
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan sebuah rumah berlantai dua.
Seorang pria berambut gondrong dan dua wanita cantik turun dari mobil yang membawanya pulang dari kantor polisi menuju kediaman Zack Andreaz dan Zia Adara.
"makasih ya buk...."ucap Zack sesaat setelah turun dari mobil kepada seorang wanita anggun berkacamata hitam pemilik mobil mewah itu.Tubuhnya yang kini sudah berada di luar mobil sedikit membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Grace yang duduk di kursi kemudi kendaraan roda empat tersebut.
"sama sama....."ucap Grace.
"nggak mampir dulu buk?"tanya Zia ikut sedikit membungkuk.
"lain kali aja saya main ya Zia...saya harus jemput anak anak sekolah soalnya..."ucap Grace.
Zia hanya mengangguk sambil tersenyum.
"oh gitu....ya udah...titip salam buat anak anak ya buk .."ucap Zia
"iya...."jawab Grace.
"sekali lagi makasih buk....ibu sudah banyak bantu saya...."ucap Zack.
"sama sama Zack...saya cuma melakukan apa yang seharusnya saya lakukan kok....kamu baik baik ya sekarang dirumah.Jaga adik kamu....jangan pernah berurusan lagi sama polisi..."ucap Grace menasehati.
Zack tersenyum.
"pasti buk..."jawab Zack.
"saya duluan...."ucap Grace sambil menyalakan mesin mobilnya.
Zack hanya mengangguk mempersilahkan.Mobil mewah berwarna merah itu pun melaju meninggalkan tiga anak manusia disana.Zack menghirup nafas panjang sambil mengamati lingkungan sekitar tempat tinggalnya.Kawasan komplek perumahan yang sudah ia dan Zia tinggali sejak kecil,saat keluarga nya masih utuh.
Zack berbalik badan.Zia sudah membuka pagar besi berlapis kayu berwarna coklat itu,Azizah berdiri di belakang Zia hendak ikut masuk ke dalam rumah tersebut.
Sebenarnya tadi Zizah ingin langsung pulang saja,namun Zack melarangnya.Ia ingin Azizah ikut pulang ke rumahnya, laki laki itu sepertinya masih ingin berlama lama dengan Azizah.
Zack tersenyum.Ia dengan tas ransel di pundak kirinya pun setengah berlari mendekati dua wanita itu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah berlantai dua dengan desain minimalis yang nampak asri dan nyaman.
Zizah mengedarkan pandangannya ke segala arah mengamati setiap sisi kediaman malaikat gondrongnya itu.
Zack yang berada di belakang Zizah pun duduk di salah satu sofa ruang tamu dan menyandarkan tubuhnya disana,sedangkan Zia kini menuju dapur, membuatkan minum untuk sang kakak dan Azizah.
"itu foto keluarga ku dulu..."ucap Zack sambil melepas sepatunya saat melihat Zizah berdiri mengamati sebuah foto berbingkai yang tergantung di salah satu sisi dinding ruang tamu tersebut.
Zizah menoleh ke arah Zack,ia tersenyum lalu mendekati laki laki itu dan duduk di sampingnya.
"kisahnya udah aku ceritain ke kamu dulu kan"ucap Zack.
Zizah hanya mengangguk.
Zack selesai dengan dua sepatunya.Pria yang kini wajahnya mulai ditumbuhi jambang jambang tipis itu kemudian menatap wajah sang peri manis.
Azizah meraih notebook di dalam tas selempang nya.Ia kemudian menuliskan sesuatu disana dan menyerahkan nya pada Zack.
__ADS_1
"mandi gih...biar seger..."tulis Zizah.
Zack hanya tersenyum.Ia menatap dalam wajah wanita berkulit putih itu
"Peri..."ucap Zack.
"hari ini kan aku udah nggak ditahan....besok...aku ingin cari kerja...kamu doain aku ya...biar aku bisa cepet dapet kerja,dan bisa ngelamar kamu...."ucap Zack.
degggghh....
