Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 57


__ADS_3

Gadis berkacamata itu hanya mengingat nama Bram, ia jarang sih mendengar nama Bram di lingkungan sekolah. Tapi namanya memang familiar di ingatannya, ia mengingat nama yang disampaikan oleh Melati pada dirinya.


"Bram mencintaimu!" ujar Melati menceritakan cowok itu.


"Dia yang bantu kamu waktu kamu waktu kesiangan orientasi siswa kemarin," lanjut Melati mengingatkan Ana pads sosok Bram.


"Yang tinggi dan putih?" tanya Ana masih memikirkan Bram cowok itu.


"Yupz! Ganteng kan?" tanya Melati sambil menggoda Ana.


Ana hanya mengangkat kedua bahu saja, ia Semar samar sih sebenarnya dengan namanya Bram. Tiba tiba ia merinding mengingat Bram, bukannya menolak tapi ia sama sekali belum terbiasa untuk pacaran apalagi ia kini hanya kelas 1 SMU.


"Terima aja, biar kamu bisa diantar pake motor," usik Melati mendukung Ana.


"Nggak tahu lah nanti aku pikir pikir dulu aja deh," sanggah Ana.


Umur 15 jalan ke 16 tahun memang kalau dipikir pikir seusia Ana harusnya punya pacar, manja dengan pacar, jalan sama pacar dan seabrek sama pacar.


Didukung oleh kata kata Melati yang membuat semua cewek klepek klepek, yaitu anatar jemput pacar. Ana malah merinding mendengar kalau dijemput pacar, akhirnya ia memutuskan seminggu akan memberikan jawaban pada Bram.


Sejujurnya ia belum pernah berpikiran pacaran untuk saat ini, eh tiba tiba ada yang nembak dirinya. Ia sama sekali tidak bisa menerima Bram bukan kerena Bram tidak ganteng tapi Ana pernah mendengar kalau Bram pernah mabuk mabukan di sekolah tepatnya kantin.


Itu yang membuat Ana tidak menyukai Bram, ya yang membuat Ana ragu untuk menjalani percintaan dengan laki laki, sejujurnya kalau mau jujur ia.lebih suka sama cowok sederhana, biasa saja apalagi kalau cowok itu tidak.meroko, sedangkan Bram malah perokok ya biarpun dibawah usia 18 tahun..


"Jangan sok alim, Na. Jangan milih milih cowok, nggak apa apa.yang merokok dan mabuk juga yang penting kita punya cowok, jangan ditarget," Ujar melati.


"Tapi aku nggak suka Bram," ungkap Ana..


"Kamu munafik!" cerca Melati.


"Ti, aku nggak munafik! Bram bukan tipe aku." teriak Ana gusar.

__ADS_1


Ia sama seklaintjdka.munafik, buat apa punya pacar kalau dapat yang suka minum. Melati hanya mwngelangkan kepala saja mendengar alasan yang menurutnya tidak.masuk akal.


"Na yang penting ini ya," ujar melati tersenyum. Gadis itu mengangkat tangan dan menggerakkan cari tengah ke jari jempolnya.


"Materialistis kamu Mel!" teriak Ana.


Gadis berkacamata itu langsung meninggalkan Melati yang duduk di pinggir kelas 1 A, ia langsung menuju perpustakaan kerena ruangan itu sudah dibuka oleh ibu Elis. Ibu Elis guru Pai yang merangkap sebagai pustakawan di SMU yang Ana tempati..


Melati hanya melihat Ana pergi begitu sja langsung menyusul gadis berkacamata itu, ia meraih tangan Ana untuk menganggam tapi Ana malah menipiskan begitu saja dari ngenggaman tangan Melati.


Belum sempat sampai di perpustakaan tiba tiba ada cowok yang tinggi menghampiri Ana dan Melati. Ana yang melihat kalau Bram menghampiri hanya garuk kepala saja, sedangkan Melati langsung kabur, awalnya Ana akan pergi menyusul melati tapi Bram langsung menyentuh tangan Ana.


"Na, bagaimana?" tanya Bram masih menganggam tangan Ana.


