Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Delapan Puluh Enam


__ADS_3

Beberapa jam kemudian...


Di sebuah kursi taman...


Dua anak manusia itu baru saja menghabiskan semangkuk bakso di tangan mereka masing masing.Setelah menyerahkan sejumlah uang pada penjual bakso yang mangkal di taman itu,Zack kembali mendekati Azizah yang duduk di kursi ber cat putih tersebut.


Ditatapnya wajah gadis manis itu dengan penuh cinta.Zizah mendapati perlakuan itu dari Zack hanya tersenyum manis.


"kamu tadi diapain sama Jono?"tanya Zack.


Zizah nampak berfikir sejenak.Ia kemudian meraih note book di dalam tas selempang nya lalu menuliskan sesuatu disana dan menyerahkan nya pada Zack


"nggak di apa apain....aku cuma risih aja sama dia"tulisnya.


"risih kenapa?"tanya Zack.


Zizah menulis lagi.


"masak dia mau ngenalin aku ke bos nya...."tulis Zizah.


Zack nampak mengernyitkan dahinya.


"bosnya?siapa?Heru?"tanya Zack lagi


Zizah mengangkat kedua bahunya bersamaan tanda tidak tahu.Ia kemudian menulis lagi.


"yang punya bengkel itu kayaknya,katanya masih single...emang iya??"tanya Zizah.


Zack mengernyitkan dahi nya lagi...


"bos bengkel tempatku kerja?Pak Heru?yang perutnya buncit pala botak kumis tebel melintang?"tanya Zack lagi


Zizah hanya menggelengkan kepalanya samar,ia tak tau yang mana bos bengkel Zack itu.


Zack tergelak lebar membuat Zizah nyengir kuda melihat aksi laki laki itu.Membayangkan Heru dan Zizah bersanding justru membuatnya merasa lucu.


Zizah menarik ujung kaos Zack,seolah meminta laki laki itu untuk menghentikan tawanya.Laki laki itu tertawa begitu keras sambil memegangi perutnya,membuat semua mata pengunjung taman itu menoleh ke arahnya dan Zack.


Zizah berkali kali menarik ujung baju Zack,ia bahkan sesekali mencubit pinggang pria itu namun Zack masih tak henti menyuarakan tawa kencangnya.

__ADS_1


Zizah kesal sendiri.Dicubit tak mempan,kini wanita itu menggerakkan tangannya menutup mulut Zack menggunakan telapak tangan kanan nya.


Zack susah payah menghentikan tawanya.Di usapnya lelehan air mata yang menetes di pipinya saking puasnya ia tertawa.


Zizah menghentak hentakkan kakinya ke tanah dengan kesal.Sambil terus mencoba menghentikan tawanya,Zack memeluk tubuh ramping itu.Zizah masih berdecak kesal....


"sorry.... sorry sayang.... bercanda...." ucap Zack sambil masih cekikikan.Zizah yang masih dipeluk Zack kembali menggerakkan tangannya menutup mulut pria itu dengan kedua telapak tangannya.Zack tertawa sambil mengelak.Ia makin mengeratkan pelukannya pada sang kekasih.Mencium pucuk kepala sang peri seolah menenangkan hatinya agar tak ngambek lagi.


Setelah cukup lama adegan berpelukan itu...


"bos ku itu udah tua peri....udah bau tanah...bahkan katanya ada yang bilang kalau istrinya itu dua...."ucap Zack.


Zizah mendongak dengan mulut mengerucut.


"kalau dia bilang mau ngenalin kamu sama bosnya....mungkin..pak Heru pengen jadiin kamu istri ketiga nya....hahahaha...."ucap Zack kembali tergelak.Zizah kembali mencubit pinggang Zack.Laki laki itu kembali meringis.


"sakit periii...kamu lama lama suka banget ya KDRT sama aku...."ucap Zack.


Zizah bersungut.Ia meraih lengan Zack, lalu menuliskan sesuatu disana.


"kamunya jahat ...aku nggak mau jadi istri ketiga...."ucap Zizah seolah merengek.


Zack tertawa lagi.Ia kembali mendekap tubuh itu.


