Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Delapan


__ADS_3

Sore menjelang,


Di sebuah rumah berlantai dua kediaman Zack Andreaz..


Wanita yang baru saja kehilangan pekerjaannya itu nampak turun dari motornya yang kini dikendarai oleh laki laki berkulit putih itu,Roky.


Keduanya turun dari motor matic milik Zia itu.Dilihatnya di sana,sebuah motor besar nampak terparkir di halaman rumah peninggalan ayah dan ibu Zia itu.Itu adalah motor milik Zack...! sepertinya laki laki itu sudah ada di rumah sekarang...!


Zia terlihat tak tenang.Kakaknya pasti akan menanyai macam macam.Mengingat ini belumlah jam pulang kerja,tapi Zia sudah pulang dari tempatnya bekerja.


Roky mendekati wanita itu,


"Lo masuk gih....gue harus balik...."ucap Roky.


Zia hanya mengangguk.Roky tersenyum,di sentuhnya pundak wanita itu bermaksud untuk memberi semangat pada Zia.


"Lo istirahat ya....jangan sedih lagi..."ucap Roky.


Zia menggerakkan bahunya.Mencoba mengelak dari tangan Roky yang kini sudah berada di atas bahunya.


"Makasih udah nganterin,gue masuk dulu..."ucap Zia kemudian segera pergi untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


Roky menghela nafas panjang.Susah sekali menyentuh hati wanita itu.Rasanya ia sangat lelah.Namun entah mengapa hatinya seolah kadung terikat dengan adik kandung Zack itu.Ia seolah tak bisa berpaling dari wanita cantik tersebut.Entah sampai kapan ia harus terkurung oleh perasaan nya itu.Perasaan yang terbentuk sejak lama namun sayangnya hanya ia yang merasakannya,sedangkan Zia tidak.


Roky menghela nafas panjang.Ia kemudian berbalik badan dan bergegas keluar dari area rumah berlantai dua itu untuk mencari taxi dan kembali ke toko kue milik Adrian.


.


.


ceklek....


"Assalamualaikum...." Ucap Zia yang membuka pintu utama tersebut tanpa mengetuk


"Wa alaikum salam....."jawab Zack yang kini tengah berada di ruang tamu bersama istri barunya, Azizah.

__ADS_1


"Zia?kok udah pulang jam segini?"tanya Zack.


Zia mencoba tersenyum.


"Aku kurang enak badan kak....makanya aku izin pulang duluan...."ucap Zia bohong.


"Oh....ya udah...kamu istirahat gih...mungkin kamu capek..."ucap Zack.


Zia hanya mengangguk.Ia pun lantas pergi meninggalkan tempat tersebut.


Seperginya Zia,


Kruuuuk.... kruuuuk.....


Bunyi bunyian itu terdengar dari perut Zizah yang nampak duduk sambil memangku kepala suaminya yang terbaring di sofa ruang tamu itu.


Zack mendongak menatap Zizah.


"Kamu laper?"tanya Zack.


Ya....sejak pagi bangun tidur hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul satu siang keduanya belum makan nasi sama sekali.Saking bahagianya menikmati peran baru sebagai sepasang suami istri mungkin.....


Zack bangkit dari posisinya.Ia tersenyum melihat ekspresi sang istri.Sejak pagi hanya Zack yang asyik makan Zizah,sampai lupa jika mereka belum makan nasi sejak pagi.


"Kita cari makan diluar yuk..."ucap Zack.


Zizah mengangguk.


"Ya udah yuk...."ucap Zack.


Keduanya lantas pergi dari tempat itu.Melaju menembus jalan raya menggunakan motor besar milik Zack.


.....


Sementara ditempat lain....

__ADS_1


Disebuah rumah sakit besar yang bekerja sama dengan pihak kepolisian.


Seorang wanita hamil nampak meringis kesakitan di atas ranjang dorong yang kini membawanya menuju ruang gawat darurat.Darah mengalir membasahi kaki dan celana oren khas tahanan yang ia kenakan.


Wanita itu menangis,usia kandungannya baru dtujuh bulan jalan delapan bulan.Namun hari ini ia kembali di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan hebat.


Ya...kemarin ia mengeluh sakit pada perutnya ke petugas yang berjaga di lapas.Ia sudah mendapatkan perawatan saat itu dari dokter kepolisian.Kedaaannya sudah membaik semalam,namun hari ini ia kembali dilarikan ke rumah sakit akibat terjatuh di kamar mandi lantaran di dorong oleh salah satu rekan sesama tahanan.


Alhasil disinilah ia sekarang...


Dengan wajah pucat dan kaki berlumuran darah Aliya merintih lirih.Suaranya nyaris tak terdengar.Entah bagaimana nasibnya nanti,para tim dokter termasuk Livia yang berada di sana nampak panik.Sepertinya apa yang terjadi pada Aliya saat ini bukanlah masalah yang sepele.


Aliya dimasukkan ke ruang gawat darurat.Sambil setengah berlari Livia meraih ponsel di saku seragam dokternya.Di carinya nama Ammar disana,lalu menelfonnya.


tuuutt....tuuutt....


"halo assalamualaikum...."ucap Ammar dari seberang sana.


"wa alaikum salam Ammar...Ammar kamu hubungi Zizah atau Zack sekarang....suruh mereka ke rumah sakit Aliya masuk rumah sakit lagi..."ucap Livia panik.


"apa?!!rumah sakit?Aliya kenapa lagi mbak??"ucap Ammar kaget


"Aliya pendarahan Mar...!udah...kamu hubungin Zizah atau Zack dulu,biar mereka bisa segera kesini... kasian Aliya sendirian..cepetan ya....!!"ucap Livia terdengar sangat panik.


"i....iya mbak.... saya hubungin mereka sekarang..."ucap Ammar.


Sambungan telepon pun terputus.Livia segera bersiap di posisinya untuk menangani wanita hamil itu.


...----------------...


***Selamat pagi....


akibat sinyal...bab seratus tujuh yang harusnya ke up semalam baru bisa di up hari ini...


jadi pagi ini up nya dobel...

__ADS_1


yukkk dukungan dulu...🥰🥰***


__ADS_2