Ana langsung menarik ngengaman tangan Bram dari tangannya, Bram hanya diam saja ia merasakan hatinya berdebar sangat keras. Sedangkan Ana hanya cuek saja mendengar pertanyaan dari Bram.


"Maaf, Bram. Ana nggak bisa terima kamu ya, kita teman saja, kita belum waktunya pacaran," ujar Ana santai.


Ia tanpa menunggu waktu lagi langsung meluncur ke perpustakaan meninggalakan Bram yang masih berdiri saja di tempat nya, ia sama sekali tidak menduga kalau gadis kepang dua menolak dirinya. Iantidak terima kalau ia sampai di tolak apalagi oleh seorang gadis seperti Ana.


Ana dengan gontai melangkah ke perpustakaan ia tidak pernah berpikir negatif pada Bram. Sedangkan tanpa sepengetahuan Ana, akan menyusun rencana supaya gadis itu masuk perangkap yang ia lakukan hanya untuk memiliki gadis dengan cara yang salah.


🐝


"Na, kita tahun baru an yuk!" ajak Melati antusias.


"Tahun baru 2000?"tanya Ana.


Melati mengangguk."Rey, Gio, Bram, Riri, Zoya, dan aku ( semua samaran ) yang bakal merayakan Tahuna baru an di Anyer. Kita pake mobil Bram, Bram juga ngajak kamu lho!" kata Melati..


Ana hanya diam saja mendengar apanyang Melati katakan, hatinya tiba tiba tidak bisa menerima ajakan dari Melati. Tapi ia tidak bisa menolak sam sekali kerena kalau menolak pasti nya Melati marah dan kesal pada dirinya.

__ADS_1


"Insha Allah." ujar Ana tersenyum.


"Jangan insha Allah, janji ya Na." pinta melati memohon..


"Berangkatnya kapan?" tanya Ana.


"Besok sore habis sekolah saja kata Bram juga. Nanti kita ke pantai dulu, makan dulu pokoknya tempatnya sudah di booking sama Bram."


"Besok sore," gumam Ana.


"Iya, ini rabu, besok Kamis jadi besok kira berangkat." jelas Melati..


"Berarti tahun baru an pas malam Jumat?" bimbang Ana.


"Memangnya kenapa?"


"Harusnya kita kan baca Yasin bukan keluar," protes Ana.


"Jangan sok suci, ikut saja, Yasinan bisa.besok besok." Rajuk Melati.


Tapi dalam hatinya Ana bertanya pada dirinya sendiri kerena kalau Bram mengajak dirinya masa harus Melati yang harus bicara kan seharusnya Bram sendiri yang datang ke dirinya meminta izin supaya ia ikut malam tahun baru an dengan Bram.


Sepulang sekolah Na berpapasan dengan Bram tapi cowok itu tidak menegurnya SMA sekali, Ana juga diam kerana tidak disapa duluan. Ana pulang ke rumah dengan naik ojeg, ya kerena sepeda nya sekarang ada di bengkel jadi tidak bisa di bawa ke sekolah..


"Na, besok Ana mau puasa nggak, insha Allah bapak dan ibu mau puasa Sunnah besok kan hari Kamis, Ayo puasa!" ajak ibu Tri saat melihat putrinya baru datang ke rumah.


"Benar pak? Bapak mau puasa sunnah?" tanya Ana.


Pak Mamat mengangguk, melihat anggukan dari bapak nya, Ana tersenyum manis..


"Oke! Ana ikut puasa saum, bangunin sahur ya pak!" teriak Ana gembira.

__ADS_1


( Aneh saya langsung menerima ajakan bapak saya untuk saum sunah waktu itu, tanpa menyadari kalau itu pertolongan kecil dari Allah melalui kedua orang tua saya, supaya saya tidak ikut tahun baru dengan teman teman lainnya ).


An bersorak gembira mendengar ajakan bapak dan keluarganya untuk melaksanakan shaum Sunnah pada hari Kamis, tapi lalu sholat paling males biarpun hanya 10 lamanyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™.


__ADS_2