Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tujuh Puluh Lima


__ADS_3

Persidangan berlangsung dengan sangat aman dan lancar.Sang Moreno yang kejam seolah diam menerima semua tuduhan yang disangkakan kepada nya.Tak ada pembelaan,atau pun berontak serta mengelak seperti yang diduga sebagian orang.Laki laki itu seolah pasrah,namun dalam hatinya siapa yang tau??


Moreno bukan orang lemah yang bisa begitu saja menerima kekalahan bukan?


Hakim menjatuhi hukuman seumur hidup untuk sang raja.Sedangkan para anak buahnya dijatuhi hukuman bervariasi.Mulai dari sepuluh tahun,lima tahun,satu tahun,hingga bebas bersyarat dan menjadi tahanan kota.Dua di antara yang beruntung menjadi tahanan kota itu adalah Roky dan Zack.Selain ditetapkan sebagai tahanan kota,mereka juga dikenakan wajib lapor,serta diwajibkan membayar sejumlah denda.


Itu lebih baik bukan...dari pada harus mendekam di penjara?


.


.


.


.


.


.


Sidang selesai.Para pria pria pendosa itu kembali digiring ke tahanan.Termasuk Zack dan Roky.Mereka harus menunggu sampai polisi menurunkan SK nya dulu baru bisa menjalani hukumannya sebagai tahanan kota.


Para pengunjung sidang pun keluar dari ruang sidang.Senyum bahagia tak henti mereka sungging.Kebenaran berhasil ditegakkan.Tak sia sia doa dan usaha mereka siang malam mengumpulkan bukti bukti kejahatan Moreno.Kini sebentar lagi Zack,Roky dan yang lainnya akan segera keluar dari sel tahanan dan bisa menghirup udara bebas meskipun berstatus tahanan kota.


Zia,Ammar dan Zizah berjalan bersama sama keluar pengadilan.


"Zizah...kamu mau langsung pulang?"tanya Zia.


Zizah menggelengkan kepalanya.


"kita mau mampir ke rumah sakit dulu Zi..."jawab Ammar.


Zia hanya mengangguk.


"ooh....ya udah deh kalau gitu....sorry ya....aku keknya nggak bisa ikut deh....aku ada tugas kuliah soalnya ...nggak apa apa kan kalian pergi berdua aja...."ucap Zia.


Zizah dan Ammar tersenyum.


"nggak apa apa kok Zi....kamu hati hati ya di jalan..."ucap Ammar.


Zia hanya mengangguk.


Keduanya pun lantas berpisah.Zizah dan Ammar menghentikan sebuah taxy,masuk kedalamnya dan segera menuju rumah sakit untuk menjenguk Aliya.


Tak butuh waktu lama, kendaraan beroda empat berwarna biru itu sampai di depan sebuah bangunan tinggi dan besar di pusat kota.Ya...itu adalah rumah sakit tempat dimana Aliya dirawat.


Ammar hendak mengayunkan tongkatnya,hendak masuk ke dalam rumah sakit tersebut namun tiba tiba....


"ka....."ucap Zizah sambil menarik ujung kaos Ammar membuat laki laki itupun menghentikan langkahnya.


"ada apa Zizah...?"tanya Ammar pada sang adik.

__ADS_1


Zizah mengangkat tangannya.Menunjuk kios buah yang berada di depan rumah sakit itu.


"kamu mau beliin Aliya buah?"tanya Ammar.


Zizah mengangguk.


"ya udah ...beliin gih,aku tunggu disini..."ucap Ammar.


Zizah pun beranjak menuju kios buah tersebut.Sedangkan Ammar memilih untuk menunggu di sebuah kursi kayu panjang di samping pos satpam rumah sakit besar itu.Tak butuh waktu lama,Zizah kembali menemui Ammar dengan satu kantong kresek berisi buah buahan segar yang baru saja dibelinya.


"dah?"tanya Ammar.


Zizah mengangguk.


"ya udah yuk..."ucap pria berkaki satu tersebut.Kedua kakak beradik itu kembali mengayunkan kakinya.Mereka berjalan santai menuju ruang rawat inap tempat dimana Aliya di rawat bersamaan dengan berkumandang nya gema adzan Dhuhur.


Tak butuh waktu lama,Azizah dan Ammar sampai di depan pintu ruang rawat inap Aliya.Setelah meminta izin pada dua polisi yang bertugas menjaga Aliya,dua saudara kandung itu pun lantas masuk ke dalam kamar Aliya ditemani salah seorang polisi disana.


.


.


.


.


.


.


Zizah dan Ammar terdiam.Dilihatnya disana seorang wanita berkulit putih ber mukena pink tengah khusyuk menjalankan ibadah sholat Dzuhur di atas ranjang pasien dalam posisi duduk.Kondisi kandungan yang lemah serta kekuatan fisik yang masih belum stabil menghalangi nya untuk menjalankan ibadah solat wajib itu di atas sajadah.


Zizah dan Ammar saling pandang.Aliya solat?ia menggunakan mukena pemberian Zizah untuk menjalankan ibadah wajib lima waktunya...?!