Zizah terdiam mendengar ucapan itu.Ia nampak mengernyitkan dahinya seolah meminta penjelasan atas ucapan yang baru saja Zack lontarkan.
"kenapa?"tanya Zack saat menangkap gelagat tak biasa dari Zizah.
Zizah menggerakkan jari tangannya menunjuk dada Zack,lalu dadanya seolah ingin berkata.. "kita?lamaran?"
"kenapa?kamu nggak mau aku lamar?"tanya Zack.
Zizah meraih notebook nya lagi.Ia kemudian kembali menulis kan sesuatu di sana dan menyerahkan nya pada Zack.
"kamu yakin mau ngelamar aku?"tanya Zizah lagi.
Zack mengangguk.
"iya...emangnya kenapa?"tanya Zack.
"Zack...kamu tau kan kondisi aku seperti apa?apa kamu yakin mau ngelamar aku?kamu nggak malu?"tanya Zizah
Zack diam sejenak.
Zizah kembali hendak menulis lagi,namun tiba-tiba tangan Zack tergerak menahan pergerakan tangan wanita cantik itu.
"aku nggak peduli siapa dan apa kekurangan kamu...sebelum ketemu kamu aku nggak pernah ada perasaan nyaman sama perempuan selain sama adikku sendiri.."ucap Zack.
"hidup ku sepi peri.... aku terlalu sibuk kerja dan menjaga keselamatan adikku...aku nggak pernah memikirkan hal lain selain itu..."
"tapi setelah ketemu kamu...ada sesuatu yang lain yang aku rasakan..aku nggak tau...itu apa dan sejak kapan perasaan itu datang...."ucap Zack lagi.
Tangan kekarnya kini tergerak meraih punggung tangan Zizah dan meremaasnya lembut.
"aku mencari kenyamanan...aku mencari ketenangan
...aku mencari semangat...aku mencari wanita yang bisa membuatku rela melakukan apapun untuk melindungi nya...dan aku mendapatkan nya di kamu...."ucap Zack dengan sorot mata tulus ke arah Zizah.
Wanita tuna wicara itu tak bergerak.
"aku nggak peduli dengan kekurangan...karena aku juga bukan orang yang sempurna...aku yatim piatu,aku mantan pembunuh,aku narapidana,aku iblis...susah buat aku untuk mencari wanita yang benar benar menerima aku apa adanya peri.... karena latar belakang aku sangat buruk...."ucap Zack.
Zizah masih tak bergeming.Namun sorot matanya menatap nanar ke arah pria berkulit putih itu.
"aku mencintai kamu karena pribadi kamu... karena kenyamanan yang aku dapat saat bersama kamu...ketenangan dan naluriku yang selalu ingin melindungi kamu....persetan dengan ucapan orang yang bilang kamu nggak sempurna,cacat,atau apalah...!aku nggak peduli...!kamu sempurna dimataku..."ucap Zack begitu tulus.
Zizah menunduk dengan mata mulai berair.Tangannya nampak meremas notebook ditangannya seolah ingin menyalurkan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.
__ADS_1
Bahagia?
iya....
Terharu?
iya....
Antara percaya dan tidak,ada seorang laki laki yang bersedia memilihnya sebagai pendamping hidup.Mengabaikan kekurangan nya yang tak mampu mengucap kata demi kata.Seorang wanita yatim piatu yang hanya lulusan sekolah dasar.Seorang pembantu rumah tangga yang memiliki kakak laki laki cacat berkaki satu.
Sejak kecil ia selalu jadi bahan bullying teman teman sekolahnya.Ia dianggap berbeda dan tak pernah memiliki teman.Hanya pamannya lah,ayah kandung Aliya serta keluarga Aliya kala itu yang terlihat menyayangi nya.Meskipun pada akhirnya itu semua hanya sementara dan berubah total setelah kepergian sang paman.
