
Hari terus berganti...
Di sebuah rumah sakit besar di kota itu.Di sebuah kamar rawat inap yang dijaga oleh dua orang perwira polisi di depan pintu kamarnya.
Aliya tengah berada di dalam kamar rawat inap tersebut bersama Zizah.Hari ini Aliya sudah dinyatakan sehat,ia akan segera keluar dari rumah sakit dan menjalani hukumannya di penjara.Wanita hamil itu beserta kakak dan ibunya dijatuhi hukuman dua tahun penjara,ia akan di masukkan ke dalam sel yang sama dengan sang ibu mengingat Aliya kini tengah mengandung,sudah pasti ia butuh perhatian dari orang orang terdekat nya.
Aliya melipat beberapa potong baju miliknya,Zizah pun membantunya,memasukkan barang barang pribadi sepupunya tersebut kedalam ransel hitam milik Aliya.
"jangan lupa jengukin aku ya Zah...kalau aku udah di dalam tahanan...."ucap Aliya.
Zizah mengangguk sambil tersenyum.Ia meraih notebook di tas selempang nya lalu menuliskan sesuatu disana.
"kamu jaga diri baik baik ya....kandungan kamu lemah,kamu jangan banyak pikiran...."tulis Zizah.
Aliya tersenyum membaca tulisan tersebut.
"kamu bener bener baik banget Zizah...aku jadi malu pernah jahat sama kamu..."ucap Aliya merasa tak enak.
Zizah hanya tersenyum.Ia meremaas lembut telapak tangan Aliya lalu menggeleng kan kepalanya samar seolah ingin mengatakan "nggak usah dipikirin lagi"
Kedua wanita dengan selisih usia satu tahun itu kembali fokus dengan barang bawaan Aliya yang tak seberapa itu.Setelah selesai..
Dua polisi datang memasuki ruangan tersebut,satu diantaranya adalah Andrew,suami Livia,majikan Azizah.
"Aliya...kamu sudah selesai?"tanya Andrew.
"udah pak..."jawab Aliya tenang.Wanita hamil itu sepertinya sudah mulai bisa berdamai dengan keadaan hidupnya sekarang.
Aliya bangkit,salah satu rekan Andrew mendekat.Ia memakaikan borgol di lengan Aliya kemudian bersiap untuk membawa wanita hamil itu menuju ke tempat yang seharusnya.
"sering sering jenguk aku nanti ya Zizah.."ucap Aliya.
Zizah mengangguk.Wanita itu lantas melambaikan tangannya ke arah sang sepupu yang kini sudah berjalan di apit dua polisi di sisi kanan dan kirinya itu.
Zizah menghela nafas panjang.Ia kemudian memasukkan notebook ditangannya ke dalam tas selempang yang tergantung di pundak kirinya.
Saat ia membuka tas itu.
tingg....
ponselnya yang merupakan ponsel pemberian Livia berbunyi,tanda pesan masuk.Gadis itupun lantas meraih benda pipih nya itu.Benda yang diberikan oleh majikan baik hatinya guna mempermudah Livia jika sewaktu waktu ingin menghubungi Azizah.Sedangkan ponsel pemberian Zack dulu sudah raib entah kemana.
1pesan masuk.
Zack❤️
Zizah tersenyum.Ia kemudian membuka satu pesan dari laki laki kesayangan nya itu.
__ADS_1
"pagi cantik...."tulisnya.
Azizah mengernyitkan dahinya.Ia mendongak menatap jam dinding.
Jam sudah menunjukkan setengah satu siang,bisa bisanya Zack bilang pagi....
Azizah tersenyum lucu,lalu menuliskan balasan untuk pesan itu.
"Malam jugaaa......"tulisnya.
"*dih....rumah Livia mati lampu ya...."tulis Zack.
"enggak...tapi nggak tau...disini gelap...."balas Zizah.
"kok bisa....?"tanya Zack.
"mungkin karena nggak ada kamu....makanya gelap...kan biasanya kamu yang nerangin hidupku.....🤣🤣" balas Zizah sambil loncat loncat tak di dalam kamar rawat inap itu*.
Dia yang nulis dia yang jingkrak jingkrak🤭🤣
Zack yang kini tengah menyantap santap siang nya di bengkel nampak tersenyum lebar.
"awowowkowk.....gombalan kamu bikin aku pengen ngambil paku buat di cemilin..."tulis Zack
Zizah makin tersipu.Ia menjatuhkan tubuhnya di ranjang pasien ruangan itu lalu berguling bebas di atasnya.
"*jangan dong...masak calon suamiku jadi kuda lumping.." tulis Zizah.
"APASIIIIIHHH....???"tulis Zizah dengan huruf kapital*.
