
Ria berontak mendengar kata kata yang meluncur di bibir cempaka. Gadis itu tanpa ba bi bu lagi ia langsung mengamuk di kantin dengan sekali pukulan mengunakan tangan kiri kearah Arya. cowok itu tidak menduga langsung berteriak saat kepalanya di tonjok begitu saja oleh Ria. Dengan segala kegiatan yang ada Arya langsung mengejar Ria yang hampir saja membalas tindakan nya dengan pukulan kehadapan Dahlia dan Cempaka.
Cempaka dsn Dahlia keduanya berteriak langsung kalang kabut berlarian menghindari dari terkaman tubuh Ria yang sedang membabi buta seperti itu. Arya beruntung bisa menangkap tangan Ria yang memberontak kuat.
Cempaka berlari menuju sekolah sedangkan Dahlia masuk kantin dsn sembunyi disana, Ria yang merasa kesal menghajar Arya kembali gadis itu menendang burung Arya dengan keras dan menjambak rambut Arya sampai Arya berteriak saat kedua telur burung itu terkena tendangan dari kaki Ria.
Arya tidak kapok ia juga langsung menarik tangan Ria dengan kasar ke belakang dsn mendorong tubuh gadis itu sambil tersungkur. Ibu kantin yang baru datang dari kasar melihat adegan mereka berdua yang berantem langsung memisahkan mereka dengan susah payah.
Melihat ibu kantin yang baru pulang dari pasar, kerena melihat barang belanjaan, Dahlia yang masuk kantin tanpa permisi langsung keluar langsung membantu ibu kantin, sedangkan cempaka yang lari ke sekolah langsung memberitahukan Ana tentang pertengkaran Arya dengan Ria.
Ana yang sedang di ruang kreasi menatap wajah Cempaka tajam, gadis itu mengangguk. Melihat anggukan Cempaka, Ana langsung bernajak dari tempat duudknya dsn menyusul ke kantin mengikuti Cempaka..
"Rani mana?" tanya Cempaka pada Ana..
"Entah, Ana juga nggak tahu kemana dia." ujar Ana.
Keduanya langsung menuju kantin dan benar saja Arya dan Ria berantem, keduanya telah dipisahkan oleh beberapa teman yang lain.Ana melirik Ria dsn Arya. Keren apak Salwa ada di sekolah akhirnya keduanya langsung digiring oleh teman teman untuk menghadap pak Salwa, kerena pak Salwa memerintahkan keduanya menghadap.
Awalnya Ria menolak tapi Cempaka dan Dahlia memaksa Ria untuk mendatangi pak Salwa kerena kepsek sendiri yang memanggil dsn menyuruh Cempaka untuk menyusul Ria.
Mau tidak mau akhirnya Ria mau ke ruang kepala sekolah. Sedangkan Ana dan teman teman yang lainnya saling diam di depan perpustakaan menunggu apa yang terjadi kerena waktu Ana akan masuk pak Salwa melarang dirinya masuk apalagi teman teman yang lain.
"Lia, kok Arya sama Ria bisa berantem sih?" tanya Ana heran menatap wajah Dahlia.
"Entah lah, tapi kemungkina Arya tahu peristiwa kemarin itu,"
__ADS_1
"Mawar cerita pada Arya tentang kamu."
Ana hanya menghela nafas panjang. Ia tidak menduga kalau Mawar menceritakan semuanya lada Arya tentang kejadian dirinya yang hampir saja oleh Ria di perkosa. Menurut Campaka, Mawar lah yang menceritakan pada Arya asal muasal ia this kenapa Ria seperti itu lada Ana dsn mendengar percakapan Ana dsn Ria.
Ana hanya garuk garuk kepala saja mendengarkannya, apalagi pas kata Cempaka pas Mawar dituduh mengacak ngacak ruangan kreasi, ia sangat mengutukmirangnuang membuat mawar salah dihadapan Ana, dsn dari sana lah ia mencari tahu apa yang terjadi.
Ana hanya mengangguk angguk mwndengrakan cempaka, sebenarnya apa yang diceritakan cempaka memang terjadi lada dirinya.
"Makanya dari itu, Arya seperti nya tahu kalau Ria punya kelainan ***.
