
Sore menjelang.....
Setelah seharian mengais rezeki,pria berambut gondrong itupun pulang kembali kerumah nya.Dengan sebuah kresek di tangan,pria suami sah Azizah itu berjalan menuju pintu utama rumah sederhana tersebut.
kleeekk.....kleeekkk.....
Zack mencoba membuka handle pintu itu namun tak bisa.Sepertinya Azizah mengunci pintu itu dari dalam.
tok....tok....tok...
"assalamualaikum...peri aku pulang...."ucap Zack dari luar rumah.
tak ada jawaban...!
tok ...tok....tok...
"peri...."ucap Zack lagi.
ceklek....
pintu terbuka,Azizah muncul dari dalam rumah sambil menggendong Aliya kecil.Zack tersenyum melihat sang istri,tangannya tergerak hendak meraih kepala Zizah dan menciumnya,namun belum sempat Zack melakukan itu Azizah sudah buru buru menarik tangan pria tersebut masuk ke dalam rumah.
Zack pun hanya menurut.Azizah dengan cepat kembali mengunci pintu utama rumah tersebut dari dalam.
"ada apa sih peri?"tanya Zack tak paham.
Zizah lantas meraih pulpen dan notebook di dalam saku bajunya,lalu menuliskan sesuatu di sana kemudian menyerahkan nya pada sang suami
"tadi siang ada yang ngawasin rumah ini...dia bolak balik jalan lewat depan rumah....aku takut..."tulis Zizah.
Zack diam sejenak.Ia lantas berjalan menuju jendela rumah,mengintip dari balik kaca yang nampak hitam dari bagian luar namun bening dari bagian dalam itu.Mata tajam Zack tergerak ke segala arah.Mencari cari sosok yang menurut sang istri mencurigakan itu,namun tak ada.
Zizah menepuk pundak Zack,membuat laki laki itu menoleh ke arah sang istri.
Zizah menyodorkan notebook nya lagi.
"tadi siang ada di depan mondar mandir...tapi kayaknya sekarang udah pergi...soalnya rumah ini aku kunci terus..mungkin dia pikir rumah ini kosong...."
"udah yuk...yang penting kamu udah di rumah...aku nggak sendirian lagi...kak Ammar nginep di rumah mbak Livia hari ini,kayaknya dia nggak' pulang.."tulis Zizah.
Zack hanya tersenyum.Zizah meraih kembali notebook di tangan Zack,ia kemudian menulis lagi dan menyerahkan nya pada Zack.
"kamu pasti laper kan...makan dulu yukk...aku udah masak buat kamu..."tulis Zizah
Zack hanya tersenyum lagi.
"ya udah yuk...."jawabnya kemudian.
__ADS_1
Keduanya lantas menuju meja makan,Zizah meletakkan Aliya kecil di atas stroller di samping meja makan.Zack yang sudah selesai cuci tangan pun langsung mendekati sang putri,mengajaknya bermain sambil sesekali berucap sendiri seolah mengajak sang putri berbincang.
Zizah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya,sambil menata masakan yang sudah matang itu di atas meja untuk makan sang suami.
"peri..."ucap Zack.
Zizah menoleh.
"Aliya rewel nggak?"tanya Zack.
Zizah hanya menggelengkan kepalanya.
"aku jadi berfikir,kayaknya mending kita pindah ke rumah aku aja deh sementara....kita ngumpul jadi satu sama Zia juga....aku khawatir sama dia..."ucap Zack.Zizah mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Zack, kemudian meletakkannya di atas meja di depan sang suami.Wanita tuna wicara itu lantas duduk di kursi di samping Zack.Ia nampak mendengarkan ucapan suaminya itu dengan seksama.
"tadi siang aku nggak sengaja ketemu Zia....dia lagi di ikutin sama dua orang...aku samperin dia..aku juga sempet berantem sama dua orang itu....dan kamu tau...ternyata mereka adalah anggota Moreno....dua dari beberapa napi yang berhasil kabur kemarin..."ucap Zack.
Azizah terdiam.Ada raut wajah terkejut tergambar jelas di sana.
"itu artinya dugaan kita tepat peri...Moreno mulai menebar teror...dia mengincar kita,kak Ammar,Zia....mungkin juga bu Rahmi dan Bu Grace..."ucap Zack.
