Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 61


__ADS_3

Kejadian Melati sebenarnya membuat gadis berkacamata terguncang. Ia sama sekali tidak menyangka kaku saja kejadian itu menimpah dirinya ia tidak bisa membanyangkan kalau posisi melati ada di posisi dirinya. Harus hamil diusia 16 tahun, dan melahirkan ya Allah ya Ana tidak pernah membanyangkan apa yang harus ia lakukan menikah dengan laki laki bejat seperti Bram.


Tapi ia masih bersyukur kerena Apakah melindungi dirinya, melalui keluarganya yang mengajak daun Sunnah yang telah menyelamatkan dirinya, ya ia merasa masih sayang Allah itu nyata sekali. Allah menolong hambaNya dari jerat setan.


Ya biarpun begitu Ana masih seperti biasanya, melalui hari hari dengan riang gembira dan tidak mengingat Melati tapi kenyatannya tidak sama sekali. Dan ia menulis cerpen tentang Melati tapi itu juga ia lupa dimana cerpen yang ia tulis.


( Tapi cerpen itu ditulis kembali saat saya sudah masuk Rumah Dunia di bukukan sebagai kumcer pada tahun 2012, pas sesudah saya menikah ).


Tidak banyak tahu sebenarnya kalau Ana menyukai menulis, teman teman menganggap biasa saja kerena Ana juga tudks pernah mempublikasikan ke semua orang, ia hanya mengisi kekosongan saja. Waktu istirahat digunakan di perpustakaan sambil menulis cerpen judul berbeda.


Dalam cerpen cerpen nya sellau nama Melati yang akan gunakan sebagai tokoh utama, ya biarpun cerita itu cerita yang pernah terjadi tapi Ana berusaha menyembunyikan identitas Melati. Entah kalau gadis itu membaca nya, tapi sampai sekarang tidak ada orang yang tahu tentang kisah Melati.


Dalam keheningan malam


ku panjatkan doa yang tidak pernah putus


hanya untuk sebuah nama yang tudks pernah hilang dalam hatiku


Hatiku hanya satu untuknya


Doa tulus untukmu yang tidak pernah lepas dalam ikatan penuh cinta dan rindu.


Doaku selalu untukmu Melati

__ADS_1


adakah kau mengingatku dalam peristiwa itu?


atau kau juga melupakan aku hanya untuk


melupakan penderitaan mu?


"Puisinya buat aku saja!" teriak Rani ( samaran ) merebut kertas yang ada di tangan Ana..


"Ran!" terima Ana.


Tapi Rani dengan cepat mengambil puisi itu! dari tangan Ana dan dibawa lari menjauhi Ana. Ana tidak tinggal diam, ia langsung berlari mengejar Rani. Ia kesal kalau Rani sekolah kerena bikin dirinya tidak nyaman saja. Bukannya mengalah Rani malah menyobek kertas yang berisikan puisi yang dibuat oleh Ana.


Plak


Tanpa ba bi bu lagi, Ana yang berhasil menangkap Rani langsung menampar pipi Rani dengan keras ia sangat geram sekali baru saja menulis sudah di sobek..Rani yang kaget langsung terdiam ia tidak menyangka kalau ia dijadikan bahan pukulan oleh Ana.


"Sakit? Kamu bilang sakit tapi kamu nggak lihat bagaiamana proses aku bikin puisi, kamu jangan seperti itu!" terima Ana tidak mau kalah.


Ia menarik kerah baju Rani dengan kuat kuat sampai gadis berambut pendek itu ketakutan sekali. Ana langsung mendorong tubuh Rani ke depan, otomatis tubuh Rani terjatuh dan pinggangnya terbentur sangat keras ke batu yang ada di belakangnya.


"Aduh!" jerit Rani berteriak kesakitan.


Sedangkan Ana dengan gontai nya berjalan menjauhi Rani, ia benar benar kesal dari dulu bukan dari dulu sih tapi kemarin kemarin gadis itu selalu menganggu kenyamanan diri nya saja.

__ADS_1


Sebenarnya ia sudah bosan menghadapi orang orang seperti Rani, hanya berani di belakang buka. dari depan. Hanya bisa merusak karya orang lain bukan mendukungnya. Ia menghempaskan tubuhnya di kursi tempat duduknya. Yayuk belum datang ke kelas, kerena kursi disampingnya masih kosong. Apalagi istirahat sudah berlalu,'mungkin masih di perpustakaan,'pikir Ana dalam hati..