Azizah meneteskan air matanya.Ia merasa sangat tersanjung.Zack pria sempurna dari segi fisik.Ia pikir,segala perhatian yang laki laki itu berikan padanya selama ini hanyalah bentuk rasa kasihan padanya,mengingat kondisi dan nasibnya memanglah teramat sangat malang.Bisu,yatim piatu,di sia siakan keluarga sepupu,di siksa pula oleh Moreno.Ia berfikir,mungkin selama ini Zack hanya menganggapnya sahabat atau adik.Ia tak pernah berfikir bahwa laki laki itu ternyata memiliki perasaan yang lebih besar padanya.Atau mungkin lebih tepatnya,ia tak berani membayangkan akan dicintai oleh seorang Zack Andreaz.
Azizah masih meremaas notebooknya.Wajahnya masih menunduk,suatu reaksi tubuh yang dapat dilihat oleh mata tajam Zack.
"kami kenapa?"tanya Zack lembut sambil sedikit membungkuk dan memiringkan kepalanya.
Azizah menatap sendu ke arah Zack.Matanya terlihat berkaca kaca,seolah cairan bening itu hendak tumpah dari pelupuk matanya.
"aaa...uuu..."ucap Zizah sambil menyentuh bibirnya sendiri dengan gerakan sedikit gemetar.Air mata itupun akhirnya jatuh juga.Ia seolah ingin kembali mengingatkan laki laki itu,betapa ia tak sempurna.Ia memiliki kekurangan.Ia tak mau Zack menyesal pada akhirnya nanti.
Zack meringsut.Ia menangkup wajah manis itu dan mendekatkan wajahnya
"sssssstttt.....aku nggak peduli....!kamu bisa suatu saat nanti...!aku akan kerja keras...!aku akan cari nafkah buat kamu...!aku akan berusaha untuk mengembalikan lagi suara kamu...!aku yakin aku bisa sayang....ya..... jangan pikirin itu...!kamu sempurna sayang...kamu istimewa...!kamu wanita hebat pilihan Tuhan..!hati kamu bersih,wajah kamu cantik,mental kamu kuat,kamu sempurna sayang...!bahkan lebih dari sempurna...!"ucap Zack meyakinkan wanitanya.Ia seolah ingin mengangkat kepercayaan diri gadis malang itu.Ia tak mau wanita itu terpuruk,merasa rendah dan tak percaya diri.
Zizah menangis sesenggukan.Air matanya banjir membasahi pipinya hingga telapak tangan Zack.
Pria berambut gondrong itu menggerakkan kedua ibu jarinya mengusap lelehan air mata Azizah.Ia seolah tak mengizinkan air mata berharga itu lagi lagi tumpah dengan sia sia.
"aku sayang sama kamu...aku yang akan merasa sangat beruntung kalau kamu mau menjadi pendamping aku nantinya....please....jangan tolak aku..."ucap Zack lagi.
Zizah sesenggukan lagi.
"mau ya....nunggu aku ngelamar kamu...."ucap Zack lagi.
Zizah menangis lagi.Namun di sela tangisnya ada tawa yang tercipta.Ada rasa bahagia disana.Ia diperlakukan bak seorang wanita sempurna oleh laki laki itu.Adik Ammar itupun akhirnya mengangguk.Ia bersedia...!ia mau menunggu laki laki itu untuk melamarnya suatu saat nanti.
Zack berbinar.Ia bahagia...!sangat bahagia..!Zack menarik tubuh ramping itu.Ia memasukkan tubuh sang wanita masuk ke dalam dekapannya.Ia memeluk erat wanita pilihan nya.Ia berjanji...tidak akan ada lagi air mata yang jatuh dari pelupuk mata Azizah selain air mata kebahagiaan.
.
.
.
Zack &Azizah
...----------------...
__ADS_1
***Up 18:16
yukkk....kasih dukungan dulu yuk.....biar yang nulis semangat🥰***