
Kerena Ana tidak menerangkan apa apa pada ibu Elis, tapi Mawar seperti tahu apa yang pernah terjadi antara Ana Ria akhirnya.
"Ya udah Bu, buat Ana sama saya kelompok ya." Ujar Mawar pasrah.
"Nggak. Itu udah ibu Elis putuskan, kalau aku dan Ana satu kelompok tapi kenapa harus dipindahkan segala?" Protes Ria.
"Orangnya juga nggak mau ngapain malah kamu nggak sewot. Tanya aja sama Ana." Sembur Mawar.
BRAK!
Ria emosi ia malah memukul meja yang ada dihadapannya, ia seebnatnya tidak suka kaku ia dipindahkan oleh Ibu Elis gara gara Ana tidak mau satu kelompok dengan dirinya. Ana juga kekeh tidak mau bersama Ria, ya biarpun yang lainnya masih bertanya tanya masalah apa Ana dsn Ria, semua orang berpikir Ria tidak ada apa apa, sedangkan dengan Mawar. Ana sering banget bertengkar, adu mulut, saling curiga tapi pas kerja kelompok gadis berkacamata kekeh minta kerja kelompok dengan Mawar?
Rani malah melirik Mawar, sedangkan gadis yang dilirik sama Rani hanya mengangkat kedua tanganya saja ia juga tidak mengerti apa apa pada Ana.
Akhirnya ibu Elis juga tidak memaksa Ana buat ikut kelompok Ria, sebenarnya ia memberikan tugas membuat klipingan tentangan sosiologi buat anak anak dan satu kelompok terdiri dari tiga orang. Awalnya ibu Elis menulis empat orang, yaitu: Ana, Ria, Cempaka, dan Dahlia. Sedangkan kelompok Rani terdiri dari Mawar, Titis dan Ihah.
Tapi kerena Ana pindah jadi kelompok nya yaitu; Ana, Mawar, Rani dan Titis.
๐
PLAK!
Ana terpekik keras, saat ada sebuah tangan yang melayang sangat cepat mengenai pipinya, ya tepat di pipinya. Otomatis saat tangan orang itu mengenainya pipinya, ia hanya terpekik dan menjerit kesakitan.
Karena ia merasakan kepanasan dan kesakitan yang luar biasa dipipinya. Ketika ia melihat siapa yang menamparnya ia terkejut kerena Ria yang melakukannya. Tatapan gadis itu sinis dan menakutkan. Ya gadis itu adalah Ria langsung melayangkan tangannya kearah pipi Ana.
Gadis itu benar benar tidak menyangka kalau Ana dengan mudahnya pindah kelompok dengan Mawar dan Rani, ia tidak bisa menerima kalau Ana pindah kelompok apalagi harus dengan Mawar.
"Sakit tahu!" Teriak Ana tidak terima.
"Aku lebih sakit, kamu lebih memilih Mawar dibandingkan aku kenapa? Apa kamu sayang sama Mawar? Kenapa kamu pilih Mawar bukan pilih aku?" Tanya Ria bertubi tubi.
__ADS_1
"Ria sadar apa yang kamu ucapkan, aku nggak pilih Mawar tapi aku pilih kelompok saja bukan Mawar!" Sembur Ana.
Gadis berkacamata tidak mengerti apa yang yang dikatakan oleh Ria, tapi Ana hanya sementara ini menduga kalau Ria sebenarnya ada kelainan jenis kelamin atau namanya.
"Bohong!"
"Ya udah kalau kamu nggak percaya." Lirih Ana..
"Aku sayang kamu, Ana. Jujur aku juga sayang kamu,"ucap Ria tersenyum.
"Kita berteman dan saja." Gumam Ana.
"Nggak aku nggak mau berteman dengan kamu, aku hanya ingin," ujar Ria menatap wajah Ana tajam.
"Ria kamu sadar apa yang kamu katakan?" Kata Ana menatap Ria.
'Ya Allah kenapa harus begini,' bisik Ana frustasi.
Ia tidak menyangka kalau ia harus menemukan gadis seperti ini, ia sebenarnya ingin menjauhi tapi Ria selalu datang dan mendekati dirinya saja. Ya seperti Ria mengalami penyuka sejenis.
'Pantas Ana nggak mau sekelompok dengan Ria. Berarti Ria mencintai Ana, ya Allah,'jerit Mawar dalam hati.
Mawar hanya terpaku di luar mendengarkan apa yang mereka percakapkan di dalam, ya biar pun hatinya sangat kacau mendengar apa yang Ria katakan, kalau Ria cemburu pada dirinya. Kerena Ana memilih kelompok dengannya.