Ia meraih dagu sang kekasih,lalu mengangkat nya membuat wajah manis itu kini mendongak ke arahnya


"ditangan aku...kamu nggak akan pernah jadi istri ketiga... karena selama ada aku...kamu akan jadi yang pertama dan satu satunya...buat aku....selamanya....dan sampai kapanpun..."ucap Zack dengan tatapan begitu tulus.


"kamu terlalu berharga untuk di duakan atau di tigakan...sampai kapanpun,aku akan pastikan,kamu hanya akan jadi istri aku nantinya,kita akan bahagia,sebagai sepasang suami istri tanpa ada orang ketiga keempat dan seterusnya...satu satunya yang akan menjadi orang ketiga dan keempat dalam rumah tangga kita nantinya,hanya lah anak anak kita..."ucap Zack begitu menyentuh dibarengi sebuah senyuman yang begitu manis di akhir kalimatnya.


Bibir yang mengerucut itu perlahan sirna.Zizah tersenyum menatap wajah pria tampan itu.Ucapan Zack benar benar selalu bisa membuatnya terbang bak melayang di atas awan.


Zizah menjentikkan jari kelingking nya,seolah mengajak Zack untuk saling berjanji atas apa yang laki laki itu ucapkan barusan.


Zack tersenyum,dengan sangat yakin,ditautkan nya jeri kelingkingnya dengan jari Zizah.Mereka berjanji,akan menjadi pasangan yang saling setia dan saling menyayangi hingga akhir hayatnya kelak.


...****************...


Sementara di tempat lain....

__ADS_1


Seorang gadis tengah sibuk menata beberapa cup cake yang baru matang itu di dalam etalase kaca yang terlihat bening tanpa debu tersebut.Dengan celemek terpasang di tubuh bagian depannya,Zia nampak telaten menata satu demi satu cupcake dengan tampilan manis itu di tempat yang semestinya.Ditemani musik yang mengalun tak begitu kencang,Zia nampak begitu menikmati pekerjaan nya itu.Kedua bosnya sangat baik,terutama Adinda.Adrian sebenarnya juga baik,meskipun terkesan diam dan misterius.Sampai saat ini,tak ada kendala yang berarti yang ia alami saat bekerja.Semua berjalan dengan sangat lancar dan semestinya.


Saat ia tengah sibuk dengan pekerjaannya,tiba tiba.....


Kriieeeettt.....


pintu kaca terbuka....


"mamaaaaaaa......."


suara itu berhasil membuat Zia mendongak dan mengarahkan pandangannya ke arah pintu.


Nampak seorang remaja putra datang dengan helm yang di tenteng di tangan kanannya.Penampilannya acak acakan.Baju seragam putih abu abunya nampak lusuh terkena debu dan tanah.Beberapa bagian juga nampak sobek.Sepertinya baru saja terjadi sebuah insiden pada remaja berparas begitu tampan itu.


Zia yang semula berdiri dengan sedikit membungkuk kini menegakkan posisi tubuhnya.Ia nampak mengernyitkan dahinya,dilihatnya remaja pria itu mengusap pipi putihnya yang terlihat basah.Sepertinya ia baru saja menangis,namun setelah ia menyadari keberadaan Zia,remaja pria itupun langsung mengusap air matanya.Mungkin malu....masa cowok SMA nangis...!


Remaja itu memasang mode sok cool nya menatap ke arah Zia.


"mama mana?"tanyanya.


Zia mengernyitkan dahinya.


"mama?"tanya Zia tak mengerti.


"mama Dinda...!"ucap remaja itu sedikit kesal.


"oh....ada di atas..."ucap Zia.


Remaja itu dengan setengah berlari langsung menuju ke lantai dua,lantai pribadi milik keluarga Adrian Dinda.


"mamaaaaaa......"ucap remaja yang mungkin berusia enam belas tahunan itu.


Zia hanya mengamati kepergian remaja itu sambil menggelengkan kepalanya.Sepertinya bocah itu adalah anak dari bosnya.Terlihat sangat manja sebagai seorang remaja putra.


Zia menggelengkan kepalanya... entahlah..bukan urusan dia...



...----------------...

__ADS_1


***up 19:19


yuk.... dukungannya dulu🥰🥰🥰***


__ADS_2