Kedua anak manusia itu terkekeh bersamaan di tempat yang berbeda.
"*lagi apa?"tanya Zack.
"dirumah sakit....Aliya keluar dari rumah sakit hari ini.."jawab Zizah.
"oh ya...."
"iya...ini aku udah mau pulang..."tulis Zizah lagi.
"langsung pulang?nggak mampir dulu?"tanya Zack.
"mampir kemana?"tanya Zizah.
"dokter kandungan...siapa tau ada anak kita di rahim kamu sekarang....."tulis Zack sambil cekikikan sendiri.
"bodo amat"tulis Zizah*.
__ADS_1
Keduanya pun lantas melanjutkan aksi berbalas pesan mereka.Zizah sibuk mengetik sambil berjalan keluar dari ruangan itu,sedangkan Zack,ia sibuk berbalas pesan sambil makan.Duduk di lantai bengkel,menghadap kursi plastik dimana terdapat satu bungkus nasi di atasnya.Ia melahap nasi itu menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya sibuk dengan ponsel miliknya.Benda yang dulu menjadi ponsel rahasianya saat menjadi anak buah Moreno,sedangkan ponsel yang ia gunakan untuk bekerja dengan Moreno kini telah disita polisi.
Zack masih asyik cekikikan,hingga...
daggghhh......
Sebuah kursi plastik lainnya terlempar ke samping tubuh Zack membuat laki laki itupun sedikit kaget.
"heehh....!anak baru...!buruan makannya ...!jangan pacaran mulu..!kerja....!!"hardik Jono sang senior.
Zack mendongak menatap jam.Masih setengah satu...padahal jam makan siang dan istirahat habis sampai jam satu.Benar benar senior yang menyebalkan..!pikir Zack.
"malah bengong...!!buruaann...!!"hardik Jono lagi kini bahkan sambil berkacak pinggang dengan mata melotot bak seorang atasan.Hari ini pak Heru sedang tidak ads ditempat,ia sedang bersama istri mudanya sejak kemarin,hal itu membuat Jono di tugaskan untuk menjaga bengkel.Maka tak ayal,jika pria itu kini makin menjadi jadi memerintah Zack dan Rudi.
Zack bangkit.Ia mulai tak tahan dengan perilaku semena mena Jono.
Zack menatap tajam pria paruh baya itu.Rambut gondrong yang terikat asal,dengan beberapa helai tergerai ke depan menutup sebagian wajahnya.Laki laki itu berjalan mendekati Jono dengan sedikit memiringkan kepalanya,menatap angkuh ke arah laki laki itu sambil menguluum satu persatu jari jarinya yang kotor bekas makan.
Jono mulai bergidik.Zack tiba tiba berubah.Zack yang biasanya tenang kini seketika berubah dingin.Ia seolah kembali menjelma menjadi sosok kaki tangan Moreno yang sedikit banyak mewarisi aura dingin dan mengerikan khas Moreno.
"ngapain lu?!mau apa lu?!kerja buruan....!"ucap Jono sambil bergerak mundur saat Zack makin melangkah mendekat dengan ayunan kaki yang tenang namun terasa menakutkan.Rudi yang juga berada di tempat itu pun dibuat melongo dengan perubahan sikap Zack yang drastis.
Jono masih terus mundur, hingga.....
buuuuuggghhhh.....
mentok..!
tubuhnya membentur bodi mobil yang tengah dalam perbaikan itu.
Zack menatap angkuh ke arah Jono,ia kembali menguulum jempolnya guna membersihkan sisa sisa makanan yang menempel disana.
"jangan nakut nakutin gue lu...!!gue aduin lu ke bos Heru...!"ucap Jono.
"lu takut?"tanya Zack dingin
Jono makin gemetar.
Zack menggerakkan jari tangannya masuk kedalam mulutnya sendiri,mengambil satu sisa daging yang terselip di antara gigi giginya.
"jangan sok merintah gue..!karena lu nggak tau siapa gue...!beranj lu ngadu ke bos lu..gue akan anter lu ketemu raja neraka...!"ucap Zack mengerikan.Kemudian dengan satu gerakan ia menempelkan satu sisa daging yang ia ambil dari sela sela giginya tadi.Menempelkannya ke dahi Jono dengan gerakan sedikit kasar membuat kepala bagian belakang Jono pun terbentur ke bodi mobil.
Jono ngeri..!ia seolah tak mampu bernafas saat itu juga.Zack tersenyum smirk.Ia kemudian pergi meninggalkan laki laki paruh baya yang masih terlihat syok tersebut.
...----------------...
***Selamat sore....
__ADS_1
up 17:19
yuk...dukungan dulu🥰🥰***