu yang kini sudah siap nangkring tanpa permisi di belakang Zack.


"lho....saya bu......"


"lah....ayoookkk.....saya udah di tunggu in nih....tenang aja...saya punya duit kok...ayok..."ucap remaja itu lagi.


Zack jadi bingung sendiri.Remaja itu tiba tiba datang menghampirinya dan tanpa permisi naik ke atas motornya.Remaja itu pikir ia adalah tukang ojek.


"ayo bang....buruan..diem aja.."ucap remaja berparas nyaris sempurna itu.


Zack nampak menggaruk garuk pelipis nya.Tapi ya sudahlah....tak ada salahnya ia ngojek hari ini...toh yang penting dapet duit...pikirnya.


"ya udah....pegangan ya..."ucap Zack akhirnya.Ia pun mulai menyalakan mesin motornya


"lah....dikira mau nyebrang pegangan...."ucap remaja putra yang sepertinya cerewet itu.


Zack mengenakan helmnya.Motor pun melesat menembus jalan ibu kota membawa seorang remaja yang membuat Zack harus rela jadi kang ojek dadakan itu.Sepanjang perjalanan,remaja penumpang pertama Zack itu seolah tak henti menggerakkan mulutnya,menyanyikan lagu lagu anak remaja dengan suara nya yang ternyata juga cukup bagus.


"suara kamu bagus banget...penyanyi ya...."tanya Zack di sela sela berkendara nya.


"bukan....saya mantri sapi..."ucap remaja itu sukses membuat Zack kaget.


"haah??"ucap Zack.


"hahahahaaa......bercanda bang...!ya iyalah saya penyanyi...."ucap remaja itu akhirnya.


Zack terkekeh.

__ADS_1


"kamu lucu ya....."ucap Zack


"ganteng lagi..."sahut sang remaja begitu narsis.Zack kembali tergelak.


"nama kamu siapa...?"tanya Zack.


"saya Angkasa bang....kalau abang sendiri?"tanya remaja itu yang ternyata adalah Angkasa Wildan Tama,putra Adrian Tama dan Adinda Zahra.


"saya Zack..."ucap Zack.


"hah?Zack?bukan Bejo?"tanya Angkasa.


"kok Bejo sih?"tanya Zack heran.


"masa Zack....nggak cocok jadi tukang ojek bang..."ucap Angkasa.


"ya gimana?bisanya cuma ngojek...mau jadi penyanyi kayak kamu suara saya pas pasan..."jawab Zack.


Angkasa manggut-manggut.


"iya sih....emang nggak semua orang punya bakat kek gue... beruntung nya gue selain ganteng juga pinter dan berprestasi....gue nggak bisa bayangin....kalo gue jadi tukang ojek kek abang...ntah akan ada berapa banyak nyawa melayang di tangan gue kalau sampai gue jadi tukang ojek..."ucap Angkasa sambil geleng geleng kepala membayangkan nasib para manusia tak berdosa jika ia jadi tukang ojek.


Zack terkekeh lagi.


"kok gitu?emang kenapa?"tanya Zack


"saya aja kemarin motoran sendiri nyipok aspal bang, apalagi boncengin orang...nggak tau....kayaknya saya nggak punya bakat naik motor deh...padahal saya belajar motor udah lama loh...tetep aja nyungsep...mungkin emang saya ditakdirkan bukan buat megang stang motor kalik ya..."ucap Angkasa.


"stang pesawat....hahahhaha....."ucap Angkasa sambil tergelak di akhir kalimat nya.Zack pun ikut terkekeh mendengar celotehan remaja itu.


"ada ada aja kamu...."ucap Zack.


"eh...tapi abang kenapa mau jadi tukang ojek...abang ganteng loh....mending jadi model atau bintang iklan aja....mayan bang..."


"iklan apa?saya nggak punya bakat yang begituan...."ucap Zack.


Angkasa hanya terkekeh.Mereka mulai akrab sebagai sepasang penumpang dan kang ojeknya.


"kalau kamu sendiri,udah lama jadi penyanyi?"tanya Zack.


"saya dari dulu emang suka nyanyi bang....ya... walaupun cuma nyanyi nyanyi di kafe aja..tapi kan nggak apa apa ya bang ya...siapa tau setelah nyanyi di kafe trus ada produser yang suka liat saya...trus saya di tawarin nyanyi...duet sama Limbad"ucap Angkasa seenak jidat.


Zack tertawa lebar..


"bisa aja kamu...."ucap Zack ngakak.


Angkasa hanya cengengesan.Keduanya pun terus berceloteh sepanjang perjalanan.Keduanya terlihat begitu akrab.Zack mulai tertarik mendengar celotehan remaja tampan yang begitu lucu dan menggemaskan itu.Benar benar bisa menjadi penghibur atas kelelahan nya mencari pekerjaan hari ini

__ADS_1


Sekitar lima belas menit perjalanan...


Mereka sampai di depan sebuah cafe di pusat kota.Ini adalah cafe milik Adrian.Usaha keduanya dengan sang istri setelah sukses dengan toko kue nya.


Angkasa turun dari motor Zack.


"bentar bang...."ucap Angkasa sambil melepaskan tasnya.Remaja itu kemudian berjongkok,membuka tas ransel merahnya dan mulai merogoh nya,mencari recehan sisa uang sakunya untuk membayar jasa ojek yang sudah mengantarnya sampai ke depan kafe milik sang papa.


Zack senyum senyum sendiri melihat aksi si remaja.Cukup lama Angkasa menggeerayangi isi dalam tas nya.Ia kemudian bangkit dengan beberapa lembar uang kertas lecek serta koin seribuan dan lima ratus perak di tangan nya.


"pegangin dulu bang..."ucap Angkasa.


Zack menengadah kan tangannya.


"satu .....dua.....tiga................."ucap Angkasa sambil menyerahkan lembar demi lembar uang kertas seribuan dan dua ribuan,serta beberapa uang koin seribuan dan lima ratus perak yang sebagian nampak karatan.


Zack menggeleng kan kepalanya melihat aksi sang bocah remaja ini


"yah...kurang lima ratus perak bang...."ucap Angkasa.


Zack tergelak.


"bentar bang ..."ucap Angkasa sambil memegangi saku baju dan celananya berharap ada satu koin lagi yang tercecer di baju atau celananya, karatan juga nggak apa apa.


"udah udah....ini aja nggak apa apa..."ucap Zack.


"tapi kurang bang..."ucap Angkasa.


"nggak apa apa...ini aja udah cukup kok.."ucap Zack.


"beneran bang...."


"bener...."ucap Zack sambil memasukkan uang pemberian Angkasa ke saku jaket kulitnya.


"kalau gitu makasih banyak ya bang...."ucap Angkasa.


"iya sama sama...."jawab Zack.


"ya udah....kalau gitu saya masuk ya bang ..sekali lagi makasih... Assalamualaikum...."


"wa alaikum salam..."


Mereka pun berpisah.Angkasa segera masuk ke dalam kafe milik sang papa,Zack hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat sang remaja lucu berparas rupawan itu.


...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 05:01


yuk....dukungan dulu🥰***


__ADS_2