
Malam menjelang....
Di sebuah rumah sakit....
Di dalam sebuah ruang rawat inap.
Wanita itu sudah siap dengan baju operasi nya.Ia nampak duduk di tepi ranjang,menghadap laki laki berambut gondrong yang selalu setia menemaninya.
Zack menggenggam erat telapak tangan Zizah,seolah mencoba memberikan kekuatan dan rasa percaya diri untuk wanita cantiknya yang sebentar lagi akan mendapatkan kembali suaranya itu.
"kamu jangan tegang ...semua akan baik baik aja..."ucap Zack.
Zizah membuka mulutnya,berucap tak jelas pada Zack yang langsung bisa dimengerti oleh laki laki berparas imut itu.
"semua akan baik baik aja peri....kamu akan bisa bicara lagi,kita akan hidup bahagia,dan kita akan membesarkan Aliya kecil sama sama.... setelah itu,kita akan punya momongan sendiri...adiknya Aliya..."ucap Zack penuh doa dan harapan.
Zizah tersenyum,ia mengangguk mengaminkan segala ucapan Zack.
Ceklek.....
pintu kamar terbuka....
Seorang perawat datang dengan seragam hijau hijau khas seragam operasi sambil membawa sebuah kursi roda.
"nyonya Azizah.... operasi akan segera dimulai,mari ikut kami ke ruang operasi..."ucap sang perawat bermasker itu.
Zizah mengangguk.Ia kemudian berjalan menuju kursi roda tersebut.
"boleh saya aja yang dorong sus....?"tanya Zack.
"silahkan pak..." jawab sang perawat.
Zack pun tersenyum.Ia kemudian mendorong kursi roda yang kini di duduki istrinya itu.Azizah yang duduk di atas kursi roda nampak mereemas jari jarinya.Menyalurkan kegugupan dan rasa gugupnya sambil dalam hatinya ia tak henti merapalkan doa doa.Satu yang menjadi pengharapan nya,semoga semua bisa berjalan dengan lancar dan ia bisa kembali mendapatkan suaranya.
__ADS_1
Mereka sampai di depan ruang operasi.
Perawat mengambil alih kursi roda Zizah.Zack melepas kepergian sang istri masuk ke meja operasi.Laki laki itu kemudian menunggu di salah satu kursi tunggu yang ada di depan ruang ruang operasi.Kedua tangannya tertangkup menyangga dagunya,dalam hati ia tak henti merapalkan doa demi keberhasilan operasi istri tercintanya.Semoga semua berjalan lancar.


...****************...
Sementara di tempat lain,....
"hwaaaaaaahahahaaaaaaa..........hwaaaahaaaaa......."
Tangisan bocah cantik itu pecah.Ia menangis meraung raung tak jelas apa yang diminta.
Zia bingung.Ia panik.Ia tak tau harus berbuat apa.Ia bukan ibu Aliya.Meskipun ia sangat dekat dengan bocah kecil itu tapi ia tak sepaham Azizah bukan.
Zia menggendong tubuh mungil itu , mengajaknya keluar menuju teras,mungkin bocah itu merasa panas di dalam rumah,pikirnya.
"aduh Al...kamu kenapa sih nak....?kamu mau apa?jangan nangis dong....tante bingung nih harus ngapain...."ucap Zia.
Gadis itu nampak kebingungan,hingga.....
sebuah motor memasuki area halaman rumah berlantai dua itu.Pria berkulit putih tersebut kemudian turun dari kendaraan roda dua tunggangannya dan berjalan mendekati Zia yang nampak menimang nimang sang keponakan.
"assalamualaikum....."ucap Roky.
"wa alaikum salam....."jawab Zia.
"eh...ini Aliya kenapa?"tanya Roky.
"nggak tau,dari tadi nangis mulu...mana gue dirumah sendirian lagi..."ucap Zia.
__ADS_1
"sini coba biar gue gendong...."ucap Roky sambil meraih tubuh Aliya.
"gue bikinin susu dulu ya...."ucap Zia.Roky mengangguk.Zia masuk ke dalam kamar,Roky menimang nimang gadis kecil itu sambil mengajaknya masuk ke dalam rumah,menunjukkan benda benda sekenanya yang kira kira bisa menjadi pusat perhatian Aliya dan membuat gadis itu tenang.
Roky menuju sebuah hiasan dinding berupa foto foto Zack dan Zia.Aliya masih menangis.Roky kemudian berjalan lagi menuju sofa dan duduk disana,gadis itu justru makin meronta ronta seolah tak mau di ajak duduk disana, hingga......
Tangis Aliya perlahan terhenti.Aliya melihat sebuah benda hitam tertempel di telinga Roky...!ya....itu tindik...!
Aliya perlahan mulai menghentikan tangisnya.Ia memainkan daun telinga pria itu.Sebuah benda yang juga selalu Aliya temui jika bermain dengan sang ayah.Tapi punya ayahnya berbentuk seperti anting.
Aliya perlahan terkekeh.Ia menyentuh dan sesekali menarik daun telinga Roky membuat pria itu terkekeh.
Zia datang dengan tergopoh-gopoh sambil membawa sebotol kecil susu formula untuk bayi cantik itu.
"dih....diem...."ucap Zia sambil mendudukkan tubuhnya di samping Roky.
"mainin kuping dia..."ucap Roky.
Zia hanya terkekeh.
"ada ada aja kamu Al...."ucap Zia.
"heeeeehheee....."ucap Aliya sambil tersenyum memperlihat kan gusi nya yang belum ditumbuhi gigi.
Gadis itu makin bahagia,apalagi saat memegang daun telinga Roky yang terasa empuk di tangan itu.Aliya seolah menemukan mainan barunya.
Aliya berucap tak jelas.Ia terus berkata entah apa maksudnya sambil memainkan daun telinga laki laki itu.
Zia ikut terkekeh.Roky dan Zia pun menghabiskan waktu bersama mengasuh bayi mungil tersebut.
...----------------...
***Up 13:52
__ADS_1
mampir juga ke novel lainnya*** ..