
Buuuuuggghhhh.....
Pukulan mendarat di wajah Revan.Pemuda itu jatuh tersungkur terkena hantaman tangan kokoh Moreno yang kini tengah murka.Azizah yang harusnya jadi santapan nya nya malam ini hilang..!mobilnya di serang...!dua ban nya kempes...!harus ada yang disalahkan atas hancurnya kesenangan Moreno malam ini...!harus ada yang menanggung amarah Moreno karena gagalnya pesta sang tuan malam ini..!Dan satu satunya manusia yang ada bersama Moreno hanyalah Revan..itu artinya Revan harus menanggung hukuman atas sesuatu yang sebenarnya bukan salah dia...!
"kau memang bodoh Revan...!!"ucap Moreno murka sambil menunjuk nunjuk ke adah Revan yang tersungkur di aspal jalan.
"ampun tuan....!saya tidak tau apa apa tuan....!"ucap Revan sambil mengatupkan kedua telapak tangannya memohon ampun.
Buuuuuggghhhh......
kaki kokoh Moreno menghantam wajah Revan.Pria itu kembali terpelanting dengan darah mengucur dari hidung dan mulutnya.Moreno bak dikuasai iblis.Ia berjalan dengan tatapan mata tajam mendekati Revan yang ketakutan,lalu mengeluarkan pistol nya dan mengarahkan nya ke arah pemuda yang sudah babak belur itu
"ampun tuan ...!jangan lakukan ini pada saya tuan..!ampun...!!"ucap Revan ketakutan.
"manusia tidak berguna seperti mu hanya akan membuang buang waktuku...!"ucap Moreno bengis dengan pistol yang sudah mengarah ke arah Revan
"a....ampun tuan....ja.........."
doooooorrrrr....!!
Tewas...!
Revan terkapar bersimbah darah di aspal.Peluru itu dengan sempurna berhasil menembus kepala pria dua puluh tujuh tahun itu membuatnya terkapar seketika di tangan Moreno.
Moreno menatap bengis ke arah jasad Revan.Ia kemudian meraih ponselnya.Mencari nama seseorang yang selalu bisa ia andalkan,Zack Andreaz.
Ya.... sepertinya memang hanya Zack yang bisa Moreno andalkan.Hanha laki laki itu yang seolah bisa bekerja tanpa cacat dan gagal.
Sementara itu ditempat lain....
Pria berambut gondrong itu masih terlelap dalam mimpi mimpi indahnya ketika ponsel yang tergeletak di sampingnya bergetar.Saat ini jam masih menunjukkan pukul dua dini hari.Sudah pasti ini adalah waktu waktu paling nikmat untuk para manusia menyeberangi alam mimpinya.Namun nyatanya tidak demikian dengan Zack.
Suara dering ponsel berhasil membuatnya terbangun.Dengan mata setengah terpejam dan rambut gondrong yang acak acakan,dengan posisi masih terbaring di atas kasur,ia pun membuka benda pipih miliknya itu lalu mengusap tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelfonnya pagi pagi buta begini.
"halo...."ucap Zack dengan suara serak khas bangun tidur.
"Zack...!cepat ke jalan X sekarang..!si bis* itu hilang...!"ucap Moreno menahan emosi.
Zack seketika itu juga terlonjak dari tidurnya.
"apa...?!"ucap Zack sedikit kaget.
__ADS_1
"kau tuli sekarang?"tanya Moreno bengis penuh penekanan.
Zack gelagapan.
"a....emm...emm...ma...maaf tuan..."ucap Zack.
"cepat kemari....!kau tau aku tidak suka menunggu lama"ucap Moreno lagi
"ba....baik tuan....saya akan segera kesana sekarang"ucap Zack kemudian mematikan sambungan telepon nya.
Zack diam sejenak.Ia menggerakkan tangannya mengusap wajah dan mengarahkan rambut gondrongnya yang sebagian tergerai menutupi wajahnya ke belakang kepalanya.
Azizah hilang?kok bisa?
Zack mendongak menatap jam dinding.Jam dua dini hari,di jalan X,dengan Moreno..
apa yang terjadi dengan gadis malang itu?!
Apakah Moreno berbuat macam macam dengan Zizah?
Tidak....!Zizah harus baik baik saja...!ia tak boleh terluka.
Berbagai pikiran berkecamuk dalam diri Zack.Ia takut terjadi sesuatu dengan gadis berparas manis itu.Ia takut ada orang jahat yang mengincar gadis malang berkulit putih tersebut.
Jangan...!Zizah sudah terlalu menderita di tangan Moreno..!jangan sampai ada tangan lain yang berusaha menyakitinya....!
Zack kalut.Dengan cepat ia melajukan motor besar itu menembus jalan raya yang lengang.Ia tak peduli dengan hawa dingin yang begitu menusuk tulang tulangnya.Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Zizah.Dimana dia dan bagaimana kondisi dia sekarang..!
Motor terus melaju.Setengah jam perjalanan ia sampai di tempat dimana Moreno berada.Zack turun dari motornya.Dilihatnya di sana Moreno nampak mondar mandir sambil mencoba menghubungi seseorang.Sedangkan tak jauh dari tempat Moreno berdiri terdapat seonggok jasad yang terkapar bersimbah darah.
Zack mendekat.
"tuan..."ucap Zack.
Moreno tak menggubris.Ia masih sibuk dengan ponselnya.
"panggil anak buahmu dan buang bangkai manusia sampah itu ...!"ucap Moreno bengis.
Zack melirik sejenak ke arah jasad penuh darah itu.
"baik tuan..."ucapnya kemudian sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
Zack pun mendekat.Mengamati sejenak wajah pria yang sudah tak bernyawa itu.Lagi lagi...satu nyawa manusia melayang sia sia.
Zack meraih ponselnya.Ia kemudian mencari nama salah satu rekannya di dalam ponsel itu dan menelfonnya.
"ke jalan X sekarang...ada bangkai yang harus kita bersihkan..."ucap Zack singkat melalui sambungan telepon lalu mematikannya..
Zack kemudian bangkit dan mendekati Moreno guna menunggu perintah selanjutnya.
"Zack..."
"saya tuan..."
"kerahkan semua anak buah untuk mencari keberadaan si bisu itu.Aku mau dia secepatnya ditemukan..."titah Moreno.
"memangnya kemana perginya tuan?"tanya Zack.
Moreno menatap bengis ke arah Zack.
"kau bodoh?kalau aku tau aku tidak butuh bantuanmu...!!"ucap Moreno bengis.
Zack menunduk.
"maaf tuan.."
"sepertinya ada orang yang mencoba bermain main denganku...!dia berani mengganggu kesenangan ku dengan menembaki ban mobilku dan membawa si bis* itu pergi...!"ucap Moreno.
Zack mendengarkan dengan seksama.
"aku tidak mau tau....!kau harus secepatnya menemukan si bisu itu...!"ucap Moreno.
"baik tuan..!"jawab Zack masih dengan sejuta pertanyaan di benaknya.
Dimana keberadaan mu Zizah?siapa yang membawamu?apa kau baik baik saja?
...----------------...
***Selamat pagi..
up 07:14
yuk... dukungannya dulu yuuukkk***
__ADS_1