"Apa mungkin Arya bertengkar gara gara mengingatkan Ria?" tanya Ana menatap cempaka.
"Kayanya sih! Seperi itu.
Ketika pulang sekolah tiba tiba hujan dengan derasnya menguyur. Kaki kaki hujan berlarian dengan cepatnya, seperti dikejar oleh seseorang. Lesatannya melesat ke perut bumi, angin kencang tertiup membuat goyangan pepohonan yang menari akibat angin yang mempermainkan dedaunan..
Para siswa siswi yang masih di sekolah hanya saling diam satu sama lainnya, mereka hanya menatap derasnya hujan yang semakin lebat saja.
Ada satu dua siswa yang menerobos hujan yang lebat berlarian seperti takut kerena kebasahan tapi itu percuma kerena hujan yang deras malah membuat baju yang digunakan malah basah.
Ana yang tadi mau pulang hanya.mwhghela nafas panjang, ia sama sekali diam saja kerena hujan bakal membuat bajunya basah kuyup, ia bersedakap kerena dinginnya angin disaat hujan. Ia menatap ke atas langit yang masih mendung, ia hanya menghela nafas panjang melihat langit yang hitam legam seperti tidak ada tanpa tanda hujan untuk reda.
Awalnya gadis berkacamata itu tidak akan menerobos hujan, tapi kerena beberapa teman teman sudah pada pulang sambil membiarkan baju mereka basah dsn kuyup juga. Ia ragu sebenarnya kalau ia menerobos hujan takutnya baju yang digunakan tidak akan kering buat besok lagi, tapi kalau tidak pulang ia takut kerena Ria masih ada di sekolah.
Kalau misal ia tidak langsung pulang takut kalau Ria mendekati dan melakukan sesuatu lada dirinya, jadi biarpun hujan masih lebat dan tidak mungkin berhentinya, akhirnya Ana memutuskan untuk mandi air hujan saja pulangnya, masalah besok nanti di pikirkan kembali.
__ADS_1
"Ana, kamu mau pulang sambil.mandi hujan?" tanya Arya menatap Ana..
"Iya, takut disini ada Ria." jawab Ana jujur.
Ia tidak bakal menyembunyikan kembali aoanyabg terjadi lada Arya kerena cowok itu sudah pada tahu tentang Ria lada dirinya. Bukan hanya Arya saja yang tahu. Hampir semua teman teman tahu kalau Ria mengejar Ana. Jadi kadang mereka sering mengingatkan jangan terlalu akrab atau memberikan peluang untuk berdua dengan Ria.
"Ya udah kamu hati hati ya, jangan ngebut bawa sepedanya, apalagi hujan deras kaya gini. Membuat mata kabur," ingat Arya pada Ana.
Gadis itu mengangguk. Ia pun meninggalkan sekolah dengan naik sepeda berjalan pelan pelan supaya tidak terperosok ke lubang lubang yang ada genangan airnya.
Ana hanya menghela nafas saat ia tahu kalau Ria benar benar menyukai dirinya. Arya yang kemarin menceritakan semuanya saat ia dipanggil oleh pak Salwa kerena kejadian dirinya di ruang kreasi..
"Ria mengaku pada bapak kalau ia suka sama kamu Na, ya otomatis pak Salwa melotot mendengar pengakuan Ria, awalnya sih ia tidak mengakui tapi aku yang menyuruh mengakui." kata Arya.
Ya ia sangat bergemetar mendengar pengakuan Arya tentang Ria, gadis berkacamata itu tidak menyangka kalau Ria benar benar bakal melakukan itu lada dirinya. Arya hanya mengusap tangan Ana dengan iba, dan menepuk tangannya dengan lembut.
"Terus aku harus bagaiamana sekarang?" tanya nya lada Arya kemarin.
"Kamus harus bisa bersabar, kerena apa yang terjadi mungkin ini ujian dari Allah." nasehat Arya tersenyum.
"Nasib!"
"Apes!"
Ana hanya menghela nafas mengingat percakapan dirinya dengan Arya. Dsn ia tidak menyangka kehidupannya bakal seperti ini, gadis itu masih membawa sepeda dengan berlahan lahan, tapi pikirannya tertuju pada kehidupan yang bakal ia raih.*
__ADS_1