Azizah tersenyum haru,begitu juga Ammar.Sebuah pemandangan indah yang sudah sangat lama tak mereka lihat


Keduanya lantas duduk di sebuah sofa panjang yang berada di ruangan itu.Mereka memilih untuk disana guna menunggu Aliya selesai dengan ibadahnya.


Zizah terdiam.Diamatinya wajah Aliya yang nampak putih bersih polos tanpa makeup.Sesekali air mata jatuh menetes dari pelupuk matanya sambil mulutnya komat kamit mengucapkan rangkaian surat surat pendek sebagai bacaan sholatnya.


Sudah lama ia tak melihat Aliya menyembah sang Maha Kuasa.Padahal dulu,saat ayah Aliya masih hidup mereka sering pergi ke masjid bersama sama.Solat berjamaah serta mengaji bersama.Aliya,Zizah dan Ammar sangat akrab dulu.Tari dan Reza pun juga sangat baik.Namun semua berubah setelah ayah Aliya meninggal dunia.


Aliya,Reza dan Tari berubah seratus delapan puluh derajat.Ia beserta ibu dan kakaknya itu menjadi sangat benci pada Zizah dan Ammar.Entah apa salah dua anak yatim piatu itu.Mereka selalu disalahkan atas kematian ayah Aliya.Mereka dianggap pembawa sial dan parasit yang selalu merepotkan keluarga tersebut.


Azizah dan Ammar hanya bisa pasrah.Mengingat mereka tak punya keluarga lain selain keluarga Tari.Mereka menerima semua perlakuan kasar dan buruk keluarga kecil itu sambil terus berusaha mengumpulkan pundi pundi uang agar mereka bisa membeli rumah kecil kecilan dan keluar dari rumah Tari suatu saat nanti.


Namun belum sempat angan angan itu terwujud,Zizah sudah dilempar duluan ke kandang Moreno.


.


.

__ADS_1


.


Aliya selesai dengan ibadahnya.Wanita itu lantas menunduk saat menyadari keberadaan Zizah dan Ammar.


Dua saudara kandung itu bangkit dari sofa mereka.Keduanya lantas mendekati ranjang.Ammar duduk di kursi samping ranjang sedangkan Zizah berdiri di samping sang kakak.


"Al....gimana keadaan kamu?"tanya Ammar.


Aliya masih menunduk.


"Al....kamu kenapa?"tanya Ammar.


Aliya kembali meneteskan air matanya.


Ammar menghela nafas panjang.Pria berhati lembut mengangkat tangannya,meraih telapak tangan sang sepupu dan menggenggam nya lembut.


"kalau ada apa apa....kamu bisa cerita sama kita"ucap Ammar.


Zizah mengangguk.Aliya mulai sesenggukan.


"nggak semua masalah bisa kamu pendam sendiri Al...."ucap Ammar.


"kamu juga butuh tempat untuk bersandar...kamu butuh seseorang untuk bisa kamu ajak bercerita..."ucap Ammar lagi.


Aliya masih sesenggukan.


"kita keluarga Al....kita masih keluarga...."ucap Ammar begitu tulus.


Aliya perlahan mengangkat kepalanya.Ia sesenggukan menatap Ammar dan Zizah bergantian.Benar apa yang Ammar katakan.Ia butuh bahu untuk bersandar.Ia butuh teman untuk bercerita, mengeluarkan segala keluh kesahnya.Berbagi perasaan yang kini berkecamuk dalam dadanya.


Ia baru saja mendengar kabar dari salah satu perawat rumah sakit,bahwa Moreno baru saja dijatuhi hukuman sumur hidup.Hal itu membuat Aliya kembali tak karuan.Bagaimana nasibnya? bagaimana nasib anaknya?jika Moreno dihukum seumur hidup, bagaimana dengan ia dan ibu serta kakaknya? berapa lama mereka akan mendekam di balik jeruji besi?


Berbagai pikiran berkecamuk dalam diri Aliya.Ia bingung...!ia stress...!ia tak tau harus berbuat apa....!!


Aliya makin sesenggukan.


"Aa...."ucap Zizah memanggil sang sepupu.Kedua tangannya terlentang seolah memberi tempat untuk Aliya masuk dalam pelukannya.


Aliya menangis.Dengan kondisi tubuh yang masih lemah, perlahan ia mendekati si wanita bisu itu.Aliya menabrakkan tubuhnya pada tubuh Zizah.Ia menangis...!menumpahkan air matanya di pelukan sepupu wanita nya itu.


Ammar pun bangkit dari kursinya.Ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang,meletakkan tongkatnya di samping tubuhnya lalu menggerakkan tangannya memeluk dua wanita cantik itu.


Aliya menangis sejadi jadinya di dalam dekapan Ammar dan Zizah.Ia seolah menemukan tempat ternyaman yang selama ini ia cari cari.Tempat ternyaman untuk menumpahkan air matanya, menumpahkan segala keluh kesah nya,menumpahkan segala amarah dan kekecewaan yang selama ini ia pendam.


"istighfar sayang...."ucap Ammar sambil terus memeluk tubuh kedua wanita itu.


...----------------...


***Selamat malam...


up 18:53

__ADS_1


yuk....mana dukungan nya...🥰🥰🥰***


__ADS_2