Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Dua Belas


__ADS_3

Hari demi hari semakin cepat berganti....


Semua berjalan seperti yang seharusnya.


Kurang lebih tiga minggu pasca kepergian Aliya,kini sang putri kondisinya perlahan mulai membaik.Gadis kecil yang di beri nama sama dengan nama almarhumah ibunya itu pun kini sudah di izinkan untuk pulang ke rumah.


Dengan taxi online yang menjadi sarana bekerja bagi Zack,laki laki berambut gondrong itu datang ke rumah sakit tempat dimana Aliya kecil di rawat.Sedangkan Zizah,wanita itu sudah berada di rumah sakit tersebut sejak pagi,guna mengurus segala sesuatu termasuk administrasi untuk membawa Aliya kecil pulang.


Pria bertato itu mengayunkan kakinya cepat dan lebar.Menuju loby rumah sakit tempat dimana Zizah dan Aliya kecil yang sudah ia anggap seperti anak nya sendiri itu menunggu nya.


Zack mengedarkan pandangannya.Dicarinya sosok wanita tersayangnya itu.Pria berambut gondrong sebahu itupun tersenyum saat melihat sosok Zizah yang nampak melambaikan tangannya sambil menggendong si bayi mungil.Zack setengah berlari mendekati Zizah.


Azizah meraih punggung tangan suaminya dan menciumnya sebagai tanda hormat.Zack tersenyum lembut.Dilihatnya putri kecil yang terlelap itu.Wajahnya terlihat sangat cantik.Putih bersih dengan bibir merah yang manawan.Perpaduan antara ayah dan ibunya.


"hai anak papa....siap pulang ke rumah?"tanya Zack seolah berbicara dengan Aliya kecil yang sedang terlelap.


Zizah hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


"ya udah yuk...kita pulang...kita istirahat di rumah...."ucap Zack pada sang putri kecil.


Sepasang suami istri yang masih bisa dibilang pengantin baru itupun lantas membawa Aliya kecil untuk pulang ke kediaman Zizah,rumah Tari yang kini ia dan Ammar tempati.


Ya....sebagai pasangan suami istri yang belum punya rumah sendiri,Zack dan Zizah terpaksa bolak balik.Seminggu di rumah Tari dan tinggal bersama Ammar,seminggu lagi tinggal di rumah Zack bersama Zia,begitu seterusnya.


Namun kali ini ,setelah adanya Aliya kecil, sepertinya sepasang suami istri itu akan lebih sering tinggal di rumah Tari bersama Ammar.Mengingat Aliya kecil adalah bayi yang lahir secara prematur.Kondisi nya tak sama seperti bayi bayi pada umumnya yang terlahir normal dan cukup umur.Zizah harus ekstra protektif terhadap gadis kecil ini.Sebagai seorang pria yang kini berperan sebagai sosok ayah bagi Aliya kecil,Zack tak mengizinkan putri kecilnya itu untuk keluar keluar dulu untuk saat ini.Azizah juga terpaksa harus berhenti kerja untuk sementara.Ada Aliya yang harus ia rawat dan ia jaga.Kini ia hanya bisa mengandalkan Zack.Laki laki itulah tulang punggung bagi dirinya dan sang putri saat ini.

__ADS_1


Setengah jam perjalanan.....


Keluarga kecil itu sampai di depan sebuah rumah sederhana yang akan menjadi istana bagi Aliya kecil.Dengan raut wajah bahagia,Zizah dan Zack pun membawa Aliya kecil masuk ke dalam rumah dan segera menuju kamar untuk membaringkan sang putri yang kini terlelap itu.


Zack membuka jendela kamar,agar udara dapat masuk dan tak terlalu pengap.Sang gadis kecil kini sudah berada di atas kasur ,didalam sebuah kelambu kecil yang Zack belikan beberapa hari yang lalu.


"peri..."ucap Zack.


"aku pergi ya...ada customer yang minta dijemput..."ucap Zack pada sang istri.


Zizah hanya mengangguk sambil tersenyum.Zack mendekati wanita cantik itu.Dikecupnya kening Zizah,lalu mengucap salam dan melesat pergi untuk mengais pundi pundi rupiah.


...****************...


(NB:konten sedikit menjurus ke area dewasa...tidak diperjelas...hanya fiktif dan karangan author semata)


Seorang pemuda penghuni sel nampak menangis sambil menyeret tubuhnya keluar dari kamar mandi.Penampilannya acak acakan.Tubuhnya terasa lemah dengan wajah yang terlihat pucat.


Reza keluar dari kamar mandi.Ia merintih menyeret tubuhnya untuk mencari pertolongan para petugas jaga malam ini.


"paaakkkk.....!tolong....!!sipiiiirr....tolong saya.....!!!"ucap Reza terasa begitu memilukan.


Beberapa sipir yang berjaga di depan sel yang mendengar suara Reza pun masuk.Sedangkan beberapa lainnya tetap stay di depan sel menjaga tahanan yang lain.


Dicarinya sang napi yang sepertinya sedang berada di kamar mandi itu.Seorang sipir pria nampak berlari ke arah pintu kamar mandi saat melihat sosok Reza yang terkapar di depan pintu kamar mandi sel itu dengan kondisi bertelanjang dada dan celana yang hampir melorot.

__ADS_1


"hei....!!kamu kenapa??!"tanya seorang petugas terlihat panik


"tolong pak....."ucap Reza sambil menangis meraung raung.


"mana teman kamu yang lain....?!" tanya petugas itu lagi.Pasalnya jumlah napi di dalam sel itu tak sesuai dengan jumlah yang semestinya.Harusnya ada dua belas orang disana,namun kini hanya tinggal delapan orang termasuk Reza didalamnya.


"mereka kabur pak....mereke lewat sana...tolong saya....tubuh saya sakit semua pak....."ucap Reza lagi sambil terus meraung raung.


Sipir panik.Dengan HT di tangannya pria berseragam biru itu mengabari sipir yang lain,memberi tahukan bahwa ada sejumlah tahanan yang berhasil kabur dari penjara


"segera lakukan penyisiran...! mereka mungkin belum jauh....!!"ucap sipir itu..


"ambulance....!! ambulance....!!siapkan ambulance....!ada yang terluka....!!!"ucapnya lagi.


Kepanikan pun terjadi.Sebagian petugas berlari,bergerak mencari para napi yang kabur,dimana salah satunya ada sang terpidana seumur hidup,Moreno serta beberapa anak buahnya.


Sebagian sipir membopong tubuh Reza.Laki laki itu terus menangis merasakan sakit di bagian belakang tubuhnya,entah apa yang sebenarnya terjadi.Bercak darah juga terlihat di bagian belakang celana oren nya.


Sipir segera membopong tubuh Reza.Membawa laki laki ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


...----------------...


***Selamat siang....


up 13:00

__ADS_1


yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰***


__ADS_2