Ia terduduk lemas seketika dalam tubuhnya. Ya Mawar tidak menduga sama sekali kalau Ria punya penyimpangan pelecehan seksual. Gadis itu hanya bisa mengigit bibir bagian bawah, kenangan itu terlintas begitu saja waktu SMP. Apa yang dialami Ana hampir sama dengan dirinya, ia pernah terjebak dalam menyimpangkan pelecehan seksual oleh teman SMPnya.
"Na, please terima aku," Ria memohon.
Glek
Ana hanya menelan ludah sered, ia tidak bisa mengatakan apa apa pada gadis yang ada dihadapannya. Blank! Mungkin kalau misal Ria seorang cowok mungkin ia bakal terima sedangkan yang ada dihadapannya adalah cewek ia harus bagaimana.
__ADS_1
"Ria sadar apa yang kamu katakan, kita nggak mungkin,"
"Nggak aku nggak mau kamu tolak. Jadi kamu mencintai Mawar dibadingkan aku?" Tanya Ria memotong kata kata Ana.
"Ya, Ana milik aku. Jadi buat apa kamu mendekati dia? Aku sayang dia! " Teriak Mawar tiba tiba menghampiri Ana dan Ria.
Ana dan Ria terbelalak atas kemunculan Mawar yang tiba tiba sekali, kalau Ria terlihat ada sebersit kecemburuan mendengarkan Mawar. Sedangkan Ana terbelalak kerena kata kata Mawar yang mengatakan kalau Mawar sayang dirinya.
Mawar tahu kalau Ana pasti terkejut mendengar kata kata itu, kerena memang tidak pernah mendengar ada kata sayang yang terucap oleh si orang gadis ke gadis lainnya.
( Saya baru mengucapkan sayang pada sesama jenis keren bukan kerena mencintai tapi kerena kita sama sama mahluk Allah yang punya hak untuk saling sayang bukan sayang kaya wanita dan pria๐ kalau kejadian saya dan Ria memang sulit di percaya kerena memang Ria lesbi, dan saya berhadapan dengan gadis lesbi ).
"Mawar apa apa sih kamu!" Sembur Ana tidak suka.
Ia menyangka kalau Mawar dan Rian Satu tipe, kerena memang Mawar tidak pernah bicara sama Ana, apalagi ia tidak pernah mendengar berita tengang Ria yang punya kelainan, jadi pas Mawar ingin menolong Ana. Ia mengucapkan kata sayang malah di protes sama Mawar, Ana takut kalau Mawar sama sama kaya Ria tapi nyatanya tidak sama sekali.
"Kamu tahu kalau Ana sebenarnya selingkuh dengan aku, Tapi kamu nggak tahu." Jebak Mawar terus menerus mengatakan seperti itu.
Sampai Ria menjerit tidak terima kala itu Ana harus berpacaran dengan Mawar, sedangkan Ana yang mulai terlepas dari Mawar langsung melarikan diri dari ruangan kosong kreasi.
Ia sangat ketakutan sekali berhadapan dengan Ria. Dan di ruangan itu ada Mawar dan Ria, awalnya Ana akan pulang tapi balik lagi kerena ia takut Ria melakukan apapun pada Mawar ya biarpun ia tiap hari sering bertengkar dan adumulut dengan Mawar.
Tapi dalam kondisi seperti ini ia tidak mungkin meninggalkan Mawar. Apalagi saat Ana tahu kalau Ria punya kelainan. Akhirnya Ana balik lagi ke ruangan kreasi.
Ana dengan lambat lambat berjalan kentuangan kreasi. Disana ia masih mendengar perdebatan sengit yang dilontrakan oleh Ria dan Mawar mempertahankan dirinya.
"Kamu nggak pantas memiliki Ana, aku yang pantas memiliki Ana." Kata Mawar tersenyum..
"Nggak! Nggak Mungkin kamu bisa memiliki Ana!" Teriak Ria tidak terima.
"Kenapa? Kalau aku nggak bisa memiliki Ana berarti kamu juga nggak usah memilki Ana," sembur Mawar.
__ADS_1
Mawar langsung meninggalkan Ria yang masih melonggo atas kata kata yang dilontarkan oleh Mawar. Ia mengejar Mawar tapi gadis itu langsung menghindar dari terkaman Ria, Ana yang melihat peluang itu langsung menarik tangan Mawar dsn mereka berdua berlari menjauhi Ria..
Ana lupa kalau ruangan kreasi belum di kunci tapi ia tidak memperdulikannya lagi kerena ia hanya berpikir tentang mereka berdua yang harus selamat dari Ria.*