Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Dua Puluh Tiga


__ADS_3

Di ruangan vip club malam tersebut...


Di sebuah ruangan yang di pesan khusus untuk Moreno dan teman teman berjudinya.Alunan musik masih terus menggema.Kini Azizah duduk di samping Moreno di sebuah sofa merah bersama tiga orang pria yang akan menjadi lawan judi Moreno malam ini.


Di samping para pria itu,masing masing ada wanita wanita berpakaian serba mini yang nampak bergelayut manja di samping mereka.Sedangkan disana,disebuah panggung dengan tiang besi menjulang tinggi di tengahnya,dua orang wanita yang berpakaian hampir te*anjang nampak meliuk liukan tubuh mereka begitu erotis,seolah ingin mengundang bira*i para pria pria yang menyaksikan pertunjukan nya.


Moreno menoleh ke arah Azizah.Dengan satu tangan merangkul pundak Zizah dan satu tangan lainnya memegang gelas kecil berisi minuman beralkohol,ia mendekatkan wajahnya ke wajah wanita tuna wicara itu


"kau akan terlihat cantik jika menari di atas sana bis*.."ucap Moreno sambil memainkan beberapa helai rambut lurus Azizah menggunakan jari telunjuknya nya.


Azizah meremas rantai tas selempang nya.Perasaannya makin tidak karuan.Ia benar benar dibuat ketakutan setengah mati.


"aku ingin melihatmu menari seperti itu..."ucap Moreno lagi tanpa melepaskan pandangannya dari Azizah lalu menenggak minuman di gelasnya hingga tandas.


Azizah mengambil note book di tasnya,lalu menuliskan sesuatu dan menyerahkan nya.


"saya nggak bisa nari tuan"tulis Azizah.


Moreno menyeringai.Ia kemudian menempelkan bibir gelas kecil itu ke area atas dada Azizah yang terbuka,lalu memainkannya seolah tengah melukiskan sesuatu disana.


"oh ya...?ciuman tidak bisa....menari tidak bisa...sayang sekali..!padahal aku sangat ingin melihat kau menari sana...melepas semua pakaian mu lalu mendekati ku.."ucap Moreno membuat Azizah makin panas dingin namun ia tak bisa berbuat apa apa.Tak ada yang ia kenal disini.Tak ada yang bisa ia mintai pertolongan.


Azizah makin gemetar.Moreno makin tergoda dengan wanita cantik di sampingnya ini.Sudah seminggu lebih Zizah berada di istananya namun laki laki itu belum.juga bisa menjamah tubuh suci gadis polos itu.


Moreno mengangkat gelas ditangannya tanpa merubah posisinya.Ia menempelkan bibir gelas itu ke bibir merah muda Azizah yang terlihat sangat menggoda.


"aku mau minum lagi..."ucap Moreno.


Azizah paham.Moreno memintanya untuk mengisi gelasnya dengan minuman haram itu lagi.


Zizah pun mengangguk.Ia kemudian meraih gelas tersebut lalu mengisinya dengan minuman beralkohol itu lalu menyerahkan nya pada Moreno.


"aku mau kau yang meminumnya"ucap Moreno membuat Azizah pun sontak mendongak menatap ke arah pria bermata tajam itu.


Azizah menggelengkan kepalanya cepat sambil kembali menyodorkan gelas di tangannya kepada Moreno.


Moreno meraih gelas tersebut.Ia mengeratkan dekapannya pada pundak Zizah dan menyodorkannya pada wanita malang itu.

__ADS_1


Azizah berusaha berontak,namun tenaganya tak bisa mengimbangi kuatnya tenaga Moreno.


Para rekan judi Moreno hanya tertawa menyaksikan adegan itu.Lihatlah...betapa polosnya gadis tersebut.


"aku bilang minum bodoh...!!"paksa Moreno sambil terus menyodorkan gelas ke bibir Zizah.Gadis itu terus mengelak sambil menutup rapat mulutnya membuat sang Moreno yang agung pun murka.


plaaaaakkkk.....


satu tamparan keras mendarat di pipi Zizah membuat gadis itu pun menangis.Sungguh....benar benar malang nasibnya.


Moreno menjambak rambut sebahu Zizah.Lalu dengan kasar dan penuh paksaan ia membuka mulut Zizah dan memasukkan minuman itu ke dalamnya.


gleeeekkk......


tertelan sempurna.


Moreno melepaskan cengkeraman nya pada rambut Zizah.Wanita itu mulai merasa pusing.Ini kali pertamanya ia menelan minuman semacam itu.