"mungkin untuk saat ini..akan lebih baik kalau kita tinggal bersama sama dulu semuanya...Zia juga udah berhenti kerja....berangkat dan pulang sekolah juga antar jemput...biar aman...untuk sementara kalian jangan keluar keluar dulu dari rumah ya..."ucap Zack.Azizah hanya menurut apa yang dikatakan suaminya.
Zack tersenyum lagi.Zizah menggerakkan tangannya,seolah meminta Zack untuk segera makan,keburu dingin.
Zack hanya tersenyum lalu menurut.
Zizah lantas menulis lagi
"masih nunggu kedatangan dokter dari luar negeri...kalau udah ada kejelasan,nanti mbak Livia ngabarin..."tulis Zizah
"semoga semua berjalan dengan lancar...aku nggak sabar pengen dibentak sama kamu.."ucap Zack sambil mengunyah makanannya.Zizah hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya itu.
...****************...
Sementara di tempat lain.....
Di sebuah ruangan luas di sebuah perusahaan besar.Pria bermata serigala itu nampak sibuk dengan laptopnya, sedangkan sebelah tangannya sibuk memegang telepon seluler yang tertempel di telinga sebelah kirinyaa
"namanya Moreno...dia ketua sindikat pembunuh bayaran...dia memulai membentuk kelompoknya sekitar tujuh belas tahunan yang lalu... sebelumnya dia hanya berkerja seorang diri..tapi makin hari...dia mulai merekrut orang orang untuk menjadi anak buahnya...."
"dia seangkatan lah sama papa kamu dan papa mertua kamu....tapi bedanya... papa mertua kamu di bui duluan...sedangkan Moreno aman... karena sindikat Moreno dibentuk beberapa tahun setelah papa mertua kamu bebas.. sindikat nya baru kecium beberapa waktu belakangan ini karena ada seseorang yang melapor"
"dia di tangkap beberapa waktu lalu dan dijatuhi hukuman seumur hidup.Bukan cuma dia,tapi juga banyak anak buah lainnya..."
"tapi nggak semua di jatuhi hukuman mati...ada yang satu tahun,dua tahun, sepuluh,dua puluh dan ada juga yang berstatus tahanan kota...mereka yang berstatus tahanan kota adalah orang orang yang terbukti secara terpaksa mengabdi sama Moreno dengan alasan diancam sama laki laki itu...."ucap seorang pria dari seberang sana.
Zev hanya manggut-manggut.
__ADS_1
"foto foto sebagian tersangka udah om kirim....sisanya masih om cari in deh .."ucap pria dalam telepon itu lagi
"ada lagi yang mau kamu tanyakan?"
"keluarga nya dia om?"tanya Zev.
"dari yang om berhasil gali,dia cuma satu mantan istri,tapi siapa dan dimana dia tinggal sekarang...om belum bisa jawab....bentar lah ...besok deh om kabarin...."ucap pria itu lagi.
Zev tersenyum...
"oke....makasih om atas infonya...."ucap Zev.
"sama sama...."
"ya udah ..om istirahat lah...baru pulang ngajar kan,titip salam ya buat tante Putri dan anak anak..."ucap Zev lagi pada seseorang yang ternyata adalah mantan rekan kerja ayah mertuanya dahulu,Farhan namanya.
"iya...sama sama...ya udah ..om tutup ya.... Assalamualaikum....."
"wa alaikum salam...."
sambungan telepon pun terputus.
Zev kembali fokus pada laptopnya.Ia nampak serius mengamati data data yang Farhan kirim kan melalui email.Berisi tentang data lengkap tentang Moreno.
Zev nampak mengamati satu persatu foto yang katanya adalah para tersangka yang merupakan anak buah dari Moreno sang pembunuh yang kabur dari penjara.Hingga.....
deeeeegggghhhh
Zev menghentikan pergerakan nya saat melihat satu foto yang sangat ia kenal.Bukan satu...tapi dua...dua foto pria berbeda yang masih sangat ia ingat..siapa dan dimana ia pernah bertemu.
"ini kan supir taxi tadi?dan....supirnya papa??"monolog Zev dengan raut wajah terkejut.
...----------------...
***Selamat siang....
yuuukkkk...dukungan yuukkkk
up 12:00
disambi baca yang ini juga boleh...👇👇***
__ADS_1
jangan lupa juga dukungan nya,🥰🥰🥰