Ya di kelas 2A ia duduk dengan Yayuk, mengawali catur wulan 1, waktu Ana kelas 1, Yayuk dan Ana pisah kelas. Jadi waktu kelas 2 kelas satu dicampur kembali di kelas 2 mungkin untuk saling mengenal satu sama lainnya.


Ya waktu kelas 1 Ana main dengan Melati sampai tragedi itu terjadi dsn menimpah Melati, kalau saja Melati tidak hamil kemungkian besar ia masih berteman dengan Melati ya biarpun tidak sekelas juga.


Tapi Melati kini telah pergi meninggalkan dirinya, dan tidak banyak yang tahu tentang Melati paling orang yang terdekatnya. Biarpun kini Ana kelas 2 tapi urusan dengan ibu Ratih belum selesai sama sekali. Malah semakin menjadi jadi apalagi ditambah pelajarannya ditambah waktu kelas 1 pelajaran akuntasi hanya 2 jam, sekarang ditambah satu jam. Jadi akuntansi tiga jam sekali belajarnya membuat pikiran buntu dan berasap. Di tambah lagi mapel ekonomi diajar oleh ibu Ratih, otomatis makin amburadul saja otak.


Jadi seminggu akuntasi belajar di kalas Ada 8/Minggu, ditambah ekonomi 9jam / Minggu. Dan paling parah nya lagi ibu Ratih jadi wali kelas 2A sudah semakin kacau pikiran dan otak AnaπŸ˜‚πŸ˜‚. Tapi pikiran Ana malah inget sama ibu Elis, kalau saja ibu Elis jadi wali kelas 2 A pasti bakal nyaman banget masalahnya ibu Elis itu lembut, manis, belajarnya juga santai, tidak pernah sama sekali galak dan ramah sama anak anak.


Pagi itu!


Kelas 2 A bersorak gembira sekali kerena jam pertama sampai akhir tidak ada gurunya, otomatis itu membuat anak anak bersorak riang sekali. Momen itu yang mereka tunggu tunggu sebenarnya. Ya tidak senang bagaimana dari mapel matematika, sosiologi, antropologi, dan akuntasi semua gurunya tudks ada itu bikin hati semuanya bergembira sekali.


"Bacakan yuk!" Ajak Yadi pada teman teman yang lain mengajak makan bareng bareng dengan alas daun pisang.


"Heueh yuk! Jeung lauk peda geh enak! Iya yuk! Sama ikan peda juga nikmat)" seru Ana.


"Oke!" Sambut yang lain.


Akhirnya satu persatu kelas 2 A pada pulang ke rumah Lusi untuk bajakan di rumah Lusi. Kadang ada yang pulang lima orang, tiga orang, empat, enam, jadi tidak semuanya kabur dari kelas.


Sedangkan Ana berniat pulang belakangan kerena bukan kerena aktif kerena ia ingin menyelesaikan cerpennya. Bukan hanya Ana saja yang masih ada ada dikelas, mungkin ada 16 orang lain yang masih ada termasuk Ana. Salah satu teman sebangku Ana yaitu Yayuk juga masih di sekolah bareng Ana. Dan ia juga berniat ke rumah Lusi barengan dengan 15 orang lainnya.

__ADS_1


Tapi kegembiraan anak yang masih di di sekolah harus sirna kerena pukul 10.30 ibu Ratih masuk kelas, Tapi matanya melotot seketika juga kerena kelas hanya 5 orang yang ada di kelas, sedangkan yang tadi 10 orang ketika melihat ibu Ratih langsung kabur lewat jendela yang tidak ada kacanya. Dan dari 10 orang itu salah satunya Ana ikut kabur ia juga membawa tasnya kerena niatan tudks mau balik lagi ke sekolah..


Lima orang itu hanya diam, mereka tercekam ketakutan kerena mereka tahu kalau ibu Ratih bakal marah kalau tidak ada siswa yang masuk apalagi bagian dirinya. Mata ini Ratih benar benar keluar saat melihat pemandangan yang tidak bisanya di kelas. hanya ada tiga anak perempuan dan dua anak laki laki yang masih mau belajar.*


__ADS_2