Moreno kembali mengisi gelasnya.Ia kembali menyodorkan gelas itu ke arah gadis malang tersebut.Lagi lagi wanita itu menolak,meskipun kini tenaga nya sudah tak sekuat sebelumnya lantaran rasa pusing yang mendera.Zizah mencoba mengelak,namun sayangnya,Moreno tak tinggal diam.


Satu sloki (takaran gelas kecil) demi satu sloki terus Moreno sodorkan pada gadis tuna wicara itu.Perlahan Zizah si yatim piatu itu mulai sempoyongan.Kesadaran dirinya perlahan mulai hilang.Ia mulai lemas dan menyandarkan kepalanya di pundak sang tuan kejam.


Pria itu terus memapah Zizah keluar club.Ia membawa adik Ammar itu menuju parkiran dimana mobil nya beserta sang sopir sudah menunggunya disana.


Sang supir pun membuka kan pintu.Moreno memasukkan tubuh Zizah ke dalam mobil lalu di susul dengan dirinya.


Mobil pun melaju di bawah kemudi sang sopir yang bernama Revan.


Sepanjang perjalanan,Moreno tak henti mencu*bu tubuh suci itu.Tangan dan bibirnya bergerak kemana mana menjamah tubuh suci Zizah yang sudah tak sadarkan diri.Ia seolah tak peduli dengan Revan yang sesekali melirik ke arah belakang dari spion dalam mobil mewah tersebut.


Moreno mulai panas.Ia melepas jasnya,melonggarkan ikat pinggangnya dan mulai menarik tubuh Zizah yang semula duduk kini ia baringkan di jog belakang mobil itu.Dengan penuh na*su,Moreno pun mulai menindihnya.Bibir merah dan hidung mancung berhiaskan kumis dan jambang lebat di area sekitar bibir itu mulai bergerilya menyusuri tiap inchi wajah dan leher Zizah.


Tangannya mulai bergerak hendak merobek gaun Zizah,namun belum sempat ia merobeknya,tiba tiba....


doooooorrrrr.....doooooorrrrr.......!!!


Dua kali tembakan dari orang tak dikenal berhasil mengenai dua roda mobil yang melaju pelan itu.Revan kehilangan keseimbangan.Dengan cepat ia membanting setir lalu menabrak pembatas jalan.

__ADS_1


Moreno terguling akibat goncangan hebat dalam mobilnya.Ia yang naf*u nya sudah di ubun ubun pun mengumpat hebat.Dengan cepat ia meraih dua pistol yang ia selipkan di tubuh bagian belakangnya lalu keluar dari dalam mobil tersebut disusul Revan dengan senjata yang sama.


Hari sudah gelap.Kini mereka berada di jalanan sepi dengan semak semak belukar di area kanan dan kiri jalan membuat keduanya cukup kesulitan dalam mencari dimana keberadaan kepa*at yang berani mengganggu kesenangan sang Moreno yang agung.


"keluar kau bang*at....!!siapa kau...!!!"ucap Moreno berteriak sambil terus berjalan awas menjauh dari mobilnya,mencoba mencari keberadaan si pengacau itu.


"keluar kau anj*ng...!!"ucap Moreno lagi namun tak ada tanda tanda keberadaan manusia di sekitar sana.


"Revan...!maju...!!"titah Moreno.


"baik tuan..."jawab Revan.


Laki laki dua puluh tujuh tahun itu pun bergerak maju.Ia masuk ke area semak semak di samping jalan guna mencari keberadaan manusia yang berani macam macam dengan sang tuan itu.Namun...


"tidak ada siapa siapa tuan..!"ucap Revan.


"bang*at...!!"umpat Moreno dengan dada naik turun.


Benar benar kurang a*ar..!siapa yang berani bermain main dengannya?manusia itu benar benar tak tau sedang berhadapan dengan siapa...!


"Revan...! kembali ke mobil..!"ucap Moreno.


"baik tuan"jawab Revan.


Moreno pun melangkah menuju mobilnya di susul Revan di belakangnya.Saat sampai di mobil.


"BAJI**AN...!!!"


daaaaaggghhhh.....


Moreno murka..!ia menendang bodi sampingnya dengan penuh emosi.Azizah hilang...!wanita itu tak ada di dalam mobilnya..!


Kemana dia??


...----------------...


***Selamat pagi menjelang siang...

__ADS_1


up 11:00


yuk....banyakin dukungan nya...🥰🥰***


__ADS_2