Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Dua Puluh Enam


__ADS_3

Salah seorang pria dengan sebilah celurit di tangannya itu menyeringai di balik helm yang membungkus kepalanya.Tangannya terangkat naik,dengan gerakan yakin dan pasti ia mengayunkan senjata di tangannya itu, berniat menyabetkannya pada Roky...


1


2


3


dan....


.


.


.


.


.


buuuuuggghhhh......!!!


Sebuah kaki kokoh menghantam tubuh pria ber celurit itu dari arah samping kanan.Membuat pria dengan helm di kepalanya tersebut pun oleng dan jatuh ke arah kiri,dimana satu rekannya berdiri disana.


Keduanya pun jatuh tersungkur ke aspal jalan.


Roky mendongak,menatap pria gagah yang menjadi penolongnya itu.


"tuan?"ucap Roky.


Ya....itu Adrian....!!


Dia yang baru pulang dari cafe dengan mengendarai motor tak sengaja melihat Roky melintas menuju sebuah jalanan sepi.Jiwa keingintahuan Adrian pun bergejolak, terlebih lagi kini ia dan Zev sang menantu sudah tau tentang masa lalu Roky.Ia pun jadi penasaran,aktifitas apa yang dilakukan sopirnya itu jika diluar jam kerja.


Dan disinilah ia sekarang....


Sejak tadi ia mengamati aksi kejar kejaran berujung perkelahian yang terjadi antara Roky dan dua pria misterius itu.Melihat sang sopir mulai dalam masalah,ia pun tak mau tinggal diam.Dengan langkah tenang ia berjalan mendekati dua pria ber helm itu dan segera menyerangnya dengan tendangan kerasnya.


Kini dua pria itu nampak meringis kesakitan di atas aspal jalan.Celurit yang semula berada di tangan pria itu pun jatuh terpental.


Adrian meraih benda tajam itu.Sambil bersiul santai ia berjalan mendekati dua pria yang makin meringsut mundur itu.Adrian nampak memainkan benda tersebut,sebuah senyuman psikopat terbentuk dari bibirnya,menatap dua pria yang mulai awas itu dengan tatapan yang mengerikan bak seorang iblis gila yang siap untuk menghabisi nyawa keduanya.


"pergi...atau mati?"ucapnya mengerikan dibarengi dengan sebuah senyuman iblis khas Adrian Tama.

__ADS_1


Roky yang terkulai lemah di aspal pun nampak mengernyitkan dahinya melihat gerak gerik Adrian itu.Adrian memang sosok yang tenang.Jarang bicara,meskipun ia baik dan bijaksana,tapi kali ini ,ia seolah melihat sosok lain dalam diri Adrian kala pria itu berhadapan dengan senjata tajam.Senyuman mengerikan yang terbentuk dari bibir pria itu seolah mengingatkan nya pada seseorang,Moreno....!


Dua pria misterius itu mulai takut.Pria tampan itu benar benar mengerikan bak iblis.Dengan segera mereka bangkit, sepertinya mereka yakin bahwa pria dihadapannya itu bukanlah lawan yang seimbang untuk mereka.Keduanya pun lantas lari menuju motor mereka kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


.


.


.


Seperginya dua pria itu....


Adrian menoleh ke arah Roky yang sedari tadi memperhatikan nya.Mimik wajah mengerikan itu dalam hitungan detik hilang,berubah menjadi raut wajah bersahaja dan tenang layaknya Adrian Tama yang Roky kenal.


Adrian mendekati supirnya yang masih tergeletak di jalan beraspal tersebut.Di raihnya tubuh Roky,lantas membantu pria tersebut untuk bangkit dari posisinya.


"kami nggak apa apa?"tanya Adrian.


"nggak apa apa tuan...."jawab Roky.


Roky melirik sejenak ke arah Adrian.Laki laki itu hanya tersenyum.


"kamu mau kemana jam segini lewat jalan sepi seperti ini?"tanya Adrian.


Adrian tersenyum lagi.


"kamu kenal sama mereka tadi?"tanya Adrian.


Roky nampak berfikir sejenak.Firasatnya sih mengatakan,ia mengenal orang orang itu,namun rasanya tidak mungkin jika ia harus jujur pada Adrian.Bisa bisa Adrian berfikir dua kali untuk mempertahankan Roky jika tau masa lalu Roky sebelum bekerja dengan Adrian.


Nggak tau aja si Roky kalau Adrian sudah tau semuanya....๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


"nggak tau tuan...mungkin rampok...."ucap Roky asal.


"kalau rampok,harusnya saat kamu jatuh,dia langsung ambil motor kamu, bukannya malah mukulin kamu"ucap Adrian yang sukses membuat Roky diam seketika.


Adrian memperhatikan raut wajah supirnya itu.


"saya nggak tau juga tuan....saya nggak kenal..."ucap Roky.


Adrian hanya tersenyum.


"ya sudah....kamu mau kemana sekarang?"tanya Adrian.

__ADS_1


"saya mau lanjut ke rumah teman saya tuan...rumahnya udah nggak jauh kok dari sini..."ucap Roky lagi.


"ya sudah kalau gitu....kamu hati hati ya...."ucap Adrian.


"iya tuan...."jawab Roky.


Pemuda itupun lantas meraih motornya yang tergeletak di aspal Ia segera menyalakan mesin motor itu kemudian bergegas pergi dari tempat tersebut meninggalkan Adrian.


Seperginya Roky....


Adrian berjalan menuju motor besarnya.Ia lantas mendudukkan tubuhnya disana lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jaket kulit nya.


Di sentuh nya logo WhatsApp disana,ia lantas mencari nama seseorang yang merupakan mantan partner dunia gelapnya dulu,Farhan....


tuuutttt...... tuuuutt....


"halo assalamualaikum tuan...."ucap seorang pria dari seberang sana.


"wa alaikum salam...."


"ada apa tuan....tumben malam malam telfon?"tanya Farhan,pria berkacamata yang kini berprofesi sebagai seorang guru SMP di sebuah kota berhawa sejuk yang identik dengan buah apelnya itu.


"boleh aku minta tolong...aku baru saja bertemu dengan dua orang, pengendara motor...bisa kau cari tahu siapa pemiliknya dan dimana alamat atau posisinya saat ini?aku hafal plat nomornya"tanya Adrian yang diam diam merekam sempurna plat nomor kendaraan roda dua itu.


"bisa tuan....sebut saja berapa plat nomornya...saya kirim satu jam dari sekarang...."ucap Farhan sang genius.


Adrian tersenyum...


"baiklah...aku akan segera mengirimkan nya... terima kasih ya....maaf mengganggu mu malam malam...."


"tidak masalah tuan..."jawab Farhan.


"assalamualaikum...."ucap Adrian.


"wa alaikum salam...."


...----------------...


***Up 17:41


yuk.... dukungan dulu..๐Ÿฅฐ***


mampir juga yuk ke novel author lainnya...tema masih mengenai manusia pendosa yang penuh dengan kejahatan ๐Ÿคญ๐Ÿ˜

__ADS_1



__ADS_2